Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Kelompok pembunuh Nomor Satu di seluruh Benua Hitam.

"Mohon tunjukkan identitasnya Tuan...!"

Penjaga gerbang kota beiping tiba-tiba mengubah suaranya menjadi lembut setelah mengetahui kekuatan pemuda yg ikut mengantri memasuki kota tersebut. Mereka yakin dari jubah yg di kenakan pemuda itu sepertinya bukanlah pemuda sembarangan.

Sebelum tiba di pintu gerbang kota beiping pemuda itu sudah melepas topeng emasnya, untuk menyamarkan identitasnya, pemuda itu memakai topeng emasnya ketika saat beraksi saja. Dia menunjukkan lencana tetua sebuah sekte kecil yang di hancurkannya, membuat para penjaga gerbang seketika membungkuk dan memberikan rasa hormat. Pemuda tersebut mengambil lencana dari salah satu mayat aliran putih yang di bunuhnya.

"Silahkan masuk Tuan."

Para penjaga gerbang kota beiping tersebut mempersilahkan pemuda itu masuk sambil menjelaskan letak penginapan, toko penjual senjata, dan toko herbal. Mereka juga tidak lupa menjelaskan letak rumah Penguasa Kota serta para pengawalnya. Mereka menjelaskan secara suka rela setelah mendapatkan 3 koin emas, padahal biaya masuk ke kota itu hanya 3 koin perak, karena alasan itulah para penjaga sedikit menjelaskan tentang kota beiping

'Tidak banyak berubah.' gumam pemuda tersebut sambil melihat-lihat keberbagai sudut kota.

Walaupun sudah puluhan tahun berlalu tapi kota beiping tidak banyak perubahan, dulu sebelum Klan pemuda itu hancur dia bersama anggota klannya pernah sekali berkunjung ke kota beiping untuk membeli herbal keperluannya klannya.

Setelah menemukan warung makan pemuda tersebut memasukinya lalu mencari tempat duduk yg kosong. Kebetulan di sudut lantai bawah ada tempat duduk yang kosong. Meja makan itu hanya di isi oleh seorang pemuda.

"Hei anak muda, siapa namamu...?" Bentak pemuda misterius bertopeng emas kepada pemuda yg duduk di di seberang meja dengan tatapan tajam. Pemuda yang menikmati makanan itu tiba-tiba tersentak kaget.

"Anu tuan, eh, Yang Shen tuan."

Pemuda tersebut menjawab secara reflek lalu menutup mulutnya, pemuda yang bernama Yang Shen itu tiba tiba ketakutan, wajahnya pucat seputih kertas karena sudah mengungkapkan identitasnya di depan umum secara gamblang.

Yang Shen yg ketakutan memperhatikan pemuda di hadapannya seketika membuat nyalinya bertambah takut hanya melihat jubahnya saja, kakinya juga gemetaran dan membuat meja makan sedikit bergetar.

"Namaku Xuan, kau boleh memanggilku saudara Xuan."

Untuk pertama kalinya pemuda bertopeng emas memperkenalkan dirinya kepada orang lain. Sebenarnya Xuan ingin memeluk Yang Shen tapi dia urungkan setelah mempertimbangkan beberapa hal. Xuan menyadari mental anggota klannya telah hancur, terbukti jelas saat pertama kali dia membentak Yang Shen.

"Tuan Muda, boleh kah saya pergi terlebih dahulu!"

Yang Shen terlihat gelisah di tempat duduknya sambil memohon kepada Xuan untuk pergi dari warung makan tersebut. Apalagi beberapa pasang mata memperhatikannya, sepertinya dia merasa ajalnya telah tiba.

"Tidak perlu buru-buru saudara Shen. Apa yg kamu takutkan? kita nikmatin makanan ini dulu. Aku juga sudah memesan teh tujuh warna, salah satu teh terbaik di wilayah selatan ini. Aku dengar teh ini terbuat dari herbal yang di kumpulkan dari tujuh gunung yang tandus."

Xuan mencoba menenangkan Yang Shen yg terlihat gelisah dan ketakutan, dia tau apa yg di pikirkan pemuda di hadapannya. Mereka yg berada di warung makan tersebut paling tinggi kultivasinya berada di tingkat prajurit, bahkan sebagian kultivasi mereka hanya di tingkat pembentukan tubuh dan pemurnian sum-sum.

