Kadang cinta memang tidak bisa ditebak kapan dia akan datang, begitu juga yang dialami oleh Karlina Adinata.
Apakah Karlina akhirnya akan jatuh cinta dengan Robert, laki-laki yang dijodohkan dengannya?
ikuti yuk kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yetti S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Robert termenung di kamarnya memikirkan keputusan yang tadi telah di ucapkan dan ekspresi Sofia yang membuat hati nya seperti di remas oleh tangan tak kasat mata. Seandainya posisinya sekarang bukan tunangan Lina atau mereka masih menjalin hubungan tentu dia akan bertanggung jawab dengan menikahi Sofia walaupun di hati nya belum ada cinta tapi mungkin sejalan dengan waktu dia akan mulai mencintai wanita yang menjadi ibu dari anaknya.
Sudah 4 hari ini di apartemen nya tinggal seorang wanita yang hamil anak nya dan dia sudah memperlakukan wanita itu dengan tidak baik saat dia baru tinggal 2 hari di apartemen nya. Robert menimbang-nimbang apakah akan berterus terang sama Lina atau tidak, seandainya terus terang apakah Lina akan marah atau akan lapang dada menerima karena semua ini terjadi sebelum bertemu dengan dia tapi seandainya dia tidak cerita bagaimana kalau Lina tiba-tiba datang ke apartemen nya lalu mendapati seorang wanita tinggal bersama nya tentu dia akan semakin marah dan menganggap bahwa Robert selama ini tidak jujur padanya dan inilah yang dia hindari anggapan bahwa dia tidak jujur yang akan berimbas pada hubungan mereka ke depan dia takut Lina tidak akan percaya padanya lagi.
Maka dengan mantap dia mengambil kunci mobil dan pergi ke rumah gadis itu untuk cerita apa yang terjadi.
"Lina ada bi"? tanya Robert pada asisten rumah tangga Lina.
"Non Lina ada di kolam renang den"
Robert mengangguk sambil melangkah kan kaki nya ke kolam renang. Di kolam renang dia melihat Lina yang sedang berenang meliuk-liukkan tubuhnya dengan lincah. Seketika hal itu membuat tubuhnya menegang dan Robert tanpa sadar menelan Saliva nya. Dia sengaja tidak menyapa Lina dia asyik melihat Lina berenang dan sesaat kemudian Lina menghentikan aktivitas renangnya dengan naik ke atas permukaan lalu berjalan ke arah salah satu kursi tempat berjemur serta mendaratkan tubuhnya di sana.
Gerak-gerik Lina yang di balut swim suit merah itu tidak lepas dari tatapan Robert yang lekat memandang tubuh ramping dan seksi, kaki jenjang, bokong yang padat serta dua buah benda bulat yang ada di depan dadanya membuat Robert makin menegang dan mengusap wajahnya untuk mengurangi rasa gugup 'kenapa 6 Minggu terasa lama sih' batin nya.
"Silahkan di minum den" bi Inah menaruh minuman untuk Robert di atas meja kecil yang ada di dekat nya duduk saat ini.
"Terima kasih bi"
Perlahan Robert mendekati Lina yang tengah asyik berjemur dan segera meng***p bibir nya dengan lembut, Lina membelalakkan matanya saat tahu siapa yang telah meng***p nya.
"Lho mas kamu ga kerja "?
"Cuti" sahut nya singkat sambil membawa Lina ke pangkuannya.
"Ihh aku basah ini tuh kan baju mas basah deh jadinya"
"Ga apa-apa bila perlu kita nyebur berdua ke kolam renang kan lebih seru" sambil mendekap tubuh Lina erat seolah dia takut kehilangan gadis itu.
Dekapan itu semakin erat dan tangan Robert pun mulai bergerilya ke mana-mana dari punggung sampai ke bawah, Lina pun balas memeluk tubuh Robert sama eratnya ingin menunjukkan bahwa dia lah pemilik tubuh tegap dan kekar ini.
Robert membisikkan sesuatu ke telinga Lina seketika Lina tertawa kecil, "sabar mas 6 Minggu lagi kan ga lama setelah itu bebas deh mas mau nya gemana aku kasih" suara Lina terdengar pelan dan itu malah membuat Robert tergoda tapi dia harus bersabar menunggu beberapa saat lagi akan memiliki gadis itu seutuhnya.
