Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
"Siapa kau?" Tanya Mama Rika sambil mengernyitkan dahi nya.
"Tante, tante sudah lupa pada ku?" Tanya wanita itu.
Mama Rika memperhatikan wanita yang ada di hadapan nya dari ujung kaki hingga ujung kepala, tiba - tiba sebuah senyuman terlihat di sudut bibir nya.
"Dita, kau Andita kan?" Tebak Mama Rika.
"Tepat sekali tante!" Jawab Wanita yang di panggil Andita.
"Andita,,, apa kabar mu?" Mama Rika langsung memeluk erat tubuh Andita.
"Baik Tante, tante apa kabar nya?" Andita balik bertanya.
"Baik sayang, baik. Kamu makin cantik aja!" Puji Mama Rika.
"Tante bisa aja, tante juga makin cantik aja. Oh ya tante, gimana kabar nya mas Dimas?" Tanya Andita.
"Dimas baik - baik aja sayang, dia sekarang udah jadi manager loh!" Mama Rika memuji putra nya sendiri.
"Benar kah itu Tante? Mas Dimas pasti bahagia banget ya, beda sama aku!" Andita berkata dengan nada sedih.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Mama Rika penuh perhatian.
"Aku dan suami ku udah berpisah tante!" Jawab Andita.
"Maaf ya sayang, tante gak tahu!" Mama Rika turut prihatin dengan keadaan Andita.
"Tante, ayo kita makan siang. Biar aku yang traktir!" Ajak Dita.
"Boleh, boleh banget tuh, kami belum makan siang!" Jawab Mama Rika dengan antusias.
Mereka langsung menuju ke Food court yang ada di Mall itu, hari itu mereka semua memesan makan enak dan mahal. Ketiga nya tidak melewatkan kesempatan itu, setelah sebelum nya kecewa karena perihal perhiasan imitasi.
"Dita, nanti kamu ikut tante pulang ya. Dimas pasti seneng banget bisa ketemu bisa ketemu lagi sama kamu!" Mama Rika menawarkan pada Andita.
"Tapi tante, Mas Dimas kan udah punya istri. Gak enak kalau aku main ke rumah tante!" Tolak Andita.
"Dita, istri nya Dimas itu gak becus ngurusin suami. Mana jahat lagi!" Ucap Mama Rika.
Mama Rika yang sudah kesal dengan Raisya, menemukan kesempatan untuk menjelaskan Raisya di depan mantan kekasih dari putra nya tersebut.
"Tapi tante,,,,!"
"Gak usah tapi - tapian, nanti kamu ikut tante pulang ya!" Paksa Mama Rika lagi.
"Ya udah deh tante!" Jawab Andita pada akhir nya.
Mereka melanjutkan makan siang mereka, Cika dan Neta lebih banyak diam karena mereka memang tidak mengenali Andita sebagai mantan kekasih nya Dimas.
"Tante, sebagai bentuk pertemuan kita, nanti kita belanja ya. Biar aku yang traktir kalian semua!" Ucap Dita.
"Boleh juga tuh!" Dengan sangat antusias Neta menjawab nya.
Mereka tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan berbelanja secara gratis itu, apalagi tadi mereka sudah gagal mendapatkan uang dari menjual perhiasan nya Raisya.
"Hari ini kalian boleh berbelanja apa saja, biar aku yang bayar!" Dita berkata lagi setelah mereka selesai makan siang.
"Kamu baik banget, kamu pantas menjadi istri nya Dimas. Tidak seperti si Raisya, yang pelit nya tidak kebohongan!" Cika memuji Dita dan mulai menjelek kam Raisya.
Dita yang mendengar ucapan Cika langsung tersenyum, di dalam hati nya dia bersorak karena dia berhasil mengambil hati keluarga nya Dimas.
Mereka langsung berbelanja apa pun yang mereka mau, Dita dengan senang hati membayar nya. Setelah mereka puas berbelanja, Mama Rika langsung mengajak mereka pulang ke rumah.
"Dita, kamu ikut kami pulang ya. Dimas pasti seneng banget bisa ketemu kamu lagi!" Mama Rika berkata pada Dita.
"Boleh tante, oh ya tadi kalian pergi nya naik apa?" Tanya Dita.
"Kamu naik taksi online, mbak!" Jawab Neta lagi.
