Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Cerai / Tamat
Popularitas:865.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Antika

Bagaimana mungkin Satu Ranjang ada Tiga Nyawa? ucap Laras ketika Suaminya meminta ijin untuk berpoligami dengan Adik kandungnya sendiri.

Sedikit pun Laras tidak pernah mengira jika Suami dan Adik kandung yang selama ini telah ia besarkan dengan keringat serta kerja kerasnya telah tega berselingkuh di belakangnya, padahal selama ini Laras telah rela menjadi tulang punggung keluarga.

Akankah Laras berhasil melewati kejamnya Dunia ini?

Baca kisah selengkapnya dalam Karya ke-14 saya yang berjudul "Satu Ranjang, Tiga Nyawa"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 ( Mempermalukan diri sendiri )

Laras tertawa mendengar perkataan Abi, karena Laras mengira jika Abi hanya bercanda.

"Laras, kenapa dari tadi kamu terus tertawa? memangnya aku terlihat bercanda?" tanya Abi.

Laras memegangi perutnya yang terasa sakit karena terus tertawa.

"Udah Mas, gak usah terus bercanda, perutku sudah sakit. Lagian gak pantes wajah Abi dibuat serius seperti itu," ujar Laras.

Abi akhirnya kembali mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaannya kepada Laras.

"Ya sudah, mending sekarang kita masuk, aku sudah lapar," ujar Abi yang terlihat cemberut.

Maaf Mas Abi, aku tau kalau Mas Abi tulus mengatakan itu semua, tapi sampai saat ini aku masih takut untuk membuka hatiku. Mungkin lebih baik untuk saat ini hubungan kita sebatas berteman saja, ucap Laras dalam hati, kemudian Laras mengelap sudut matanya, karena entah kenapa hati Laras merasa sedih ketika melihat wajah Abi yang terlihat kecewa.

Abi mencoba tertawa dan bercanda dengan Laras seperti biasa supaya suasana tidak menjadi canggung, begitu juga dengan Laras yang kembali berpura-pura tidak mengetahui perasaan Abi kepadanya.

"Ternyata steak rasanya enak sekali ya Mas," ujar Laras yang baru pertama kali makan steak.

"Apa kamu baru pertama kali makan makan steak?"

"Iya Mas."

"Aku juga sama kok, makanya aku penasaran dengan rasanya," ujar Abi yang kembali berbohong.

Setelah selesai makan, Abi memanggil pelayan untuk membayar tagihannya.

"Berapa semuanya Mbak?" tanya Abi.

"Tiga ratus lima puluh ribu Pak," jawab Pelayan, dan Abi memberikan uang empat ratus ribu kepada Pelayan.

"Kembaliannya ambil saja," ujar Abi, dan Pelayan pun mengucapkan terimakasih sebelum pergi meninggalkan meja Abi.

Laras terkejut ketika mengetahui harga makanan yang harus Abi bayar.

"Mas, makanannya mahal sekali, kalau aku, uang empat ratus ribu bisa dipakai untuk makan satu minggu, ini hanya untuk sekali makan. Tau begitu aku gak bakalan mau di ajak makan di tempat seperti ini," gerutu Laras.

"Udah gak apa-apa Laras, kita juga gak tiap hari kan makan di tempat begini."

"Tapi sayang uangnya Mas, kalau kita beli daging sapinya ke pasar, bisa dapet tiga kilo gram lebih. Padahal kalau masak begituan mah gampang, kapan-kapan mendingan kita masak saja sendiri."

"Iya, iya, nanti kita masak sendiri. Ya sudah kalau begitu kita lihat-lihat dulu baju buat Daffa."

"Tidak usah Mas, baju di sini mahal-mahal, nanti saja aku beli di Pasar atau di depan Pabrik."

"Laras, aku ingin membelikan sesuatu buat Daffa dengan gaji pertamaku. Bukannya kalau rezeki itu gak boleh ditolak?"

"Tapi Mas Abi harus bayar kontrakan, belum lagi untuk makan sehari-hari."

"Aku udah misahin kok uang buat bayar kontrakan, kalau buat makan, nanti aku kasih ke kamu saja ya, gak enak tiap hari makan gratis terus."

