Indonesia
NovelToon NovelToon
RINDU KALA CINTA

RINDU KALA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Tetua

Rindu di kala kita mencintai seseorang akan terasa indah jika berbalas, namun jika rindu di kala mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain Bagaikan pungguk merindukan bulan

kisah wanita yang ingin balas dendam pada ibu dan saudara tirinya yang telah membuat hidupnya menderita
suatu hari wanita itu bertemu dengan mantan kekasinya yang ternyata menjadi suami saudari tirinya
akankan dia mendapatkan jalan untuk balas dendamnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Tetua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Jati dan Rindu pergi bersama untuk makan malam sebelum mereka pulang ke apartemen, pilihanya jatuh pada restoran jepang

Rindu memesan beberapa menu salah satunya itu ramen Jati menyamakan pesananya

Rindu terlihat sangat lahap menyantapnya, melupakan masalahnya tentang Kala

sluuurrpp

terdengar begitu nikmat saat Rindu menyeruput mi tanpa putus, tak ketinggalan dengan kuah, Rindu tau bagaimana cara orang jepang makan ramen dia di ajari oleh neneknya yang asli jepang

"dulu hampir tiap hari aku makan ramen buatan neneku" ucap Rindu sambil makan, Ramen merupakan salah satu makanan kesukaanya, neneknya pun pernah mengajarinya membuat ramen

Jati hanya menikmati makananya saja sambil mendengarkan ocehan Rindu, sebenarnya ia lebih suka makanan nusantara, hanya saja karna Rindu yang mengajak ia pun menurut

.

.

.

"kamu yakin mau menemui Kala lagi hari ini?"

"yakin, aku akan bekerja secara profesional, aku harap Kala juga begitu" Rindu menyambar beberap map yang akan di bawanya

Jati mengangguk mengerti

Kali ini mereka akan bertemu di kantor Kala, dan semoga saja semua berjalan lancar tidak seperti hari sebelumnya

sesampainya di sana, Jati dan Rindu langsung menuju ke ruangan Kala, Jati berjalan di depan Rindu mengekor tak langsung masuk, di depan pintu ia menarik nafas dalam kemudian melangkah masuk

Kala mempersilahkan keduanya duduk, disusul dirinya yang sedari tadi berdiri di depan jendela

"saya minta maaf yang kemarin" ucap Kala menatap Rindu dan Jati bergantian,

"tidak papa pak, semoga kedepanya berjalan lancar" jawab Jati

"panggil saja Kala, kita seumuran"

"baiklah bisa kita mulai..." mereka pun mulai membahas pekerjaanya

iyaa pertemuan hari ini akhirnya berjalan dengan lancar,

"maaf saya tinggal dulu sebentar" Kala keluar ruangan untuk mengangkat telfonya yang sedari tadi bergetar terus, tak lama Kala masuk kembali ke dalam ruangan, saat baru membuka pintu Kala melihat Jati yang sedang memyelipkan rambut Rindu ke belakang telinganya, mereka tertawa bersama, entah mengapa ada perasaan tidak suka melihat mereka dekat

"ekheemm..." Kala berdehem,. mengehentikan tawa Jati dan Rindu

"kalo begitu kami permisi dulu" Jati dan Rindu pamit pergi kembali ke kantor, Kala menatap kepergian Rindu, Kala akan berusaha untuk membuang kebencianya terhadap Rindu dan semoga saja bisa

Rindu merasa senang karna akhirnya Kala mau berdamai dengan dirinya

di dalam mobil Rindu mengingat pembicaraanya dengan Kala, sebelum mereka membahas kerjaan Kala terlebih dahulu meminta waktu bicara berdua dengan Rindu

Jiwa kepo Jati muncul

"tadi ngomong apa Kala sama kamu?"

"kenapa, mau tau?"

"mau lah" Jati mengangkat kedua alisnya dengan senyum di bibirnya,

"dia cuma bilang, mau melupakan kemarahanya sama aku, tapi dia juga masih ingin tau apa alasan aku meninggalkanya"

"terus?"

"ya aku belum siap cerita, aku bilang aja nanti kalo aku siap pasti aku cerita"

Jati mengangguk paham

"udah ah aku capek, mau tidur" Rindu mulai memejamkan matanya, mereka akan langsung pulang ke apartemen

.

.

.

malam harinya, Rindu memutuskan pergi keluar untuk olah raga malam, meskipun besok hari libur tapi Rindu lebih memilih melakukanya saat malam dengan alasan tidak mau kepanasan, dan tidurnya pun akan lebih nyenyak setelah olah raga.

Rindu berlari kecil menyusuri jalanan sampai di sebuah taman, ia terus berlari dengan earphone yang terpasang di telinganya, merasa sudah berlari jauh Rindu berhenti sejenak untuk mengambil nafas

masih berdiri di tempat dengan nafas yang ngos ngosan dia di kagetkan oleh kedatangan seseorang

bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!