sequel cerita dari KISAH CINTA ARUMI.
Menceritakan anak-anak dari persahabatan antara Arumi, Widya dan Zahra juga beberapa orang terdekatnya.
bisa diulang cerita nya supaya tidak pusing dengan nama tokoh nya, karena ceritanya juga sudah lama untuk ada lanjutannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Zafeer
Kakek Salman semakin drop, keadaannya sudah sangat buruk karena tekanan darahnya tiba-tiba naik.
"Zy," Panggil nya dengan lemah pada anak tertuanya.
"Iya ayah." Jawab Arumi dengan lembut, air matanya juga tiba-tiba lolos begitu saja.
"Bisakah ayah melihat calon cucu menantu ayah? Ayah ingin tau seperti apa pendamping Feer." Arumi memegang tangan ayahnya, ia menatap semua keluarga nya termasuk ada Syamil dan Alden disana.
"Iii itu zy akan menghubungi orang tuanya dulu, karena sepertinya tidak bisa langsung hari ini yah."
"Ayah tenang dulu, besok atau lusa calon abang akan kesini." Anisa ikut menimpali, ia yakin kakak nya bingung.
"Ayah, istirahat saja dulu ya, biar kita katakan nanti pada keluarga nya." Anisa tidak tau jika kakaknya itu benar atau hanya membohongi ayahnya supaya lebih tenang.
Ayah Salman mengangguk pelan, ia lihat semua anak menantu dan cucunya. Semua yang ia lihat sangat bahagia dengan pasangan masing-masing, hanya saja raut wajah yang nampak lesu dan keriput berada di samping nya, bunda Faza. Istri dan bunda dari kedua putrinya, menemani dirinya hingga sampai sekarang usia 67 tahun dan bunda Faza 65 tahun.
"Apa bunda tidak ingin marah dengan ayah? Mungkin ayah akan merindukan cerewet nya bunda." Ucapan suaminya itu hanya mampu membuat bunda Faza menangis pelan, ia tidak mampu melihat suaminya merasa sakit.
"Ayah sembuhlah, ketika sudah sembuh maka bunda akan marah lagi sama ayah."
Arumi tidak dapat membendung lagi air matanya, ia memilih keluar dari ruangan tersebut, ia tidak mau lagi mendengar ucapan yang keluar dari bibir ayahnya, itu terdengar menyakitkan. Abyan langsung mengikuti istrinya keluar, ia juga tidak ingin melihat istrinya bersedih.
"Umma," Abyan menyentuh bahu Arumi membuat Arumi yang tau langsung berhambur ke pelukannya.
"Mas, umma tidak mau ayah seperti itu." Arumi menangis di pelukan suaminya, Abyan mengelus punggung istrinya yang bergetar.
"Mas juga tidak mau seperti itu sayang, tapi itu sudah takdir Allah."
Tiba-tiba Arumi melepas pelukan Abyan dan membuka tas nya, ia sambil mengelap air matanya mencari sesuatu disana, ternyata ponsel yang ia cari.
"Ada apa?" Tanya Abyan.
Arumi mengabaikan itu dan mencoba menghubungi seseorang.
"Assalamu'alaikum" Ucapnya dari seberang sana.
"Wa'alaikum salam."
"Ada apa? Tumben sekali, kenapa suara mu serak seperti itu, kamu nangis?"
"Tidak. Aku ingin minta tolong, aku ingin putrimu datang besok atau paling lambat lusa, karena ayahku ingin melihat calon dari putra ku, Feer."
"Lalu aku harus bagaimana? Kenapa mendadak seperti ini. Bagaimana pula dengan anak-anak kita, apa mereka akan setuju?" Tanya nya yang pasti memang harus di pertanyakan dulu pada kedua anak mereka.
"Tidak perlu bahas dan pikirkan itu sekarang, aku hanya meminta tolong jika bisa bawa putri mu besok atau lusa menemui ayah ku di rumah sakit."
"Akan aku usahakan, tapi aku juga senang mendengar nya. Aku tutup dulu ya, semoga ayahmu cepat sembuh."
"Iya baiklah terimakasih."
