Indonesia
NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: tamat
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 14

"Rum, di depan ada yang nyariin kamu tuh!" Ujar salah satu teman kerja Rumi.

"Loh siapa ya? Apa Mas Fathur? Apa mungkin dia kembali mual muntah lagi seperti subuh tadi ya?"seru Rumi di dalam hatinya.

Setelah semalam bertengkar karena ulah ibunya yang menghadirkan Dona kembali dalam rumah tangganya yang sedang adem ayem. Rumi tak bisa marah-marah terus kepada suaminya. Apalagi, Fathur juga dari subuh mengalami morning sicknees. Suaminya yang ngidam, pantas saja dari kemarin dia tak lagi mengalami mual muntah, ternyata berpindah kepada suaminya.

"Siapa yang nyari aku ya? Mas Fathur nggak ada," ucap Rumi saat dia berada di luar toko kue.

"Kamu yang bernama Arumi?" Seorang wanita dengan mengenakan pakaian kantor datang menghampiri Rumi.

Tingginya se pundak Rumi, lebih pendek dari Arumi rupanya. Dia juga menggunakan behel di gigi dengan rambut yang juga sebahu. Namun bentuk tubuhnya cukup sintal, di tambah lagi dengan pakian ketat yang dia gunakan membuat sesak melihatnya. Seolah sulit walau hanya untuk bergerak saja.

"Kenalkan saya Dona, mantan pacar Fathur! Kamu pasti Arumi istrinya Fathur kan?" Wanita itu dengan percaya diri.

"Oh anda wanita yang baru menjadi janda beberapa hari tapi sudah gatal dan ingin merebut suami saya dengan mendekati mertua yang kemaruk itu? Mau apa anda mencari saya? Mau pamer body sesak anda? Atau mau pamer mobil?" Rumi langsung ngegas, pelakor nggak bisa di baikin.

Untuk pertama kalinya dia melihat wajah Dona, semalam dia hanya mendengar ibu mertuanya memangil nama wanita itu sebelum mereka sempat masuk ke dalam rumah. Namun ternyata wanita ini sangat berani, bahkan dia sendiri yang datang menemui istri sah terlebih dahulu. Emang ternyata pilihan ibu mertuanya itu adalah para menantu nggak ada akhlak. Entah apa yang dulu di lihat suaminya dari wanita ini.

"Ternyata benar ucapan ibu, istri Fathur memang tak memiliki sopan santun sama sekali. Pantas saja ibu berniat menjodohkan aku dengan Fathur! Apalagi ternyata rahimmu tak subur!" Cibir Dona.

"Aish, aish ternyata mau jadi pelakor saja bangga! Apa kamu nggak laku mendapatkan pria single sampai harus mengejar suami orang? Katanya kamu waita karir yang berpendidikan dan juga kaya raya, kenapa kamu malah mau menjadi orang ketiga dalam pernikahan kami? Atau mungkin sudah sangat gatal ya? Ngak pernah lagi dapat belaian?" tanya Arumi membuat wajah Dona memerah.

"Siapa dia Rum?" Tanya Bu Viona yang baru saja datang.

"Oh ini bu, wanita ini bilang kalau dia adalah pelakor yang akan mengambil suami saya. Janda baru beberapa hari, dan datang merayu ibu mertua agar mendukung tujuannya mengambil suami saya. Katanya sih mereka dulu pernah menjadi kekasih!' jawab Rumi yang tak sadar sedang bicara dengan atasannya.

"Cantikkan kamu kemana-mana sih Rum. Kalau suami kamu malah lebih milih pelakor lepas aja sih! Apalagi di dukung oleh mertua tak berguna!' jawab Bu VIona yang juga anti dengan perempuan seperti Dona.

"Biar mereka sadar kalau pelakor itu biasanya datang karena ada maunya! Sudah tak usah di ladeni, ngabisin tenaga saja! Lagian kamu cantik dan masih muda, kalau di cerai tinggal cari suami yang tajir dan mertua yang baik. Jangan buang waktumu untuk orang yang tak pernah menghargai pengorbanan kamu!" ucapan Bu Viona membuat wajah Dona semakin memerah.

"Ibu benar! Mbak, bilang sama Kangjeng Ratu Sri, calon mertuamu itu. Akan berdosa besar bagi seorang ibu yang memisahkan rumah tangga anaknya yang sedang adem ayem. Aku tahu kamu pasti memberi sogokan dan iming-iming sama dia kan? karena kau tahu dia mertua model apaan! Bye... Selamat bekerja keras merebut hati suamiku!" ujar Rumi sebelum pergi meningalkan Dona yang sedang menahan emosi.

"Shit! Kurang ajar wanita kampungan itu! Ternyata dia bukanlah wanita yang mudah di tin-das seperti wanita kampung lainnya! Dia malah nyolot seperti itu! Lihat saja Arumi, aku akan membuat Fathur setuju dengan rencanaku juga ibu untuk membuat kami kembali bersatu. Apalagi aku yakin jika diriku adalah cinta ma-ti Fathur. Dia sangat tergila-gila padaku!" Ujar Dona penuh percaya diri. Kemudian dia pergi dari sana menuju kantor.

