Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6: The God Who Watches Me
Langkah kaki Ophelia terdengar terburu-buru menyusuri koridor batu menuju Asrama Biarawati Paviliun Timur. Udara malam Kuil Agung Olympus yang dingin menusuk hingga ke tulang, namun rasa dingin itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gejolak panik yang membakar dadanya saat ini.
Unknown God.
Satu-satunya entitas di antara jajaran dewa-dewi absurd itu yang tidak memiliki nama jelas, tidak pernah berteriak tentang senjata atau gaun, dan hampir selalu berdiam diri di balik kegelapan sistem. Namun, dalam satu detik kritis tadi, dewa itu dengan sangat santai memotong sandiwara keputusasaan Ophelia.
‘Nice act.’
Kalimat singkat itu terus berulang di dalam benaknya bak dentang lonceng kematian.
‘Dia tahu,’ batin Ophelia sambil merapatkan kain cadar putihnya yang berkibar tertiup angin malam. ‘Dewa misterius itu sadar sepenuhnya kalau aku bisa melihat layar status dan membaca semua pesan gila mereka selama ini.’
Ophelia mempercepat langkahnya, setengah berlari memutari taman belakang kuil. Tangan kanannya mencengkeram erat genggaman keranjang lilin aromaterapi yang dibawanya. Keringat dingin merembes tipis di pelipisnya.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Tracking Status: LOCKED ON
Observer Count: 7 Gods Active
Unknown God Presence: DIRECT OBSERVATION
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
Layar transparan berwarna keemasan itu masih setia melayang tepat di depan jalannya. Beruntung, jajaran dewa yang lain tampaknya terlalu sibuk berdebat untuk menyadari pesan singkat dari Unknown God.
[GODDESS OF BEAUTY: Anakku kasihan sekali sampai harus bermimpi buruk tentang kawah meteor! Asterion, kau benar-benar tidak punya kelembutan sedikit pun!]
[GOD OF WAR: KENAPA AKU LAGI?! Aku bahkan sudah membatalkan mantra meteorku! Tanya saja pada Athenaia!]
[GODDESS OF WISDOM: Asterion baru saja menyimpan kembali batu meteoritnya ke dalam dimensi ilahi. Situasi sudah aman, Ophelia.]
[GOD OF FORTUNE: Ya, ya, syukurlah anggaran perbaikan kuil tidak melayang. Sekarang, bisakah seseorang membantuku menghitung pajak persembahan dari Wilayah Utara?]
[GOD OF KNOWLEDGE: Berdasarkan kalkulasi pergerakan target, Ophelia akan sampai di kamar asramanya dalam waktu 2 menit 14 detik.]
Ophelia menarik napas lega secara tersembunyi. Setidaknya dewa-dewi yang berisik itu termakan oleh akting kelelahannya. Namun, tatkala mata birunya menyapu sudut bawah layar, sebuah jendela teks terpisah—berwarna hitam keperakan yang elegan—mendadak muncul menutupi pesan-pesan lainnya.
Jendela teks pribadi. Sebuah fitur sistem yang belum pernah muncul sebelumnya.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[PRIVATE MESSAGE FROM UNKNOWN GOD]
Sender: UNKNOWN GOD
To: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Status: Encrypted (Hidden from other Gods)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[UNKNOWN GOD: ...You don't have to be scared of me.]
Jantung Ophelia serasa berhenti berdetak saat itu juga. Langkah kakinya terhenti secara mendadak di dekat pintu belakang asrama yang sepi.
‘Pesan pribadi?!’ jerit Ophelia dalam hatinya. ‘Bagaimana bisa ada fitur seperti ini?! Dan kenapa dia menyembunyikannya dari dewa-dewi yang lain?!’
Ophelia mengedarkan pandangan ke sekeliling lorong yang remang-remang, diapit oleh pilar-pilar batu megah dan lentera minyak yang menyala redup. Tidak ada seorang pun di sana. Hanya ada hembusan angin malam dan bayangan pepohonan yang bergoyang pelan.
"Siapa kau sebenarnya...?" bisik Ophelia sangat pelan, hampir berupa desahan napas yang nyaris tak terdengar oleh telinga manusia biasa.
Ia sengaja tidak menyuarakannya dengan keras, berharap dugaannya salah dan teks itu hanyalah kebetulan mekanik sistem yang rusak. Namun, jendela hitam keperakan itu berkedip perlahan, seolah-olah sang pemilik di seberang sana sedang mengetik balasan.
[UNKNOWN GOD: ...I am the one who watches over you.]
[UNKNOWN GOD: ...Long before the Divine Screen appeared, long before you wore that white veil.]
Mata biru Ophelia menyipit tajam di balik kain putihnya. Jawaban yang puitis dan misterius itu bukannya memberikan ketenangan, justru makin memicu rasa curiga dalam dirinya. Sebagai seorang gadis yang dibesarkan di lingkungan kuil yang dipenuhi intrik politik dan dogma agama, Ophelia sangat tahu bahwa hal-hal misterius biasanya membawa bahaya paling besar.