"Gak apa-apa Mas, hitung-hitung itu upah karena Mas udah bantu jagain Daffa."

"Kalau aku kamu kasih upah, berarti aku gak ikhlas dong, terus aku gak bakalan dapat pahala."

"Iya deh gimana Mas Abi saja."

Sebenarnya Abi ingin memberi uang untuk kebutuhan sehari-hari Laras dan Daffa, tapi Abi takut Laras curiga kalau Abi memberikan uang yang banyak kepada Laras, dan sudah pasti Laras akan menolaknya. Sampai akhirnya Abi memutuskan untuk memberikan uang satu juta setengah kepada Laras.

"Mas ini uang untuk apa?"

"Untuk makan aku selama satu bulan. Gak apa-apa kan aku cuma kasih segitu?"

"Ini kebanyakan Mas, satu kali makan nasi sama Ayam aja aku jualnya cuma sepuluh ribu."

"Udah ambil aja, daripada nanti habis kalau aku yang pegang. Lagian aku kan sehari makannya tiga kali, sisanya buat sambal, lalapan, kerupuk sama air. Jadi, pas kan sehari lima puluh ribu," ujar Abi dengan tersenyum.

Laras nampak berpikir, kemudian Laras mengiyakan perkataan Abi.

"Iya deh, kalau begitu aku terima titipannya ya," ujar Laras, kemudian memasukan uang dari Abi ke dalam tas yang ia bawa.

Abi mengajak Laras ke toko baju, kemudian Abi dan Laras memilih baju untuk Daffa.

"Mas, gak usah beli di sini deh, besok aja kita beli di pabrik, harganya juga murah, barangnya juga gak kalah bagus," ujar Laras ketika melihat harga baju di toko tersebut.

"Laras, sesekali gak apa-apa kita beli baju yang mahal untuk Daffa, bajunya juga lucu-lucu, pasti Daffa cocok kalau memakainya."

"Tapi harganya mahal-mahal Mas," bisik Laras.

"Kalau gak mampu beli, gak usah sok soan milih milih," sindir Mawar yang juga sedang memilih baju di sana.

"Kenapa sih Dunia ini sempit sekali? dimana-mana aku selalu saja ketemu sama kamu," ujar Laras.

"Sepertinya kamu yang sengaja ngikutin aku," ujar Mawar.

"Kamu gak usah GR ya, gak ada gunanya juga aku ngikutin kamu," ujar Laras, kemudian mengajak Abi pergi, karena Laras tidak mau membuat keributan.

"Bu, perempuan itu sepertinya mau maling di toko Ibu, tadi dia udah lihat-lihat, tapi mau pergi gitu aja," teriak Mawar kepada pemilik toko.

"Apa benar begitu Mbak? kalau begitu geledah tubuhnya," ujar pemilik toko kepada Anak buahnya.

Abi merasa geram mendengar semuanya, dan akhirnya Abi angkat suara.

"Anda tidak berhak menuduh istri saya sembarangan. Apa Anda memiliki bukti? karena saya bisa melaporkan kalian atas pencemaran nama baik," ujar Abi.

"Tadi Mbak ini yang bilang," ujar pemilik toko dengan menunjuk Mawar.

"Jadi Anda percaya begitu saja kepada dia? kalau begitu kita bisa lihat CCTV," ujar Abi.

"Udah Mas, sebaiknya kita pergi saja. Bu, maaf, tadi kami hanya melihat-lihat saja," ucap Laras.

"Kalau gak mampu beli, gak usah lihat-lihat barang di sini, nanti pakaian nya jadi kotor," ujar pemilik toko dengan sombongnya.

Abi yang marah, langsung mengambil beberapa pakaian untuk Laras dan Daffa, kemudian Abi membawa semuanya ke depan meja kasir.

"Berapa harga semuanya? saya tidak rela kalian semua menghina istri saya. Jangankan hanya toko ini, bahkan kalau saya mau, saya bisa membeli Mall ini," ujar Abi yang tidak rela jika sampai ada orang yang menghina Laras.

"Jangan cuma ngomong doang, sebaiknya kamu buktikan dulu perkataanmu. Kalau miskin, miskin aja," ejek Mawar karena mengira Abi tidak mempunyai uang.

