Sebuah kisah tentang seorang anak yang sejak lahir sudah merenggut banyak nyawa. Kisah tersebut dijulukki dengan sebutan Malam Berdarah kota Ling.
Bagaimanakah cara anak tersebut mencari teman yang akan selalu menemaninya sehidup srmati?
Penasaran dengan kisah ceritanya?, Mari ikuti dengan membaca bersama!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerry Napukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Membeli Baju
2 hari berlalu dengan cepat. Ling Ro Bai juga sudah sembuh dari sakitnya. Saat ini ia sedang berjalan-jalan mengeksplorasi bangunan asosiasi ditemani oleh Ling Nue.
Ling Nue menjelaskan pada Ling Ro Bai setiap bagian-bagian di dalam bangunan ini. Ling Ro Bai mengetahui bahwa saat ini mereka berada di kekaisaran Hong.
Bangunan asosiasi sendiri adalah 3 bangunan termewah di ibukota kekaisaran Hong. Yang pertama tentunya istana kekaisaran dan yang kedua adalah perpustakaan milik kekaisaran.
Ketika kedua berjalan dan berpapasan dengan pekerja serta pelayan, mereka pasti akan menunduk hormat. Ling Ro Bai juga mengetahui bahwa ASDALOB memiliki lima divisi dimana dipimpin oleh setiap dari lima anggota keluarga barunya itu.
Yang pertama tentunya perdagangan itu sendiri yang mana di ketuai oleh Ling Mei selaku yang di tuakan. Dan kedua divisi informasi dimana di ketuai oleh Ling Yei. Lalu divisi pelacak yang diketuai Ling Fei Yi. Lalu divisi pengawal yang di ketuai oleh Ling Nue. dan terakhir adalah Ling Yui yang mengetuai divisi duta besar asosiasi yang nantinya akan bernegosiasi dengan banyak kerajaan atau kekaisaran yang ada.
Memang saat ini ASDALOB hanya ada di benua timur dan belum merambah ke benua lainnya. Namun kelima ketua divisi sudah sepakat akan mengadakan ekspansi ke benua lainnya untuk memperbesar pengaruh mereka.
"Lihatlah tuan muda, itu adalah alat yang kami gunakan untuk membuat beberapa aneka kerajinan dan juga makanan. Semua pengetahuan yang kami dapat juga berkat tuan muda jika tidak mana mungkin kami bisa melakukan dan membuat makanan serta kerajinan yang hebat", puji Ling Nue kepada Ling Ro Bai, sedangkan yang di puni hanya menggelengkan kepala saja.
"Ling Nue, aku ingin berbelanja baju karena semua bajuku cuma warna putih saja. Walaupun bagus namun aku tidak ingin terlalu menonjol", ujarnya.
Dengan semangat Ling Nue menjawab, "Baiklah Tuan Muda, mari saya antar ke salah satu tempat penjualan baju paling mahal di ibukota", Ling Ro Bai hanya mengangguk saja.
Mata nya berbinar melihat aktifitas yang sangat ramai, bangunan-bangunan yang ada sama persis dengan yang ia baca di buku.
Saat ini Ling Ro Bai dan Ling Nue sudah berada di depan sebuah toko baju yang sangat besar dan mewah. Bangunan yang memiliki tiga lantai dengan tingkat kualitas berbeda-beda di tiap lantainya.
Manager dari toko yang sudah mengenal Ling Nue dengan tergesa-gesa menuruni tangga untuk menyambut tamu kehormatan.
Ketika sang manajer melihat Ling Nue langsung menunduk hormat, "Selamat datang di toko baju milik saya Nyonya Nue", ujarnya.
"Ya, ngomong-ngomong aku kesini mengantarkan tuan muda ku untuk berbelanja baju yang memiliki kualitas paling bagus", kata Ling Nue dengan mantap.
Manager seketika mengarahkan pandangannya ke arah samping Ling Nue, ia agak kaget ketika mendengar seorang pemimpin dari asosiasi dagang mengatakan tuan muda kepada anak kecil disampingnya. Bisa di pastikan bahwa kedudukan bocah tersebut di atas Ling Nue si ketua divisi pengawal.
"Ahh, Maafkan saya Tuan Muda. Silahkan masuk terlebih dahulu, akan saya siapkan baju-baju berkualitas tinggi untuk Tuan Muda", ujarnya sembari membungkuk hormat.
