Jessica young mendelz adalah putri kedua dari keluarga mendelz, predikat gadis manja di kalangan keluarga kaya tak berlaku untuknya karena pasalnya ia lebih suka melakukan apapun dengan sendiri. bahkan ia tak tertarik sedikitpun ikut andil terjun ke perusahaan milik keluarganya. kehidupannya sudah sangat begitu sempurna hanya saja yang kurang adalah pria yang membuatnya jatuh hati bertahun-tahun lamanya tak jua mencintainya, ia sudah lama mencintai jonhan tirta atmaja. pria yang juga begitu sempurna dan tentunya seorang ahli waris utama keluarga atmaja.
Hingga kenyataan macam apa yang harus ia terima karena ternyata sang pemilik hati menjalin hubungan yang sudah begitu serius dengan sang kakak jessline zee mendelz.
Entah takdir macam apa yang seakan mempermainkannya, hingga akhirnya ia bisa menyandang status nona han atmaja ( jonhan tirta atmaja ).
Bagaimana kelanjutannya? silahkan berkunjung dan happy reading.💃💃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shaqila. A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 ~~ Can i be him in your world
Sial. Bagaimana bisa aku sebenci ini dengan nya hingga membuat ku ingin terus membuatnya menderita, yang tak ku habis pikir ia begitu bebas berpergian dengan si beranda itu. Muak sekali kala kulihat tubuhnya di sentuh orang lain, bukan apa aku benci sesuatu yang dengan bebas bisa di sentuh sembarangan orang. Aku benci mainan ku di pakai ataupun di sentuh oleh orang. Jadi aku menghukum nya dengan menguncinya di balkon apartment.
Malam ini aku berakhir di club malam, sudah beberapa gelas whesky kutenggak. dengan suasana club' yang semakin malam semakin ramai. Beberapa wanita menawarkan diri menemani ku. tapi kutolak, karena aku hanya ingin minum sendiri.
" Ka Han... " Kulirik malas seorang wanita yang menghampiri ku itu,
" Kau bisa menghubungi ku jika ingin pergi minum. Aku siap sedia untuk mu " dengan lancang nya ia duduk di samping ku,
" Enyahlah! Aku tak punya urusan dengan mu! Selain tentang wanita itu "
" kau yakin? Kau tak akan membutuhkan ku setelah ini. Aku bisa menemani mu, membuat mu melampiaskan gairah mu " ujarnya membuat ku jijik mendapati seorang wanita yang begitu terus terang merendahkan harga diri nya. Ia memang bukan satu-satunya yang mengatakan itu. Tapi aku bukan orang yang sembarangan dapat tidur dengan Seorang wanita. Bahkan sekalipun bersama jessline, Aku selalu menahan dan menjaganya. karena aku ingin mendapat hal berharga itu pada momen yang membahagiakan di mana saat one night yang berkesan. Jujur penyatuan ku dengan Jessica itu juga merupakan yang pertama untuk ku. Saat itu aku begitu terkejut mendapati dirinya masih perawan tapi juga ada perasaan senang karena aku yang pertama. Ku putuskan untuk menjadikan ya budak pemuas ranjang ku yang bisa kapanpun kugunakan servernya. Toh itu juga tidak dengan cuma-cuma, karena aku pun memberikannya uang dan juga obat pengontrol kehamilan, karena aku sungguh tak Sudi memiliki keturunan dengan nya.
Sialnya tubuhku tiba-tiba saja menegang,
Meremang. Gairahku tiba-tiba memuncak membuat ku pusing. Kutepis kasar sentuhan-sentuhan yang Sandra lakukan, bahkan aku mengusirnya dengan sadis tapi ia justru semakin memepet dirinya membuat ku merasa panas.
" Han! " dapat ku dengar dengan jelas itu adalah Joshua,
" sedang apa kau dengan perempuan ini!
