Indonesia
NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:313.7k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Keesokan harinya, Lorenzo pergi ke apartemen Bianca. Entah mengapa, sejak mendapatkan bukti dari Marcus, pikirannya terus dipenuhi berbagai pertanyaan. Foto-foto yang memperlihatkan Bianca bersama beberapa pria masih terbayang jelas di kepalanya. Terlebih lagi, ada Samuel di antara mereka.

Lorenzo ingin bertemu langsung dengan Bianca.

Dia ingin melihat wajah wanita itu ketika diputuskan olehnya. Namun, sesampainya di apartemen, tidak ada seorang pun di sana.

"Dia itu pergi ke mana?" ucap Lorenzo bermonolog.

Lorenzo mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Bianca. Panggilan itu berdering cukup lama sebelum akhirnya masuk ke pesan suara.

Rahang Lorenzo mengeras. "Jangan-jangan Bianca sedang bersama pria lain?"

Karena sudah terlanjur keluar rumah, Lorenzo akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor. Lagipula, dokter memang sudah mengizinkannya kembali melakukan aktivitas sehari-hari.

Mobilnya melaju menuju gedung Romano Group. Begitu memasuki area parkir pribadi, Lorenzo teringat sesuatu.

"Ruangan tempat Alina kerja di mana, ya?"

Kening Lorenzo langsung berkerut. Pertanyaan itu terasa memalukan. Dia adalah suami Alina. Namun, dia tidak tahu istrinya bekerja di lantai berapa. Lebih parah lagi, Alina ternyata bekerja di gedung yang sama dengannya, hanya berbeda lantai.

Lorenzo mengembuskan napas panjang. Kalau dipikir-pikir, selama ini mereka benar-benar seperti dua orang asing yang kebetulan tinggal di rumah yang sama. Pikiran itu membuat langkahnya terhenti sesaat. Kemudian dia kembali berjalan menuju lift.

Begitu sampai di lantai tempat ruangannya berada, Lorenzo langsung mencari Carlos. Pria itu sedang berdiskusi dengan dua orang manajer ketika Lorenzo muncul.

"Tuan Lorenzo."

Carlos segera menghentikan pembicaraannya. Lorenzo memberi isyarat agar kedua manajer itu keluar terlebih dahulu. Setelah pintu tertutup, Lorenzo berjalan menuju meja Carlos.

"Carlos."

"Ya, Tuan?"

"Alina kerja di lantai berapa?"

Carlos yang sedang memeriksa tablet langsung terdiam. Dia mengangkat wajah. Seolah-olah baru saja mendengar pertanyaan paling aneh dalam hidupnya.

Carlos berkedip beberapa kali. Selama ini Lorenzo tidak pernah menanyakan keberadaan Alina di kantor. Bahkan ketika nama Alina muncul dalam beberapa dokumen internal, Lorenzo biasanya hanya melewatinya begitu saja.

Carlos akhirnya menjawab. "Nyonya Alina bekerja di lantai lima, Tuan."

"Lantai lima?" Lorenzo mengerutkan alis. "Itu bagian apa?"

Carlos semakin bingung. "Nyonya Alina bekerja sebagai staf HR—Human Resources."

"Oh." Lorenzo mengangguk kecil. Dia kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan.

Carlos masih berdiri di tempatnya. Beberapa detik kemudian, pria itu mengusap tengkuk.

"Sejak kapan Tuan Lorenzo tiba-tiba tertarik dengan bagian HR?" Carlos menggeleng pelan. "Benar-benar berubah setelah kecelakaan."

Lorenzo berjalan menuju lift. Langkahnya lebar dan cepat. Beberapa karyawan yang berpapasan langsung menyingkir dengan sopan.

"Selamat pagi, Tuan."

"Selamat datang kembali, Tuan."

Lorenzo hanya membalas dengan anggukan singkat. Beberapa karyawan bahkan terlihat saling pandang setelah dia lewat. Bagaimanapun, selama ini Lorenzo dikenal sebagai sosok yang sangat dingin. Namun, pagi itu ada sesuatu yang berbeda. Dia terlihat lebih sering memperhatikan sekitar.

Ketika lift berhenti di lantai lima, pintunya terbuka. Lorenzo melangkah keluar. Suasana lantai lima jauh lebih ramai dibandingkan lantainya.

Beberapa karyawan terlihat mondar-mandir membawa dokumen. Ada yang sibuk berbicara melalui telepon, sementara beberapa lainnya duduk mengelilingi meja sambil berdiskusi.

Lorenzo memperhatikan tulisan di dinding. HUMAN RESOURCES DEPARTMENT.

Lorenzo berhenti sejenak. "Jadi di sinilah Alina bekerja."

Entah mengapa, perasaan aneh muncul di dada Lorenzo. Selama ini dia selalu menganggap Alina hanya berada di rumah. Padahal, ketika dirinya sibuk mengurus perusahaan, wanita itu juga menjalani kehidupannya sendiri. Lorenzo hendak berjalan lebih jauh ketika terdengar suara tawa dari salah satu meja.

Di sudut ruangan, Alina sedang sibuk mengetik beberapa data karyawan. Di sampingnya ada Amanda dan Sisil. Ketiganya seharusnya sedang sibuk bekerja. Namun, pekerjaan kantor terkadang memang terasa lebih ringan kalau diselingi sedikit percakapan.

Amanda mencondongkan tubuh ke arah Alina. "Lin."

"Hm?"

"Kamu sudah dengar kabar terbaru?"

Alina masih menatap layar komputer. "Kabar apa?"

