Indonesia
NovelToon NovelToon
HORIZON

HORIZON

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Light Novel / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Diyanathan

Raya, gadis penyintas trauma yang mencoba menjalani kehidupan normal di sekolah dan organisasi rahasia Horizon. Di balik senyum cerianya, ia menyimpan luka dalam yang mudah tersulut oleh kata-kata tajam.

Kehadiran Adi, anggota yang memandangnya sebelah mata dan menganggapnya hanya gadis manja, membuat hidupnya semakin berwarna tapi juga penuh bahaya. Mulai dari insiden penjemputan yang memicu serangan panik, keseruan berkumpul bersama sahabat dan keluarga, hingga camping berbahaya yang penuh jebakan.

Ketika dendam memuncak, duel sengit pun tak terelakkan. Raya membuktikan kemampuannya, namun racun di lidah musuh mampu melumpuhkan mentalnya lebih sakit dari pukulan fisik.

Akankah Raya mampu bertahan di dunia yang keras ini? Atau bayangan kelam masa lalu akan menyeretnya kembali ke dalam kegelapan? Ikuti kisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyanathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan di Bawah Tanah

Taufik dan timnya bekerja tanpa lelah mencari jejak Bisma. Deka dan Dimas sibuk memecahkan kode dan melacak nomor polisi taksi yang digunakan pelaku. Namun, hasilnya mengejutkan—nomor kendaraan itu palsu total. Meski begitu, Dimas berhasil menelusuri rute pergerakan taksi tersebut melalui sistem satelit.

“Taksi itu mengarah ke daerah barat, terakhir terlihat berhenti di sekitar Perkampungan Mati,” lapor Dimas dengan napas tertahan.

“Gak ada waktu buat buang-buang waktu! Kita sergap malam ini!” seru Umi dengan semangat berapi-api.

“Betul, malam ini kita bertindak,” tegas Galang.

Mereka pun bersiap kembali ke asrama untuk mempersenjatai diri dan mempersiapkan strategi penyelamatan.

 

Sementara itu, di ruangan Farel, Adi sedang bermain peran dengan sangat manis.

“Kak, sudah dengar kabar Bisma diculik?”

“APA?! Kok bisa?!” Farel terlihat syok dan panik.

“Iya, Kak. Tadi Taufik dan tim khusus mau minta izin buat selamatin dia, karena katanya Bisma punya info soal obat Raya.”

Mendengar kata ‘Raya’, emosi Farel langsung meledak.

“NGGAK BOLEH! Tim khusus itu tugasnya cuma cari Mr.X! Jangan campur aduk urusan orang luar!” bentak Farel.

“Aku sudah tolak laporannya, Kak. Tapi sepertinya mereka tetap nekat mau berangkat malam ini,” ucap Adi lembut, namun racun di kata-katanya berhasil memancing amarah Farel memuncak.

Dengan langkah berat dan penuh amarah, Farel berjalan menuju ruang staf. BRUK! Pintu didobrak dengan kasar hingga membuat Roni dan Aulia terlonjak kaget.

“SIIIPAA YANG MENUGASKAN TIM KHUSUS MENYELAMATKAN BISMA?!!” teriak Farel.

“Saya yang menugaskan, karena ini penting untuk—”

“KAMU ANGKAT KAKI DARI SINI! KELUAR DARI HORIZON!”

Hening. Seluruh udara di ruangan seakan tersedot habis. Roni terpaku tak percaya.

“APA-APAAN INI, REL?! Ini semua demi Raya juga! Kenapa kamu malah marah dan mengeluarkan Roni?!” teriak Aulia tak terima.

“Kenapa? Kamu nggak rela dia keluar? Kamu juga mau ikut keluar dari sini?!” hardik Farel buta.

“OKE! SAYA KELUAR!” teriak Roni lalu berlari keluar meninggalkan ruangannya. Aulia hanya bisa menangis melihat Farel yang sekarang berubah menjadi orang yang tak bisa berpikir jernih.

“Aku kecewa sama kamu, Rel.”

 

Di koridor, Roni berjalan sambil mengumpat kesal. Bertemu dengan Deka, ia langsung melampiaskan kekesalannya.

“Kak Roni! Kenapa mukanya merah banget?”

“GUE DIKELUARIN FAREL DARI HORIZON!”

“APA?! Gila, kok bisa?”