Lina memang beda dari gadis yang dia kenal yang dia ajak kencan sebelumnya, mereka akan dengan mudah menyetujui ajakan kencan nya dan suka rela menyerahkan tubuh mereka pada nya walaupun tahu kalau Robert tidak menjanjikan apa-apa dan akan meninggalkan mereka kalau dia sudah bosan, tetapi gadis yang sedang dalam dekapannya saat ini sangat berbeda dia dengan tegas menolak ajakannya walaupun Robert tahu Lina juga tergoda atas sentuhan nya dan posisi dia sekarang adalah tunangan nya tetap Lina mempertahankan apa yang menjadi milik berharga nya yang akan di serahkan pada suami nya nanti, itu lah yang membuat Robert makin mencintai gadis itu dan membuat Lina istimewa di hadapannya.
Setelah puas memeluk belahan jiwa nya Robert membawa Lina ke kursi lain dimana ada meja tempat bi Inah menaruh minuman mereka.
"Kamu cuti kenapa mas, kamu biasanya kalau mau cuti bilang ke aku terus ngajak aku jalan"
Robert hanya diam sambil minum minuman yang disediakan bi Inah tadi.
Lina menunggu Robert mengeluarkan suara tapi setelah beberapa menit dia tak bersuara juga hanya helaan nafas yang di keluarkan berkali-kali yang membuat Lina yakin kalau Robert saat ini sedang ada masalah.
"Ada apa mas...lagi ada masalah ya mas", ucap Lina sambil menggenggam tangan Robert.
Robert menoleh ke arah Lina kemudian mengecup punggung tangan gadis itu.
"Lin percaya padaku ya apa pun yang terjadi tidak akan mengubah perasaan cinta ku padamu...aku sangat mencintaimu dan ingin menghabiskan sisa hidup ku bersamamu juga aku ingin kamu jadi ibu anak-anak ku kelak".
Meskipun bingung dengan maksud dari ucapan Robert tapi tak urung Lina menganggukkan kepalanya, "iya mas aku juga mencintaimu walau apapun yang terjadi aku tidak akan mengubah perasaan cinta ku padamu aku akan selalu ada di samping mu menemani mu sampai maut memisahkan kita".
Robert meraih tubuh Lina ke dalam pelukannya, "maafkan aku ya Lin...aku laki-laki brengsek dengan segudang masa lalu yang kelam aku mohon terima aku yang banyak dosa ini ya jangan kau pergi tinggalkan aku"
"Kamu menangis mas" ucap Lina saat dia merasa kan ada air di punggungnya padahal tubuhnya sudah kering dari tadi saat dia berjemur.
"Cerita mas ada apa katamu kalau aku ada masalah aku harus cerita sekarang gantian dong kalau mas ada masalah cerita ke aku jangan di pendam sendiri".
"Tapi janji ya kamu jangan marah kalau sudah dengar cerita aku dan aku mohon kamu pegang perkataan kamu tadi"
Lina mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.
Kemudian Robert memulai ceritanya dari Sofia yang hamil dan datang kepadanya lalu dia mulai menyelidiki kebenaran kata-kata Sofia sampai dia mengambil keputusan dengan mengijinkan Sofia tinggal di apartemen nya.
Lina terperanjat mendengar cerita Robert atau lebih tepatnya pengakuan, dia menghela nafas nya secara perlahan demi mengendalikan dirinya karena dia tidak tahu saat ini apa yang harus di katakan.
"Kenapa kamu tega sama dia mas" akhirnya keluar juga kata-kata dari mulutnya.
"Dia sudah hamil dan di usir oleh orang tua nya lalu kehilangan pekerjaan karena kehamilannya terus mas ga mau tanggung jawab atas perbuatan yang telah mas lakukan sama dia".
"Lalu aku harus apa...aku kan sudah bersedia membiayai hidup dia dan anaknya juga mengijinkan dia tinggal di tempat ku, apalagi coba"
"Anak nya dia ya anak kamu juga mas..dan anak itu perlu seorang ayah"
Robert terperangah mendengar ucapan Lina, dia mencoba menebak arah pembicaraan gadis itu.
kalau soal dia ga cinta sama Sofia tapi mau kencan sama dia, itu karena Sofia di anggap oleh Robert wanita yg sama seperti mantan nya...😁
kalau ada yang tertarik untuk mengetahui cerita sekuelnya silahkan hub saya di wa atau DM ig saya
WA 085283898541
ig: @setiawati_yetti