Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintai Aku Mas

Cintai Aku Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Marisa putri

"Mas... apakah kamu tidak mencintaiku, walaupun hanya sedikit?" tanya Indah dengan suara bergetar.
Namun jawaban yang ia terima menghancurkan hatinya.
"Lupakan saja, Indah. Aku tidak mencintaimu. Hatiku hanya untuk dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Marisa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22 - hati yang bingung untuk siapa

Setelah acara pameran selesai, Daffa mengajak Indah pergi ke suatu tempat yang sudah lama ia rencanakan.

"Kita mau ke mana lagi, Daffa?"

"Udah, ikut aja dulu. Pegangan, aku mau kasih sesuatu nih."

"Jangan bikin penasaran dong! Cerita sedikit aja, aku penasaran banget."

"Pokoknya ada rahasia yang udah lama mau aku kasih tahu kamu."

"Yaudah deh... tapi awas ya, jangan sampai kamu nyulik aku!"

"Ih apaan sih, kita kan udah dewasa. Lagian emang aku laku banget ya kalau nyulik kamu?"

"Ih dasar kamu, suka mengejek aku!"

Sesampainya di sana, Indah terbelalak. Sebuah restoran yang dihias begitu indah dan romantis.

"Daffa... sebenarnya kamu mau apa sih? Kok mengajak aku ke tempat seperti ini? Rasanya ada sesuatu yang mau kamu sampaikan ya?" batin Indah.

Mereka pun duduk. Daffa menatapnya lekat-lekat, dengan tatapan yang begitu serius.

"Daffa... kamu suka nggak tempat ini?"

"Suka sih... bagus sekali," jawab Indah canggung. "Ini pertama kalinya kamu mengajak aku ke tempat seperti ini."

Pelayan pun datang membawa buku menu — dan seikat buket bunga mawar merah yang indah.

"Selamat malam, Tuan dan Nona. Silakan pilih menunya. Dan ini, buket bunga ini untuk Nona," ucap pelayan ramah.

"Buat aku? Dari siapa ya, Mbak?" tanya Indah bingung.

Pelayan hanya tersenyum lalu pergi setelah Daffa memesan makanan.

"Daffa, restoran ini aneh banget deh. Masa tiba-tiba dikasih bunga begini?"

"Mungkin kamu orang yang spesial, Indah. Santai aja dulu," jawab Daffa sambil tersenyum lembut.

Belum lama, musik romantis mulai bergema di ruangan itu. Lalu terdengar suara penyanyi:

"Lagu ini aku persembahkan untuk Indah... seperti namamu, kau terindah di hatiku."

Indah terkejut. Namanya disebut di depan umum!

"Daffa! Ini sebenarnya apa sih? Kenapa penyanyi itu menyebut namaku? Lagu ini... rasanya seakan seseorang sedang menyampaikan perasaannya," ucap Indah dengan pipi yang memerah.

Daffa tersenyum lembut. "Dia belum sadar ya? Semua ini... bunganya, lagunya, tempatnya... semuanya dari aku."

Tiba-tiba Daffa menggenggam tangan Indah. Indah menatapnya bingung.

"Ada apa, Daffa?"

"Indah... aku ingin serius sama kamu. Maukah kamu menikah denganku?"

Daffa membuka kotak cincin yang indah di hadapannya.

Indah terpaku, matanya terbelalak tak percaya. "Menikah...?"

"Iya. Selama ini sebenarnya aku menyukaimu, Indah. Sejak masa kuliah sampai kita sama-sama menjadi dokter, perasaanku tak pernah berubah sedikit pun."

Indah menatapnya, terlihat ketulusan di mata sahabatnya itu.

"Tunggu... aku belum bisa menjawab sekarang, Daffa. Ini terlalu cepat untuk aku cerna," ucapnya pelan.

"Aku tahu aku salah karena baru mengatakannya sekarang. Tapi aku tidak ingin sekadar berpacaran. Aku ingin kamu menjadi istriku, wanita terakhir di hidupku."

"Daffa... maafkan aku. Aku benar-benar belum bisa memberikan jawaban saat ini. Tolong jangan kecewa ya."

"Aku tidak akan memaksamu. Aku di sini hanya ingin jujur soal apa yang ada di hatiku. Mungkin ajakanku memang terlalu tiba-tiba dan membuatmu takut. Tapi jujur... aku benar-benar ingin masa depan bersamamu."

Daffa perlahan menutup kembali kotak cincin itu. Dia sadar, dia memang terlalu terburu-buru. Dia pikir Indah akan langsung mengiyakan, tapi ternyata ada keraguan di mata wanita itu.

"Daffa... sejujurnya, sampai saat ini aku belum punya perasaan lebih untukmu. Selama ini aku hanya menganggapmu sahabat terbaikku. Aku sama sekali tidak menyangka kalau kamu menyukaiku selama ini."

Hati Daffa terasa perih mendengar penolakan itu. Ternyata selama ini dia mencintai sendirian. Namun dia mengerti, perasaan tidak bisa dipaksakan.