“Udah ah, minggir!” Roni mau pergi, tapi Deka cepat menarik tangannya.

“Jangan tarik-tarik! Brengsek!”

“Dikit aja Kak, ikut gue!” paksa Deka lalu menyeret Roni masuk ke ruangan rahasia tim mereka.

“Siapa ini?” tanya Galang kaget.

“Begini teman-teman, Kak Roni sudah dikeluarin juga sama Farel. Daripada nganggur, mending gabung sama kita aja kan?” usul Deka.

“APA?! Dikeluarin?!” serentak mereka terkejut.

“Pasti gara-gara si Adi! Tadi gue lihat Farel keluar dari ruangan dia dengan muka bengis,” tebak Dimas tepat sasaran.

“Bajingan! Dia yang ngomporin Farel!” umpat Roni.

“Kak Roni, ikut kita saja. Kita cari Bisma dan obat Raya. Nanti kalau Raya sadar, dia yang bakal benerin semua ini. Raya tahu kok kelakuan asli Adi yang kayak gimana,” bujuk Riska.

Tanpa pikir panjang, Roni mengangguk mantap. “Oke! Mulai malam ini, gue ikut kalian! Gue mau buktiin siapa yang salah!”

 

Di rumah sakit, Fendy duduk termenung di samping ranjang Raya.

“Ray, keadaan di luar lagi kacau balau nih. Singa lagi ngamuk-ngamuk nggak jelas,” bisiknya pelan. Air mata Fendy menetes. Raya bukan sekadar adik tim, tapi satu-satunya keluarga yang dimiliki Fendy setelah orang tuanya tiada.

Tiba-tiba pintu terbuka, muncul sosok Wildan.

“Eh, Lo Wil? Udah balik dari Amerika?” sapa Fendy.

“Iya, alhamdulillah. Kabar baiknya, kanker Caca udah dinyatakan sembuh total! Tinggal masa pemulihan doang,” jawab Wildan sumringah. Namun senyumnya pudar saat melihat kondisi Raya. “Raya masih belum sadar?”

“Masih sama, Wil. Tapi tenang, Bisma dapat info soal penawarnya.”

“Terus mana Bisma? Biasanya rame banget di sini.”

“Bisma diculik, Wil. Dan yang lain lagi gerilya nyariin dia diam-diam karena Adi nggak ngizinin,” jelas Fendy. Wajah Wildan berubah kaget dan kecewa mendengar betapa kacaunya keadaan Horizon saat ini.

 

Malam itu, tim gabungan pimpinan Roni sudah berada di Perkampungan Mati. Mereka membagi tim menjadi beberapa regu untuk menyisir area.

- Roni & Galang: Gedung utama

- Umi & Taufik: Rumah tua pinggir sungai

- Dimas, Deka, Riska: Area perumahan

Namun, setelah berjam-jam mencari, hasilnya nihil. Tak ada tanda-tanda kehidupan Bisma di sana. Mereka pun memutuskan mundur sementara.

Sesampainya di depan gedung Horizon, jantung mereka berdegup kencang. Farel dan Adi sudah berdiri menunggu dengan wajah yang sangat suram.

“SIIPAA YANG MENYURUH KALIAN JALANKAN MISI INI?!” bentak Farel. “Tim khusus itu tugasnya cari obat Raya, bukan main-main nyelamatin orang yang udah keluar dari organisasi!”

Galang maju selangkah, wajahnya tenang namun penuh penolakan.

“SAYA YANG MENYURUH MEREKA.”

Semua orang tertegun.

“Kalau Bapak tidak suka, silakan keluarkan saya juga. Tapi saya tidak bisa diam melihat orang yang tulus berkorban dibiarkan mati. Apalagi diatur oleh orang yang tidak jelas asal-usulnya!”

Duar!

Farel tak kuasa menahan amarah, ia memukul pipi kiri Galang dengan keras hingga kepala Galang tersentak. Galang hanya tersenyum sinis, ia tahu Farel sedang dibutakan. Di sampingnya, Adi tersenyum licik menikmati adegan itu.

“Kenapa Bapak selalu buta sama orang di sebelah Bapak itu?! Dia itu bunglon! Dia yang bikin semua ini rusak!” teriak Galang.

Bugh!

Pukulan kedua mendarat, membuat Galang tersungkur. Dimas dan Deka segera membantunya berdiri.

