Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

***

​Aroma parfum mahal beraroma floral feminin menyeruak tajam memenuhi ruang kerja Direktur Utama Elard Group. Clara melangkah perlahan, ketukan sepatu high heels merahnya berbunyi konstan di atas lantai marmer yang dingin. Pandangan matanya yang elok menyapu penampilan Kenzo dari atas hingga bawah—meneliti kemeja hitam suaminya yang kancing atasnya terbuka, serta aura liar yang biasanya sangat ia kenali.

​"Kenzo..." bisik Clara halus, suaranya renyah dan sarat akan godaan. Ia mengikis jarak, mengabaikan kekakuan tubuh pria di hadapannya. "Dua tahun aku di Paris, dan waktu pulang aku malah dengar kabar mengejutkan. Kamu menikah? Dengan cewek dari keluarga Adhijaya yang bahkan tak pernah terdengar di pergaulan kelas atas?"

​Kenzo tidak menjawab. Iris mata hitamnya yang tajam hanya menatap Clara dingin, tidak menunjukkan riak emosi nostalgia sedikit pun. "Apa urusanmu datang ke sini, Clara?" tanya Kenzo dengan suara berat yang menekan.

​Clara terkekeh pelan. Tanpa meminta izin, wanita itu melangkah memutar meja kerja Kenzo, mendekati kursi kebesaran pria itu. Dengan gerakan berani dan gemulai yang biasa melumpuhkan pria mana pun, Clara mendudukkan dirinya tepat di atas pangkuan Kenzo. Tangannya yang lentur terulur melingkari leher kokoh pria itu, menyusupkan jemarinya di antara helai rambut hitam Kenzo.

​"Aku tahu pernikahanmu itu cuma urusan bisnis atau tekanan Kakek Hendra, kan?" bisik Clara tepat di depan bibir Kenzo, napas mewahnya berhembus hangat di kulit leher pria itu. "Wanita itu bukan tipe idealmu sama sekali, Kenzo. Dia tidak punya pesona, tidak punya kelas. Kenapa kamu harus menyiksa dirimu dalam pernikahan kaku seperti itu kalau kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau dariku?"

​Clara memiringkan kepalanya, memajukan wajahnya untuk menyatukan bibir mereka, bermaksud membangkitkan kembali gairah lama yang pernah mengikat mereka berdua. Namun, pada detik saat wajah Clara berada dalam jarak satu senti, pikiran Kenzo tidak merespons.

​Indra penciumannya menolak harum parfum floral Clara yang menurutnya terlalu menyengat. Ingatan di kepalanya justru mendadak terlempar pada aroma harum tubuh Alana yang samar bercampur pahit obat-obatan. Bayangan yang muncul di ruang kesadarannya bukanlah wajah cantik Clara yang memikat, melainkan paras pucat Alana yang merintih pasrah di bawah kungkungannya—rintihan perih bercampur desahan lembut yang selama dua bulan terakhir telah menjadi candu biologis paling berbahaya bagi tubuh Kenzo.

​Sensasi ketagihan fisik pada Alana seketika membakar dadanya dengan penolakan mutlak terhadap wanita mana pun di luar sana.

​Srak!

​Sebelum bibir Clara sempat menyentuhnya, Kenzo memegang kedua lengan Clara dengan cengkeraman kaku dan tanpa belas kasihan. Pria itu mendorong tubuh Clara menjauh dari pangkuannya hingga wanita itu berdiri terhuyung-huyung di samping meja.

​"Kenzo!" seru Clara kaget, menatap mantan kekasihnya dengan mata membelalak tak percaya.

​Kenzo berdiri tegap, merapikan kemeja hitamnya dengan raut wajah yang amat jijik dan dingin. "Jangan pernah lancang menyentuh saya, Clara," ujar Kenzo dengan suara rendah yang sangat berbahaya.

​"Kenzo, ada apa denganmu?!" teriak Clara, hancur oleh keangkuhan dan rasa gengsinya yang tertolak mentah-mentah. "Aku ini Clara! Dulu kamu yang mengejarku! Kenapa sekarang kamu mendorongku cuma karena wanita murahan yang kamu nikahi itu?!"