Amanda melirik ke kanan dan kiri sebelum berbisik. "Rose."

Jari Alina berhenti sebentar di atas keyboard. "Kenapa dengan Rose?"

Sisil ikut mendekat. "Katanya dia mau resign."

Alina mengangkat alis. "Resign?"

Amanda mengangguk cepat. "Katanya kehamilannya mengalami sedikit masalah. Dia harus menjalani perawatan intensif."

Alina mengerutkan kening. Rasa iba sempat muncul di wajahnya. "Kasihan juga."

Sisil mengangguk. "Tapi bukan itu bagian yang bikin heboh."

Amanda langsung menyambar. "Rose hamil tanpa suami."

Alina menahan napas.

Amanda menutup mulutnya dengan tangan agar suaranya tidak terdengar terlalu keras. "Kayaknya selain sakit, Rose merasa malu."

Sisil memutar kursinya menghadap mereka. "Kira-kira siapa pria yang menghamili Rose?"

Kalimat itu membuat tangan Alina yang sibuk mengetik mendadak berhenti bergerak. Wajahnya perlahan berubah kaku.

Rose adalah sekretaris Lorenzo. Dan seorang sekretaris biasanya menjadi salah satu orang yang paling dekat dengan atasannya. Bahkan terkadang mengetahui agenda pribadi sang atasan.

Alina menelan ludah. Pikiran itu muncul begitu saja. Dia buru-buru menggeleng kecil.

"Jangan-jangan itu anak—"

Alina buru-buru menggeleng kecil.

"Tidak. Tidak mungkin."

Tapi semakin dia berusaha menyingkirkan pikiran itu, semakin kuat pula kecurigaan tersebut muncul. Lorenzo dan Rose memang sering berada dalam satu ruangan. Mereka bekerja bersama setiap hari.

Alina mendadak merasa tengkuknya dingin.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
waduhhhh ini nih biang keringatnya muncul
Uthie
Sepertinya memang ada yg dengan sengaja membuat hancur hubungan Alina dan Lorenzo...
bisa jadi itu perbuatan Edgar yg terobsesi dengan Alina...
Uthie
sudah mulai tanda-tanda ada calon Junior mereka sepertinya 😍😍😍🤗
Nanik Arifin
siapa dibalik dokumen yg tiba" tayang , Bianca, Edgar, atau Samuel ??
atau... bahkan bukan ke3nya ??🤔🤔
Maria Filodelia
astaga please lanjutannya harus cepat yah
serius penasaran sekali
ohh tidakkkk Lorenzo - Alinakuuu
Aidil Kenzie Zie
kerjaan Samuel atau Edgar😡😡😡😡
Inooy
aaahh, ka Santiiii..kenapa masalah perceraian yg terpampang nyaa..aq g terima iiiih..aq bakalan demo ma kaka, demo masak maksud nyaaa...🤣🤣🤣
Inooy
😱😱 ooohh tidaaaaakk,,kenapa malah masalah perceraian nya Alina - Lorenzo yg kluaaar..🙈
aduuuhh,,ini permainan siapa iniiii...Edgar kah, Samuel kah,,atooooo Bianca kah?? mereka2 punya peluang utk menghancurkan pernikahan Alina dn Lorenzo..dn mengambil keuntungan dr perceraian nya 😮‍💨
Inooy: klo benar Edgar, aq takut jg kaa karena Alina kaya masih ada hati..sementara dengan Lorenzo deket nya baru, belum lg d liat kluarga Alina...
smoga aj Alina benar2 udh memberikan hati nya bwt Lorenzo sepenuh nya, karena klo belum tidak menutup kemungkinan Alina akan sedikit goyah..secara Edgar cinta monyet nya yg belum tuntas kaa...

btw,,ka Fely cantik bangeeeett....
total 6 replies
Inooy
waduh ada apakah inii..??
Inooy
apakah bakalan ada foto random nya??
hheeem,,aq tunggu...😁
Inooy
aq suka kamu yg skarang Ren, kamu makin so sweet ama Alina...🥰
Uba Muhammad Al-varo
apa yang sebenarnya terjadi 🤔🤔🤔
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣ndak mau jauhan.
Inooy
iih ka Santi aq suka kebalik balik antara nama papa Alina ama papa nya Lorenzo..yg satu nama nya Alessandro, satu nya lg Alexandre..lidah aq suka belibet baca nya, dn suka ketuker tuker /Facepalm/
Inooy
waaaahh,,,jangan2 ini sebuah tanda akan kehadiran anggota baru niih....
mudah2an beneran tekdung Al 🤭
Inooy
iya Reen calon korban perselingkuhan,,bayangin aj seandai nya kamu g kecelakaan dn dapat keajaiban..belum tentu kamu mo menerima Alina, dn memutuskan hubungan dengan Bianca....
bener apa beneeeerr???😄
Inooy
klo pintar kasih reward dong Aal..😁
Inooy
eng kamu suami nya, tp deket yg benar2 deket kan baru skarang Reen..jd kamu jangan cemburu ama papa mertua mu yg udh mengenal Alina jaaauh sebelum berada dalam kandungan...🤣
Inooy
ayah dn anak sama narsis nya 🤭
klo bukan papa nya memuji, siapa la cobaa..😄
eiiit,,tp skarang mah nambah yg muji nya..yaitu suami ABG nya 😂
Inooy
kulkas nya error permanen Al, maka nya kelakuan nya kaya anak abg baru kenal apa itu cinta 😁...nempel terooooss kaya ulet keket 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!