Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 15

Kora berjalan ke bukit hijau tempat dimana ia bisa merasa tenang, ia melewati jalan bebatuan yang cukup terjal, karena ia mengenakan sepatu yang agak tinggi kaki nya tergelincir.

Tangan nya tergores hingga menyebabkan tangan nya berdarah, ia mencoba berdiri namun kakinya terasa sakit. Ia menepi sebentar sebelum melanjutkan perjalanan nya, Agin yang Sepoi-sepoi menerpa wajahnya.

Wajah nya yang cantik di terpa angin sore itu dengan lembut, ia memandang jauh ke depan matahari yang tengah tengelam membuat nya takjub akan semua itu.

Dalam tas kecilnya ia mengeluarkan sepucuk surat dari dokter, surat itu yang memberikan kenyataan pahit tentang hidupnya yang tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana rasanya mengandung, ia menhela nafasnya pelan, perlahan ia melipat kertas tersebut merangkai nya menjadi sebuah pesawat kertas.

ia menerbangkan pesawat kertas itu di udara yang membawa harapan dan juga meninggal obsesi tentang apa hal yang memang di luar kendali nya, pesawat kertas itu meluncur dengan indah di udara kora hanya memandang hingga pesawat kertas itu benar-benar hilang.

Sementara dua orang pria yang sedang terburu-buru berjalan begitu cepat untuk menaiki bukit hijau itu, mereka tidak sabar untuk menyaksikan matahari terbenam.

" ayo lah berjalan sedikit lebih cepat lagi!"

Ia tampak kesal dengan pria di belakangnya yang tampak kelelahan mengimbangi jalan nya.

" boss, kaki ini rasanya akan mau lepas!"

Ia hanya memutar matanya malas, asisten sekaligus sahabatnya itu.

Sebuah pesawat kertas melintas tepat di depan matanya, ia meraih pesawat kertas itu matanya terpana menatap tulisan kecil yang menuliskan sebuah harapan.

" dia?"

...----------------...

semua mata hanya menunduk saat direktur mereka lewat dengan tatapan dingin nya, semua orang tak ada yang berani bersuara di ruangan itu. Saat ini mereka serasa ingin segera meninggalkan ruangan itu.

brakkk'

Nisa melemparkan berkas tebal itu di atas meja rapat, matanya yang tajam menatap satu persatu orang orang yang ada di ruangan itu.

" menurun lagi?"

Tidak ada berani bersuara hening diam semua menunduk takut, Nisa memperhatikan mereka dengan saksama mencoba mencari jawaban atas kegagalan proyek mereka kali ini.

" tidak ada lagi untuk Minggu depan!"

Nisa meninggalkan ruang rapat semua orang menghembus kan nafasnya lega, mereka seolah-olah baru mendapatkan udara segar dari ruangan yang terasa begitu mencekam.

Leon menaiki lift membawa berkas kecilnya, pria culun tersebut terlalu polos dan baik hingga di kerjai oleh senior nya, kebetulan saat lift terbuka ia bertepatan dengan Nisa yang juga masuk ke dalam lift.

Seketika semua yang ada di dalam lift membisu tak ada yang berani bersuara, apalagi ketika melihat ekspresi kesal atasan mereka. Tampak nya kali ini boss lagi marah besar.

Lift seketika berguncang kecil lampu lift berkedip-kedip tak karuan, semua orang panik termasuk Nisa yang mencoba meraba tangannya pad area sekitar.

Leon menggegam tangan Nisa dengan erat lelaki itu tampak sangat ketakutan, tangannya bergetar ia berkeringat dingin di sekujur tubuhnya. Nisa memperhatikan Leon yang hanya menutup matanya penampilan nya yang acak acakan membuat Nisa tersenyum.

Semua orang melongo saat lift sudah stabil mereka tak menyangka anak baru ini begitu berani, selama ini tidak ada yang berani mendekati Bu Nisa apalagi menyentuh nya. Kali ini mereka menyaksikan sendiri bagaimana Leon anak baru mengemgam tangan Nisa dengan erat.