Xuan yg terganggu dengan keributan yg terjadi langsung mengeluarkan aura spritual dari tubuhnya, bahkan warung makan tersebut bergetar seakan mau runtuh. Seketika warung makan itu tiba-tiba hening dan tidak ada lagi suara. Para pelayan warung makan tersebut pun sudah terlebih dahulu tertidur sebelum waktunya.

"Bagaimana menurutmu saudara shen, apakah sudah lebih baik?" Xuan bertanya untuk memecah keheningan diantara mereka berdua.

"Su .... Su .. Sudah Tuan Muda. " jawab Yang Shen sambil terbata bata.

Yang Shen merasa lega setelah melihat kejadian itu, tadinya dia berpikir ajalnya telah tiba. Dia mengucapkan terimakasih berkali kali kepada dewa atas kejadian hari ini, tentunya dia mengucapkan dalam hatinya saja. Dia sadar pemuda di hadapannya bukanlah pemuda sembarangan, terbukti dengan auranya saja bahkan kultivator tingkat prajurit pun ikut tertidur sebelum waktunya.

"Tuan Muda. Apakah saya boleh mengikuti anda? Apapun saya lakukan yg penting anda memberikan perlindungan kepada saya, mulai sekarang nyawa saya milik anda!"

Yang Shen berpikir inilah saatnya dia mencari perlindungan, dia sudah tidak kuat lagi. Mentalnya terus menurun setiap hari akibat ketakutan dan kelelahan karena terus menerus bersembunyi selama puluhan tahun.

" Apakah kamu yakin atas keputusanmu?"

Xuan balik bertanya, dia ingin memastikan sekali lagi bahwa dia tidak salah dengar. Sebenarnya dia bahagia sekali, mungkin inilah awalnya dia mengumpulkan kembali anggota klannya yg masih tersisa dan terus bersembunyi di luaran sana dari musuh mereka.

"Saya yakin Tuan Muda, keputusan saya sudah bulat."Jawab Yang Shen tanpa keraguan sedikit pun. Dia bertaruh kali ini dengan nyawanya.

"Baiklah. Persiapkan dirimu. Besok kita akan menuju lembah misterius tempat sekte angin selatan. Sekarang ayo kita ke penginapan. Aku ada tugas malam ini yang harus aku selesaikan. Kamu beristirahatlah terlebih dulu."

Xuan memberikan instruksi agar Yang Shen memesan dua kamar penginapan bunga mekar, dan menyuruhnya beristirahat terlebih dahulu. Ada sedikit masalah yang mengganjal dalam hatinya, kenapa Yang Shen tidak mengenalnya? Apakah ada perubahan yang signifikan dalam tubuhnya? dia pun bertanya tanya, dia bahkan lupa setelah puluhan tahun latihan dan dia tidak pernah bercermin atas perubahan tubuhnya.

"Baik Tuan Muda, saya akan memesan kamar khusus, saya pamit terlebih dahulu," Jawab Yang Shen sambil melangkah pergi mencari penginapan bunga mekar setelah menerima sekantong koin emas. Dia ingin bertanya kepada Xuan, untuk apa mereka ke lembah misterius? Hal ini membuat dirinya kembali ketakutan.

'Apakah keputusanku ini salah, apakah Tuan Muda Xuan ingin menghancurkan sekte angin selatan?"

Berbagai pertanyaan muncul begitu saja di kepala Yang Shen, dia menjadi ragu antara mengikuti Xuan atau melarikan diri. Tapi seorang kultivator tidak akan mengingkari janji yang telah dia ucapkan.

"Apapun keputusanku hari ini, aku tidak pernah menyesalinya." Yang Shen menggelengkan kepalanya sambil berlalu.

_____

Kekaisaran Tengah (Kekaisaran Pusat) Lembah Tengkorak Hitam

_____

"Apakah sudah ada informasi yang kalian ketahui mengenai tetua Da Tu?"

Pria berjanggut putih yang di panggil Ketua kelompok tersebut menatap tajam para bawahannya. Dia ingin mengetahui secepatnya masalah apa yg terjadi selama ini, mereka tidak pernah mendapat masalah besar.

"Kelompok pengintai sudah tiba ketua, mereka membawa kabar bahwa Tetua Da Tu benar-benar sudah tewas bahkan kepalanya tidak di temukan."

