Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Di Antara Ruang yang Berbeda

Dengan penguasaan awalnya terhadap konsep tata ruang, Riu Han melangkah melewati kawasan yang dipenuhi luka-luka dunia itu seakan tak tersentuh sama sekali. Tempat yang bagi para kultivator ranah Dewa Menengah terasa menakutkan dan mematikan, baginya kini seperti taman yang tenang untuk berjalan santai. Seberapa dalam pun robekan itu menganga, seberapa tajam pun energi yang melayang, ia melintasinya dengan mudah, tanpa sedikit pun terluka. Ia seakan berjalan berdampingan dengan bahaya itu — tampak bersentuhan, namun kenyataannya berada di ruang yang berbeda, di sisi yang tak terjamah oleh kekuatan penghancur tersebut.

Dengan pemahaman ini, segala sesuatu yang dulu mengerikan kini terasa jinak. Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak hal yang ia temukan tersembunyi di sela-sela luka dunia itu. Logam-logam berwarna berbeda — merah menyala, putih berkilau, hitam pekat — tersangkut di batas antara ruang yang hancur dan permukaan tanah yang utuh. Selama bertahun-tahun mempelajari seni penempaan, Riu Han telah mengenali ciri-ciri berbagai bahan langka sekilas saja. Matanya berbinar saat menyadari apa yang ada di hadapannya.

"Lumayan..." gumamnya pelan sambil memungut sepotong logam keperakan yang terlihat dingin meski di tempat yang panas.

Ia datang ke sini berniat mencari herbal, namun ternyata alam ini menyimpan harta yang bahkan lebih berharga. Logam-logam ini seharusnya tertanam jauh di dalam lapisan bumi, tak terjangkau siapa pun, namun robekan ruang yang terjadi ribuan tahun lalu seakan membukanya, membiarkannya terlihat dan terjangkau. Tanpa pemahaman tentang tata ruang, tidak ada satu pun yang bisa masuk ke sini untuk mengambilnya. Riu Han tersenyum lebar — keberuntungannya sungguh luar biasa. Sejak perang kuno usang, belum ada satu pun ahli yang memahami konsep ini cukup dalam untuk melangkah sejauh ini. Jika ada, semua harta ini pasti sudah lama diambil orang.

Ia merenungkan hal itu sambil terus berjalan. Bukan berarti tidak ada yang memahami konsep tata ruang di dunia ini, melainkan sangat sedikit yang memilih jalan ini. Sebagian besar kultivator lebih dulu menguasai teknik bertarung dan keterampilan khusus — hal-hal yang langsung terlihat manfaatnya dalam pertarungan dan peningkatan kekuatan. Konsep, di sisi lain, itu seperti angin: ada dan terasa, namun tak terlihat wujudnya, sulit dipahami, dan butuh waktu lama untuk dikuasai. Hanya mereka yang telah mencapai tingkat kekuatan yang sangat tinggi, yang memiliki waktu berlimpah setelah memantapkan fondasi kekuatan mereka, yang mulai menyelami hal-hal sedalam ini. Konsep ruang, konsep angin, konsep waktu — semuanya menanti di ujung perjalanan yang panjang.

Namun Riu Han melakukannya di usia yang masih sangat muda.

Ia tidak terburu-buru. Mengapa harus tergesa-gesa jika sendirian di gudang harta yang tak tersentuh siapa pun? Di mana pun ia melangkah, di sela-sela lipatan ruang, selalu ada sesuatu yang berharga menanti. Logam tahan panas, logam yang menghantarkan energi dengan luar biasa, logam yang menajamkan senjata hingga tak tertandingi — semuanya masuk ke dalam Cincin Ruang miliknya. Sambil memanen, ia terus mengasah pemahamannya, mencoba memahami nuansa halus perpindahan dari satu sisi ke sisi lain. Belajar sambil memperoleh harta — sungguh hal yang indah, pikirnya.

Namun setelah beberapa hari, rasa bosan mulai muncul. Pemahamannya tentang ruang seakan mencapai batas sementara; semakin ia berusaha memaksanya maju, semakin sulit terobosan itu datang. Mungkin butuh jeda, pikirnya. Ia pun memutuskan melangkah lebih jauh, meninggalkan kawasan yang kaya logam itu, menuju bagian yang lebih dalam.

Langkah kakinya kini membawanya ke tempat yang suasananya berbeda. Di kejauhan, cahaya kemerahan menyelimuti segalanya, dan udara terasa panas menyengat. Reruntuhan di sini tampak meleleh dan mengeras kembali berkali-kali. Riu Han tetap berjalan dengan tenang, menjaga kesadaran akan ruang di sekelilingnya. Ia tidak terburu-buru — peta yang ia miliki hanya berupa gambaran umum, tidak merinci setiap sudut tempat ini, dan ini adalah pengalaman pertamanya. Berhati-hati adalah pilihan yang paling bijak.

