Indonesia
NovelToon NovelToon
Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mina

Dijodohin sama Kian, sahabat dari kecil yang pernah nempelin permen karet di rambut gue itu sebuah bencana.

Gue tahu betul bobroknya Kian dari A sampai Z, tahu cara mikirnya yang ajaib sampai rekor kencannya yang melebihi jumlah anggota DPR. Kalau dipikir secara logika, harusnya tanpa pikir panjang gue langsung nolak.

Tapi masalah utamanya satu, Gue suka sama Kian.

Sialan emang.

Kini, demi gengsi Kian yang terluka gara-gara ditolak di meja makan, gue jadi terjebak masa percobaan 6 bulan jadi pasangan PDKT resmi. Masa di mana gue harus bertahan di antara dada yang deg-degan parah, dan dorongan kuat buat ngeplak kepala Kian saban hari.

Sanggupkah gue bertahan tanpa kehilangan akal sehat ini?😭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Keputusan Nekat

Omongan Bima di kantin sore itu bener-bener jadi tamparan keras yang bikin gue sadar sepenuhnya. Gue penakut. Gue terlalu sibuk membentengi diri dari rasa takut patah hati, sampai-sampai gue gak melihat betapa besarnya perjuangan dan luka yang harus ditanggung Kian selama bertahun-tahun ini.

Malamnya, sekitar jam sembilan, gue gak bisa tidur. Pikiran gue melayang ke daerah pesisir Bogor, lokasi riset Kian. Bima bilang riset mereka selesai lusa, tapi Farra terus-terusan menempel di dekatnya di saat Kian lagi dalam titik terlelahnya secara fisik dan emosional.

Gue menyambar ponsel di atas kasur, membuka aplikasi pesan singkat. Nama Kian ada di urutan bawah, dengan riwayat obrolan terakhir tiga hari lalu yang sepi tanpa balasan.

Gue mengepalkan jemari. Gue gak bisa cuma diam menunggu dia pulang sambil berdoa berharap segalanya membaik dengan sendirinya. Kalau gue yang merusak kepercayaan itu, maka gue juga yang harus datang buat menyatukannya kembali.

Gue langsung membongkar lemari, memasukkan beberapa potong baju, jaket tebal, dan barang pribadi ke dalam ransel.

"Elora? Mau ke mana malam-malam begini bawa tas?" suara Mama menghentikan langkah gue pas gue mau menyusup keluar lewat pintu depan.

Gue berbalik, menatap Mama dengan raut wajah serba salah tapi penuh keyakinan. "Ma... Elora mau nyusul Kian ke lokasi risetnya di Bogor."

Mama mengerutkan dahi, terkejut. "Malam ini? Naik apa, Ra? Kan jauh, terus lokasinya daerah Pesisir yang susah jalanannya."

"Naik travel malam atau kereta terakhir ke Bogor, terus lanjut ojek online atau sewa kendaraan," jawab gue mantap. "Elora harus ketemu Kian sekarang, Ma. Elora gak bisa nunggu lusa."

Mama menatap mata gue dalam-dalam. Bukannya marah, garis-garis tegas di wajah Mama perlahan melunak. Senyum tipis yang hangat terbit di bibirnya.

"Kalian lagi berantem ya?" tanya Mama lembut, mengusap bahu gue. "Kian dari kemarin gak ada telepon Mama juga, biasanya nanya kabar."

Gue mengangguk pelan, menundukkan kepala. "Elora yang salah, Ma. Elora bikin Kian kecewa."

Mama menghela napas, lalu mengambil kunci mobil dari meja konsol dekat pintu. "Jangan jalan malam sendirian naik travel, bahaya. Minta tolong Bima atau Papa antar kalau beneran nekat. Tapi karena Papa lagi di luar kota... sebentar, Mama telepon Bima dulu."