Kau main gila dengannya! " Ujarnya menatapku tajam
" Bukan urusan mu. " Sahutku melihat nya malas dengan memijit pelipis ku,
" Jelas urusan ku! Sudah ku bilang jika itu menyangkut Jessica, akan menjadi urusan ku! Aku bahkan tidak segan-segan untuk memutuskan pertemanan kita!!" Ucapnya tiba-tiba saja memukul ku, Yang juga ku balas melayangkan pukulan pada nya. Membuat orang-orang di club' itu sedikit terkejut melihat kami.
" Jangan membuat diri mu bodoh! Dan kemudian hari menyesal!! " Seru nya kembali memukul ku beberapa kali.
" Menyesal! Itu tak akan terjadi! Sh***!! " Ucapku kembali membalas memukulnya lalu lenggang pergi, sepanjang jalan aku mengumpat sungguh suasana hati ku sedang benar-benar buruk. Berani-beraninya ia mengatasnamakan pertemanan kita hanya untuk wanita sial itu!
Begitunya sampai di apartment, aku langsung menuju balkon. Kulihat wanita itu tengah berjongkok melihat kearah ku. Ia bahkan sempat menanyakan lebam di wajah ku yang tak kuhiraunkan.
Dan justru dengan penuh amarah, aku menyeretnya, menariknya dengan begitu Kasar tanpa peduli ia meringis kesakitan. Kulampias kekesalan ku padanya dengan memperlakukannya begitu buruk kembali di atas ranjang habis-habisan. Entah berapa kali nya, aku tak perduli. usai menyuruhnya turun dari tempat tidur, aku juga menyuruhnya untuk minum pil obat itu bahkan jika perlu aku memintanya meminum pil itu beberapa butir, karena aku begitu banyak mengeluarkan benih ku yang tak ingin ku hadirkan. Bukan karena aku tak menginginkan memiliki anak tapi aku sungguh tak Sudi memiliki anak dari nya, orang yang telah menyebabkan wanita ku mati .
Aku terbangun dini hari sudah rapih dengan pakaian kerjaku, kulirik dirinya yang masih meringkuk dalam selimut. Seperti biasa aku selalu meletakkan segepok uang setelah usai berhubungan, aku tak ingin nantinya ia menyalah artikan ini hanya karena aku telah meniduri nya. Aku berjalan keluar, begitu hendak membuka pintu apartment aku melihat sepasang sepatu yang hak heels nya patah. Mungkinkah kakinya terluka? Sempat sejenak pikiran itu ada melintas di hati tapi segera kutepis. Untuknya tak ada rasa kasihan yang perlu hadir.
... 🍃🍃🍃...
Pagi ini aku terbangun dengan sedikit meringis, karena kakiku yang sedikit membengkak akibat terkilir kemarin. jika dulu aku meringis karena tubuh yang remuk sakit semua karena perlakuan kasar nya. Sekarang pun masih sama, hanya saja mungkin sedikit mulai tak kaku dengan perlakuan kasar nya. Aku mencoba berdiri dengan kaki yang terasa sakit, ku tertatih menuju bathroom untuk membersihkan diri yang tampak begitu lengket. Aku merendam diri dengan air hangat yang telah kuberikan cairan aromatik,
terdiam termenung mempertanyakan kenapa mencintai seseorang bisa semenyakitkan ini? Kenapa bahkan aku rela membiarkan diri ku terluka. Dan kenapa aku masih ingin berharap pada pernikahan ini, kenapa aku masih bisa berharap ada keajaiban pada hatinya. Aku tak janji bisa bertahan menghadapi ini, tapi aku juga tak ingin melepaskan cinta dan pernikahan ini. Jika seandainya hal buruk terjadi, pada saat nya nanti aku akan menyerah tapi jika tujuan ku telah tercapai pastinya. aku punya sesuatu yang ingin kubawa darinya, setidaknya aku ingin pergi membawa sebagai dari dirinya.
Dentingan suara ponsel menyadarkan ku. yang membuatku pun akhirnya beranjak, ku angkat deringan ponsel itu yang tak berhenti-henti.
