Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 Tingkah Alvino Aneh.
Alvino yang berada di dalam mobil duduk di kursi belakang, dengan sikunya bersandar pada pintu mobil sembari memijat kepalanya.
"Apa-apaan kau Alvino? kau takut padanya, sampai-sampai kau tidak berani berkutik di depannya, heh! kau adalah pria gagah, bisa-bisanya kau takut pada wanita itu," ucap Alvino berbicara sendiri saat menyadari kebodohan dan kecanduannya ketika berada di dalam ruang perawatan yang berusaha untuk menuruti keinginan Kelly yang bertolak belakang dengan Kyarra.
"Mana mungkin aku takut pada wanita itu, itu adalah anak kandungku, darah dagingku sendiri dan sementara dia hanya seorang tante yang memiliki keponakan, sudah pasti aku lebih berhak dan kenapa juga aku harus takut padanya!"
"Lalu kenapa tadi aku diam saja dan tidak mencoba untuk sedikit memaksa, agar peranmu lebih tinggi di atasnya, tapi aku seolah-olah bersikap takut kepadanya dan semua itu disaksikan oleh Kelly!"
Alvino merasa harga dirinya benar-benar jatuh dengan apa yang terjadi barusan dan padahal Kyarra tidak berbicara apapun hanya menatap saja, Alvino saja yang berlebihan dan langsung jatuh mental.
"Aaaaa!" Alvino tiba-tiba saja kaget dengan berteriak saat menoleh ke sebelahnya dan ternyata sudah ada Alex di sana.
"Alex kau!" suara nafasnya terdengar tidak stabil seperti melihat setan.
"Maaf pak," ucap Alex.
"Kamu ngapain di sini tiba-tiba?" tanya Alvino.
"Saya bukan tiba-tiba berada di sini dan memang sejak tadi sudah berada di sini, apa bapak tidak menyadari keberadaan saya?" tanyanya melihat tingkah atasannya itu benar-benar aneh.
"Apa!"
"Astaga!" Alvino mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya.
"Kamu lupakan saja yang telah kamu dengarkan!" tegas Alvino sudah pasti merasa malu.
Sudah jelas Alex mendengar semua umpatan hatinya kepada istrinya, karena Alex sejak tadi sudah berada di sebelahnya tanpa disadari Alvino.
******
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Alvino kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi putrinya.
Alvino memasuki ruang perawatan itu dan ternyata Kelly sudah tertidur dan seperti biasa Kyarra tidak pernah meninggalkannya yang duduk di samping Kelly yang juga tertidur dengan posisi duduk dan wajahnya ditumpukan pada ranjang dengan tangannya yang masih menggenggam Kelly.
Alvino menutup dengan pelan pintu ruangan itu agar tidak mengganggu tidur kedua wanita itu.
Alvino mengambil lipatan selimut yang ada di sofa, kemudian menyelimuti Kyarra agar tidurnya mungkin lebih nyenyak dan tidak kedinginan, entahlah kenapa tiba-tiba dia harus melakukan hal spontan itu
Mungkin Alvino menyadari bahwa wanita yang selalu dimarahinya itu adalah orang yang selalu mendampingi putrinya tanpa mengenal lelah dan padahal Kyarra itu sangat sibuk dengan pendidikannya.
Kyarra sedikit bergerak-gerak, Alvino menyadari hal itu dan tiba-tiba saja dia malah berlari memasuki kamar mandi.
"Hmmmmm...." Kyarra yang mengangkat kepala, terbangun dari tidurnya dengan menguap dan menyadari bahwa ada selimut yang menutup tubuhnya membuatnya bingung.
"Kenapa bisa ada di sini," ucapnya mengingat bahwa sebelumnya dia tidak memakai selimut.
Sementara Alvino yang berada di dalam kamar mandi bersandar di balik pintu.
"Apa yang barusan kau lakukan Alvino? kenapa kau tiba-tiba berlari?" tanyanya bingung sendiri dengan tingkahnya.
"Alvino kau benar-benar gila!" ucap Alvino merasa harga dirinya sudah benar-benar hilang, image tegas dan berwibawa seakan-akan sudah tidak ada lagi karena Kyarra.
Alvino tidak mungkin membiarkan dirinya seperti itu dan membuatnya langsung keluar dari kamar mandi.
"Kakak sudah pulang kerja?" tanya Kyarra.
"Ya, baru saja pulang," jawab Alvino berusaha cuek.
"Hmmmm, lalu....." Kyarra memegang selimut yang dipakaikan kepadanya.
"Apa? kamu berpikiran bahwa saya menyelimuti kamu?" Alvino menebak apa yang ingin ditanya Kyarra.
