Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Keluarga Adrian dikenal sebagai salah satu keluarga paling terpandang dan kaya.
Di mata publik, mereka adalah keluarga sempurna.
Kaya.
Terhormat.
Bahagia.
Namun di balik rumah besar itu, tersimpan banyak rahasia.
Persaingan bisnis, pengkhianatan, iri hati, dan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga Adrian mulai bermunculan.
Semuanya berubah ketika lahir seorang gadis kecil bernama Adeline Adrian Wijaya.
Sejak kecil, Adeline memiliki kemampuan aneh:
dia dapat mendengar suara hati manusia.
Dia bisa mendengar kebohongan yang tidak pernah terucapkan.
Dia bisa mengetahui seseorang yang tersenyum tetapi sebenarnya membenci.
Dia bisa mendengar rasa sakit yang disembunyikan seseorang.
Awalnya keluarga menganggap itu hanya imajinasi anak kecil.
Namun perlahan, kemampuan Adeline menyelamatkan keluarganya.
Ketika seseorang berpura-pura baik.
Ketika ada anggota keluarga yang diam-diam berkhianat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Rumah besar Wijaya terasa lebih tenang setelah beberapa hari tanpa kehadiran Kevin. Adrian mulai memikirkan kembali semua yang terjadi dan menyadari bahwa dia hampir terjebak dalam tipu muslihat keponakannya. Namun, di balik ketenangan itu, William terlihat semakin sering termenung dan menatap foto-foto lama di ruang kerjanya.

Suatu sore, Adeline menemukan kakeknya duduk sendirian di ruang kerja, memegang sebuah album foto tua yang sudah usang. Pria tua itu menatap foto seorang wanita muda dengan ekspresi penuh kerinduan dan kesedihan. Adeline mendekati kakeknya dengan langkah pelan dan duduk di sampingnya tanpa berkata apa pun.

"Kakek, siapa wanita itu?" tanya Adeline akhirnya, menunjuk ke foto yang sedang dilihat William.

William tersenyum lembut pada cucunya. "Itu nenekmu, Sayang. Istri Kakek yang sudah meninggal. Namanya Sarah."

Adeline menatap foto itu dengan penuh perhatian. "Dia cantik, Kek. Dan matanya ... matanya seperti mataku."

William terkejut mendengar kata-kata cucunya. Dia menatap Adeline dengan tatapan yang dalam, seolah melihat sesuatu yang sudah lama dia cari. "Kamu benar, Sayang. Matamu persis seperti matanya. Dan bukan hanya matanya. Kemampuanmu juga mirip dengannya."

Adeline mengerutkan kening. "Apa maksud Kakek?"

William menghela napas panjang. Dia menutup album foto dan menatap cucunya dengan penuh kasih sayang. "Sudah waktunya kamu tahu, Sayang. Ada rahasia tentang keluarga kita yang selama ini Kakek simpan. Rahasia yang hanya Kakek dan beberapa orang tua yang tahu."

Adeline duduk lebih dekat ke kakeknya, matanya penuh rasa ingin tahu. "Rahasia apa, Kek?"

William mulai bercerita dengan suara pelan dan penuh emosi. "Nenekmu, Sarah, memiliki kemampuan yang sama sepertimu. Dia bisa mendengar suara hati orang lain. Dia bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Kemampuan itu membuatnya istimewa, tetapi juga membuatnya menderita."

Adeline terkesima. "Jadi kemampuan ini ... turun temurun?"

William mengangguk. "Kakek percaya begitu. Kemampuan itu muncul dalam garis keturunan keluarga Wijaya, tetapi tidak selalu pada setiap generasi. Nenekmu memilikinya. Kemudian ibumu, Elena, tidak memilikinya. Tetapi kamu, cucu Kakek yang manis, mewarisi kemampuan itu."

"Kenapa Kakek tidak pernah menceritakan ini sebelumnya?" tanya Adeline bingung.

William mengusap rambut cucunya dengan lembut. "Karena Kakek takut. Nenekmu menderita karena kemampuannya. Orang-orang takut padanya. Mereka menganggapnya aneh dan menjauhinya. Kakek tidak mau hal yang sama terjadi padamu. Kakek ingin melindungimu dari dunia yang tidak siap menerima seseorang sepertimu."

Adeline merasakan air mata menggenang di matanya. Dia memeluk kakeknya erat. "Kakek tidak perlu takut, Kek. Adeline kuat. Adeline tidak takut pada orang-orang yang menganggapku aneh."

William memeluk cucunya dengan penuh kasih sayang. "Kakek tahu kamu kuat, Sayang. Kamu lebih kuat dari siapa pun yang Kakek kenal. Tetapi Kakek tidak bisa menahan perasaan ingin melindungimu. Kamu adalah cucu kesayangan Kakek."

