Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Perhatian dari Enoch
Di ruang kepala sekolah, Cain dan Rain di penuhi perban di bagian kening dan tangan mereka. Setelah guru datang tadi, Cain sempat membalas Rain yang telah menusuk tangannya, dengan memukul kepala Rain menggunakan penggaris besi hingga terluka cukup parah.
Dan berakhir keduanya di tutup perban dengan banyak, tidak hanya mereka berdua, Fernando juga harus di perban di bagian kepala, karena benturan dengan meja yang cukup kencang akibat ulah Rain.
Ketiga siswa itu harus di bawa ke ruang kepala sekolah, yang kini dengan suasana dingin tapi masih saling menatap dengan penuh kebencian. Sang kepala sekolah itu adalah perempuan bernama Celesta.
“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi disini ??”
Sebenarnya Celesta sudah mengetahui rekaman cctv itu, hanya saja, dia ingin mengetes kejujuran dari ketiga orang yang ada di depannya.
Rain langsung menunjuk ke arah Fernando, “Ini semua salahnya !! Karena ulah ibunya yang mendekati dad !! Jadi aku menamparnya !!” Ujar Rain dengan penuh emosi.
“Tapi kemudian, dia berusaha menyerangku !!” Ujar Rain beralih menunjuk ke arah Cain dengan penuh emosi.
“Aku menyerangmu, karena kau menampar sepupuku !! Dan kau mengatai ibuku !!”
“Memang aku salah ?! Bukankah aku benar ?!”
“Ya, dan aku juga benar, masalah ibumu seorang wanita tua yang jelek-”
Plak !!
Rain kembali menampar Cain dengan satu tangannya.
“Beraninya kau..” Cain hendak menyerang Rain lagi, dan membalas tamparan itu.
“Sudah cukup !!” Suara Celesta mulai menggelegar di sana, membuat kedua anak itu akhirnya terdiam, tapi tatapan keduanya masih tajam satu sama lain, seakan mereka bisa membunuh lawannya menggunakan tatapan itu.
“Fernando bisa kau jelaskan semua yang terjadi disini ?? Kau berada di lokasi kejadian itu.” Ujar Celesta ke arah Fernando yang sedari tadi hanya berdiam di sana.
Akhirnya Fernando menceritakan semuanya dengan detail, mulai dari Rain yang masuk ke kelas dan memukulnya secata tiba-tiba, lalu perkelahian dari Cain dan Rain juga dia jelaskan, tanpa memojokkan atau melampiaskan emosi kepada kedua lelaki itu.
Celesta menganggukkan kepalanya, lalu setelah Fernando menjelaskan semuanya, Celesta berniat membuka suaranya, tapi sebelum itu terjadi terdengar suara lain dari luar ruangan.
“Rain, putra kesayanganku !!”
Clarissa masuk ke dalam dengan tatapan khawatir, dia langsung menyelonong masuk dan menemui putranya, memeluknya dan melihat wajah putranya dengan seksama. Di belakang, Theo mengikuti istrinya dari belakang.
Setelah mendengarkan kabar dari pihak sekolah mengenai apa yang terjadi pada putranya, Theo akhirnya menjemput istrinya dan menuju ke sekolah bersama-sama.
Rain menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca, “Mom.. Lihatlah lelaki itu, dia memukulku dengan penggaris besi.” Rain menunjuk ke arah Cain dengan nada di buat-buat, dia sengaja terlihat seperti korban di sana.
Cain membulatkan matanya tidak terima, tapi sebelum dia sempat menjawab, Clarissa langsung membuka mulutnya.
“Jadi kau yang telah menyakiti putra kesayanganku ?! Apa yang kau lakukan ?!” Ujar Clarissa dengan tatapan tajam dan sinis, Cain tidak takut sama sekali sebenarnya, dia malah memutar matanya malas.
“Kenapa menyalahkanku ?! Memang putramu itu yang salah !! Mengatai ibuku dengan kalimat tidak sopan ?! Sebenarnya ajaran apa yang kau berikan kepadanya ?!” Ujar Cain dengan nada berani.
“Mom.. dia juga mengataimu dengan kalimat tidak pantas !! Aku hanya membalas ucapannya !!” Ujar Rain langsung membela diri.
Cain hanya menyeringai di sana, “Aku memang benar, bukan ?? Tante anda itu sudah tua dan jelek, jadi jangan heran kenapa suami anda selingkuh dari anda.” Ujar Cain dengan nada menantang, membuat Clarissa membulatkan matanya penuh emosi, dan Rain terlihat sinis di sana.
“Dasar anak kurang ajar !! Kau anak siapa sebenarnya ?! Berani sekali menghinaku seperti itu !!”
“Dia putraku !!”