" Kau di mana? " Sambarnya setelah berhasil ku angkat
" Kenapa? " Tanyaku
" Kenapa? Setelah pergi begitu saja! Kau masih tanya kenapa? " Ujar Dino
" Ck maaf untuk kemarin. Ah ya hari ini sepertinya aku tak pergi ke cafetaria dan juga club malam mu "
" Kau baik-baik saja? Sekarang kau di mana...."
Ting tong ting tong, suara bel berbunyi. Ku matikan panggilan Dino. Sambil keluar kamar dengan kaki yang terpincang. Tak lama bel itu kembali berbunyi berulang kali, begitu tak sabar membuat ku berdecak sebal. Begitu nya kubuka shua sudah tolak pinggang menatapku.
" Aih apa? " Seruku penuh penekanan,
" hei! Wah kau! ... Kaki mu kenapa? " Ucapnya memapah ku untuk duduk, lalu melihat kaki.
" Kenapa bisa seperti ini! " Ujarnya menoleh ku sebelum ia berlalu,
" Alah terkilir saja! Nanti juga membaik" kualihkan pandangan ku melihat kaki.
" Jonhan yang melakukan nya? " Liriknya sambil mengoleskan krim
" Bukan. " Sahutnya berbohong.
" Kau tahu Han punya hubungan dengan Sandra? " ujarnya sambil memperban kakiku,
" Ehm. Bukankah itu hanya settingan, mereka melakukan itu dengan sengaja hanya ingin membuat ku tak nyaman. Karena aku tahu ka Han hanya mencintai seorang ka Zee. Lalu kenapa dengan wajah mu itu? Bonyok begitu. " Seruku
" Bertengkar dengan Han. " Membuat ku menyeringit heran, sekalipun terjawab sudah pertanyaanku semalam tentang lebam di wajah ka Han.
" Kenapa bisa? Karena apa hingga kalian sampai baku hantam hah! " Shua melihat ku,
" Lupakan saja.... "
" Jess.... Ada apa dengan kakimu? " Seru Dino yang baru saja datang membuat ku melihatnya, sementara shua merapikan kotak p3k.
" Kau kesini? "
" Ya, aku mengkhawatirkan mu. Kau memutuskan panggilan ku begitu saja. Kenapa dengan kaki mu, Jess "
" Tidak apa, hanya terkilir "
" Apa kau ingin kedokter? Atau aku bisa panggilkan dokter "
" Tidak. Shua sudah memperban ku. Ia melakukan dengan begitu baik. Nanti akan membaik, jadi tidak perlu khawatir. Kau bisa kembali bekerja "
" Artinya, kau harus pergi. Ia ingin istirahat " ucap shua melambaikan tangannya pada ku. Sedang Dino melihat ku seakan meminta jawaban,
" Aku memang ingin istirahat, bolehkan " kataku.
" Ehm, istirahatlah. Hubungi aku kalau butuh apa-apa " ku anggukan kepala, lalu kemudian ia pergi menutup pintu apartment ku. Sejujurnya aku memang hanya sedang ingin sendirian saja, mencharger diri.
" Si br\*ngsek itu yang melakukannya, bukan?. Kau masih yakin ka Josh, br\*ngsek itu memperlakukan Jessica dengan baik. " Seru Dino pada Joshua.
" Ceh kau bahkan tahu bagaimana si br\*ngsek itu selalu membuat Jessica menangis "
" Kau pikir aku akan tinggal diam? Selama nyawaku ada, aku akan melindungi Jessica. Sekalipun Han sahabat ku, aku tak akan membela pihak yang salah! "
" Apa kau menyukai Jessica? "
" Kau gila! "
" Ya. Karena aku menyukai Jessica. Aku perlu tahu kau saingan ku atau bukan, agar kita bisa bersaing secara gentle "
Joshua tertawa dengan terus melangkah jalan masuk mobilnya
" Kau belum menjawab nya! Hei! Bukankah ini namanya sudah tak fair ! " Teriak Dino dengan di barengi umpatan kesalnya.
\*\*\*
\-
\-
\-
...**jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun 🥰 mohon dukungan nya ya karena dukungan kalian sangat berarti untuk minmin 🤗☺️**...
...\# **happy reading all 🌻**...
semangat