Mereka bertiga masuk ke dalam toko diikuti dua pelayan. Sang manajer memerintahkan beberapa pelayan lainnya untuk membawakan baju yang cocok untuk Ling Ro Bai. Saat ini Ling Ro Bai dan Ling Nue di ajak ke dalam ruangan yang lebih nyaman sehingga dapat memilih dengan leluasa.
Di ruangan tersebut banyak sekali baju-baju mewah namun sayangnya tak ada yang cocok dengan selera Ling Ro Bai. Sampai ia melihat sebuah baju dengan setelan lengkap. Berwarna hitam dengan corak warna merah pada dada sebelah kiri bergambar naga yang sedang melingkar.
"Manager, tolong sediakan beberapa baju dengan motif ini. Saya ingin membelinya", kata Ling Ro Bai yang sangat tertarik dengan baju tersebut.
Manager yang melihatnya sangat bahagia karena baju yang dipilih oleh Ling Ro Bai adalah salah satu stel baju dengan harga yang sangat mahal. Dan saat ini Ling Ro Bai akan membeli beberapa setel, sebuah keuntungan yang menggiurkan.
"Dengan senang hati Tuan Muda, pelayan tolong ambilkan beberapa stel baju seperti yang diinginkan Tuan Muda", perintahnya pada pelayan.
"Baik Manajer".
Semua baju yang dibeli oleh Ling Ro Bai sebanyak 5 stel dengan harga tiap setelnya 5 koin emas kecil. Sehingga ia membayar dengan harga 25 koin emas kecil. Baju tersebut juga bukan baju sembarangan karena memiliki sedikit pertahan untuk bertarung. Walau hanya sedikit itu akan sangat berpengaruh.
Ling Ro Bai juga membeli beberapa jubah berwarna merah dan biru tua sebagai pelengkapnya. Ketika semua transaksi sudah selesai mereka berdua kembali ke asosiasi.
*****
Seminggu kemudian telah berlalu dengan cepat, para pekerja sudah mengetahui bahwa Ling Ro Bai adalah pemilik sah dari ASDALOB. Ling Mei juga telah memberikan beberapa poster foto Ling Ro Bai ke semua cabang agar tak ada yang berani kurang ajar jika Tuan Muda nya datang.
Bersamaan dengan pengiriman poster, undangan perayaan kembalinya Tuan Muda Ling juga telah di sebar ke semua daerah yang ada cabang Asdalob nya.
Ada beberapa peraturan tambahan yaitu harus berlaku hormat kepada tuan muda. Jika melanggar hanya satu hukumannya yaitu kematian.
3 kekaisaran sangat senang dengan undangan tersebut. Mereka juga penasaran siapa yang menjadi Tuan Muda dari asosiasi paling bergengsi ini. Bisa dipastikan orang tersebut adalah orang yang sangat kaya.
Di asosiasi pusat sendiri saat ini sedang sibuk mendekor hiasan ruangan agar menjadi lebih indah. Banyak makanan yang telah di pesan dan di siapkan.
Hanya tinggal menunggu hari H saja dimana tinggal 3 hari mendatang. Banyak para pejabat dan bangsawan yang akan mengajak putri kesayangannya untuk menarik Tuan Muda yang dibicarakan.
Bahkan kaisar yang memiliki anak perempuan pun juga sangat berambisi untuk menikahkan anak mereka kepada Tuan Muda dari Asosiasi Dagang Lob ini.
*****
2 hari kemudian semua tamu undangan sudah memenuhi ibukota. Bahkan yang tak memiliki kartu undangan pun juga datang karena penasaran akan sosok yang dibicarakan oleh orang-orang.
Para kaisar juga sudah menempati tempat istirahat yang telah disiapkan oleh asosiasi. Pengawal-pengawal juga telah disiapkan untuk menjaga keamanan.
Banyak sekte-sekte yang juga ikut dalam perayaan memenuhi undangan. Entah itu sekte beraliran putih maupun hitam dan juga netral. Mereka semua sangat antusias menyambut hari perayaan. Karena bisa dipastikan Asdalob alan mengadakan turnamen yang memiliki banyak hadiah mewah sebagai Price utamanya. Hingga hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.
keren... bener keren