​"Keluar," potong Kenzo singkat tanpa mengedipkan mata. Matanya berkilat tajam memancarkan intimidasi mutlak. "Sebelum saya menyuruh pengawal melemparmu keluar dari gedung ini. Jangan pernah menginjakkan kakimu di ruangan ini lagi."

​Clara mengepalkan tangannya rapat-rapat, napasnya memburu menahan amarah dan kebingungan yang membakar dada. Ia menatap Kenzo dengan sengit sebelum menyambar tas mewahnya. "Kamu akan menyesal, Kenzo!" bentak Clara sebelum melangkah lebar keluar dari ruang kerja dengan menghentakkan kakinya kasar.

**

​Di pelataran parkir gedung Elard Group, Clara melangkah masuk ke dalam mobil sport mewahnya dengan emosi yang membara. Ia membanting pintu mobil, meremas kemudi dengan jemari yang gemetar hebat akibat penghinaan yang baru saja dialaminya.

​Ia menyambar ponselnya dan menekan tombol panggilan cepat ke seorang detektif swasta kepercayaan kalangan atas.

​"Halo?" suara di seberang telepon menyapa.

​"Aku mau kamu cari tahu semuanya!" bentak Clara tanpa basa-basi, matanya menyipit penuh dendam. "Cari tahu siapa sebenarnya wanita bernama Alana yang dinikahi Kenzo Elard! Cari tahu latar belakang keluarganya, perjanjian di balik pernikahan mereka, dan rahasia apa yang disembunyikan keluarga Adhijaya! Aku mau laporannya lengkap di mejaku besok pagi!"

​"Baik, Nyonya Clara. Laporan akan segera diproses," jawab suara itu sebelum panggilan terputus.

​Clara menyunggingkan senyum sinis yang amat kejam di balik kaca spion mobilnya. "Kita lihat seberapa bertahan kamu di samping Kenzo, Alana..."

**

​Malam harinya di Mansion Elard, keheningan kamar utama kembali terasa mencekam. Pukul delapan malam, Kenzo melangkah masuk ke dalam kamar usai menyelesaikan urusan kantornya yang menumpuk. Penolakan terhadap Clara tadi siang tidak meredakan rasa frustrasinya; justru ketagihan fisiknya pada Alana yang tak tertuntaskan membuat emosinya kian berada di ujung tanduk.

​Alana sedang berbaring miring di atas ranjang king-size, memeluk bantal dengan posisi meringkuk. Efek dari suntikan hormon kesuburan sintetis dosis tinggi dari Dr. Maya tadi pagi masih menyisakan kram melilit di perut bagian bawahnya, memicu rasa mual yang terus menyerang dadanya.

​Kenzo melepas jasnya, melangkah mendekati tempat tidur dengan raut wajah dingin dan kaku. "Kamu belum tidur?" tanya Kenzo datar.

​Alana perlahan membalikkan tubuhnya, menatap suaminya dengan mata yang sayu dan wajah yang pucat pasi. "Belum, Mas... perut saya masih sangat sakit akibat suntikan tadi pagi..."

​Kenzo menyipitkan matanya, mengikis jarak hingga berdiri di samping kasur. Ketagihan fisiknya yang membakar beradu langsung dengan kenyataan bahwa Alana sedang dalam siklus menstruasi hari pertama—sebuah benteng biologis yang menghalanginya menuntut haknya di atas ranjang malam ini.

​Melihat ketenangan hampa Alana dan sikap pasifnya yang tak tersentuh membuat dada Kenzo seketika bergolak oleh kejengkelan yang amat pekat. Pria itu merasa tersiksa oleh gairahnya sendiri, sementara wanita di hadapannya seolah hidup dalam dunianya yang beku.

​"Selalu alasan sakit," cetus Kenzo sinis, suaranya berat dan menekan. "Ibu menelepon saya lagi hari ini, mengeluhkan rahimmu yang masih saja memuntahkan darah di bulan kedua! Kamu tahu betapa tidak bergunanya posisi saya di hadapan Kakek Hendra karena kegagalanmu ini?!"

​Alana menatap Kenzo jernih, tanpa ada rasa takut atau keinginan membantah lagi. "Saya sudah meminum semua obat dan menerima semua suntikan dari Dr. Maya, Mas. Jika rahim saya belum siap, itu di luar kuasa saya."