"Kalau begitu, maaf ya kalau aku membuatmu tidak nyaman. Kalau kamu belum siap, tidak apa-apa kok. Aku akan tetap menunggumu. Aku tidak akan memaksamu soal hubungan ini."

Indah merasa tidak enak hati. Dia belum bisa menerima Daffa, karena di lubuk hatinya yang terdalam, masih ada seseorang yang tak bisa dia pungkiri — seseorang yang bahkan dia belum tahu apakah orang itu juga menyukainya atau tidak.

Indah menunduk dalam, rasa canggung bercampur bersalah menyelimutinya.

"Maafkan aku, Daffa... ternyata selama ini kamu menyimpan perasaan itu padaku. Aku sungguh tidak tahu. Tapi aku belum bisa memberikan hatiku padamu. Bagaimana mungkin aku menerimamu, sementara hatiku masih tertinggal pada orang lain? Aku tidak ingin membohongimu, dan aku tidak ingin menyakitimu hanya karena aku takut kesepian. Kamu pantas mendapatkan seseorang yang mencintaimu sepenuh hati — bukan seseorang yang hatinya masih terbelah seperti aku."

Sesampainya di depan rumah, suasana terasa berbeda. Biasanya canda dan tawa selalu mengiringi perjalanan mereka pulang, tapi malam ini hanya ada keheningan yang canggung di antara keduanya.

"Daffa... makasih ya untuk hari ini."

"Iya Indah, sama-sama. Oh iya, jangan kamu pikirkan soal tadi ya. Santai saja, aku baik-baik saja."

"Iya Daffa... dan maafkan aku," ucap Indah pelan.

"Gak usah minta maaf, Dah. Kamu tidak salah kok. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan."

Indah melangkah masuk ke dalam rumah, sementara Daffa masih berdiri di sana menatap punggungnya yang perlahan menghilang di balik pintu.

"Apakah aku terlalu terburu-buru ya? Mungkin aku seharusnya menunggu waktu yang lebih tepat," batinnya.

Daffa akhirnya berbalik, melangkahkan kakinya pulang dengan hati yang sedikit lebih berat dari biasanya.

Begitu Indah melangkah masuk, Papa dan Mama langsung menyambutnya dengan senyum hangat.

"Eh, anak Mama baru pulang jalan-jalan nih. Gimana, seru nggak?" tanya Mama sambil tersenyum menggoda.

"Mama ini suka banget meledek sih," jawab Indah sambil tersipu.

Papa melirik buket bunga di tangan Indah, lalu tersenyum lebar.

"Pa, lihat nih! Anak kita pulang bawa buket bunga yang cantik sekali. Dari siapa, Nak?"

"Dari Daffa, Mah."

Mata Mama berbinar. "Wah, Daffa menembak kamu ya, Indah?"

"Nggak kok, Mama. Dia cuma kasih aja buat Indah," jawabnya canggung, berusaha menutupi kebenaran yang belum siap diceritakan.

"Ih Mama ini kepo banget sih!" ucap Indah sambil tersenyum sambil menggoda balik Mamanya.

Indah berjalan perlahan menaiki tangga, masuk ke kamarnya, lalu menutup pintu dan berbaring di atas kasurnya. Tatapannya kosong menatap langit-langit kamar, pikirannya masih berkecukup dengan semua yang terjadi malam ini.

Indah meletakkan buket itu di meja belajarnya, dan matanya menangkap selembar kertas kecil yang terselip di antara kelopak bunga mawar. Penasaran, dia mengambilnya dan mulai membaca.

"Untuk kamu yang selalu ada di hatiku. Selama ini aku melihatmu setiap hari, ada di dekatmu, tapi tak pernah sanggup mengutarakan isi hatiku. Maaf jika aku terlalu berani malam ini. Aku hanya tidak ingin menyimpannya lebih lama lagi. Dan aku berharap... suatu saat nanti, kamu akan memiliki rasa yang sama denganku. — Daffa"

Indah menghela napas panjang, kertas itu terasa berat di tangannya. Dia ingin sekali membalas perasaan itu, tapi bagaimana caranya? Sementara hatinya sudah lama terisi oleh sosok lain yang bahkan belum tentu menyukainya kembali.

"Maafkan aku, Daffa... hatiku sudah milik orang lain, dan aku tak bisa membaginya."

1
Lisna Wati
kok beres lanjut dong
nurulmarisa: belum aku update ka,abis jagain ade🤣
total 1 replies
aswati seran
💪
nurulmarisa: cemangat💪👍
total 1 replies
Naura Azizah
suka heran sama cowo bingung,gak bisa milih mau dua duanya bukannya terlalu serakah ya kasian indah tertekan🙏
nurulmarisa: emng kdg bikin kesel km😄
total 1 replies
Clara Maiy
begitulah cewe yang di kerja umur di suruh nikah Mulu persis kaya mama ku kasian indah🤣
nurulmarisa: hmm aku nyimak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!