Sedangkan di depan pintu belakang dapur toko, Rumi terlihat sedang memegang da-danya yang sakit. Sakit hati karena ibu mertuanya yang benar-benar tega kepadanya. Bagaimana jika ibu mertuanya tahu kalau dia kembali hamil? Dia pasti akan berusaha untuk mengu-gurkannya lagi seperti sebelumnya. Fathur tak pernah percaya kalau keguguran anak mereka karena ibunya. Jangan, kali ini dia tak akan membiarkan Bu Sri menggugurkan anak keduanya.

"Minumlah!" Seorang pria memberikan air mineral kepada Rumi.

"Ah iya, terima kasih Pak!" Jawab Arumi yang tak sadar jika pria iru adalan Renjana, anak Bu Viona yang datang mengantarkan ibunya ke toko.

Rumi meminum air mineral itu hingga habis, dia benar-benar tak habis fikir dengan Dona yang ternyata jauh lebih berani dan terang-terangan menemuinya di toko. Dengan lantang dan percaya diri mengatakan akan merebut suaminya.

"Dona , dia datang menemui aku di toko kue!" ucap Rumi saat mereka makan malam. Fathur tersedak mendengar ucapan istrinya.

"Apa? Mau apa?" Tanya Fathur setelah sedikit tenang.

Dia juga tak mengira Dona akan datang menemui Rumi. Karena yang dia tahu, Dona dulu adalah gadis manis yang pemalu. Sehingga membuatnya sedikit kaget saat mendengar jika Dona datang menemui Arumi. Bagaimana saat tadi pertemuan mereka? Jangan sampai membuat Arumi stress dan membuat kehamilannya terganggu.

"Mengatakan kalau aku tak pernah pantas jadi istri kamu. Aku kampungan dan tak level denganmu. Dan dengan lantang mengatakan akan membuat kamu kembali padanya. Lalu bagaimana tanggapan kamu? Apa kamu juga akan kembali kepada wanita yang merupakan mantan terindahmu itu, Mas? Apalagi di dukung penuh oleh ibumu! Jadi nggak perlu repot dapat restu seperti aku yang selalu salah di mata ibumu," tanya Arumi tanpa emosi namun tatapan dan ucapanya membuat tubuh Fathur panas dingin.

"Tidak! Mana mungkin aku kembali kepada dia. Jangan pernah berfikir yang macam-macam tentang aku. Apalagi kamu sedang hamil, Dek! Kamu istriku dan kamu yang aku cintai. Tak ada yang namanya mantan terindah! Dia masa lalu dan kamu masa depanku!' fathur mencoba untuk meyakinkan Rumi.

"Baik! Tapi mampukah kamu membela aku, istri yang katanya masa depanmu ini di depan ibumu? Jika di minta memilih kamu akan pilih siapa? Aku atau ibumu?" tanya Rumi membuat Fathur terdiam.

Rumi hanya tersenyum tipis melihat reaksi suaminya. Fathur tak akan pernah berani membantah ucapan ibunya.

1
Rika Fitria
punya mertua begitu lgsg cabut dah
Rahma Inaya
sungguh miris nasib2 kalian ..sesuai apa yg sdh kalian perbuat pd arumi di masa lalu
Rahma Inaya
makanya jgn suka menghina dan merndhkn orng yg sdh banyk membantu tnp di beri uang dan makan pun hanya sayur dan kuah gulai tnp lauk sekrg rasakn klaian sekeluarga tinggal di kolong jembatan
Rahma Inaya
raskan pembalasab rumi
Rahma Inaya
bakl tinggl.di jlanan kalian jd gembel semua
Rahma Inaya
nah karma di bayr kontan bukan nya hana ipar yg paling busuk mulut nya dan licik menghasut kel fathur sekrg ni lh bayran utk rumi yg sdh kalain bunuh anknya 2 kali raskan sesakit apa klaian bgtu pun yg diraskan arumi impas bukan
Rahma Inaya
maknya jd orang jgn sombong dan sllu menghina orng yg sdh byk membantu
Rahma Inaya
rasakn kalian bkk ke stelan awal
Rahma Inaya
membals dgb cr elegan mn mau dona hiduo melart yg ada belang nya akan tau stlh fathurnmiskin
Rahma Inaya
semangt rumi hancurkn kel fathur dgn elegan
Rahma Inaya
klu sdh di tangan renjana satu persatu kel fathur akan jd kere
Rahma Inaya
tau rasa kamu stlh rumi pergi dan keguguran lagi km akan menyssal sdh membuang berlian demi batu krikil
Rahma Inaya
enk bnr mau di limpahkn ke semua sm.fathur sdh ckp.3 thn fathur bekorban tp apa yg di dpt hinaan utk rumi.dan caci mki bahkan ank nya di gugurkn mertuanya
Rahma Inaya
mknya km cr kerja paruh waktu elisa km sdh dewasa.bs kan kuliah sambil kerja
Rahma Inaya
gantian tu ank mantu yg km banggkn mnt bantuan biaya jgn cuma fathur yg di jadikan sapi perah
Rahma Inaya
dasr mertua durjana bukannya bersyukur punya menantu speak bidadari malh di hina dan di caci maki
Rahma Inaya
bgus rumi lawan jgn takut lagi
Rahma Inaya
rumi walau dr kampung tp dia gk kampungan ckp mertua yg menidasnya gk akan ada.lagi
Rahma Inaya
mkn rajendra yg akan jd suami dan pelindung rumi di masa akan dtg
Rahma Inaya
good.rumi lawan jgn takut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!