​Kata-kata tenang namun dingin itu menjadi penyulut amarah Kenzo yang sudah tertahan seharian. Pria itu menatap Alana dengan rahang yang mengeras kaku, terbakar oleh rasa frustrasi yang tak terekspresikan.

​"Bagus! Tetaplah bersikap sok suci dan dingin seperti itu, Alana!" bentak Kenzo dengan nada suara yang penuh kebencian dan keangkuhan. "Saya muak melihat wajahmu yang selalu bertingkah seolah-olah kamu adalah korban paling tersiksa di rumah ini!"

​Tanpa memberi kesempatan pada Alana untuk membalas, Kenzo menyambar kunci mobil dan jasnya kembali dari atas meja rias.

​Brak!

​Pintu kamar utama dibanting dengan sangat keras hingga menggetarkan bingkai foto di dinding. Kenzo melangkah lebar keluar dari mansion, memilih pergi meninggalkan rumah untuk melampiaskan kefrustrasian emosi dan ketagihan fisiknya yang membakar dalam kegelapan malam.

​Di dalam kamar yang kembali sunyi, Alana memejamkan matanya pelan. Jemarinya meremas perutnya yang masih kram melilit, menahan perih fisik dan kepahitan batin dalam keheningan sangkar emas yang membeku.

​Bersambung....

1
merry
bisa jdi raga Alana nolak bayi mu zo,, krn bnci kmu fan kluarga mu yg ud kyk iblis yg kluar dari kerak bumi 🤭🤭🤭ap lg kakekmu dh aki aki itu nuntut hrs cwo lgg siapa yg gk tertekan cbb,,, yg blm hamil dtynin kpn hmil ajj bisa stress ap lg itu di tuntu hrs cwo lg
Mia Camelia
alana pasti lelah banget jiwa dan raga nya, tapi ngliat kenzo yg tulus pingin berubah , semoga aja alana mulai membuka diri😂
Mia Camelia
semoga kenzo beneran tulus mencintai alana, 😔
merry
cwe cwo mn bisa klian tentu knn,, ank kn dr Tuhan diksh alhamdulillah klo ngk y hrs sabar kan,, cwe cwo jg tergantung dr yg ksh emng bkin donat 🍩🍩🍩🍩😆😆😆😆bisa jdi cwe cwo
merry
Tuhan bukn dgrin doa manusia jht klian tp ank itu dtg untuk membela ibu y yg klian tindas 🤭🤭🤭🤭moga Alana hamil nyushin org yg ud bkin dia jiwa hbs tak tersisa 🤭🤭🤭
Siskasuryaningsih
buat mati aja thor alananya, kasian di buat gitu, habis cerita, 🤣🤣,, 🙏🙏🙏
guest1053527528
jangan dong thor semoga Alana bisa membuat Kenzo bangkit lagi dan bisa memimpin perusahaan dan sukses
merry
buktiin jg al klo mmpu beresin mslh perusahaan biasa kyk di novel cwe bangkit setelah hncur menjdi tangguh bisa segala y selain bkin ank biar kluarga bangke itu mingkep al
merry
klo cinta knp bgtu sm Alana zo skrg nyesel syurin biar kapok kmu,,, moga ank y kmbe cwo semuanya nakal pula🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
merry
in lg adik latnat zo ksh tau mutiara tp hati y gk sebagus nm y mutiaray dr biaya sekolah bju bju dan mkn sehari-hari ya,, biar tau biar jaga mulutnya wlpun gk bs kembalikan jiwa msa depn alana
merry
klo perlu Alana hamil kembar cwo semuanya kek tres nakal y minta ampun buat ngerjai para manusia tengik itu Thor tp nurut sm mm ya 🤭🤭🤭kan ngebet minta ank demi harta kn ywd ksh kembar genius biar hancurin saham dan hrga diri mrkk,, dikira buat ank kyk buat donat x ya
merry
moga ada yg dgr y klo dr maya melakukan malapraktik hampir buat nyawa org lain melayang biar di pecat trs mertua y Alana jdi mertua plg kejam krn memaksakan mantu y hamil demi saham,, moga ad yg dgr dr bocorin ke media biar kapok,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!