Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesona Della
Mengabaikan nasib buruk yang akan menimpa mereka, Kayden melangkah lebar menuju area parkir dengan senyum puas. Saat melangkah, ia melihat Leon yang terikat di pohon dengan tubuh telanjang.
Kayden berhenti sejenak, berdiri di antara orang-orang yang menyaksikan pemandangan itu. Dalam hati Kayden merasa cukup senang pada apa yang telah dilakukan oleh delapan pria tadi. Pekerjaan mereka lumayan juga, tapi Kayden tidak akan pernah menganggap mereka apa pun. Dia bahkan tidak mau peduli pada manusia penjilat seperti itu. Tiba-tiba ia langsung merasa jijik.
Di sana, Leon menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju padanya. Namun, tak seorang pun tertarik menyelamatkannya, bahkan ada yang menertawakan penderitaannya. Padahal selama ini ia dipuji berkat kekayaan keluarganya. Itulah manusia, hanya akan disukai jika belum terjatuh saja.
Tentu saja, itu pasti sangat memalukan. Jika Leon punya kesempatan, ia akan langsung mengubur dirinya dalam-dalam, tak ingin dilihat siapa pun lagi. Kemungkinan besar ia akan meninggalkan negara ini, tinggal di negara lain dengan identitas baru. Ia akan melupakan semua kenangan di Kota Corholt.
"Aku harap dia kembali balas dendam kepadaku sebelum melakukan itu sehingga aku bisa mendapatkan lebih banyak uang!" kata Kayden sambil tersenyum puas.
Ketika Kayden tiba di area parkir, Della sudah menunggunya di sana. Ia berdiri tepat di samping mobil dengan senyum cerah.
Ketika Kayden mendekatinya, dia langsung berkata, "Seperti yang diharapkan dari anggota Keluarga Malvin, kamu benar-benar pria yang hebat! Aku tidak tahu bagaimana kamu melakukannya, tetapi kamu berhasil mempermalukan Leon dengan sangat buruk. Foto itu bahkan sudah tersebar di seluruh media daring kampus, dan aku yakin tidak ada satu orang pun di Universitas Corholt yang tidak tahu tentang masalah ini.
Kayden menjawab dengan nada acuh tak acuh, mengganti topik, "Pekerjaanmu sudah selesai. Aku akan mengirimkan uangnya setelah ini. Kamu boleh pergi sekarang."
Setelah mengatakan itu tanpa melihat wajah Della, Kayden membuka pintu mobilnya.
Namun, Della tiba-tiba menyentuh tangannya, menghentikan Kayden. Della tersenyum sambil menjawab, "Aku menyukaimu, Kayden. Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan untuk lebih dekat denganmu? Aku yakin aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku."
Kayden mengerutkan kening, "Beri aku alasan bagus mengapa aku harus memberimu kesempatan?"
Senyum Della semakin lebar saat ia menjawab, "Aku akan melakukan apa pun yang kamu mau! Aku akan selalu mendukungmu, apa pun yang terjadi!"
Kayden bisa merasakan kejujuran dan keseriusan dalam kata-kata Della. Seolah-olah ia akan benar-benar melakukan apa pun yang diminta Kayden, bahkan jika Kayden memintanya untuk melompat dari tebing.
Hal ini membuat Kayden tertarik. Meskipun Kayden belum menemukan kegunaan Della sejauh ini, setidaknya Della siap digunakan kapan saja. Dia mungkin berguna di masa depan!
Karena itu, Kayden berkata, "Masuklah. Aku akan mengantarmu pulang. Aku akan menghubungimu lagi saat aku membutuhkan bantuanmu."
Mendengar itu, Della sangat senang. Ia langsung masuk ke mobil dan duduk dengan senyum hangat.
Entah kenapa, ia semakin tertarik pada Kayden. Kayden adalah pria yang misterius dan menarik.
Lagipula, dia kaya. Hal ini membuat Della ingin mengenal Kayden lebih baik. Dan, sejujurnya, dia punya ide untuk mewujudkannya.
Saat Kayden memasuki mobil, Della berkata dengan senyum genit, "Akan merepotkan jika kamu menunggu terlalu lama sampai aku tiba, atau harus menjemputku. Jadi, bagaimana kalau aku menginap di rumahmu? Aku bisa datang kapan pun kamu mau, tanpa kamu harus menunggu terlalu lama.”