Malam itu, Adrian datang ke ruang kerja William untuk membicarakan beberapa hal tentang perusahaan. Dia menemukan ayahnya sedang duduk dengan album foto di pangkuannya dan ekspresi yang penuh perenungan.

"Ayah, ada apa?" tanya Adrian sambil duduk di samping William.

William menatap putranya dengan tatapan serius. "Ada sesuatu yang harus kamu ketahui, Adrian. Tentang keluarga kita. Tentang kemampuan Adeline."

Adrian mengerutkan kening. "Apa maksud Ayah?"

William mulai menceritakan semua yang dia ketahui tentang Sarah dan kemampuan yang diwariskan dalam keluarga Wijaya. Dia menjelaskan bagaimana Sarah juga bisa mendengar suara hati orang lain dan bagaimana hal itu membuat hidupnya sulit. Dia juga menjelaskan bahwa kemampuan itu muncul secara tidak terduga dalam setiap generasi dan bahwa Adeline adalah pewaris kemampuan itu.

Adrian mendengarkan dengan mulut terbuka. Dia tidak pernah tahu bahwa ibunya memiliki kemampuan seperti putrinya. "Kenapa Ayah tidak pernah memberitahuku?" tanyanya dengan suara sedikit tersinggung.

William menghela napas. "Karena aku ingin melindungimu, Adrian. Aku tidak ingin kamu tumbuh dengan ketakutan bahwa kamu atau anak-anakmu mungkin mewarisi kemampuan itu. Aku pikir jika aku menyimpannya sebagai rahasia, kalian semua akan aman."

Adrian menundukkan kepalanya. Dia merenungkan semua yang telah terjadi beberapa bulan terakhir. Kemampuan Adeline telah menyelamatkan mereka berkali-kali. Tanpanya, mungkin mereka sudah kehilangan perusahaan dan mungkin juga keluarga mereka.

"Ayah, aku tidak marah," kata Adrian pelan. "Aku hanya ... aku hanya merasa bodoh karena tidak menyadari semua ini lebih cepat. Selama ini aku menganggap kemampuan Adeline sebagai sesuatu yang aneh. Padahal itu adalah warisan keluarga."

William tersenyum dan menepuk bahu putranya. "Kamu tidak bodoh, Adrian. Kamu hanya ayah yang ingin melindungi anaknya. Dan sekarang, kita semua harus melindungi Adeline bersama-sama. Dia adalah masa depan keluarga kita."

Keesokan paginya, Adrian memanggil seluruh keluarga untuk berkumpul di ruang tamu. Elena, Nathan, dan Adeline duduk dengan penuh perhatian, sementara William berdiri di samping Adrian dengan ekspresi serius.

"Ada sesuatu yang harus kita semua ketahui," kata Adrian dengan suara mantap. "Tentang keluarga kita dan tentang kemampuan Adeline."

Dia menceritakan semua yang telah dia pelajari dari William tentang Sarah dan warisan keluarga. Elena terkejut mendengar bahwa ibu mertuanya juga memiliki kemampuan yang sama. Nathan menatap adiknya dengan penuh kekaguman. Dan Adeline duduk dengan tenang, merasakan kehangatan dari keluarganya yang kini memahami dirinya lebih baik.

"Jadi Adeline bukanlah anak yang aneh," kata Elena dengan suara bergetar. "Dia adalah pewaris dari garis keturunan yang istimewa."

William mengangguk. "Dan kita semua harus menjaga dan melindunginya. Kemampuannya adalah anugerah, tetapi juga tanggung jawab. Kita harus membantunya menggunakannya dengan bijak."

Adeline tersenyum mendengar kata-kata keluarganya. Untuk pertama kalinya, dia merasa benar-benar diterima dan dipahami. Dia bukanlah anak aneh yang harus disembunyikan. Dia adalah bagian dari warisan keluarga yang harus dibanggakan.

"Aku akan menggunakan kemampuanku untuk melindungi keluarga kita," kata Adeline dengan tegas. "Aku berjanji."

Adrian memeluk putrinya erat. "Dan kami akan selalu ada untukmu, Sayang. Kami akan selalu percaya padamu, apapun yang terjadi."

Malam itu, ketika semua orang sudah tidur, Adeline duduk di dekat jendela kamarnya dan menatap bintang-bintang. Dia merasa lebih ringan dari sebelumnya. Rahasia keluarganya telah terungkap dan dia tidak lagi merasa sendirian. Dia memiliki keluarga yang mencintainya dan percaya padanya. Dan itu adalah hadiah terbesar yang pernah dia terima.

Di kamar sebelah, William tersenyum sambil memegang foto Sarah. "Kau lihat, Sayang?" bisiknya pelan. "Cucu kita kuat. Dia akan melanjutkan warisanmu dan membuat kita semua bangga."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!