Setelah panggilan telepon selesai, Arumi kembali menaruh ponselnya di tas, ia melihat suaminya yang masih menatap nya dan meminta penjelasan.
"Mas, umma tidak bisa menjelaskan nya sekarang, yang terpenting ayah sembuh dulu kan?" Arumi tidak berpikir sampai kemana-mana, yang terpenting sekarang ia ingin ayahnya sembuh dulu.
"Baiklah, tapi jika menurut mas dan abang tidak bisa, maka umma tidak boleh ambil keputusan secara sepihak." Arumi hanya mengangguk, yang terpenting sekarang adalah ayahnya sembuh.
Terjadi atau tidaknya Zafeer dengan gadis yang ia rencanakan dengan orang tuanya, nanti akan ia pertimbangkan.
...******...
"Nak, besok atau lusa kamu pulang ya."
"Kenapa? Ada apa ma? Mama sama papa baik-baik aja kan?" Tanya nya dengan raut wajah yang khawatir.
"Ini mama sama papa baik-baik aja, hanya saja ini sangat penting untuk masa depan kamu." Mama nya mengarahkan kamera ponsel nya pada suaminya juga.
Gadis itu menautkan kedua alisnya, bagaimana bisa dirinya harus tiba-tiba pulang biasanya seminggu sebelum sesuatu yang sangat penting orang tuanya memberitahu nya dan tidak akan mendadak.
"Kamu akan tau nanti disini, sekarang kamu siapkan saja keberangkatan kamu dari sana." Mama nya seperti tidak mau tau apapun alasannya putrinya itu harus balik besok atau lusa.
"Tapi ma, gak bisa secepat itu untuk ngurus semuanya. Sebentar lagi wisuda harusnya mama yang kesini bukan aku yang pulang." Gadis itu tidak habis pikir dengan orang tuanya yang mengharuskan dirinya pulang lebih cepat dari perkiraan. Bukan cuaca.
"Sayang, gak ada tapi-tapi an dan mama yakin kamu bakal suka."
"Suka apa maksud mama? Aku gak bisa ngerti dengan teka-teki yang mama jelasin dari tadi gak connect pikiran aku. Papa aja coba yang jelasin."
"Ini yang kamu suka waktu remaja dulu, jadi menurut mama ini yang kamu nantikan." Mama gadis tersebut sangat bahagia karena itu yang di harapkan putrinya dulu.
"Jangan buat aku penasaran ma, apa maksud dari keinginan remaja aku? Aku aja bahkan lupa jika aku suka sesuatu."
"Karena kamu itu anak mama, jangankan hanya waktu remaja dari kecil aja mama sudah tau." Gadis itu hanya melihat wajah sang mama dan papa dari layar ponselnya, bingung tentu saja dengan yang diucapkan mama nya, namun sepertinya sebelum kembali tidak akan ada jawaban yang didapat.
Akhirnya gadis itu mengangguk saja untuk mengurus kepulangan nya, bahkan jika tidak bisa mama nya yang akan mengurus semuanya, namun ia menolak dan akan mengurusnya sendiri.
"Mama aneh banget ada apa sih? Tapi aku gak ada mikir yang jelek, cuma gimana yah gak ada juga perasaan aku yang gak enak hanya saja aku kepikiran apa yang mama bilang aku menyukai nya." Gadis itu masih memikirkan apa yang diucapkan mama nya, papa nya hanya diam saja dan menyerahkan semuanya pada istrinya.
"Semoga bukan hal yang buruk saja, tapi aku hanya ingin tau sebenarnya apa yang mama sembunyikan." Tidak pernah mama nya itu meminta dirinya untuk pulang, yang ada selalu mensupport agar betah sebelum waktu nya pulang.
Gadis itu membereskan barang nya, ia akan segera mengurus kepulangan nya untuk sementara waktu dan akan kembali lagi setelah urusan nya selesai mengetahui apa yang ia inginkan itu. Karena wisuda nya juga sebentar lagi, padahal menurutnya tidak perlu bolak balik dan hanya orang tuanya yang kesana, namun seperti nya mama nya itu terdengar memaksa.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain.
IG : @istimariellaahmad98
See you...
semangat selalu kak author...
semangat kak author...