Kayden dengan tegas menjawab, "TIDAK!"
Della langsung menunjukkan ekspresi kecewa, "Ayolah, aku tidak akan mencuri apa pun dari rumahmu! Aku hanya butuh kamar! Ah, tentu saja dengan fasilitas lengkap!”
"Tidak! Aku lebih suka jemput kamu 100 kilometer jauhnya daripada kamu tinggal di rumahku!" jawab Kayden dengan ekspresi kesal. Dia tidak menyangka Della bakal se-agresif ini. Sungguh, kalau sudah menemukan mangsa, cewek-cewek bakal melakukan apa aja untuk mendapatkan mereka!
Mendengar jawaban Kayden, Della menunjukkan ekspresi menyedihkan, "Aku bisa masak, aku bisa kerja rumah. Percayalah, aku bukan beban seperti yang kamu kira! Aku wanita yang rajin! Aku tidak akan pernah merepotkanmu!"
"Aku punya banyak uang! Aku bisa menyewa koki dan pelayan terbaik untuk melakukan semua yang kamu bisa. Aku tidak butuh kamu melakukan semua itu."
Saat itu, mata Della mulai berkaca-kaca. Ia berkata dengan bibir gemetar, "Beri aku kesempatan, Kayden. Aku ingin tinggal di rumahmu!"
Melihat Della yang mulai menangis, Kayden mendesah tak berdaya. Wanita ini sungguh tak bisa dihentikan.
Oleh karena itu, Kayden tidak punya pilihan selain menerima tawaran Della, "Baiklah, kamu bisa tinggal di rumahku."
Wajah Della langsung berseri-seri mendengar itu. Air matanya tiba-tiba mengering, seolah tak pernah ada sebelumnya, "Benarkah? Terima kasih, Kayden! Kamu memang yang terbaik!"
Kayden buru-buru menjawab, "Tapi, kamu harus ingat bahwa kamu tidak boleh melakukan hal-hal buruk di rumahku. Seperti mabuk, memakai narkoba, apalagi mencuri! Aku akan mematahkan kedua tanganmu kalau kamu melakukan salah satunya!"
Della mengangguk setuju tanpa protes. Sejujurnya, dia tidak berniat melakukan tiga hal yang disebutkan Kayden. Dia punya tujuan lain yang lebih penting!
"Tidak masalah. Aku janji tidak akan melakukan satu pun!"
"Sangat bagus!"
Kemudian, mereka meninggalkan Universitas Corholt dan menuju Mountainview Real Estate.
Ketika mereka memasuki area Mountainview Real Estate, Della tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Ini pertama kalinya ia memasuki area ini, dan ia harus mengakui bahwa area ini memang layak menjadi salah satu kawasan hunian terbaik di Corholt City. Rumah-rumah di sini sungguh luar biasa, seolah-olah berasal dari dunia yang berbeda.
Namun, ada sesuatu yang membuat Della penasaran. Mengapa Kayden tinggal di sini? Bukankah Keluarga Malvin tempat tinggalnya bukan di sini? Lokasinya di sudut Kota Corholt.
Hal ini membuat Della tidak dapat menahan diri untuk bertanya, "Mengapa kamu tinggal di sini dan tidak di kediaman Keluarga Malvin, Kayden?"
"Itu karena aku anak terlantar. Aku tidak diinginkan oleh Keluarga Malvin," balas Kayden cepat. Saat mengatakannya, jejak kebencian terlihat jelas di matanya.
Mendengar itu, Della terkejut. Bahkan ketika dia anak terlantar, dia masih punya kekayaan sebanyak ini?!
Menyadari apa yang dipikirkan Della, Kayden segera menambahkan, "Jangan salah paham. Aku tidak mendapatkan semua kekayaan ini dari Keluarga Malvin. Aku mendapatkannya dari kemampuanku sendiri. Keluarga Malvin tidak sebaik yang kamu kira. Mereka bahkan tidak memberiku satu sen pun!"
Della hanya diam saja dan tidak memberikan respons lebih lanjut. Melihat reaksi Kayden, sepertinya hubungannya dengan Keluarga Malvin sangat buruk. Ada masalah besar di antara mereka berdua.
Menyadari Kayden tidak mau menceritakannya, Della tidak melanjutkan dan hanya diam. Ini masalah keluarga, dan Della tahu ia tidak pantas mengetahuinya.