Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 — Ramuan yang Mengguncang Kota Kekaisaran
Kali ini Yun Luofeng tidak langsung memasuki Paviliun Medis.
Beberapa gang sebelum sampai, dia memastikan tidak ada yang memperhatikannya lalu berbelok ke tempat sepi. Selembar kain tipis putih yang telah disiapkan segera menutupi separuh wajahnya.
“Milk Tea, tetap di dalam lengan bajuku. Jangan keluar.”
Kepala kecil yang baru saja menyembul langsung didorong masuk.
Yun Luofeng belum cukup kuat untuk membiarkan identitasnya sebagai pembuat Ramuan Pengumpul Energi diketahui orang lain. Harta yang mampu mempercepat kultivasi cukup untuk membangkitkan keserakahan banyak pihak.
Terutama keluarga kekaisaran.
Jika Gao Tu mengetahui dirinya memiliki resep semacam itu, Kaisar tersebut mungkin akan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya.
Setelah memastikan penyamarannya cukup baik, Yun Luofeng memasuki Paviliun Medis.
“Adik kecil, datang membeli tanaman obat?”
Suara perempuan yang lembut dan menggoda menyambutnya.
Yun Luofeng menoleh.
Seorang perempuan cantik berjalan mendekat. Penampilannya berbeda dari Mu Wushuang yang anggun. Setiap gerakan perempuan ini memancarkan pesona dewasa yang mampu menarik perhatian hampir semua pria di ruangan.
“Penjaga Toko Lin tidak ada?” tanya Yun Luofeng.
Perempuan itu terkekeh.
“Namaku Fang Ya. Untuk sementara, aku yang menangani pelanggan. Adik kecil membutuhkan sesuatu?”
“Aku datang bukan untuk membeli.”
Yun Luofeng mengeluarkan botol porselen.
“Aku ingin menjual ramuan.”
Fang Ya menerima botol itu.
“Ramuan apa?”
“Ramuan Pengumpul Energi. Kultivator di bawah tingkat tinggi yang berendam di dalam air yang telah dicampur ramuan ini dapat menyerap energi spiritual lebih cepat.”
Senyum menggoda Fang Ya seketika menghilang.
“Ramuan yang… mempercepat kultivasi?”
“Benar.”
Yun Luofeng menjelaskan cara pemakaiannya secara singkat.
Fang Ya mencengkeram botol porselen sedikit lebih erat.
“Adik kecil, aku tidak memiliki wewenang menentukan harga benda seperti ini. Tunggu sebentar. Aku akan meminta Tetua Rong memeriksanya.”
“Silakan. Tapi jangan terlalu lama.”
Fang Ya langsung bergegas menuju ruangan dalam.
Tetua Rong sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya ketika pintu terbuka.
“Ya’er? Kenapa terburu-buru?”
“Tetua Rong, seseorang datang menjual ramuan. Aku tidak berani menentukan harganya sendiri.”
“Bukankah kau memiliki wewenang untuk transaksi biasa?”
“Masalahnya, ini bukan ramuan biasa.”
Fang Ya meletakkan botol di hadapannya.
“Dia menyebutnya Ramuan Pengumpul Energi. Khasiatnya dapat membantu kultivator di bawah tingkat tinggi menyerap energi spiritual dengan lebih cepat.”
Tetua Rong langsung berdiri.
“Berikan kepadaku.”
Dia membuka botol dan menghirup aromanya dengan hati-hati.
Hanya satu tarikan napas membuat pikirannya terasa lebih jernih. Sebagai tabib berpengalaman, dia dapat merasakan energi yang terkandung di dalam cairan tersebut.
“Memang memiliki efek terhadap energi spiritual.”
Tetua Rong berusaha mempertahankan ketenangannya.
“Tapi kekuatan obatnya terlalu besar. Kalau diminum, ramuan ini justru bisa membahayakan tubuh.”
“Bukan diminum,” jelas Fang Ya cepat. “Ramuan itu dicampurkan ke air. Kultivator harus berendam sambil berkultivasi.”
Mata Tetua Rong langsung bersinar.
“Jadi begitu…”
Kalau khasiatnya benar, nilai ramuan ini sulit diukur dengan uang biasa.
Keluarga bangsawan memiliki banyak keturunan muda yang membutuhkan sumber daya kultivasi. Bahkan sedikit peningkatan kecepatan saja bisa menentukan apakah seseorang tertinggal atau melampaui pesaingnya.
“Beli.”
Tetua Rong menyerahkan kembali botol itu.
“Berapa pun jumlah yang dia miliki, Paviliun Medis harus mendapatkannya. Aku memberimu wewenang menggunakan sepuluh juta tael untuk botol ini.”
“Sepuluh juta?”
