Indonesia
NovelToon NovelToon
Menebus Keliru

Menebus Keliru

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Romansa / Dendam Kesumat
Popularitas:136.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ink (Titik Tinta)

Berlatarbelakang kisah masa lalu yang pahit, Arum Widuri harus melanjutkan perjalanan hidupnya dengan setumpuk trauma yang tidak mungkin bisa dia lupakan. Pelecehan yang Arum alami ketika masih remaja oleh pemuda desa yang lebih tua dari dirinya kala itu benar-benar membuatnya putus asa. Ditambah lagi ketika gadis itu memberitahu kedua orangtuanya, mereka justru menyingkirkan Arum karena dianggap aib. Di tempat itu, hal-hal yang menyakitkan bagi Arum semakin menjadi-jadi. Di setiap helaan napasnya gadis itu senantiasa terbayang wajah pemuda itu. Galih, lelaki yang telah merenggut terang di kehidupan Arum.

Di tempat lain, Galih Bagaskoro dikepung penyesalan yang tak berkesudahan. Tapi bagaimana, bagaimana dia harus menebus seluruh kekeliruan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ink (Titik Tinta), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kesempatan Untuk Ke Kota?

Galih terperanjat, kaget setengah mati ketika baru saja membaca pesan yang dikirimkan oleh istri Amir tentang Arum. Tepatnya sekitar empat jam yang lalu. Tanpa melakukan ini itu, hanya gosok gigi, cuci muka, dan berganti pakaian yang lebih layak, Galih terburu-buru memesan ojek online untuk ke rumah sakit tempat Arum dirawat. Dia tidak lupa memakai masker. Saking kagetnya, Galih sampai tidak membalas pesan itu dan tidak menanyakan apa-apa lagi kepada istri Amir.

"Ini ada apa? Bagaimana bisa seperti ini?" Setelah memakan waktu perjalanan selama dua puluh lima menit walaupun pengemudi sudah mengebut, Galih berlari ke arah Amir, Wulan, sekaligus Eyang yang tertangkap pandangannya.

"Galih, kita bisa menceritakan kronologinya nanti. Tapi saat ini Arum sedang membutuhkan dua kantong darah lagi. Golongan darah AB." jelas Amir. Ditepuknya pundak Galih pelan untuk membuat pria itu lebih tenang.

"Golongan darahku AB. Biar aku yang mendonorkan ini. Aku tidak peduli berapa kantong yang akan diambil." Galih terlihat sangat agresif, tapi orang-orang di sana tidak terlalu peduli tentang itu. Mereka justru merasa lega karena ini berarti artinya Arum akan tertolong.

"Arum sudah tersadar satu jam yang lalu tapi kemudian pingsan lagi. Dia masih sangat lemah." tambah Amir ketika mengantar Galih berjalan ke ruang dokter.

"Aku bodoh, Mir. Aku sangat terlambat membaca pesan itu." Galih masih menyalahkan dirinya sendiri.

"Tidak, Lih. Itu tadi jam tidur semua orang. Kamu tidak bersalah sama sekali."

Tanpa prosedur yang rumit, kini Galih berbaring di atas brankar juga. Di sebelahnya adalah Arum dengan alat bantu pernapasan dan juga infus di tangannya. Darah Galih sedang dalam proses pengambilan. Tidak ada rasa sakit. Semua rasa sakitnya ada di hati. Terlebih mengingat jika dia adalah penyebab utama dari seluruh rentetan kejadian ini.

"Rum, seharusnya perasaan bersalah bisa tumbuh menjadi cinta. Karena jiwa sepertimu begitu pantas untuk dicintai." batinnya bersamaan dengan air matanya yang luruh.

Setelah bisa memandang wajah Arum dari dekat, Galih menyadari jika gadis itu benar-benar terlihat lugu, manis dan cantik. Walaupun wajahnya masih pucat pasi. Bahkan bibirnya mengering. Seandainya, seandainya Galih tidak menyentuh kehidupan gadis ini, pasti dia akan mekar dengan sebegitu indahnya di dunia ini.

•••

Setelah menunggu dan sampai ketiduran sambil memandangi wajah Arum, akhirnya proses donor darah selesai. Galih sama sekali tidak merasakan reaksi buruk apapun, dia justru merasa lega karena setidaknya bisa sedikit terlibat dari akibat apa yang diperbuatnya kepada Arum waktu itu.

Ketika baru saja turun dari brankar, Galih berjalan menghampiri Arum. Dia masih belum tersadar juga. Seperti tertidur pulas. Dokter juga sudah memberi gadis itu pereda rasa sakit. Rasanya ingin sekali Galih mendaratkan kecupan ke kening Arum, tapi dia merasa terlalu kotor untuk itu. Maka Galih memilih untuk menggenggam tangan kecil nan lembut milik Arum.

"Rum, aku minta maaf, ya. Kita lalui ini sama-sama, ya." ucapnya lirih, lagi-lagi air mata Galih nyaris menetes.

