Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.
Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.
Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Bertemu Bagas
Rangga menarik nafas pelan. Ia menatap Laluna yang terlihat benar-benar penasaran, tetapi juga khawatir.
"Mereka sudah saya pecat," ujarnya.
Laluna yang mendengar itu benar benar terkejut, ia tidak menyangka pak Rangga bisa memecat Kevin dan Selena di tengah tengah syuting. Tatapan Laluna menatap pak Rangga dengan penasaran.
"Memangnya ada masalah apa pak? Bukankah syuting sudah di pertengahan, kalau di ganti kita harus syuting ulang lagi," tanyanya.
Rangga terdiam sejenak mendengar pertanyaan Laluna. Ia tahu kekhawatiran wanita itu bukan tanpa alasan. Sebuah keputusan untuk mengganti pemain di tengah proses syuting memang bukan perkara kecil.. Namun, bagi Rangga, ada hal yang lebih penting daripada sekadar menyelesaikan sebuah proyek.
"Memang akan ada beberapa kendala," jawab Rangga tenang. "Kami mungkin harus mengambil ulang beberapa adegan. Jadwal syuting juga kemungkinan akan berubah."
Laluna semakin bingung. "Kalau begitu, kenapa Bapak tetap memutuskan untuk memecat mereka?"
Rangga menatap Laluna dengan serius. "Karena saya tidak bisa mempertahankan seseorang hanya karena takut mengalami kerugian. Lagi pula keberadaan mereka juga membuat beberapa orang disini tidak nyaman."
Laluna terdiam. Ia hanya mendengarkan penjelasan dari Rangga.
"Sejak awal saya memberikan mereka kesempatan karena saya percaya mereka masih bisa memperbaiki diri. Tapi setelah melihat sikap mereka hari ini, saya tahu keputusan itu salah. Mereka memang egois dan seenaknya." Rangga memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
"Kevin selalu bersikap semena mena kepada kru. Dia tadi tidak mengakui salahnya dan malah membela dirinya untuk mencari jalan agar kariernya kembali. Sedangkan Selena..." Rangga berhenti sejenak. "Dia bahkan masih menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi kepadanya."
Laluna menunduk pelan. Ia tidak merasa senang mendengar orang lain kehilangan pekerjaan, tetapi ia juga tidak bisa menyangkal bahwa apa yang dikatakan Rangga masuk akal.
"Apakah karena mereka membuat masalah dengan saya?" tanya Laluna hati-hati.
Rangga segera menggeleng. Walau sejujurnya itu juga yang menjadi pertimbangannya ditambah tuan Nathan memaksanya untuk memecat dua orang itu. Tetapi ia tidak bisa mengatakan bahwa ini karena Laluna, karena jika ia mengatakannya gadis itu akan merasa bersalah.
"Bukan hanya karena kamu."
Laluna menatapnya, mendengar itu ia merasa sedikit lega karena ini bukan hanya karena dirinya yang kurang nyaman.
"Kalau hanya masalah pribadi denganmu, saya tidak akan mengambil keputusan sebesar ini. Tapi seorang aktor bukan hanya dinilai dari kemampuan aktingnya. Sikap dan profesionalitas juga penting." Rangga menatap ke arah lokasi syuting yang masih dipenuhi beberapa kru.
"Saya tidak ingin kru bekerja dalam suasana yang tidak nyaman hanya karena mempertahankan dua orang yang tidak menghargai kesempatan yang diberikan."
Laluna terdiam mendengar penjelasan itu. Ia hanya mengangguk.
"Saya hanya menerima keputusan bapak dan soal Pemeran pengganti apakah sudah ada?" tanyanya.
Pak Rangga segera mengangguk, ia sudah mencari pemain lain. Lagi pula drama ini begitu bagus yang bahkan bisa menarik beberapa aktor dan aktris yang cukup terkenal untuk menjadi bagian dari ini.
"Kamu tenang saja, sudah malam silahkan pulang Laluna. Saya lihat wajahmu sudah lelah," ujarnya, sambil menepuk bahu Laluna.
Laluna hanya mengangguk, ia segera menarik tangan Rina untuk menuju mobilnya dan dibelakangnya ada satu penjaga yang selalu mengekorinya. Namun, saat ia tiba di depan mobil pribadinya. Di depan dan belakang ada mobil hitam yang Laluna sudah tahu itu ulah siapa.