Kali ini Yun Luofeng benar-benar terkejut.
Bahan yang digunakan untuk membuat ramuan itu hanya bernilai sekitar delapan ratus tael.
Fang Ya salah memahami keterkejutannya.
“Adik kecil, jangan menganggap harga kami terlalu rendah. Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Setelah membelinya, Paviliun Medis kemungkinan menjualnya kembali dengan harga dua kali lipat.”
Yun Luofeng menatapnya beberapa saat.
“Awalnya kukira aku sudah cukup kejam mencari keuntungan. Ternyata Paviliun Medis lebih kejam.”
Wajah Fang Ya sedikit memerah.
Namun Yun Luofeng tidak keberatan. Dia membutuhkan jaringan Paviliun Medis untuk menjual barang tanpa membuka identitas. Selisih keuntungan adalah harga yang layak untuk keamanan tersebut.
“Sepuluh juta. Sepakat.”
Fang Ya segera menyerahkan uangnya.
“Kalau Adik memiliki Ramuan Pengumpul Energi lagi, bawalah kemari. Paviliun Medis akan membelinya.”
“Baik.”
“Bagaimana kalau kita makan bersama? Kakak ingin mengenalmu lebih—”
“Tidak punya waktu.”
Yun Luofeng mengambil uang lalu berbalik.
Fang Ya hanya bisa tersenyum kecut melihat punggungnya.
Perempuan misterius yang mampu mengeluarkan ramuan seperti ini jelas bukan orang biasa.
Saat hendak kembali ke ruangan dalam, pandangan Fang Ya tiba-tiba tertuju pada dinding persoalan medis.
Langkahnya berhenti.
Sebuah jawaban baru telah muncul di bawah pertanyaan tersulit yang sengaja dipasang Tetua Rong.
“Siapa yang menulis ini?”
Seorang pelayan menunjuk ke arah pintu.
“Perempuan bercadar yang baru saja pergi.”
“Apa?”
Fang Ya langsung berbalik.
Namun Yun Luofeng sudah menghilang di tengah keramaian.
Wajah Fang Ya berubah.
Mereka mencari tabib misterius yang memecahkan Racun Man Luo selama berhari-hari. Demi memancingnya keluar, Tetua Rong sengaja memasang persoalan yang lebih sulit.
Dan sekarang orang itu telah datang sendiri.
Bahkan menjual Ramuan Pengumpul Energi kepada mereka!
“Tetua Rong harus segera mengetahui ini.”
Fang Ya bergegas menuju ruangan dalam.
Paviliun Medis bergerak cepat.
Belum satu hari berlalu, kabar tentang munculnya Ramuan Pengumpul Energi sudah menyebar ke seluruh Kota Kekaisaran.
Awalnya banyak yang menganggapnya sekadar rumor.
Namun ketika diketahui bahwa Paviliun Medis sendiri menjamin khasiatnya, sikap orang-orang berubah.
Ramuan yang bisa mempercepat kultivasi!
Bagi keluarga besar, uang dapat dicari kembali. Namun waktu seorang kultivator muda tidak bisa dibeli.
Kabar itu segera mencapai berbagai kediaman bangsawan.
Tidak terkecuali istana.
Di Kediaman Putra Mahkota, alunan kecapi terdengar lembut di antara pepohonan.
Gao Ling duduk sambil memandangi perempuan yang memainkan alat musik di hadapannya.
Mu Wushuang.
Tatapan Putra Mahkota penuh kelembutan—perasaan yang tidak pernah diberikannya kepada Yun Luofeng.
Setelah nada terakhir berhenti, seorang bawahan datang dengan tergesa-gesa.
“Yang Mulia, ada berita dari Paviliun Medis.”
Gao Ling mengerutkan kening.
“Apa yang terjadi?”
“Paviliun Medis memperoleh ramuan langka yang dapat membantu kultivator menyerap energi spiritual lebih cepat. Kabarnya, ramuan itu hanya bekerja bagi mereka yang belum mencapai tingkat tinggi.”
Tangan Mu Wushuang yang masih berada di atas senar kecapi berhenti.
Gao Ling segera berdiri.
“Ramuan yang mempercepat kultivasi?”
“Benar. Namanya Ramuan Pengumpul Energi.”
Keheningan menyelimuti halaman.
Mu Wushuang perlahan mengangkat wajahnya.
Dia memahami jauh lebih baik daripada kebanyakan orang betapa berharganya sesuatu yang dapat mempercepat kultivasi generasi muda.
Dan kabar tentang ramuan itu baru saja mulai menyebar.
Tak seorang pun menyadari bahwa orang yang membuat seluruh Kota Kekaisaran gempar adalah perempuan yang selama bertahun-tahun mereka hina sebagai sampah—Yun Luofeng.
......................
Bersambung...