Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib / Tamat
Popularitas:159.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Wushhh.

Sebuah mobil sedan hitam mewah melaju mulus membelah jalanan kota yang mulai sepi.

Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang besi raksasa berukir emas.

Gerbang itu terbuka perlahan secara otomatis menyambut kedatangan sang tamu.

Bima Aditya duduk di kursi belakang dengan pandangan takjub.

Dia belum pernah melihat rumah sebesar dan semewah ini seumur hidupnya.

Halaman depan rumah itu membentang luas seperti lapangan golf.

Ada air mancur besar di tengah taman yang diterangi lampu sorot berwarna hangat.

Sreett.

Mobil berhenti tepat di depan pintu utama rumah megah bercat putih gading tersebut.

Seorang kepala pelayan berseragam rapi segera membukakan pintu untuk Bima.

"Selamat malam, Dokter Bima."

"Tuan Besar Darma dan Nona Kiara sudah menunggu Anda di ruang makan."

Kepala pelayan itu membungkuk hormat lalu mempersilakan Bima masuk.

Bima melangkah masuk ke dalam rumah yang lebih mirip istana gaya Eropa itu.

Lantai marmer mengkilap dan lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit.

Langkah Bima membawanya menuju sebuah ruangan luas dengan meja makan panjang di tengahnya.

Di ujung meja, Kakek Darma duduk dengan pakaian santai namun tetap terlihat berwibawa.

Di sebelah kanannya, Kiara duduk anggun mengenakan gaun malam berwarna biru tua.

Gaun itu sangat pas di tubuh Kiara, menonjolkan kecantikannya yang luar biasa.

"Selamat datang, Bima."

"Duduklah di sini, mari kita makan malam bersama," sapa Kakek Darma dengan senyum ramah.

Bima menarik kursi di seberang Kiara dan duduk dengan sopan.

"Terima kasih atas undangannya, Kakek Darma."

"Rumah Anda sangat luar biasa besar," ucap Bima dengan jujur.

Kakek Darma tertawa renyah mendengar pujian polos itu.

"Ini hanya tumpukan batu dan semen, Bima."

"Tidak ada artinya jika penghuninya sakit-sakitan dan hampir mati seperti kemarin."

Ting, ting, ting.

Suara denting sendok dan garpu mulai terdengar saat para pelayan menghidangkan makanan.

Berbagai macam hidangan laut dan daging panggang mewah tersaji di atas meja.

Bima makan dengan tenang tanpa terlihat canggung.

Dia tahu bagaimana membawa diri meskipun berada di lingkungan kelas atas.

Setelah makan malam selesai, pelayan membereskan piring dan menyajikan teh hangat.

Suasana di ruang makan tiba-tiba berubah menjadi lebih serius.

Kakek Darma meletakkan cangkir tehnya dan menatap Bima lekat-lekat.

"Kiara sudah menceritakan padaku tentang bagaimana kau menghancurkan dokter korup itu siang tadi."

"Tindakanmu sangat rapi dan tanpa ampun."

"Aku menyukai caramu menyelesaikan masalah, Bima."

Bima menatap balik pria tua itu dengan tenang.

"Saya hanya tidak ingin ada pasien lain yang menjadi korban keserakahannya."

"Lalu, bagaimana dengan penyelidikan tentang parasit di tubuh Anda?" tanya Bima langsung pada intinya.

Kakek Darma menghela napas panjang dan wajahnya berubah keras.

Dia mengambil sebuah tablet pintar dari meja kecil di sebelahnya dan menyodorkannya pada Bima.

"Tebakanmu seratus persen akurat, Bima."

"Parasit itu sengaja dimasukkan ke dalam minuman suplemen harianku."

Bima menerima tablet itu dan menekan tombol putar pada layar.

Sebuah rekaman hitam putih dari kamera pengintai CCTV mulai berputar.

Di layar itu, terlihat seorang pelayan pria sedang menuangkan semacam cairan hijau kental ke dalam gelas Kakek Darma.

Pelayan itu melakukannya dengan sangat cepat di sudut dapur yang sepi.

"Pelayan ini bernama Joko, dia sudah bekerja di sini selama lima tahun," jelas Kiara dengan nada kecewa.

"Kami langsung menginterogasinya siang tadi setelah mendapat laporan darimu."

"Apa yang dia katakan?" tanya Bima sambil mengembalikan tablet itu.

"Dia mengaku disuap sebesar dua miliar rupiah untuk menaruh cairan itu."

"Cairan itu berisi bibit parasit mutan yang kau cabut dari perutku," sahut Kakek Darma dengan suara menahan marah.

"Dan yang lebih mengejutkan adalah siapa yang menyuapnya."

Kakek Darma menatap Bima dengan pandangan sangat tajam.

"Mereka menyebut diri mereka Sindikat Ular Hitam."

Mendengar nama itu, Bima mengerutkan dahinya.

"Sindikat Ular Hitam?"

"Saya belum pernah mendengar nama organisasi itu di dunia medis."

Kiara yang sejak tadi diam mulai ikut menjelaskan.