"Semuanya sepuluh juta Pak," ucap Kasir.

"Mas, sebaiknya kita pergi saja," ujar Laras yang mengira jika Abi tidak mempunyai uang sebanyak itu, karena Laras takut jika Abi dipermalukan oleh semua orang.

"Mbak, bungkus semuanya pakaiannya," ujar Abi, kemudian memberikan black card yang ia miliki, sehingga membuat Mawar, Rahman, dan pemilik toko membulatkan matanya, karena orang yang memiliki black card hanyalah orang yang super kaya, sedangkan Laras sudah terlihat cemas, karena Laras mengira jika itu hanyalah kartu ATM biasa, dan Laras takut saldo dalam kartu tersebut tidak cukup.

Setelah selesai membayar, Pelayan toko mengembalikan black card milik Abi, dan Laras merasa terkejut karena Abi mempunyai uang sebanyak itu.

Pemilik toko merasa malu kepada Abi, kemudian meminta maaf atas kesalahannya.

"Tuan, Nyonya, maaf kalau saya sudah salah paham terhadap kalian."

"Untuk kali ini saya akan memaafkan Anda. Semoga semua ini menjadi pelajaran untuk kita semua supaya tidak merendahkan oranglain," ujar Abi.

"Dan kamu Mawar, jangan harap kamu bisa mempermalukan Laras, karena kamu hanya akan mempermalukan diri kamu sendiri," sambung Abi, kemudian menggandeng Laras yang mendorong kereta bayi Daffa, karena Abi membawa banyak paper bag.

1
gaby
Msh untung othornya baik cuma amputasi kakimu. Kalo aq yg jadi othornya yg aq amputasi Anu mu biar ga bisa clapclup lg. Jgn kan clapclup, pipis aja bakalan susah/Facepalm//Facepalm/
Rini Antika: aduh 😁
total 1 replies
Munah
cerita Kak Thor sll luar biasa. semangat terus
Munah: masama thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
wa'alaikumsalam, aku udah baca Kak Thor. sehat dan sukses selalu juga untuk Kak Thor, 🤲🙏
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Asyatun 1
lanjut
Rini Antika: Terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya. semoga berkenan baca karya saya yang lainnya, 🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
ending yang sangat mengharukan. semoga semuanya selalu bahagia. terimakasih banyak Kak Thor untuk semua karya" nya yang luar biasa..😍
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Raya membuka hatinya untuk Raja
asya yussi
Luar biasa
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🥰
total 1 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Kayla dan Rayyan bersatu, tinggal Raja sama Raya, Kanaya sama Daffa. semangat terus Thor, smg cepet sembuh, makasih banyak update nya
Rini Antika: Amin, sama", makasih banyak do'anya, 🤲🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
Kanaya mending sama daffa saja biar gak jd orang ketiga
Asyatun 1
lanjut
Tukang Ngehalu
semangat terus Kak Thor, 💪💪
Rini Antika: pasti 💪💪
total 1 replies
Tukang Ngehalu
betul bgt Thor
Tukang Ngehalu
nah lho ada kata miliki nyelip 🤣🤣
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
kenapa Raya nya jd Naya thor? 🤭
Rini Antika: mungkin ingat cerita sebelah 😁
total 1 replies
Tukang Ngehalu
cerita yang membuat aku mewek, 💪
Tukang Ngehalu
nyesek bgt sih
Tukang Ngehalu
aku sudah baca semua karya" Othor yg luar biasa. semangat terus Thor, smg cepat sembuh
Tukang Ngehalu: masama Thor
total 2 replies
Upriyanti II
apa jangan2 kak laras anak kandungnya tante lasmi
Rini Antika: sepertinya begitu, 🤭 terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya Kak 🙏
total 1 replies
Patrick Khan
. kasian rico..
. lanjutkak.. q br dr awal ini br selesai.. ya meskipun kadang2 sering lupa lagi😁😁
Rini Antika: aku juga yg nulisnya sering lupa, 🤭 makasih banyak ya dukungannya 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.. enak bgt watu matinya gitu.. gk adil kak😡
Rini Antika: nanti d akhirat semuanya akan di adili, 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!