Indonesia
NovelToon NovelToon
Takut Nikah

Takut Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cintamanis / Romansa
Popularitas:758.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Kapan nikah?"

"Udah mau 30 loh."

"Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua."

Jena muak sekali dengan semua itu. Baginya, menikah bukan kriteria kesuksesan seseorang. Mau nikah atau pun tidak, itu juga bukan urusan mereka, tapi entah kenapa, mereka suka sekali mengurusi hidupnya.

3 kali ia menjalin kasih, endingnya selalu diselingkuhi. Sahabat terbaiknya, jadi janda diusia 25 tahun karena suaminya selingkuh. Dan yang paling gong, Papa yang ia sayang dan sosok yang ia kagumi, diam-diam ternyata punya istri kedua. Lalu, laki-laki seperti apa lagi yang bisa ia percaya.

Baginya, berurusan dengan laki-laki, hanyalah cari penyakit. Entah sekarang atau nanti, pasti endingnya disakiti. Ia tak mau menikah. Kalau sendiri bisa bahagia, untuk apa berdua?

Sampai kejadian tak terduga, mempertemukanmu dia dengan Budi. Laki-laki yang humoris, dan selalu bilang. "Gak semua laki-laki kayak gitu, Mbak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

“Juwita.”

Panggilan Asri membuat Juwita menoleh dan menghentikan langkah yang sudah sampai ruang tamu.

“Ada yang ingin aku sampaikan.” Asri mendekat.

Juwita mengangkat alis. “Apa?”

“Aku tidak suka kamu datang ke rumah ini tanpa diundang.”

Juwita terdiam.

Asri melanjutkan dengan suara datar. “Dan aku juga tidak suka setiap kali Andika ada di sini, kamu terus menyuruhnya pulang. Ini rumah Andika, keluarganya tinggal disini."

Juwita tersenyum tipis.

"Jena berhak mendapatkan waktu dari papanya.” Lanjut Asri.

 “Jena sudah dewasa, Mbak.” Juwita langsung menyahut. “Anak-anakku masih remaja. Mereka masih membutuhkan papanya. Mereka masih butuh sosok ayah yang bisa menemani mereka setiap hari.” Nada suaranya semakin tegas. “Jadi wajar kalau aku meminta Mas Andika pulang.”

Asri benar-benar tidak menyangka Juwita akan menjawab seperti itu. Dulu, wanita itu masih menjaga sikap ketika berbicara dengannya. Sekarang, keberaniannya seolah tidak mengenal batas.

Asri menarik napas panjang. “Kalau memang kamu ingin suami yang bisa selalu mendampingi anak-anakmu...” Ia menatap Juwita lurus-lurus. “Seharusnya sejak awal kamu tidak menikahi suami orang.”

Senyum di wajah Juwita langsung menghilang.

“Kamu tahu sejak awal Andika sudah punya istri. Kamu tahu dia punya keluarga lain. Jadi jangan sekarang menjadikan keberadaan anak-anakmu sebagai alasan untuk mengambil seluruh waktunya," tekan Asri. "Sekali lagi aku ingatkan, Andika bukan hanya suamimu dan ayah anakmu. Dia juga suamiku, ayah anakku."

Juwita menatap Asri dengan rahang mengeras, namun beberapa saat kemudian, tatapannya melunak.

“Sebenarnya aku datang ke sini bukan mau bertengkar, Mbak. Aku cuma takut.”

Asri mengernyit.

Juwita menarik napas. “Takut Mas Andika ternyata tidak disini, tapi ada di rumah perempuan lain.” Ia kembali menatap Asri. “Sejak Jena bilang Papa-nya mau menikah lagi, aku jadi kepikiran terus. Setiap Mas tidak pulang, aku takut... jangan-jangan benar ada perempuan lain.”

Asri tetap diam.

Juwita kemudian bertanya dengan nada lebih hati-hati. “Mbak tahu soal itu?”

“Tahu.”

“Dan Mbak setuju?”

Asri mengangguk pelan. “Setuju.”

Juwita membelalakkan mata. “Setuju?” Ia bahkan sempat mengira dirinya salah dengar. “Mbak...kamu benar-benar setuju kalau Mas Andika menikah lagi?”

“Benar.” Asri tersenyum tipis.

“Mbak, kamu yakin?" Juwita masih tak percaya. "Kita cuma berdua saja, masih sering berebut waktu, apalagi tiga."

Asri menatap Juwita dengan tenang. “Aku tidak pernah ngajak berebut, tapi sepertinya, kamu yang serakah."

Juwita menelan ludah susah payah mendengar sindiran Asri. “Aku kira Mbak juga tidak akan setuju.” Ia tersenyum tipis, seolah menemukan seseorang yang seharusnya berada di pihaknya, eh...tapi ternyata tidak.

“Juwita... kamu lucu.”

Juwita mengernyit. “Lucu?”

“Iya. Kamu takut suamimu direbut perempuan lain?” Asri tersenyum kecil. “Padahal dulu kamu sendiri yang merebut Andika dariku.”

“Jangan mulai, Mbak. Aku kesini bukan untuk cari ribut."