"Ya udah deh, biar aku antar kalian pulang!" Tawar Dita.
"Iya, ayo!" Jawab Cika juga.
Mereka pun segera naik ke mobil nya Dita, Ma Rika senang sekali hari ini.
"Dita, mobil mu bagus juga! Kamu pasti wanita yang sukses ya!" Puji Mama Rika.
"Tidak juga kok Tante, aku cuma mengelola toko bangunan milik ku. Sekarang aku udah punya 3 cabang di kota ini!" Dita berkata sambil tersenyum.
"Wah, apa nama nya kalau bukan sukses. Masih muda punya usaha sendiri, mana cantik lagi!" Mama Rika kembali memuji Dita.
'Dita ini orang kaya, 3 toko bangunan milik nya pasti hasil nya tidak main - main. Bagai mana kalau aku dekat kan lagi Dita sama Dimas, toh Raisya sudah tidak bisa lagi di manfaatkan. Siapa tahu Dita bisa membiayai resepsi nya Beta dan Rian!' Batin Mama Rika di dalam hati.
"Tante, gimana kalau nanti istri nya mas Dimas marah kalau aku datang ke rumah?" Tanya Dita.
"Dia tidak punya hak buat marah, toh itu adalah rumah nya Dimas!" Jawab Mama Rika.
Tidak terasa mobil itu tiba di depan rumah nya Raisya, Dita terkejut dan tidak menyangka bahwa sekarang Dimas memiliki rumah sebesar dan semewah ini.
"Dita ayo masuk!" Ajak Mama Rika pada Dita yang masih terpaku di samping mobil nya.
"Tante, rumah mas Dimas besar banget!" Puji Dita.
"Iya Dita, ayo masuk!" Ajak Mama Rika lagi sambil menggandeng tangan nya Dita.
Dita memasuki rumah itu, mata nya mengitari seluruh penjuru rumah. Dita begitu kagum dengan kemewahan rumah ini.
'Andaikan saja aku bisa menjadi nyonya di rumah ini!' Batin Dita di dalam hati.
"Silahkan duduk Dit!" Suara Mama Rika mengagetkan Dita.
"Eh, makasih tante!" Jawab Dita dengan gugup.
"Kamu istirahat saja di sini dulu, biar Tante yang telepon Dimas agar segera pulang!" Mama Rika berkata pada Dita.
"Bi Lilis!" Teriak Mama Rika dari ruang tamu.
"Iya Nya!" Jawab Bi Lilis yang tergopoh - gopoh datang dari arah dapur.
"Siapkan minuman cemilan untuk tamu saya!" Perintah Mama Rika.
"Baik Nya!" Jawab Bi Lilis dengan patuh.
Bi Lilis langsung pergi ke belakang setelah mendapat perintah dari Mama Rika, sekilas bi Lilis melihat wanita yang berpakian setengah terbuka itu.
Sementara itu, Mama Rika langsung menelepon sang putra agar segera pulang ke rumah.
"Hallo Dimas, kamu pulang nya jangan terlalu sore ya!" Mama Rika berkata pada Dimas melalui sambungan telepon.
"Memang nya ada apa Ma? Ada masalah di rumah?" Tanya Dimas pada Mama nya.
"Gak ada kok Dimas, cuma Mama mau ngenalin kamu sama seseorang saja. Orang nya udah ada di rumah kok!" Jawab Mama Rika.
"Siapa Ma?" Tanya Dimas dari seberang sana dengan penasaran.
"Kalau Mama kasih tahu sekarang, berarti gak jadi kejutan lagi dong. Udah nanti kamu langsung pulang aja, biar gak penasaran!" Ujar Mama Rika lagi.
"Ya udah deh Ma, nanti aku langsung pulang!" Jawab Dimas lagi.
"Mama tunggu ya di rumah!" Mama Rika pun memutuskan sambungan telepon dengan putra nya
'Biar tahu rasa kamu Raisya, siapa suruh pelit sama kami!' Batin Mama Rika sambil tersenyum puas.
Mama Rika berniat untuk menjodohkan Dimas kembali dengan Andita, mantan kekasih nya Dimas dahulu. Agar Raisya merasa cemburu, karena dia telah berani menolak membiayai resepsi pernikahan Neta dan Rian.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