Indonesia
NovelToon NovelToon
Takut Nikah

Takut Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cintamanis / Romansa
Popularitas:367.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Kapan nikah?"

"Udah mau 30 loh."

"Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua."

Jena muak sekali dengan semua itu. Baginya, menikah bukan kriteria kesuksesan seseorang. Mau nikah atau pun tidak, itu juga bukan urusan mereka, tapi entah kenapa, mereka suka sekali mengurusi hidupnya.

3 kali ia menjalin kasih, endingnya selalu diselingkuhi. Sahabat terbaiknya, jadi janda diusia 25 tahun karena suaminya selingkuh. Dan yang paling gong, Papa yang ia sayang dan sosok yang ia kagumi, diam-diam ternyata punya istri kedua. Lalu, laki-laki seperti apa lagi yang bisa ia percaya.

Baginya, berurusan dengan laki-laki, hanyalah cari penyakit. Entah sekarang atau nanti, pasti endingnya disakiti. Ia tak mau menikah. Kalau sendiri bisa bahagia, untuk apa berdua?

Sampai kejadian tak terduga, mempertemukanmu dia dengan Budi. Laki-laki yang humoris, dan selalu bilang. "Gak semua laki-laki kayak gitu, Mbak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

“Juwita.”

Panggilan Asri membuat Juwita menoleh dan menghentikan langkah yang sudah sampai ruang tamu.

“Ada yang ingin aku sampaikan.” Asri mendekat.

Juwita mengangkat alis. “Apa?”

“Aku tidak suka kamu datang ke rumah ini tanpa diundang.”

Juwita terdiam.

Asri melanjutkan dengan suara datar. “Dan aku juga tidak suka setiap kali Andika ada di sini, kamu terus menyuruhnya pulang. Ini rumah Andika, keluarganya tinggal disini."

Juwita tersenyum tipis.

"Jena berhak mendapatkan waktu dari papanya.” Lanjut Asri.

 “Jena sudah dewasa, Mbak.” Juwita langsung menyahut. “Anak-anakku masih remaja. Mereka masih membutuhkan papanya. Mereka masih butuh sosok ayah yang bisa menemani mereka setiap hari.” Nada suaranya semakin tegas. “Jadi wajar kalau aku meminta Mas Andika pulang.”

Asri benar-benar tidak menyangka Juwita akan menjawab seperti itu. Dulu, wanita itu masih menjaga sikap ketika berbicara dengannya. Sekarang, keberaniannya seolah tidak mengenal batas.

Asri menarik napas panjang. “Kalau memang kamu ingin suami yang bisa selalu mendampingi anak-anakmu...” Ia menatap Juwita lurus-lurus. “Seharusnya sejak awal kamu tidak menikahi suami orang.”

Senyum di wajah Juwita langsung menghilang.

“Kamu tahu sejak awal Andika sudah punya istri. Kamu tahu dia punya keluarga lain. Jadi jangan sekarang menjadikan keberadaan anak-anakmu sebagai alasan untuk mengambil seluruh waktunya," tekan Asri. "Sekali lagi aku ingatkan, Andika bukan hanya suamimu dan ayah anakmu. Dia juga suamiku, ayah anakku."

Juwita menatap Asri dengan rahang mengeras, namun beberapa saat kemudian, tatapannya melunak.

“Sebenarnya aku datang ke sini bukan mau bertengkar, Mbak. Aku cuma takut.”

Asri mengernyit.

Juwita menarik napas. “Takut Mas Andika ternyata tidak disini, tapi ada di rumah perempuan lain.” Ia kembali menatap Asri. “Sejak Jena bilang Papa-nya mau menikah lagi, aku jadi kepikiran terus. Setiap Mas tidak pulang, aku takut... jangan-jangan benar ada perempuan lain.”

Asri tetap diam.

Juwita kemudian bertanya dengan nada lebih hati-hati. “Mbak tahu soal itu?”

“Tahu.”

“Dan Mbak setuju?”

Asri mengangguk pelan. “Setuju.”

Juwita membelalakkan mata. “Setuju?” Ia bahkan sempat mengira dirinya salah dengar. “Mbak...kamu benar-benar setuju kalau Mas Andika menikah lagi?”

“Benar.” Asri tersenyum tipis.

“Mbak, kamu yakin?" Juwita masih tak percaya. "Kita cuma berdua saja, masih sering berebut waktu, apalagi tiga."

Asri menatap Juwita dengan tenang. “Aku tidak pernah ngajak berebut, tapi sepertinya, kamu yang serakah."

Juwita menelan ludah susah payah mendengar sindiran Asri. “Aku kira Mbak juga tidak akan setuju.” Ia tersenyum tipis, seolah menemukan seseorang yang seharusnya berada di pihaknya, eh...tapi ternyata tidak.

“Juwita... kamu lucu.”

Juwita mengernyit. “Lucu?”