Jawab salah satu tetua pengumpul informasi di antara puluhan tetua di aula pertemuan. Tetua itu juga menjelaskan sesuai apa yang bawahannya temukan di lokasi kejadian. Tetua itu juga menjelaskan setiap kehancuran sekte atau kelompok tertentu pelakunya seorang kultivator bertopeng emas, tapi mereka belum mengetahui wajah kultivator misterius itu dengan jelas.

"Tidak mungkin! Kekaisaran wilayah selatan sangat lemah, aku yakin pelakunya bukan pihak ke kekaisaran. Si tua bangka itu bahkan masih di tingkat raja, paling tinggi tingkat kaisar tahap awal. Bagaimana mungkin dia bisa membunuh tetua Da Tu yang berada satu tingkat di atasnya, bahkan sekarang tetua Da Tu sudah di tingkat kaisar tahap puncak." Ketua kelompok tersebut menjawab sambil menggelengkan kepalanya.

Ketua kelompok tersebut yakin kultivator tingkat mistis tidak akan ada di wilayah selatan benua tengah. Apalagi wilayah selatan adalah salah satu wilayah paling lemah dan paling tandus di Benua Hitam(Benua Terkutuk)

Untuk membunuh kultivator tingkat kaisar tahap puncak tentunya harus menyewa pembunuh bayaran yang lebih tinggi yang berada di tingkat mistis. Lagi pula dengan ribuan anggota kelompok tersebut tidak lah mudah membunuh ketua kelompok cabang wilayah selatan yaitu Da Tu.

"Sepertinya pelakunya masih muda ketua, dan pelakunya bukan si tua bangka itu. Menurut penjelasan anggota saya, mereka sudah mempertimbangkan banyak hal setelah melihat postur tubuhnya, tapi meraka tidak bisa melihat wajahnya karena selalu tertutupi topeng emas. Sepertinya topeng itu juga adalah pusaka karena bisa menyamarkan wajah pemakainya." jawab ketua pengumpul informasi dengan tegas.

Dia yakin bawahan elitnya tidak pernah salah dalam penyampaian informasi kepadanya, tidak mungkin mereka berbohong dalam situasi genting seperti sekarang.

Setiap memperhatikan wajah di balik topeng emas itu, anggota pengintai dari tengkorak hitam hanya melihat wajah yang berubah ubah, terkadang terlihat seperti bayangan-bayangan hitam yg tidak jelas. Dari situ mereka bisa memastikan bahwa topeng emas itu adalah pusaka tingkat tinggi.

"Apakah ketajaman kelompok tengkorak hitam kita sekarang sudah menjadi tumpul, bagaimana bisa kelompok kita di buat kewalahan oleh para sampah itu."

Ketua Tengkorak Hitam akhirnya mendesah dan memijat keningnya, dia bahkan lupa kapan mereka terakhir di buat kewalahan seperti sekarang ini. Apalagi wilayah selatan yang bahkan tidak masuk dalam perhitungan mereka dalam menjalankan misi karena menurut mereka wilayah itu hanyalah sekumpulan sampah.

Untuk mempercepat misi Tengkorak Hitam, kelompok mereka sengaja mengirimkan salah satu tetua terkuat ke wilayah selatan Benua Hitam. Seharusnya Da Tu adalah kultivator terkuat saat ini di wilayah selatan, tapi mengapa dia mati dengan tragis padahal Da Tu memiliki ribuan anggota?

Padahal kelompok mereka sangat terkenal di berbagai bidang, mulai dari pembunuhan, racun, informasi, sabotase, bahkan tabib, alkemis serta cendekiawan pun ada dalam kelompok mereka. Sepanjang sejarah kelompok tersebut belum pernah gagal dalam menjalankan misi. Bahkan kelompok itu sudah berdiri hampir seratus tahun.

Tapi masalah kali ini benar-benar membuat mereka pusing, sudah berulang kali mereka mengadakan pertemuan karena masalah di wilayah selatan Benua Hitam tapi mereka belum bisa memecahkannya.

"Ketua, kita hampir terputus dari kekaisaran wilayah selatan. Jaringan kita disana benar-benar di lumpuhkan, mulai dari yg terkecil hingga cabang kita yang paling besar di wilayah itu. Aliansi kita juga benar-benar di runtuhkan, bahkan warung-warung makan dan kedai yang kita dirikan semua sudah rata dengan tanah. Hanya menara elang hitam yang masih berdiri kokoh, mungkin mereka tidak menyadari hal itu."