Dua jam kemudian, gue udah duduk di dalam mobil Bima yang melaju menembus jalan tol Jagorawi yang relatif lengang di tengah malam. Bima yang tadinya udah mau tidur, langsung pasang badan begitu ditelpon Mama gue.

"Gila lu ya, Ra," celetuk Bima sambil fokus menatap jalanan yang diterangi lampu sorot mobil. "Jam satu malam terobos Bogor cuma gara-gara bucin tingkat akut."

"Berisik lu, Bim," balas gue sambil menatap ke luar jendela yang berembun karena udara dingin. "Lu sendiri kenapa mau-mau aja gue repotkan?"

"Ya karena gue gak mau sahabat gue dua-duanya gila!" Bima tertawa pelan. "Kian di sana udah kayak mayat hidup, lu di Jakarta kayak kanebo kering. Mending gue jadi pahlawan kepastian daripada ngeliat kalian drama berbelas-belas bab."

Gue tersenyum tipis, meremas tali ransel di pangkuan gue. Rasa gugup membuat perut gue mules melilit.

Lokasi riset mereka ada di salah satu desa pesisir sungai daerah Bogor Barat, sebuah posko riset sederhana milik dinas lingkungan hidup. Perjalanan memakan waktu hampir tiga jam karena kami sempat tersesat di jalanan desa yang sempit dan minim penerangan.

Sekitar jam tiga pagi, mobil Bima akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan semi-permanen berlapis cat hijau pucat. Suasana di sekitar posko hening luar biasa, cuma ada suara jangkrik dan gemercik air sungai dari kejauhan. Beberapa lampu neon minyak menyala remang-remang di teras.

"Itu poskonya," kata Bima, mematikan mesin mobil. "Gue tunggu di mobil aja. Lu masuk sana. Kamar tim riset biasanya di bangunan samping."

Gue merapatkan jaket jeans gue, melangkah keluar dari mobil dengan jantung yang berdetak liar seperti mau jebol dari dada. Udara dingin Bogor menampar wajah gue seketika.

Gue berjalan perlahan mendekati teras posko. Di sudut teras, di atas bangku kayu panjang di bawah lampu neon yang redup, gue melihat sebuah sosok sedang duduk sendirian.

Dia memakai sweater hitam longgar, di tangannya ada secangkir kopi yang asapnya sudah tak lagi ngebul. Wajahnya kelihatan sangat lelah, memancar di bawah pendar lampu remang-remang.

Kian.

Dia lagi menyandarkan kepalanya ke dinding kayu, matanya terpejam kaku seolah sedang menahan pusing yang luar biasa.

Langkah kaki gue di atas kerikil teras membuat Kian perlahan membuka matanya. Dia menoleh pelan, menyipitkan mata menembus kegelapan malam.

Saat matanya menangkap sosok gue yang berdiri beberapa meter di depannya membawa ransel, Kian membeku total. Cangkir kopi di tangannya hampir saja terlepas dari genggamannya.

1
ms. S
lanjut... novelnya menarik buat dibaca hingga bisa inget jaman pdkt sama gebetan. bikin deg2an juga Krena serasa jatuh cinta
ms. S
up lagi kak. novelnya kocak abis . aku sng novel yg kyk gini, lucu, sedih tapi ga mewek2 bgt, dan masih sesuai realita lha . sgra nikah yuk mereka berdua penasaran
Mina: makasih kak, seneng deh baca komennya🫰
total 1 replies
paijo londo
asli fix nih yg bloon kyaknya elora Ter la lu polos g tau kalo si kian itu udah suka elora dari lama🤭🤭🤭
paijo londo
mampir' thor🤦🤦aduh kyaknya hidup elora bakal kiamat kena serangan mental menghadapi kelakuan si kian q yg baca kok ikut2an jadi stress ya🤔🤔🤔
ms. S
ya ampun aku jadi deg2an ini kayak akunsama kian🤭🤣
Nurwana
asik asik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!