‘Menjagaku?’ batin Ophelia sinis. ‘Menjaga seseorang dengan cara membiarkan puluhan dewa lain menjadikannya tontonan komedi setiap hari? Sungguh bentuk perlindungan yang sangat mulia.’
Ia tidak mengharapkan respons dari sindiran batinnya itu. Namun, teks hitam di layar kembali berubah.
[UNKNOWN GOD: ...They don't know who you really are.]
[UNKNOWN GOD: ...The Grand Pope doesn't know. The Imperial Swordmaster doesn't know. Even Oracle Evelina cannot see your true fate.]
[UNKNOWN GOD: ...But I know.]
Ophelia membeku. Rasa dingin yang menjalar di punggungnya kali ini jauh lebih membekukan daripada sihir Grand Duke Adrian.
Identitas aslinya. Rahasia darah keturunan House of Ceolum yang telah lama dihapus dari catatan sejarah kuil. Rahasia Divine Core di dalam dadanya yang tertidur lelap. Bagaimana mungkin seorang dewa yang bahkan tidak memiliki nama resmi di altar Olympus mengetahui semua hal tersebut?
"Apa maumu dariku?" bisik Ophelia lagi, kali ini nada suaranya terdengar lebih dingin dan tegas, menanggalkan aura biarawati penurut yang biasa ia tunjukkan.
Jendela pesan pribadi itu terdiam sejenak. Tulisan keperakan di atasnya meredup perlahan, sebelum akhirnya satu baris kalimat terakhir muncul.
[UNKNOWN GOD: ...Live.]
[UNKNOWN GOD: ...Do not let Lucasta take what belongs to you.]
[UNKNOWN GOD: ...And keep hiding that face. It's too dangerous for this fragile world.]
BZZZZT!
Jendela pesan pribadi berwarna hitam keperakan itu mendadak lenyap tanpa bekas, terurai menjadi partikel cahaya redup yang menyatu kembali dengan layar utama sistem.
[GODDESS OF LOVE: Eh? Kenapa layar sistem sempat berkedip sebentar tadi? Orpheon, apakah ada gangguan jaringan ilahi?]
[GOD OF KNOWLEDGE: Melakukan pemindaian... Tidak ditemukan anomali data. Hanya fluktuasi energi biasa dari lapisan atmosfer Olympus.]
[GOD OF WAR: Sudah kuduga! Sistem ini memang sering rusak! Hei, anak kecil bercadar, cepat masuk ke kamarmu dan tidur! Aku harus bersiap untuk latihan pedang besok pagi!]
Ophelia menatap layar utama yang kembali dipenuhi celotehan absurd Asterion dan Elara dengan perasaan yang sangat campur aduk.
Nama yang disebutkan oleh Unknown God tadi terus terngiang di kepalanya.
Lucasta.
Lucasta Victoria Belladonna. The Crimson Archbishop.
Salah satu tokoh paling berpengaruh di Kuil Agung yang terkenal sangat ambisius dan memiliki kekuatan sihir ilahi yang menyimpang. Mengapa dewa misterius itu secara spesifik memperingatkannya tentang sang Archbishop? Apakah konspirasi kuil yang selama ini hanya ia dengar sebagai desas-desus burung sudah mulai bergerak mendekatinya?
Ophelia mengepalkan tangannya rapat-rapat. Rasa lelah yang menghimpit tubuhnya seolah sirna, berganti dengan kewaspadaan yang tinggi.
"Satu masalah selesai, masalah yang lebih besar justru bermunculan," gumam Ophelia sambil menggelengkan kepalanya pasrah. Humor deadpan-nya kembali menguasai kesadarannya. "Dewa perang yang suka melempar meteor, dewi kecantikan yang obsesif, paus yang terlalu jeli, ksatria pemburu, grand duke es, dan sekarang... dewa misterius yang bersikap seperti penguntit rahasia."
Ia mendesah panjang, merapatkan keranjang lilinnya, lalu memutar gagang pintu kayu asrama biarawati.
"Tuhan..." bisik Ophelia lirih saat melangkah masuk ke dalam koridor asramanya yang hangat dan tenang. "Jika kau benar-benar ada di atas sana dan sedang mendengarkanku... tolong beri aku gaji tambahan untuk pekerjaan berpura-pura gila ini."
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Daily Mission: Survived the Gods (COMPLETED)
Reward: [100% Increase in Mental Fortitude]
Current Status: Going to Sleep
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[UNKNOWN GOD: ...Good night, Ophelia.]
Ophelia menutup pintu kamarnya rapat-rapat, memadamkan lilin, dan langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal, berpura-pura tidak melihat baris kalimat terakhir yang melayang di kegelapan malam.
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