Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Dating Biasa
Calista boutique
Jam menunjukan pukul 20.00
Calista sudah bersiap siap untuk pergi bersama Aryan.
"Jen aku pergi dulu ya, kamu bisa handle semua kan? ".
"Iya siapp semua akan terkendali dengan baik, kamu senang senang aja okee".
"Hheheh oke makasih ya,". Calista pun pergi menuju ke parkiran, menunggu aryan dia pun sudah mengirim chat kepada Aryan.
*****
Di restoran.
Aryan juga sudah bersiap siap untuk pergi, thomas juga sudah mengirimkan alamat tempat yang akan di datangi.
"Jery saya pergi dulu yah, nanti kalo ada apa apa kamu hubungin thomas aja, jngan hubungin saya".
"Hemmm iya iya tuan, saya paham kok tuan gak mau di ganggu kann". Ucap nya sambil ngledek sang bos.
"Ya itu kamu tau, ya sudah lah saya pergi dulu". Aryan pun beranjak pergi menuju ke parkiran.
Sesampainya di parkiran, dia melihat Calista sudah menunggu nya.
"Calista apa sudah lama menunggu?, maaf yah aku lama soalnya tadi banyak pelanggan". ucap Aryan menghampiri Calista.
"Iya Aryan tidak apa apa, aku juga belum lama menunggu".
"Ya sudah ayo kita berangkat". Mengulurkan tangannya ke Calista.
Calista pun meraih tangan Aryan, dan mereka bergandengan menuju tempat parkir motor Jery.
Seperti biasa Aryan memakaikan helm kepada Calista, lalu mereka berdua pun naik dan Aryan pun melajukan motornya,dengan kecepatan sedang.
Menikmati indahnya malam yang penuh bintang bintang, berduaan menggunakan sepeda motor memang sungguh romantis.
Ehh lagi asyik asyik nya menikmati indah nya malam, tiba tiba motornya berhenti di tengah jalan.
"Aduhh Jery ini gimana sihh, kemarin kan aku jarang pinjam motor dia, harusnya dia isi bensin dong. udah sering aku servis juga motornya, dasar jery bikin malu saja". Gumam Aryan dalam hati menahan emosi dan malu.😂
"Aryan kenapa kok berhenti?, apa ada masalah dengan motornya?"
"Eheheh maaf Calista, maklum lah pelayan seperti aku ini kadang lupa buat isi bensin." Jawab Aryan menahan malu.
"Ya udah kita dorong aja, kayanya di depan sana ada pom bensin".
"Kamu beneran gak papa? apa kamu gak malu Calista?, masa wanita secantik kmu harus dorong motor".
"Buat apa malu?, kalo kita buat kesalahan dan gak bertanggung jawab itu baru boleh malu, ayo lah cepat kita dorong sama-sama".Calista pun turun dari motornya, dan manarik lengan aryan. Aryan pun turun dari motornya, dan menatap wajah Calista, Calista pun hanya tersenyum.
"Kamu benar benar wanita baik Calista, bahkan kau tidak malu sama sekali walaupun ini di jalan umum, dan banyak orang yang melihatnya".Gumam Aryan dalam hati dan terus memandangi wajah Calista.
"Aryan, heyyy kenapa memandangi aku begitu? ". Sambil melambaikan tanganya di depan wajah Aryan, yang sedang fokus memandangi Calista.
"Ehhh iya, kamu sangat cantik Calista, kalau aku di suruh untuk memandangi wajah mu untuk satu hari, dua hari bahkan selamanya aku pun akan sanggup".
"Hehhehe, kamu ini kenapa sih aku jadi malu". seketika wajahnya menjadi merah, karena Aryan menggodanya.
"Ya sudah ayo kita dorong motornya, tapi kalo kamu capek biar aku saja yang dorong, kamu naik saja".
"Tidak apa apa aryan, aku tidak masalah kok". ucap Calista sambil tersenyum.
Lalu mereka pun mendorong motornya, menuju ke pom bensin yang lumayan jauh.
Calista pun sudah terlihat lelah dengan napas yang tersengal sengal.
Aryan pun langsung menghentikan langkahnya, ketika dia melihat calista yang begitu lelah.
"Calista kmu tidak apa apa? kamu terlihat sangat lelah,lebih baik kita beristirahat dulu".
"Hemm iya sudah kita beristirahat dulu, itu ada ada pedagang bakso, kita makan bakso saja yuk, aku sudah lapar hehehe". Ucapnya sambil menunjuk pedagang bakso yang di pinggir jalan.
"Tapi kmu tidak apa apa, makan di pinggir jalan seperti ini? ".
"Emangnya kenapa?, aku tidak apa apa kok, kalo kamu gak mau yaudah gak papa". Calista pun mulai cemberut.
Melihat Calista yang cemberut seperti itu aryan pun tidak tega untuk menolaknya.
"Ya sudah ayo kita makan bakso, aku parkirkan motor dulu yah".
Aryan pun memarkirkan motornya dan mereka pun,menghampiri tukang bakso dan memesannya 2 porsi. Mereka pun duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Sudahlah jangan cemberut mulu, nanti cantiknya ilang". Mencubit hidung Calista.
"Ihhh kamu ini, sakit tau". Sambil mengusap ngusap hidungnya ya baru di cubit Aryan.
"Hemm iya maaf yah, ohh iya aku ada sesuatu buat kamu.tunggu disini yah, aku ambil dulu di bagasi motor".
Aryan pun menuju ke motornya lalu dia membuka bagasi,dan mengambil setangkai bunga mawar yang sudah layu akibat kelamaan di bagasi motor.
"Haduhh kenapa jadi begini?, gagal sudah rencana dating romantisku". Gumam Aryan dalam hati sambil memandangi bunga mawar yang ada di tangannya.
*
*
*
*
Gaes kalo ada kesalahan dalam penulisan atau apapun itu, mohon sarannya ya.🙏
maklum aku baru pertama nulis novel begini hehhe.😁😁