Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9.

Suasana meja makan keluarga Rafsanjani terasa lebih hangat dari biasanya. Nyonya Kirana tampak bersemangat menikmati sarapannya. Sesekali melirik ke arah sang putra yang fokus dengan sarapannya. Lalu menoleh ke arah Tuan Bahtiar dengan pandangan penuh makna. Sehingga membuat pria paruh baya itu mengernyit dan bertanya, "Ada apa, Ma? Kenapa menatap papa begitu?"

Nyonya Kirana langsung meletakkan sendoknya. "Menurut mama kita jangan terlalu lama menundanya," ujarnya serius. "Jika Sultan sudah yakin, sebaiknya niat baik harus disegerakan, lebih cepat lebih bagus."

Tuan Bahtiar mengangguk. "Papa juga berpikir begitu. Secepatnya kita datang ke rumah keluarga Kahiyang dan melamar putri mereka."

Rafa yang duduk di seberang mereka tersenyum. Hatinya dipenuhi rasa bahagia setiap kali mendengar nama Kahiyang disebut. "Kalau begitu, kapan Papa dan Mama mau datang ke sana?" tanyanya tak sabar.

"Tinggal menentukan hari yang tepat," jawab Tuan Bahtiar.

Nyonya Kirana menatap putranya sambil tersenyum. "Jangan lupa beri tahu Kahiyang kalau kita akan datang ke rumahnya."

Rafa mengangguk. "Iya, Ma. Nanti aku kasih tahu dia."

Nyonya Kirana mengangguk. "Bagus. Lebih baik kamu beritahu dia sebelumnya, biar nggak kaget dengan kedatangan kita nanti."

"Iya, Ma..." Dalam hati, Rafa justru semakin tidak sabar menunggu saat bertemu Kahiyang. Dia tersenyum kecil membayangkan wajah panik gadis itu.

.

Satu jam kemudian, Rafa sudah berada di kantor. Penampilannya tetap seperti biasa masih mempertahankan sosok culun yang selama ini dikenal Kahiyang. Namun, yang berbeda pagi itu langkahnya terasa lebih ringan dari biasanya. Begitu melihat Kahiyang sudah berada di meja kerjanya, senyum pemuda itu langsung mengembang.

Kahiyang yang menyadari kedatangan Rafa seketika mengangkat wajahnya. "Pagi, Raf..." sapanya sambil tersenyum manis.

Rafa mengangguk lalu berjalan mendekat tanpa mengalihkan pandangannya dan berhenti di hadapan Kahiyang. "Yang...aku mau ngomong sesuatu," ucapnya setelah sesaat tadi sempat ragu.

"Ngomong aja, aku dengerin, kok," jawab Kahiyang menatap Rafa serius.

Sejenak Rafa mengambil napas. "Ayah dan Ibu aku mau datang ke rumahmu untuk melamarmu."

Kahiyang tersentak kecil, netranya memperhatikan sekelilingnya seakan takut ada yang mendengar. Beruntung ruangan itu masih sepi. Kemudian menatap Rafa lekat-lekat, memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar. "Kamu... serius?" bisiknya tak percaya.

"Serius. Mereka ingin datang untuk menyampaikan niat baik secara langsung kepada keluargamu," jawab Rafa disertai anggukan kepala mantap.

Kahiyang menarik napas pendek. Ada banyak hal yang tiba-tiba memenuhi pikirannya. Keputusan Eyang kemarin memang sudah memberikan jalan bagi mereka, tetapi kabar bahwa keluarga Rafa akan segera datang untuk melamarnya membuatnya sedikit terkejut. "Kapan mereka ingin datang?"

"Secepatnya. Hari dan waktunya nanti akan dibicarakan lagi sama keluarga besar kami," jelas Rafa.

Kahiyang mengangguk pelan. Namun, wajahnya masih menyimpan keraguan.

Rafa memperhatikannya dengan saksama. "Kamu, kenapa?"

"Raf... apa kamu sudah benar-benar yakin dengan pernikahan ini? Dengan aku, maksudnya? Padahal semuanya terjadi begitu cepat dan mendadak, bahkan kita belum sempat mengenal satu sama lain lebih dalam lagi..." ucap Kahiyang mengungkapkan sesuatu yang masih mengganjal di benaknya.

Ia menatap Rafa yang tampak begitu tenang. "Kamu nggak merasa terbebani? Nggak merasa dipaksa oleh keadaan atau keputusan sepihak dari Eyangku?"

Rafa menggeleng pelan, perlahan bibirnya tersenyum seolah ingin meyakinkan. "Ayang, jawabanku tetap sama seperti yang kemaren aku sampaikan di depan Eyang dan semua orang," ucapnya tenang dan mantap. "Aku yakin. Sangat yakin."

Pemuda itu berhenti sesaat, lalu menatap Kahiyang lebih dalam. "Keputusan Eyang memang mendadak, tapi perasaanku dan niatku kepadamu sudah ada jauh sebelum hari ini. Aku nggak merasa dipaksa atau terbebani. Justru aku merasa mendapatkan berkah luar biasa, karena Eyang melihat ketulusan hatiku dan memberikan restunya secepat itu."