Wanita di belakang Leon yang tak lain adalah rekan kerjanya menarik Leon untuk mundur kebelakang, nafasnya naik turun berharap wanita dingin di depan tidak mengamuk. Leon hanya menatap heran pada gadis yang menarik nya tadi, lalu ia menatap ke depan mempertahankan Bu Nisa yang hanya diam saja.

Lift terbuka Nisa keluar dengan tenang ekspresi nya sama seperti biasa, saat lift tertutup kembali semua orang bernafas dengan lega.

" leon, benar benar gila!" gadis ini menggelengkan kepalanya ia baru bisa bernafas lega saat Nisa sudah pergi dari sana.

" kenapa?"

Pertanyaan polos Leon membuat semua orang menepuk jidatnya, mereka sampai sejauh ini sudah berusaha agar tak pernah berpasan dengan Nisa saat masuk maupun keluar dari kantor. Mereka tak tegan dengan aura dominan yang dimiliki bossnya itu.

" Bu Nisa terkenal paling galak dan kejam, bisa-bisanya kamu malah cari masalah!" Nina hanya menggelengkan kepalanya

Namun Leon hanya mengangkat bahu nya dengan tenang, ia seolah tak merasa ada yang salah. Hingga kemudian dia menepuk jidatnya sendiri saat sadar tadi dia menggegam tangan bossnya dengan erat pasti yang empunya kesakitan karena cengkraman kerasnya.

...----------------...

Grace menyesap minuman nya dengan pelan menanti sang suami pulang, tampak nya kontrak kerja sama mereka harus segera di bahas malam ini.

Ceklek

Pintu terbuka menampilkan wajah tampan Andre yang tampak kusut kerana kesal dengan asisten nya, sehabis dari bukit hijau itu mereka tak menemukan wanita yang menulis harapan di pesawat kertas itu.

Grace memperhatikan pesawat kertas yang di bawa Andre, suaminya itu tampak kesal sekali sembari membawa pesawat kertas yang entah dari mana.

" ada apa lagi?"

Grace berjalan menghampiri sang suami, gaun malam yang ia kenakan membuat nya tampak cantik dan seksi. Namun Andre tak melihatnya ia hanya berjalan lalu duduk di sofa.

Grace duduk di samping Andre sembari menyerahkan surat kontrak yang selama ini mereka simpan, Andre menatap Grace lalu mengambil surat tersebut.

" lain kali saja, aku lelah ingin istirahat!"

" hmmm"

Andre meninggalkan grace yang hanya duduk dengan tenang, ia menatap punggung suaminya yang perlahan meninggalkan nya sendiri duduk di sofa itu.

" 11 tahun pernikahan ini, apakah tidak pernah memiliki rasa sedikit saja untuk ku!"

Grace lalu mengambil pesawat kertas yang ada di meja itu, ia tau hanya perempuan itu yang bisa membuat Andre seperti ini. Cinta pertama yang tidak akan pernah bisa lelaki itu tinggal kan, grace berharap bisa bertemu wanita yang mampu meluluhkan hati suami nya itu.

Ia tau meski pernikahan ini hanya lah keterpaksaan dan kontrak kerja, namun ia sudah begitu lama menyukai dan mengagumi Andre suaminya nya. Meski kini mereka telah memiliki anak dari pernikahan ini itu semua tak membuat Andre melupakan cinta pertama nya.

Grace penasaran wanita seperti apa yang membuat Andre begitu tergila-gila padanya hingga tak bisa melupakan nya, grace tersenyum lalu berjalan ke kamar putri nya. dari balik pintu kamar ia memperhatikan lili putrinya yang tertidur nyenyak.

Tatapan nya nanar ia putri yang lugu itu harus lahir dari pernikahan tanpa cinta ini, keberadaan lili saat ini adalah tuntutan dari masing-masing orang tua mereka dan sebuah ketidak sengajaan yang akhirnya membuat pernikahan ini bertahan hingga saat ini.

" maafkan mama!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!