“Udahlah! Kita ini keluarga kenapa malah saling hancurin?” seru Taufik coba menengahi.

Dengan hati panas, Galang dan yang lain pergi meninggalkan Farel. Di dalam hati, Farel hancur. Ia tak mengerti kenapa dirinya bisa sekejam ini pada orang-orang yang tulus.

 

Sementara itu, di tempat yang jauh lebih dalam. Bisma terikat kuat di ruang bawah tanah yang lembap dan gelap. Ia sebenarnya mendengar suara teman-temannya tadi, tapi sayang mereka tak tahu kalau lokasinya tepat di bawah kaki mereka.

“Sepertinya teman-temanmu menyerah mencari kamu,” suara seseorang terdengar seram.

Orang itu membuka sumbat mulut Bisma.

“Brengsek!! Mau apa sebenarnya lo?! Kenapa gue dikurung di sini?!”

“Gue cuma mau satu hal... melihat Raya mati perlahan-lahan.”

“JANGAN SENTUH RAYA! Cukup dia yang menderita! Mana penangkal obatnya?!”

“Oh, ternyata lo udah tahu ya? Gara-gara si tahanan itu semua jadi kacau. Gue nggak bakal biarin lo balik dan bertemu dia. Lo bakal ketemu Raya dalam keadaan mayat!”

 

Di asrama, Galang masih memegang pipinya yang bengkak. Ia tak terima.

“Malam ini gue mau keluar lagi,” kata Galang tiba-tiba.

“Mau ke mana lagi?”

“Gue penasaran sama gedung tua tadi. Ada yang aneh sama lantainya.”

Sebelum pergi, Deka memberikan sebuah gelang canggih. “Ini, ada GPS dan sinyal darurat. Kalau ada apa-apa, pencet ini, langsung nyambung ke laptop gue.”

Galang sampai di lokasi. Benar saja, lantai di sana terlihat renggang dan tidak rata. Tiba-tiba lantai itu bergerak! Galang kaget, tapi tiba-tiba ada tangan yang menariknya bersembunyi.

“Wih! Kak Roni?!”

“Sama kayak lo, gue juga curiga,” bisik Roni.

Mereka melihat seseorang keluar dari lantai yang terbuka seperti pintu rahasia. Setelah orang itu pergi, Galang dan Roni segera menekan tombol tersembunyi di keramik.

Wusss...

Pintu lantai terbuka lebar. Dan di sana, di bawah sana...

“ASTAGA! BISMA!”

Mereka melihat Bisma terikat dengan wajah pucat pasi dan tubuh yang sangat kurus.

“Kee...ja...r... Mr.X...” ucap Bisma terbata-bata, suaranya parau karena kelaparan.

“Udah jangan banyak bicara! Kita bawa lo ke RS sekarang!”

Dengan kecepatan maksimal, Roni mengendarai mobil menuju rumah sakit. Galang segera mengabari yang lain.

Di rumah sakit, suasana haru bercampur lega menyelimuti semua orang setelah Fendy keluar dari UGD.

“Dia cuma lemas sekali karena beberapa hari nggak makan dan minum. Nanti kalau sadar, beliin makanan yang banyak ya,” jelas Fendy.

“Syukurlah...”

“Eh, ini kabarnya kasih tahu Farel gak?” tanya seseorang.

“NGGAK USAH BAWA-BAWA SINGA ITU KE SINI!” bentak Galang masih emosi.

Namun, perkataan itu baru saja keluar dari mulutnya, ketika dari arah belakang muncul sosok tinggi besar yang berdiri tegak. Itu Farel. Wajahnya terlihat lelah dan sendu.

“Rel... lo baru sampai?” tanya Fendy kaget.

Farel hanya tersenyum kecut, matanya menatap Galang yang memegang pipinya.

“Maaf...” ucap Farel lirih, sangat pelan. Ia tak menatap siapa pun, lalu berjalan masuk ke kamar rawat inap Raya.

Semua orang terdiam. Di hati kecil mereka, ada rasa kasihan melihat pemimpin mereka yang hancur karena kesalahannya sendiri.

1
Prasetya Wibowo
Kak author! Meskipun alurnya simple tapi ngena banget!
hanif hidayatullah
keren ini,
Diyanathan: terimakasih kak☺️
total 1 replies
YusWa
semangat berkarya....
Diyanathan: tentu kak, jangan lupa share juga ya kak☺️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!