"Heh Kyarra, kamu jangan terlalu percaya diri, bukankah barusan saya mengatakan bahwa saya baru saja pulang, langsung ke toilet, Saya juga tidak tahu kamu memakai atau tidak," sahut Alvino langsung klarifikasi karena benar-benar gengsi jika sampai Kyarra yang menyelimuti dirinya.
"Tapi, Kyarra tidak membicarakan apapun dan bahkan tidak membicarakan tentang selimut," ucap Kyarra bingung sendiri melihat tingkah Alvino.
"Ya saya juga tidak membicarakan itu, kamu baru bangun tidur jadi kamu seperti orang linglung," ucap Alvino salah tingkah dan apa yang dia katakan sudah tidak masuk akal Kyarra semakin bingung.
Untuk mencairkan suasana dan menenangkan Alvino. Alvino memilih membuka jasnya berjalan menuju sofa dan sementara Kyarra geleng-geleng kepala yang tidak mengerti sampai saat ini.
"Hmmmm, kak....."
"Apa lagi?" Alvino sudah menyambar dengan tidak suka.
"Kenapa sih marah-marah terus," sahut Kyarra.
"Kalau kamu ingin bertanya atau ingin mengatakan sesuatu langsung saja dikatakan jangan basa-basi, saya tidak suka basa-basi!" tegas Alvino.
"Kyarra hanya ingin mengatakan bahwa tadi dokter datang menemui Kyarra, beliau mengatakan kondisi Kelly sudah jauh lebih baik dan kemungkinan besok sudah bisa pulang," ucap Kyarra.
"Syukurlah kalau begitu," sahut Alvino menanggapi dengan reaksi biasa saja.
"Hmmmmm, sebaiknya pulang kembali ke apartemen," ucap Kyarra tampak berhati-hati berbicara membuat Alvino melihat ke arahnya.
"Kamu menyuruh saya untuk membawa kamu dan Kelly kembali ke apartemen dan tidak tinggal di rumah orang tua saya?" tanya Alvino.
"Saya hanya takut kejadian kemarin terulang lagi, bukankah ini adalah masalah serius. Tante Lina selalu menganggap bahwa saya paling benar dan apapun yang saya katakan menjadi bahan pertama dan seolah-olah ingin bersaing dengan saya, tetapi pada akhirnya Kelly yang mengalami masalah pada pencernaannya dan saya takut kejadian ini terulang kembali," ucap Kyarra memberi alasannya dengan berbicara baik-baik pada Alvino.
"Kalau memang jarak rumah terlalu jauh dari apartemen ke tempat proyek yang Kakak tangani saat ini, bukankah bisa mencari tempat tinggal yang lebih dekat dibandingkan harus tinggal satu rumah dengan keluarga Kakak," ucap Kyarra secara tidak langsung menyampaikan bahwa dia tidak nyaman tinggal bersama dengan keluarga Alvino yang menganggap dirinya adalah saingan.
"Baiklah, saya akan mencarikan hotel sementara untuk tinggal di dekat proyek saya," sahut Alvino dan ternyata setuju tanpa banyak protes.
"Alhmdulillah," sahut Kyarra merasa lega dan dengan begitu dia bisa kembali mengatur pola makan Kelly agar tidak sembarangan.
******
"Apa kamu bilang!" Lina bersama dengan Alvino, Heri dan Nenek yang ada di ruang tamu di kediaman Alvino.
"Aku akan membawa Kelly dan Kyarra pulang setelah Kelly keluar dari rumah sakit," jawab Alvino mengulangi sekali lagi pernyataannya.
"Alvino sudah bagus Kelly tinggal di rumah ini dan kamu malah ingin memisahkan Mama dari Kelly. Kamu menuruti permintaan wanita itu hah," protes Lina
"Tetapi kejadian yang menimpa Kelly sudah menjadi pelajaran besar dan aku tidak ingin mengambil resiko apapun. Jadi apa yang dikatakan Kyarra ada benarnya dan aku melakukan semua ini untuk kesehatan Kelly!" tegas Alvino.
"Ini kelemahan kamu Alvino, sangat mudah terbawa suasana pada wanita, bukan hanya wanita sebelum-sebelumnya dan bahkan Melani istri kamu sendiri yang menipu kamu, tetapi lihatlah sebentar lagi kamu juga akan terperangkap oleh wanita itu, apa kamu tidak bisa belajar dari kesalahan kamu untuk lebih cerdas sedikitpun hah!" ucap Lina.
"Ini tidak ada kaitannya dengan siapapun dan aku melakukan semua ini hanya untuk Kelly!" tegas Alvino tidak akan ada yang bisa mengubah keputusannya.
Bersambung.....