Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.7
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 — Anak Perempuan

Pagi itu cuaca terlihat mendung saat Alya duduk sendirian di dalam mobil menuju rumah sakit. Tangannya memegang perut yang mulai membesar sambil sesekali melihat layar ponselnya.

Tidak ada pesan dari Leon.

Pria itu bahkan tidak sempat mengantarnya hari ini.

“Tuan Leon mendadak ada meeting penting, Nyonya,” jelas supir tadi sebelum berangkat.

Alya hanya mengangguk santai.

Kalau Sabrina yang dulu, mungkin wanita itu akan kecewa dan sedih seharian. Namun bagi Alya, ini justru lebih nyaman.

Ia tidak perlu berpura-pura baik-baik saja di depan Leon.

Rumah sakit khusus ibu dan anak itu cukup ramai pagi ini. Begitu turun dari mobil, beberapa perawat langsung menyapa ramah.

“Selamat pagi, Nyonya Sabrina.”

“Pagi.”

Alya berjalan pelan menuju ruang pemeriksaan sambil memegang perutnya. Kehamilan ini perlahan mulai terasa nyata baginya.

Kadang ia masih sulit percaya.

Dulu ia hanyalah siswi SMA biasa.

Sekarang…

Ia hidup sebagai wanita hamil yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta.

“Nyonya Sabrina?”

Suara dokter Amelia membuyarkan lamunannya.

Dokter cantik berusia tiga puluhan itu tersenyum hangat sambil mempersilakan Alya duduk.

“Sendiri hari ini?”

Alya tersenyum kecil.

“Leon sibuk kerja.”

Dokter Amelia tampak memahami. “Baiklah, kita mulai pemeriksaannya ya.”

Beberapa menit kemudian Alya berbaring di atas ranjang pemeriksaan. Lampu ruangan diredupkan sedikit saat alat USG mulai ditempelkan di perutnya.

Layar monitor menyala.

Dan detik itu juga…

Alya terpaku.

Bayi kecil itu terlihat bergerak pelan di layar hitam putih.

Deg.

Dadanya terasa hangat tiba-tiba.

“Itu… bayinya?” tanyanya lirih.

Dokter Amelia tersenyum lembut.

“Iya. Kondisinya sehat sekali.”

Mata Alya tanpa sadar mulai berkaca-kaca.

Ini pertama kalinya ia benar-benar melihat kehidupan kecil di dalam tubuh Sabrina.

Kecil.

Rapuh.

Tapi hidup.

“Detak jantungnya bagus,” lanjut dokter Amelia sambil menunjukkan layar monitor. “Perkembangannya juga sesuai usia kandungan.”

Alya mengangguk pelan sambil terus menatap layar.

Entah kenapa…

Ia mulai merasa sangat ingin melindungi anak ini.

“Kalau Nyonya mau,” ujar dokter Amelia lagi, “hari ini jenis kelaminnya sudah mulai terlihat.”

Alya langsung menoleh cepat.

“Serius?”

Dokter Amelia terkekeh kecil sebelum kembali menggerakkan alat USG beberapa detik.

Ruangan hening.

Hanya suara mesin yang terdengar pelan.

Lalu dokter Amelia tersenyum.

“Sepertinya… bayi Anda perempuan.”

Alya membeku sesaat.

Perempuan.

Bibirnya perlahan membentuk senyum kecil yang sangat lembut.

“Anak perempuan…”

Tangannya otomatis menyentuh perutnya.

Aneh.

Padahal bayi ini bukan benar-benar darah dagingnya.

Namun perasaan hangat itu tetap muncul begitu saja.

“Mungkin nanti dia bakal cantik,” gumam Alya pelan sambil tersenyum sendiri.

Dokter Amelia ikut tersenyum melihat ekspresi Sabrina yang jauh lebih hidup dibanding biasanya.

Namun beberapa detik kemudian, senyum Alya sedikit memudar.

Keluarga Ardian.

Mereka pasti berharap anak laki-laki.

Pewaris keluarga.

Penerus bisnis.

Dan anak perempuan sering kali dianggap kurang penting dalam keluarga besar seperti itu.

“Dok…”

“Ya?”

Alya menggigit bibir pelan sebelum berkata hati-hati, “Tolong jangan kasih tahu keluarga Ardian dulu soal jenis kelaminnya.”

Dokter Amelia tampak sedikit bingung.

“Anda ingin memberi tahu sendiri?”

Alya mengangguk cepat.

“Iya.”

Itu alasan paling aman.

Padahal sebenarnya ia hanya belum siap mendengar komentar keluarga Leon nanti.

Dokter Amelia akhirnya mengangguk pelan.

“Tentu. Itu hak Anda sebagai ibunya.”

“Terima kasih, Dok.”