Semakin dalam ia melangkah, semakin terasa sisa kekuatan api yang dahsyat. Bahkan udara di sini begitu panas hingga melukai ruang itu sendiri, menciptakan robekan-robekan baru yang kecil namun tajam. Riu Han melewatinya tanpa kesulitan, tetap berada di sisi ruang yang berbeda.

Di sini pasti terjadi pertarungan antara ahli kekuatan api, pikirnya.

Siapa pun yang melihatnya saat ini mungkin mengira ia berjalan tepat di tengah kobaran api, bahkan sesekali seakan lenyap di dalamnya. Namun kenyataannya tidak demikian — ia hanya tampak berada di sana. Dengan konsep yang ia kuasai, ia berdiri berdekatan dengan kobaran api, namun di ruang yang terpisah, sehingga panas itu tidak menyentuhnya sedikit pun.

Di tengah kawasan yang terbakar itu, akhirnya ia menemukan sebuah bangunan. Bentuknya seperti rumah biasa, hanya sedikit lebih besar, dibangun dari batu yang kini menghitam dan retak. Riu Han melangkah masuk dengan tetap menjaga kesadaran akan ruang di sekelilingnya. Di dalamnya, tak banyak yang tersisa — segala sesuatu telah hancur dimakan waktu, hanya lantai dan dinding yang masih berdiri. Ia melihat sekeliling sejenak, lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan keluar.

Namun yang tidak ia ketahui adalah sejak awal kedatangannya di tempat ini, segala gerak-geriknya dilihat dan disaksikan oleh sepasang mata dari kejauhan. Bukan satu orang, melainkan dua — dua sosok yang berdiri di atas punggung bukit yang jauh, tak terlihat oleh siapa pun yang berada di bawah.

"Sepertinya kita terlalu khawatir selama ini," ucap salah satu dari mereka, seorang pria berwajah tegas namun lembut. Ia menggelengkan kepala sambil menatap sosok kecil yang berjalan tenang di antara kobaran api itu. "Anak ini... bukan sekadar jenius. Dia adalah monster sejati."

Wanita di sampingnya mengangguk pelan, matanya tak beralih sedikit pun dari arah Riu Han. "Benar. Di usia semuda ini, memahami konsep tata ruang hingga mampu melakukannya... sungguh tak terbayangkan."

Kedua orang itu adalah Bai Mo dan Zi Lan. Atas perintah Permaisuri Fang Yun Ji, mereka berangkat bersama-sama, mengikuti Riu Han sejak ia meninggalkan Kota Chengdu, masuk ke portal, hingga melangkah masuk ke Reruntuhan Perang Kuno ini. Tugas mereka satu — menjaga keselamatan cucu dari tuan mereka, tanpa mengganggu perjalanannya.

Sebagai sesama ahli yang telah saling mengenal selama puluhan tahun, mereka bergerak selaras, saling tahu keberadaan satu sama lain tanpa perlu berbicara. Bai Mo telah mengikuti Kaisar Feng Si Zhang sejak muda, begitu pula Zi Lan bersama Fang Yun Ji. Mereka adalah saksi hidup persaingan dua jenius hebat itu, perjalanan cinta mereka, serta kelahiran dan kepergian putri kesayangan mereka.

Selama ini, mereka mengira perjalanan ini akan penuh bahaya, bahwa mereka harus siap turun tangan kapan saja. Namun melihat cara Riu Han melangkah — tenang, yakin, menguasai lingkungan yang mematikan itu seakan bagian dari dirinya sendiri — mereka menyadari bahwa kekhawatiran mereka berlebihan.

"Konsep tata ruang..." gumam Bai Mo pelan. "Biasanya hanya dipahami oleh mereka yang telah menempuh perjalanan panjang selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Ahli termuda yang pernah kuketahui mempelajarinya sudah berusia empat puluh tahun lebih. Dan dia?" Ia menunjuk ke arah sosok yang kini berhenti sejenak untuk memeriksa sesuatu di tanah. "Dia belum sembilan belas tahun."

Zi Lan menghela napas panjang. "Itulah sebabnya aku berkata dia bukan sekadar jenius. Pemahaman yang ia tunjukkan bahkan tidak dipelajari dari siapa pun — ia menemukannya sendiri, di tempat ini, dari pengamatannya sendiri. Lihatlah caranya bergerak... setiap langkahnya menyempurnakan apa yang ia pahami."

Mereka berdiri dalam diam, menyaksikan Riu Han yang kini melanjutkan perjalanan masuk lebih dalam ke kawasan yang dipenuhi sisa-sisa pertarungan kekuatan api itu. Di mata mereka, pemandangan ini sungguh luar biasa — seorang pemuda yang berjalan di antara bahaya yang mampu memusnahkan ahli tingkat tinggi, bukan dengan kekuatan mentah, melainkan dengan pemahaman yang menembus hakikat dunia itu sendiri.

"Fang Yi Lan... kau meninggalkan anak-anak yang sungguh luar biasa," bisik Zi Lan pelan, matanya berkaca-kaca.

1
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han dialam atas makin mantap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!