Indonesia
NovelToon NovelToon
Power System

Power System

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / TimeTravel / Contest / System / Isekai / Sistem / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Widi.P.B

Xin Huang tahu bahwa dunia ini sudah tidak memihaknya lagi. Oleh sebab itu dia membunuh dirinya sendiri dengan cara melompat dari atas gedung.

Namun bukannya neraka yang dia dapati, dia malah terlempar kedunia asing dengan system yang membantunya.

Karena dia sendiri sebenarnya takut dengan neraka, dia merasa bersyukur saat dipindahkan oleh tuhan kedunia yang asing ini.

Jadi dia memilih untuk hidup didunia yang baru, sesuai alur dan benang takdir. Dia akan melakukan apapun yang dia mau, mau itu benar, ataupun salah.

Xin Huang sudah terlalu muak hidup dikekang masyarakat, oleh sebab itu, dia akan hidup bebas didunia yang baru ini, dengan sebuah anomali bersamanya.

Note: ini karya pertama saya, jadi maaf kalau jelek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widi.P.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura Membunuh

ssshhhhhhshhhhhh

Asap-asap yang menutupi arena mulai menghilang, banyak penonton yang penasaran akan hasil pertandingan antara Xin Huang dan Feng Bao.

Ditengah Arena, terlihat Feng Bao sedang terkapar di tanah dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Sedangkan Xin Huang sendiri sedang berdiri dengan santai tanpa luka sedikitpun.

"Apa?!!!", teriak penonton berbaju ungu.

"Tidak mungkin!!!", teriak penonton berbaju hitam.

"Apa?", Jian Tan menganga tidak percaya.

"Bajingan!!!!!", teriak Feng Xuan sembari mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.

Aura membunuh itu menyebabkan kerusakan besar di arena, para penonton jatuh pingsan tak sadarkan diri, Xin Huang sendiripun jatuh dalam keadaan bersujud karena Aura membunuh itu.

"Kuat sekali", Xin Huang meringis kesakitan.

"Feng Xuan kau memalukan!!!", bentak Xin Qiang sembari mengeluarkan aura hangat, tapi tidak untuk Feng Xuan.

"Erghh", Feng Xuan tersungkur ke tanah akibat aura yang dikeluarkan Xin Qiang.

"Kalah dan menang itu biasa di pertandingan!!!, bila kau tidak terima tidak usah ikut turnamen!!!!, bila kau masih begini lagi!!!, kubunuh kau!!!", teriak Xin Qiang menasehati Feng Xuan.

"Ba,,Baik Walikota", Feng Xuan memaksakan dirinya untuk berbicara.

"Hmphhh", Xin Qiang mendengus, lalu menarik kembali Auranya.

"Wasit, umumkan!!!", perintah Xin Qiang.

"Ba,,Baik"

"Pemenang pertandingan ini adalah nomor 500, Xin Huang!!!!"

Para penonton tidak bisa bersorak atas kemenangan Xin Huang karena mereka masih tak sadarkan diri.

"Saudara Xin, kau hebat sekali", Jian Tan masih bisa bersorak karena dilindungi aura Lao Ren.

"Ergh,,,", tulang rusuk Xin Huang sedikit retak akibat aura membunuh Feng Xuan.

Xin Huang mengeluarkan Pil Penumbuh Tulang dari saku bajunya, lalu dia menelan Pil itu, "ahh, lega", setelah menelannya, Xin Huang pergi berjalan ke luar arena meninggalkan wasit yang terbengong-bengong melihat pil penumbuh tulang Xin Huang.

"A,,Apa?", wasit pertandingan masih terbengong-bengong, pasalnya dia tidak melihat satu pil saja, tapi satu botol pil penumbuh tulang.

"Cai Pan, sedang apa kau?!!!, cepat lanjutkan turnamennya!!!" teriak Xin Qiang.

"A,O,Oh baiklah"

"Majulah Nomor"

.

.

.

.

(5 Jam kemudian,,,,)

"Aku akan menyebutkan peserta yang masuk ke babak seperempat final"

"Nomor 5, An Shui"

"Nomor 20, Huo Xiong"

"Nomor 9, Shan Yue"

"Nomor 1, Gong Ni"

"Nomor 500, Xin Huang", Feng Xuan sedikit mengeluarkan Aura membunuhnya saat mendengar nama Xin Huang.

"Feng Xuan", Xin Qiang memberikan Feng Xuan tatapan tajam.

Feng Xuan hanya menarik auranya kembali tanpa melihat Xin Qiang.

"Nomor 350, Tian Mi"

"Wow, orang yang mengalahkan ku bisa sampai sini", ucap Jian Tan.

"Heh, dia membanggakan nama keluarganya, sedangkan kau?", Xin Huang mengejek Jian Tan.

"Kau keterlaluan saudara Xin"

"Setelah aku mengalahkan Feng Bao, kau baru memanggilku saudara"

"Hehe, aku memanggil saudara saat orang itu kuat"

"Terserah kau", Xin Huang mengalihkan pandangannya ke arah wasit.

"Nomor 2, Zha Wei"

"Nomor 4, Mo Gui"

"Pertandingan seperempat final akan di adakan seminggu lagi, ditempat ini, dan di waktu yang sama dengan sebelumnya."

"Baiklah Jian Tan, aku pulang dulu"

"Tunggu saudara Xin, apa kau mau makan dulu?"

"Makan?"

"Ya, makan di restoran mawar, restoran paling mahal untuk merayakan kau yang masuk 8 besar", ucap Jian Tan dengan wajah berseri.

Xin Huang mengalihkan pandangannya ke arah Lao Ren. "Kau boleh ikut dengannya Xin", Lao Ren mengizinkan Xin Huang. "Lalu,,,,", Xin Huang menyatukan jari telunjuk dan jari jempolnya. "Oh, aku lupa", Lao Ren memberi Xin Huang sekantong emas.

"Oh, tenang saja saudara Xin, aku traktir"

"Tak apa, aku ingin memegang uang juga"

"Oh, baiklah saudara Xin, ayo", Jian Tan pergi keluar stadion bersama Xin Huang. Lao Ren pun pergi juga, tapi beda arah.

.

.

.

.

1
Tria Eka Aprilia
kasihan amat
aduh ini cerita sedih amat .
Aditya Maulana
Luar biasa
Abdul Rahman Tsabit
g
Zuchri Jalil
Luar biasa
Sang M
cerita dancok Host anjing. stop aja
Sang M
Matamu....
Sang M
Fuck👊👊👊nih lu...
Sang M
La.... malah ngawur, Thor iini....
Sang M
dancokkk lu...
Sang M
matamu.....
Sang M
Host nya ini dibunuh aja biar mampus. gak ada beda dg iblis. dan cefita berakhir. dancookkkk
Sang M
Skip..👊nih
Sang M
dancok Fokus pada Host
Sang M
perempusn goblok. Ayo Host bodoh. bantaiii para kaisar.
Sang M
dasar host gablok..pil embun dikasih seenaknya... matamu..
Sang M
goblok amat...
Sang M
bacot...
Sang M
ayo host sampah cepat raih level puncak segera. !!!
Sang M
Host sampah, system dancook. payah..
Louis Vert
ANJING PDYDY GOBLOK
Rizal Marga: bngst woy
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!