Pemeriksaan selesai tak lama kemudian. Alya duduk perlahan sambil menerima hasil USG dari dokter Amelia.

Matanya kembali tertuju pada gambar kecil hitam putih di kertas itu.

Senyum tipis muncul lagi.

“Halo, kecil,” bisiknya pelan.

---

Saat keluar dari rumah sakit, hujan mulai turun rintik-rintik.

Supir belum datang karena terjebak macet, jadi Alya memutuskan duduk sebentar di kursi lobby rumah sakit.

Tangannya masih memegang hasil USG erat-erat.

Perempuan.

Entah kenapa ia merasa bahagia sekali.

Mungkin karena dulu Alya sendiri tumbuh dekat dengan ibunya. Ia tahu rasanya menjadi anak perempuan yang ingin dilindungi.

Dan sekarang…

Ia ingin melakukan hal yang sama untuk bayi ini.

Ponselnya tiba-tiba bergetar.

Nama Leon muncul di layar.

Alya sedikit terdiam sebelum mengangkat telepon.

“Ya?”

“Pemeriksaannya selesai?”

Nada suara Leon terdengar datar seperti biasa.

“Sudah.”

“Dokter bilang apa?”

Alya memandang hasil USG di tangannya beberapa detik.

“Bayinya sehat.”

Hening sejenak.

“Bagus.”

Hanya itu.

Namun entah kenapa Alya tidak kecewa.

Karena sejak awal ia memang tidak berharap lebih.

“Aku masih ada meeting,” lanjut Leon. “Nanti pulang langsung istirahat.”

“Hmm.”

Telepon terputus.

Alya menatap layar ponselnya sebentar sebelum tersenyum kecil pahit.

Leon memang selalu seperti itu.

Dingin.

Jauh.

Dan sulit disentuh.

Namun kali ini…

Alya tidak lagi merasa sakit karenanya.

1
Nurvi Indri Maryawan
kenapa y, perempuan cinta sekali SM orang yg menyakitinya. luluh secepat kilat.
tp lupa ada orang yg tulus menolong kita.
Ardiana Wahyuningrum
kok keponakan sih Thor, om Ares kan adiknya papanya alya dan om nya Alya, seharusnya kan om Ares ke Liora itu statusnya opa atau kakek juga buat Liora
Ardiana Wahyuningrum
maaf aku baru baca kok risih banget ya sama kata " deg " nya, terlalu keseringan jadi nggak nyaman bacanya
Dwi Hallina
Leon panggil Alya krana itu nama sarapannya si Sabrina selama pelarian biar gak ketahuma Leon n bapaknya Sabrina, kan udah di jelasin sama ditektifnya Leon
mimief
yah bagaimana pun firasat itu pasti terhubung bukan?
masih ada darah nya dia🫣
mimief
laki laki dan segala sifat NPD nya
mereka fikir dunia mutar Hanya di sekitar dia doank
eec
sabrina tapi alya... jadi yg leon kenal sebenernya siapa
Jiuyue
kebalik nih thor🤣🤭🤣🤭🤣🤭
Jiuyue
berubahlah Sabrina menjadi alya🤣🤣🤣🤣
Dzie Drafir
lahirannya bukan di belanda ya? kayaknya di bab brp sabrina lahiran di belanda, karena ketahuan ama detektipnya leon, akhirnya dibawa pindah k roma. sdh pny lio wkt pindah k roma
Hadi Mulyono
cerita keluarga yg bagus
Hadi Mulyono
sebenernya gak harus bnyk kata " deg pembaca SDH bisa faham ekspresi tokoh
Atik Kiswati
akhirnya tamat....
Ika Marbun
harusnya panggil opa dong si lio
Hadi Mulyono
di sini karakter Alya ibu rumah tangga biasa ya Thor ..ga yg wanita pinter karier
Jadi masro sinaga
👍👍
✨Susanti✨
ini gimana maksudnya ya,
kan disini Alya sebagai Sabrina kok berulang kali Leon manggilnya Alya ?
Hadi Mulyono
sampai bab ini cerita seputar Leon SM istri anaknya doang
Hadi Mulyono
ga balikan SM mantan si leon
Bela Viona
udah lah stop baca dsini 😄,krn ending ny udh bisa ketebak,sabrina bakal luluh dan balikan sama leon. sementara Leon tinggal gampang bilang maad udah selesai,balikan lgi.
anjay...alur yg membosan kn. gak ad gitu bikin adegan yg ngenes ,hukum Leon dulu sampe kapok. kasih rintangan dulu buat Leon dpt kn hati sabrina lgi
ini cuma modal kata maaf, modal tampang, modal dada berdebar..
cihhhhh ...gedeg.
pamit Thor...
terima kasih udh hadir kn karya yg menarik,mungkin alur ny kurang cocok di aku pribadi,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!