“Iya. Kamu takut suamimu direbut perempuan lain?” Asri tersenyum kecil. “Padahal dulu kamu sendiri yang merebut Andika dariku.”

“Jangan mulai, Mbak. Aku kesini bukan untuk cari ribut."

“Aku bahkan belum mulai.” Nada suara Asri tetap tenang, justru itu yang membuat perkataannya terasa semakin menusuk. “Seharusnya kamu tidak perlu takut, Juwita. Bukankah dulu kamu sudah tahu bagaimana rasanya menjadi perempuan yang mendapatkan suami orang?”

Juwita mengepalkan tangan.

Asri bisa melihat perubahan ekspresi itu. Dan entah kenapa, ia justru menikmatinya. Ia ingin Juwita merasakan sedikit saja dari luka yang pernah ia telan sendirian.

“Dulu kamu ingin merasakan jadi aku. Kamu ingin merasakan hidup mewah seperti yang aku miliki.” Asri tertawa kecil tanpa humor. “Kamu ingin merasakan punya suami seperti suamiku." Tatapannya semakin tajam. “Dan akhirnya kamu mendapatkan semuanya.”

Juwita menatapnya dengan kesal.

"Harusnya kamu bersyukur Juwita." Asri tersenyum. “Karena Tuhan terlalu baik. Dia sedang memberimu kesempatan sekali lagi untuk merasakan menjadi aku."

Juwita terdiam.

“Sekarang rasakan bagaimana rasanya ketika suamimu direbut perempuan lain.”

“Cukup, Mbak!” Suara Juwita meninggi.

Namun Asri justru semakin tenang. “Kenapa marah?” Ia menatap Juwita lurus-lurus. “Dulu ketika aku menangis karena Andika memilihmu, apakah kamu pernah memikirkan perasaanku?”

Juwita tak mampu menjawab.

“Dulu ketika aku harus melihat suamiku membagi hidupnya dengan perempuan lain, apakah kamu pernah merasa kasihan kepadaku?” Asri menarik napas panjang. “Tidak, kan? “Jadi, nikmati saja. Jangan pernah berharap kita berada dalam satu kubu. Bahkan saat Andika menikah lagi, kita tidak akan pernah berada dalam kubu yang sama."

Tatapannya tak lagi sekadar dingin, tetapi penuh kepuasan karena akhirnya perempuan yang dulu melukainya kini merasakan ketakutan yang sama.

1
Asih Rahmadhani Bohara
padahal udh dksh peringatan sama Jena.. tetap aja ngulah
novel destiny
keluarga emak nya jena julid nya kaya si Juwita 🤣🤣
Hani Ekawati
Ga usah berlebihan muji nya Bud, aku kok jadi ngeri klo cowok yang mulutnya manis 😂
Hani Ekawati
Awas kamu Bud ga usah pinter gombal, klo cowok pinter gombal aku jadi inget si aki Andre 😂
lyani
bener Jen jangan diem aja..lawan mulut julid....kl perlu sini saya tambah sandal
Hani Ekawati
Bagus Jen, lawan aja mulut nyinyir nya si Cindy. 😂
Hani Ekawati
Ini si Cindy punya mulut nyinyir banget julid banget, kudu disemprot sama kamu Jen biar mulutnya bisa diem.
Hani Ekawati
Heh mau tukang roti bakar atau tukang apa pun yang penting kerjaan nya halal dan yang penting bukan suami orang !!!
Situ julid banget jadi orang🙄
ryuka
selalu,ada yg kaya gitu jen di keluarga besar.. ngomongin orang seakan dia yg paling bagus
lyani
kesian deh gagal Dion berarti gagal jg kamu menguasai harta y ju
Eonnie Nurul
biasa hidup ya gitu belum nikah di tanya kapan nikah , sudah nikah kapan punya anak , kapan mantu , segitunya orang gak punya kerjaan ngurus orang lain padahal sudah tua ( dalam hati kapan kamu menghadap ilahi ) 🤭
Rahmawati
kasian bocah bau kencur kecewa karna jena tetep nikah sama budi😂
vj'z tri
aku suka huru hara /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ serangggggg
jumirah slavina
padahal barusan dia mode Singa lo Bud., senggol bac0k

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
hidup sombong🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
pinter nak udah di brifing dulu ternyata /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
enungdedy
gak tau knp klo baca cerita dri author tuh kyak gmn ya..gk lebay penulisannya
lebih ke cerita dam bhasa sehari2 kita gtu..jdi yg baca tuh kyak ikut mssuk kedlm cerita langsung....pokoknya suka bgt sm cerita2 kak yutantia🥰
yutantia 10: Makasih kakak
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ alam mendukung
vj'z tri
punya mata oi punya mata mata masih normal ya ada suara tengok terus liat dah masa gitu ajj gak tahu onah onah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
jumirah slavina
b o h o n g g g !!!

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!