Seseorang kemudian muncul dari balik pintu, di sana Orion muncul dengan wajah dingin dan datar, di belakangnya Harvey ikut menyusul, mendengarkan jika kakaknya mengalami penyerangan di sekolah.
Clarissa mendengus dan memutar matanya malas.
“Jadi, dia putramu ?! Pantas saja tidak memiliki sopan santun !! Sama seperti adikmu, yang menggoda suamiku, bertingkah seenaknya sendiri !!” Ujar Clarissa dengan nada sinis di sana.
Orion tidak menjawab ucapan Clarissa, dia malah melirik ke arah Theo dengan sinis, “Inikah didikanmu, Tuan Theo Reid ?? Lucu sekali, putramu yang menyerang anakku, tapi bertingkah seperti korban !!” Ujar Orion dengan nada sinisnya.
Theo menghela nafasnya, padahal dia berusaha berpura-pura acuh di sana, agar tidak terseret dalam permasalahan ini, tapi tetap saja Orion menyebutkan namanya.
“Maafkan aku, Tuan Orion Luther.. Tapi bagaimana dengan didikan anak anda sendiri ?? Berbicara dengan tidak sopan ??” Ujar Theo membalas ucapan Orion di sana.
Celesta hanya bisa mengusap dadanya, dan menggelengkan kepalanya pelan. Berpikir dengan mendatangkan orang tua mereka, masalah akan selesai, tapi ternyata perdebatan malah berlanjut pada orang tua mereka.
Tapi Celesta tidak bisa bertindak semena-mena, karena orang tua ketiga anak di depannya, merupakan donatur terbesar di sekolah ini, jadi dia memilih mengalah saja.
Disisi lain, Fernando yang melihat Theo membela Rain, dan Orion yang membela Cain, membuat hatinya sakit. Karena dia tahu.. Dia sendirian disini, tidak akan ada yang membelanya.
“Mom !! Itu anak dari wanita yang menggoda Dad !!”
Fernando yang tadinya menundukkan wajahnya, kini membeku di tempat, saat Rain justru mengeluarkan suaranya menunjuk ke arah dirinya. Fernando mengangkat wajahnya secara perlahan.
“Jadi kau, anak dari j*lang yang menggoda suamiku !! Dasar anak rendahan !! Katakan pada ibumu untuk menjual dirinya di kafe !! Aku curiga, jangan-jangan kau anak haram di luar pernikahan !! Iyakan ?!” Ucapan Clarissa tidak lagi terasa sakit dan pedih di hati Fernando, karena Cain sering kali menghinanya dengan kalimat yang hampir sama.
Bedanya, Cain tidak menghina ibunya secara terang-terangan seperti Clarissa.
Theo yang mengamati perilaku Fernando malah merasa heran, karena anak itu sama sekali tidak membuka suara atau membela dirinya sendiri, seakan dia sudah terbiasa dengan hinaan yang keluar dari mulut istrinya.
Bagaimana bisa.. Perilaku anak itu berbanding terbalik dengan Enoch ?? Batin Theo dengan nada penasaran.
Di saat Fernando hanya bisa pasrah dengan hinaan dari Clarissa, tiba-tiba terdengar langkah kaki yang cukup cepat terdengar dari luar ruangan, lalu muncul seseorang di sana.
Semua menolehkan wajah mereka, Orion, Cain dan Harvey membeku di tempat, Clarissa melirik sinis ke arah sosok itu, sementara Fernando sedikit tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Enoch, berdiri dengan ekspresi khawatir yang tertuju kepada Fernando.
Seketika lelaki itu mengabaikan orang di sekelilingnya, dan langsung mendatangi Fernando, melihat perban di kepala putranya yang cukup parah.
“Apa yang terjadi ?? Bagaimana kau bisa terluka begitu parah ??”
Pertanyaan penuh kekhawatiran terdengar dari mulut Enoch, membuat Fernando semakin membeku di tempat, terlihat tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat saat ini.
💚💛💚💛💚💛💚
Akhirnya, Enoch mau perhatian juga sama putranya 🥲🥲 kasihan Fernando sendirian selama bertahun-tahun, hidup dalam penghinaan begitu lama, akhirnya dia bisa mendapatkan perhatian kecil dari ayahnya.
Semoga aja tulus ya, Enoch, bukan karena apa-apa 😌😌
Btw Rain bener-bener dah, tukang kompor banget 🙄🙄 tapi memang penggambarannya tuh dia anak manja yang nyebelin gitu, tapi Author kok malah suka ya, karakter kek Rain 🤣😂
Oh iya, Fernando bukannya lemah ya, dia cuma kalah garang dari Cain dan Rain, jadi kelihatan kek cowok lembek, aslinya enggak kok 😁😁
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