Seorang tetua membuka suara setelah sekian lama ruangan itu hening, tetua itu adalah seorang wanita, dan dia juga adalah salah satu ahli racun terbaik di wilayah pusat kekaisaran tengah. Kebetulan beberapa hari yang lalu ketua racun itu baru kembali dari wilayah selatan untuk mencari herbal.

"Semua anggota yg kita kirim kesana tidak ada kabar kecuali para pengintai bawahan elit tetua Da Li, kemungkinan mereka juga sudah tewas. Sebaiknya persiapkan dirimu, bawa anggota terbaikmu yang lain menuju wilayah selatan, jangan gegabah. Jika sudah menemukan masalahnya segara laporkan ke pusat, agar tetua Tai Chi segera menyusul kesana." Perintah ketua kelompok tersebut

Tai Chi adalah ketua kelompok khusus pembunuhan, biasanya dia turun tangan setelah ketua kelompok pengumpul informasi yaitu Da Li memberikan lampu hijau untuk eksekusi.

Mereka mengakhiri pertemuan itu dan Ketua kelompok tengkorak hitam mengirimkan secara langsung ketua terbaik dibidang pengumpul informasi. Ketua pengumpul informasi dari kelompok itu akan terjun kelapangan secara langsung untuk memecahkan masalah ini. Biasanya setelah dia turun tangan tidak ada masalah yg tidak dapat diselesaikan karena kekuatannya juga sudah termasuk limapuluh besar di seluruh daratan tengah.

"Pastikan masalah ini selesai secepatnya, jika tidak, kalian akan menanggung resikonya."

Satu kata penutup dari ketua tengkorak hitam membuat ruangan itu mendadak berubah mencekam. Aura pembunuhan dengan kekuatan penuh bahkan menggetarkan aula pertemuan tersebut.

 ________

Istana Penguasa Kota Beiping

________

Disaat kelompok tengkorak hitam pusing di buat oleh ulah Xuan. Pemuda itu dengan santainya pergi menuju kediaman tuan kota dan akan menambah pekerjaan tengkorak hitam lagi. Dia tau Penguasa kota beiping adalah orang yang serakah dan penuh manipulatif dan salah satu yang bekerja sama dengan Tengkorak Hitam di masa lalu dalam pemusnahan Klan Yang yaitu asal dari Xuan.

Setelah tiba di depan gerbang, Xuan langsung menunjukkan lencana anggota sekte aliran putih yang di hancurkannya kepada para penjaga dan langsung di persilahkan masuk.

Salah satu penjaga gerbang mengarahkan Xuan ke ruangan Tuan Kota." Silahkan masuk Tuan Muda, saya mengantar anda sampai disini." penjaga gerbang itu mempersilahkan Xuan masuk kedalam ruangan setelah mendapat izin dari Penguasa Kota.

"Untuk apa kamu bertemu denganku anak muda? Aku Zhong Quan Penguasa kota beiping ini."

Penguasa kota beiping itu mempersilahkan tamunya duduk lalu memperkenalkan dirinya. Dia sedikit mengintimidasi tamunya karena masih terlihat muda, namun dia juga sedikit hati-hati setelah memperhatikan jubah yang di pakai tamunya. Tentunya bukan orang sembarangan.

"Ada yang perlu aku sampaikan tua bangka, ini menyangkut masa lalu, tentunya sepuluh tahun yang lalu, mungkin hanya aku yg tau bahwa anda terlibat. Jika anda dapat memuaskan saya dengan kompensasi dan informasi dengan detail, saya akan memperhitungkan nyawa anda."

Xuan menatap tajam Penguasa kota beiping itu sambil mengarahkan jurus penghancur jiwa kepada beberapa kultivator bayangan di berbagai sudut. Dalam hitungan detik para penjaga Tuan Kota tersebut memuntahkan darah dari berbagai lubang di tubuh mereka dan mati seketika.

Melihat itu, Penguasa kota beiping itu langsung berkeringat dingin, dia bahkan sampai kencing di celana, wajahnya pucat, tubuhnya bergetar. Dia tau, seseorang yang dapat membunuh dari jarak jauh tentunya bukan kultivator sembarangan. Padahal para pengawalnya di wilayah selatan Benua Hitam sudah termasuk kultivator tingkat tinggi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!