•••

Galih sama sekali tidak meninggalkan rumah sakit. Hanya Wulan yang pulang siang tadi karena merasa kelelahan, wajar saja dirinya sedang hamil, sekaligus punya anak kecil di rumah. Sedangkan Eyang tidak membiarkan Bude Mirah mengambil alih penjagaannya di rumah sakit. Eyang tahu bagaimana karakter wanita itu. Jadi beliau mewanti-wanti dirinya sendiri supaya keadaan Arum tidak bertambah parah.

Dokter yang baru saja melakukan serangkaian pemeriksaan kepada Arum, keluar dari ruangan. Sontak Galih, Amir, dan Eyang berdiri. Wanita tua itu dibantu oleh Amir. Sedangkan Galih terburu menghampiri dokter tersebut.

"Bagaimana, Dok?"

"Tolong dua orang yang bertanggung jawab untuk pasien Arum ikut saya ke ruangan. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan."

Mereka bertiga saling berpandangan, maksudnya Eyang tidak tahu harus mengajak Amir atau Galih, tapi kemudian Amir memecah suasana.

"Galih saja, dia paham sekali tentang hal seperti ini."

Eyang setuju, kemudian berjalan membuntuti dokter ke ruangannya.

"Saya langsung saja, ya .." kata sang dokter ketika sudah melihat keluarga pasiennya duduk.

"Jadi pasien Arum Widuri telah mengalami pendarahan hebat dan setelah kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata ada luka yang cukup parah di rahimnya. Berdasarkan rekam medik yang saya dapatkan, pasien ini sedang dalam masa pemulihan. Harus bed rest tapi sepertinya terlalu banyak beraktivitas." dokter yang usianya masih tergolong muda itu menjelaskan kondisi Arum dengan hati-hati.

"Lalu apa tindakan yang harus kami lakukan, Dok." Alih-alih menyadari jika Arum diperlakukan tidak baik di panti asuhan, tetapi Galih memilih untuk menyingkirkan pikiran itu dan berfokus pada penyembuhan Arum.

"Sebelumnya mohon maaf, tapi keparahan yang terjadi pada rahim pasien Arum menyebabkan kami merasa tidak mampu untuk melakukan tindakan medis di sini karena peralatan dan fasilitas kami yang tidak memadai. Jadi pasien harus secepatnya kami rujuk ke rumah sakit lain, di kota. Sebelum lukanya menyebar dan memperparah kondisinya."

Napas Galih beradu dengan cepat, begitu pula dengan Eyang. Beliau menjadi semakin buntu.

"Tapi untuk melakukan rujukan kami harus mendapatkan persetujuan dari keluarga pasien. Begitulah prosedurnya." tambah dokter tersebut sembari mengeluarkan dua lembar berisi beberapa paragraf dan dua kolom tanda tangan dari dalam lacinya.

Galih meneguk ludahnya sendiri. Dia harus sebisa mungkin menahan diri untuk tidak mengambil keputusan tentang ini. Dia tidak berhak. Jadi, dia hanya bisa melirik Eyang yang sedang berpangku tangan memikirkan sesuatu, keputusan yang baginya tidak kecil. Eyang masih harus mempertimbangkan banyak hal.

-

-

-

Gimana-gimana, siapa tokoh favorit kalian di sini??

1
MeiSusi Lowati
jangan dibikin hilang ingatan ya thoor🤭😁
Khairunnisa Hassan
sedih banget lihat keadaan Arum
Ati
karma itu real
Eemlaspanohan Ohan
nyimak nih
Inka
ikut kesel ya, kak😭😭 tapi makasih ya sudah mampir, tungguin terus kelanjutannya 💗
Nurhartiningsih
heran....sampai tua kok msh saja keras kepala... cerita nya muter2 Mulu.
Khanza Orioncraft
g tau kmna ujungnya... tp msh setia nunggu
Inka: terimakasih banyak ya kak💗💗
total 1 replies
Ati
emg pembohong istrimu
MeiSusi Lowati
ndelalah gak bisa hamil pie jaal
Ati
apa itu mungkin galih mencintai Nadira AQ koq g yakin
Rasya Fay
sokooor loh Winny
Rasya Fay
aku pulang untuk memperbaiki hubungan kita,, oke kalau begitu jangan pulang 😑
aria
mampirrr
Rasya Fay
Aku sangat membencimu Galih," jawab Arum. 😌
Rasya Fay
kok Arum semudah itu menerima Galih,, walaupun ak setuju tp yo mbok marah dulu agak lama smpai dia berjuang lagi dan lagi.
Sunrise🌞: Mampir thor, bagus ceritanya

Mampir juga buat promosi ya

STUCK WITH MR BRYAN 🥰🥰
total 1 replies
Rasya Fay
tokoh ? karena ak ciwi,, ak tetap pd Arum
Rasya Fay
sesek banget
Rasya Fay
Gusti, ini bener2 sedih, sumpah y Allah, kuatkan Arum.
Rasya Fay
halah keluar air mataku,, pdhal hnya membaca
Rasya Fay
gimana kbar ibunya Arum,, ap dia memikirkan Arum ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!