"Kau tidak akan menemukannya di jurnal atau berita resmi, Dokter Bima."

"Mereka adalah organisasi gelap yang menguasai pasar gelap farmasi dan perdagangan organ."

"Mereka juga melakukan eksperimen rekayasa genetika ilegal untuk menciptakan senjata biologis."

Bima menelan ludah mendengar penjelasan Kiara.

Ini jauh lebih besar dari sekadar korupsi dokter di rumah sakit.

"Lalu kenapa mereka menargetkan Anda, Kakek Darma?" tanya Bima penasaran.

"Bulan lalu, perusahaan farmasi milik Grup Pratama menolak proposal merger paksa dari sebuah perusahaan cangkang."

"Perusahaan cangkang itu ternyata adalah kedok dari Sindikat Ular Hitam."

Kakek Darma mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol.

"Mereka ingin menguasai jalur distribusi obat legal kami untuk mencuci uang hasil penjualan obat ilegal mereka."

"Karena aku menolak, mereka memutuskan untuk membunuhku secara perlahan agar terlihat seperti penyakit alami."

Bima mulai memahami teka-teki ini secara utuh.

Parasit mutan itu adalah produk gagal atau mungkin senjata sukses dari eksperimen sindikat tersebut.

"Kita harus sangat berhati-hati mulai sekarang."

"Sindikat yang bisa merekayasa parasit seganas itu pasti punya sumber daya ilmuwan yang mengerikan," ucap Bima memberi peringatan.

Kakek Darma mengangguk setuju.

"Tentu saja."

"Aku sudah melipatgandakan keamanan di rumah ini dan di semua aset perusahaan."

"Tapi aku khawatir mereka akan mulai mengincarmu juga, Bima."

"Kau adalah orang yang menggagalkan rencana pembunuhan sempurna mereka."

1
Mama Gezkara
waahh.

bahagianya Dokter Bima....
🍁FAIZ❣️
sungguh mendebarkan
🍁FAIZ❣️
woooww kereeeen
Mama Gezkara
kak ..kq bintang tujuh ya... berasa obat sakit kepala puyer.
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh sama mama 😂🙏
Maaf ya mama typo hotel bintang tujuh, harusnya bintang lima super luxury yaa ma🤣🤣🙏
total 1 replies
Mama Gezkara
kalau dibuat film cerita Bima ini, pasti keren dan booming lho kak Nissa
Nissa Safira: Aamiin mama🔥 Doain ya cerita Bima bisa ini sampai bioskop beneran🔥🤣🙏
total 1 replies
Mama Gezkara
waahh..aku serasa nonton film action Jason Statham lho kak Nissa.... keren euy....
Alfathir Paulina: klo aku malah lihat sprti Tom cruise Di film MI,tegang trs tp mantap👍👍😍😍
total 2 replies
Mama Gezkara
cinta membuat kita jadi kehilangan logika ya kak...
Mama Gezkara
ya Allah...kak Othor keren euy.....
Mama Gezkara
waaahhh... keren Kiara 👍
Mama Gezkara
kak Othor... segera siapkan resep ajaib untuk memusnahkan dr Surya..ya 😄
Mama Gezkara
hmm..aku suka kaaakk
Mama Gezkara
hmm.. keren imajinasi kak Othor ya...
Mama Gezkara
aku suka cerita berimajinasi tinggi seperti ini kak... semangat yaaaa
Mama Gezkara: Alhamdulillah...sehat selalu Othor Nissa...
total 2 replies
Jiuyue
gak mungkin dokter spesialis turun ke jalanan pake ambulans jemput pasien thor...
biasanga mereka standby di RS/Slight/
Nissa Safira: Wahhh detailnya jeli banget kak! Makasih koreksinya 🙏😭
Bener banget kak, di dunia nyata dokter spesialis kayak Dokter Surya itu standby di IGD / OK, yang jemput pakai ambulans biasanya tim perawat + dokter IGD / dokter jaga.
Di sini aku sengaja bikin Dokter Surya ikut di ambulans biar tabrakan dramanya langsung ketemu Bima di TKP, jadi pas adegan ligasi arteri pakai benang jahit itu ada yang langsung nge-judge dan kaget liat hasilnya. Kalau nunggu sampai RS, feel balas dendamnya kurang nampol kak 😂😁
Anggap aja malam itu RS Medika Utama lagi kekurangan orang gara-gara hujan deres + kecelakaan beruntun, jadi Surya kepaksa turun.
Sehat-sehat kak, seneng ada pembaca yang ngerti dunia medis juga!🔥🔥💪
total 1 replies
Tegar sarifudin
bagus lanjut terus
Jamilah Hidirmanto
ceritanya bagus banget aq suka aaaaaaaaa
Eka Kaban
dokter Bima ini udah mengambil alih tugas malaikat Izrail🤣
Mama Gezkara: hahaha..bener kak...
total 2 replies
Eka Kaban
hemm lagi nyimak
Ninik Rochaini
dokter model opo koyok ngono...😡
Ninik Rochaini
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!