“Aku bahkan belum mulai.” Nada suara Asri tetap tenang, justru itu yang membuat perkataannya terasa semakin menusuk. “Seharusnya kamu tidak perlu takut, Juwita. Bukankah dulu kamu sudah tahu bagaimana rasanya menjadi perempuan yang mendapatkan suami orang?”

Juwita mengepalkan tangan.

Asri bisa melihat perubahan ekspresi itu. Dan entah kenapa, ia justru menikmatinya. Ia ingin Juwita merasakan sedikit saja dari luka yang pernah ia telan sendirian.

“Dulu kamu ingin merasakan jadi aku. Kamu ingin merasakan hidup mewah seperti yang aku miliki.” Asri tertawa kecil tanpa humor. “Kamu ingin merasakan punya suami seperti suamiku." Tatapannya semakin tajam. “Dan akhirnya kamu mendapatkan semuanya.”

Juwita menatapnya dengan kesal.

"Harusnya kamu bersyukur Juwita." Asri tersenyum. “Karena Tuhan terlalu baik. Dia sedang memberimu kesempatan sekali lagi untuk merasakan menjadi aku."

Juwita terdiam.

“Sekarang rasakan bagaimana rasanya ketika suamimu direbut perempuan lain.”

“Cukup, Mbak!” Suara Juwita meninggi.

Namun Asri justru semakin tenang. “Kenapa marah?” Ia menatap Juwita lurus-lurus. “Dulu ketika aku menangis karena Andika memilihmu, apakah kamu pernah memikirkan perasaanku?”

Juwita tak mampu menjawab.

“Dulu ketika aku harus melihat suamiku membagi hidupnya dengan perempuan lain, apakah kamu pernah merasa kasihan kepadaku?” Asri menarik napas panjang. “Tidak, kan? “Jadi, nikmati saja. Jangan pernah berharap kita berada dalam satu kubu. Bahkan saat Andika menikah lagi, kita tidak akan pernah berada dalam kubu yang sama."

Tatapannya tak lagi sekadar dingin, tetapi penuh kepuasan karena akhirnya perempuan yang dulu melukainya kini merasakan ketakutan yang sama.

1
aisyah
tapi aku nggak kasihan, gimana dong 🤭🤣
Oma Gavin
akhirnya juwita sudah memanen karma nya tinggal tunggu waktu mati saja sayang nya belum tobat habis ini pasti naura diajak ikut andhika bikin jena marah dan ngga mau lagi ketemu ayah nya
Putusri Martini
ceritanys menarik 👍👍
Sugiharti Rusli
apalagi dia sudah bercerai dari mama Asri, paling yang akan terganggu si Jena kan si Naura punya perasaan lain sama Budi
Sugiharti Rusli
meski bukan putri kandungnya, tapi Naura dirawat sejak lahir oleh Andika
Sugiharti Rusli
tapi sepertinya kalo si Juwita akhirnya berumur pendek sèpertinya Andika akan mengajak tinggal bersamanya lagi
Sugiharti Rusli
ternyata si Naura masih memiliki kakek-nenek dari pihak ibunya, jadi dia ga sendirian juga yah
Sugiharti Rusli
memang sih sebuŕuk apapun si Juwita bagi orang lain, di mata anak" nya mereka tetap sayang padanya,,,
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Kasihan juga Juwi...mungkin Naura ikut dgn Andika
Eli Rahma
HIV
Opi Sofiyanti
kupikir pancreas tuh cm buat cowok.. 🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
karma bagi pelakor 😡😡😡
ntar Naura ikut Andika jangan sampai Dia juga jadi pelakor dalam Rumah Tangga Jena😡😡😡
Agus Tina
Aku kok nggak kas8han sama Juwita, ayo Andika saidara2 Juwita yg sudah kau tolong masukan mereka ke perusahaan sama sekalintidak mau menolong Juwita, itu karma buat Juwita. Tp mauku buat mereka melakukan kesalahan thor habis itu airih Jena pecat mereka
🌷Vnyjkb🌷
over alkohol pas LC tu,
🌷Vnyjkb🌷
susuknya lompat🤭😜😜
Diana Fitri.N
semangat kak semangat up nya 🥰
Kar Genjreng
kebanyakan diet makan kurma kali ya jadinya sakitnya gitu,,,,, saudaranya pada ga mau dekat lagi karena Juwita sudah hidupnya tidak seperti dulu,,,,ketika hidupnya bergelimang. mirip semut ngerubungi seperti gula,,, begitu sudah tak berdaya dan kismin. pada menjauh takut ketularan miskin,,,,maka jangan terlalu
bangga karena bnyak saudara. atau teman kala senang kala susah menjauh 🤔😮
ryuka
kasian ga kasian diihh tapi mungkin ini karmu juwita
Asih Rahmadhani Bohara
kasian banget sbnrnya sama Jena.. padahal udh jelas2 Naura bukan anaknya. msh aja peduli sampai skrg.. udh d khianati juwita berkali2.. msih aja ada rasa iba.. udh cocok banget bu asri mnta cerai
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
yaa pasti karena selama ini juwita sombong dan tak perduli sama keluarga nya. makanya saat juwita sakit, mereka ganti tak perduli dengan keadaan juwita. sekarang baru tahu kan? gimana rasanya di abaikan juwita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!