"Kenapa pria itu harus memberiku banyak sekali penjaga seperti ini," gerutunya. "Apalagi penjaga ini lebih banyak dari penjaga presiden."
Rina menahan tawanya melihat ekspresi kesal Laluna. Sejak masalah dengan Kevin dan Selena, Rina sudah mulai terbiasa melihat sahabatnya itu mengeluh setiap kali melihat para penjaga yang selalu mengikuti ke mana pun ia pergi. Dan sekarang? Sudah ada empat penjaga lain yang sudah menanti mereka.
"Suamimu itu sangat protektif sekali Laluna," ujar Rina sambil menggodanya.
Laluna yang sudah lelah tidak menjawab, ia menghela nafas kasar dan buru buru masuk ke dalam mobil. Ia harus menjelaskan kepada Nathan agar pria itu tidak memberikan begitu banyak penjaga kepadanya. Di dalam perjalanan pulang, Laluna hanya duduk diam sambil menatap pemandangan di luar jendela mobil.
Laluna menghela napas panjang. "Kenapa dia tidak bisa bersikap biasa saja seperti orang lain?" gumamnya, frustasi.
.....
Selena dan Kevin turun dari mobil mereka. Dua orang itu melangkah memasuki lobi hotel mewah. Selena terus menurunkan roknya yang tampak kependekan, ia benar benar tidak nyaman dengan pakaian seperti ini.
" Kevin, apa ini tidak terlalu pendek lihat paha ku sampai kelihatan," ujarnya.
Kevin segera menoleh ia hanya menarik bahu Selena ke dekatnya. "Sudahlah, ini sudah begitu menawan kamu terima saja," ujarnya.
Selena hanya mengangguk, dress pendek dengan belahan dada yang terlihat membuat Selena tidak nyaman. Ia berjalan sambil menutupi bagian dada dan pahanya yang terus terlihat. Namun, ia tidak bisa menolak karena ini adalah perintah dari Kevin dan ini juga demi karirnya di industri hiburan.
Selena masih berjalan di samping Kevin dengan langkah yang tidak nyaman. Beberapa orang yang berada di lobi hotel mulai memperhatikan mereka, terutama karena Kevin adalah salah satu aktris muda yang cukup dikenal. Kevin menyadari tatapan orang-orang itu. Ia justru tersenyum puas.
"Lihat? Semua orang memperhatikanmu," ujarnya pelan.
Selena menatap pria di sampingnya dengan ragu. "Mereka memperhatikan karena aku terlihat aneh, Kevin."
Kevin mengerutkan kening. "Jangan berpikir seperti itu. Kamu harus terbiasa. Dunia hiburan membutuhkan seseorang yang berani tampil berbeda. Dan satu hal lagi, kamu harus menuruti apa yang sutradara minta."
Selena terdiam. Ia tahu Kevin benar-benar menginginkan dirinya terlihat menarik di depan publik. Namun, jauh di dalam hatinya, ia merasa seperti sedang kehilangan dirinya sendiri. Dulu ia memilih dunia hiburan karena ingin menunjukkan bakatnya, sekaligus membuat dirinya lebih terkenal dari Laluna.
Setelah bertahun tahun ia menjadi asisten Laluna, satu hal yang membuatnya kesal adalah kesuksesan Laluna dan semua orang yang selalu menerimanya dengan baik. Ia iri dengan gadis itu yang selalu lebih unggul di banding dirinya. Dan sekarang? Ia akan membuat Kevin membantunya menjadi aktris populer yang bisa mengalahkan Laluna.
"Kevin, kapan kita sampai?" tanyanya.
Kevin segera menarik tangan Selena untuk masuk ke salah satu kamar VIP yang tak jauh dari arahnya. Sesampainya di dalam ia melihat seorang pria tua dengan dua wanita seksi di sebelahnya.
"Pak Bagas, saya Kevin dan ini gadis baru bernama Selena," ujarnya, sambil menunduk.
Pria tua yang bernama Bagas itu segera meminta Kevin dan Selena untuk duduk di hadapannya.
"Apa yang membuat kalian mau bertemu denganku?" tanyanya.