"Pernikahan ini bukan sekadar janji di mulut saja buatku, Ayang. Ini tanggung jawab seumur hidup. Dan aku sudah siap menanggungnya, menjalani semuanya bersamamu pelan-pelan, sampai kita menua sama-sama nanti."

Rafa memberanikan diri menggenggam tangan Kahiyang dengan lembut.

"Jadi, kamu jangan khawatir atau ragu lagi, ya. Aku yakin, dan keputusan hatiku sudah bulat."

Setelah pembicaraan itu, sepanjang hari Kahiyang nyaris tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Pikirannya terus berputar pada perkataan Rafa. 'Orangtuanya akan datang untuk melamarnya.' Bagaimana mungkin semuanya terjadi secepat ini? Hubungan mereka bahkan baru saja dimulai. Namun, kini kedua keluarga sudah bersiap membawa hubungan itu ke jenjang pernikahan.

Berbeda dengan Kahiyang yang masih dipenuhi berbagai keraguan, Rafa justru terlihat jauh lebih tenang seolah tidak ada hal besar yang baru saja dia sampaikan.

Sesekali Kahiyang melirik ke arahnya. Pemuda itu tampak serius mengerjakan berkas di hadapannya. Wajah culunnya terlihat biasa saja, membuat Kahiyang semakin bingung.

Bagaimana bisa dia setenang itu? Sementara dirinya sejak tadi bahkan salah mengetik beberapa kali karena pikirannya tidak fokus. Kahiyang mengembuskan napas panjang.

Ia harus segera pulang dan membicarakan semuanya dengan kedua orangtuanya.

Begitu jam kerja berakhir, Kahiyang langsung membereskan barang-barangnya. Ia bahkan tidak sempat berpamitan kepada Rafa yang masih sibuk memeriksa berkas di meja kerjanya. Tanpa banyak berpikir, Kahiyang segera meninggalkan ruangan.

Rafa yang baru beberapa saat kemudian mengangkat wajahnya, tidak menyadari kepergian gadisnya tersebut. Setelah melihat kursi Kahiyang sudah kosong, sudut bibirnya justru terangkat tipis.

"Sepertinya ada yang panik," gumamnya sambil menggelengkan kepala. Dia kembali menunduk dan melanjutkan pekerjaannya.

...

Sementara itu, Kahiyang sudah berada di dalam taksi online yang dipesannya. Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya kembali dipenuhi percakapannya dengan Rafa.

Ia percaya pada pemuda itu, juga tidak meragukan ketulusan nya. Hanya saja, semuanya terasa begitu cepat.

Setibanya di rumah, Kahiyang langsung masuk ke dalam dan mendapati Pak Andika serta Bu Arimbi sedang menikmati makan malam. Tak lupa ia mengucap salam dan menyalami mereka.

"Kok, cepat pulang, Ay?" tanya Bu Arimbi heran.

"Jalanan nggak macet, Ma. Jadi bisa cepat sampai di rumah." Kahiyang lantas meletakkan tasnya di meja, lalu menarik kursi dan duduk di depan sang ibu. "Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada Papa dan Mama," ucapnya sambil menatap kedua orangtuanya serius.

Baik Pak Andika maupun Bu Arimbi sama-sama meletakkan sendok mereka di piring. "Soal apa?" tanya sang ayah menatap putrinya tak kalah serius.

"Tadi Rafa bilang orangtuanya akan datang ke mari untuk melamar aku, Pa.. Ma."

Pak Andika langsung menoleh ke arah Bu Arimbi. Pandangan mereka bertemu dengan ekspresi terkejut.

"Secepat itu?" tanya Bu Arimbi.

Kahiyang mengangguk. "Aku juga kaget. Rafa bilang mereka ingin datang secepatnya."

Pak Andika terdiam. Meski keterkejutan masih jelas di wajahnya, tetapi diam-diam ia justru merasa kagum pada pemuda itu. Baru saja memulai hubungan dengan Kahiyang, tetapi sudah berani membawa keluarganya untuk menyampaikan niat baik secara resmi.

"Papa justru sangat menghargai kesungguhan Rafa," ucap Pak Andika kemudian.

"Dia tidak membiarkan hubungan kalian berjalan tanpa arah. Begitu yakin, dia langsung membawa keluarganya."

Bu Arimbi tersenyum. "Kalau begitu, kita juga harus mempersiapkan kedatangan mereka."

Kahiyang menatap orangtuanya lalu mengangguk pelan. Namun, jantungnya kembali berdebar membayangkan pertemuan dua keluarga itu.

1
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ditendang keluar anton,sdh berani megoda istri bos🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
cari mati si Anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
👍👍 moomz
Nar Sih
ahir nya sdh jls sdh terungkap
Oma Gavin
waduh anton kamu cari mati hbs ini kamu langsung dipecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa dia oma😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor makin seruu dan bikin penasaran....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya mbak, ini lagi nulis🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ketinggalan 3 bab ... biasa ada kerjaan dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah🫰
total 3 replies
Patrick Khan
nah kan kayang tau jg😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biarinlah tahu. 😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
😂😂😂
ayang baru sadar kalo Rafa itu CEO, kamu aja shock apalagi nanti keluarga besar mu,🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ah, betul betul betul😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!