Indonesia
NovelToon NovelToon
TEROR!

TEROR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Sabrina, seorang gadis desa yang cerdas, berhasil meraih impiannya berkuliah di kampus elite ibu kota lewat jalur beasiswa.

Namun, kehidupan barunya yang tampak sempurna hancur berantakan ketika sebuah tragedi tak terduga terjadi: Sabrina nekat melompat dari lantai atas gedung kampus dan tewas seketika.

Kematian tragis tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kampus megah itu hingga mendorong Sabrina mengambil langkah se-ekstrem itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menabrak sesuatu!

Jarum jam sudah melampaui angka tiga pagi ketika pintu kaca tebal Diskotik akhirnya mendorong keempat pria muda itu kembali ke dunia luar.

Udara malam langsung menyergap kulit mereka yang basah oleh keringat dan alkohol. Efek dari botol demi botol wiski mahal yang membakar tenggorokan kini telah mencapai puncaknya, meracuni kesadaran, melumpuhkan motorik, dan membiarkan mereka melangkah dalam keadaan benar-benar teler.

"Gila... kepala gue berasa muter," racau Fano seraya tertawa lepas tanpa alasan yang jelas. Langkah kakinya menyilang tak beraturan, nyaris tersandung kakinya sendiri jika Rian tidak memegang bahunya.

Rian sendiri tak kalah parah. Matanya yang merah menyipit berat, napasnya berbau alkohol pekat saat ia terkekeh menanggapi racauan Fano.

Di belakang mereka, Adrian berjalan dengan pandangan sayu dan kepala yang terasa seberat timah. Muka pucatnya yang tadi tertutup ketakutan kini berganti menjadi senyum teler yang linglung.

Sementara itu, Julian berjalan paling belakang dengan langkah gontai. Pandangannya kabur, membiarkan dengung musik diskotik yang masih bergema di telinganya menutupi rasa sesak yang terkadang masih menyelusup di dadanya.

Di area parkir VIP yang lengang, empat mobil mewah milik mereka terparkir rapi di bawah pendar kuning lampu jalanan.

Dalam kondisi mabuk berat yang membahayakan, akal sehat mereka telah menguap sepenuhnya. Tidak ada yang berpikir untuk memesan taksi atau memanggil sopir pribadi.

"Gue... gue balik duluan, bro," pamit Rian seraya melambaikan tangannya yang terkulai lemah.

Ia berjalan sempoyongan mendekati mobil sports hitam miliknya, menempelkan kunci jarak jauh, lalu membuka pintu dengan gerakan kasar.

Tanpa memikirkan risiko, Rian menjatuhkan tubuhnya ke kursi pengemudi dan membanting pintu hingga tertutup rapat.

Tak lama kemudian, Fano dan Adrian pun melakukan hal yang sama. Adrian merogoh saku celananya dengan jemari yang gemetar hebat sebelum akhirnya berhasil membuka pintu sedan mewahnya dan merayap masuk ke dalam kabin.

Julian berdiri sejenak di samping mobil SUV hitamnya. Ia menyandarkan siku ke atap mobil, memejamkan mata erat-erat saat sensasi mual dan pusing menghantam kepalanya secara bertubi-tubi.

Kesadarannya yang tersisa tinggal sepersekian persen. Dengan sisa-sisa tenaga, Julian membuka pintu, memanjat masuk ke dalam kabin yang dingin, lalu menghempaskan tubuhnya ke jok kulit.

Satu per satu deru mesin mobil berkapasitas besar itu menyala, mengerung memecah keheningan dini hari di pelataran parkir.

Lampu-lampu utama menyala terang, menyorot jalanan lengang yang memanjang di hadapan mereka. Empat mobil itu mulai bergerak perlahan meluncur keluar dari area diskotik.

Lampu-lampu jalanan kota menyambar kencang di atas kaca depan sedan mewah Adrian, membiaskan garis-garis cahaya kuning dan putih yang kabur.

Di dalam kabin yang tertutup rapat, dentuman musik bertempo cepat meraung dari sistem suara berkualitas tinggi yang ia pasang.

Suaranya diputar begitu keras, menggetarkan kemudi dan kaca spion, seolah-olah Adrian memindahkan suasana Diskotik langsung ke dalam kendaraannya.

Adrian bersandar layu di jok kulit. Kepalanya terkulai agak miring, bergerak-gerak patah mengikuti ketukan bass yang pekak.

Efek wiski mahal yang meracuni darahnya membuat kesadarannya melayang jauh di awan-awan.

Pandangannya remang dan buram, garis marka jalan di depannya tampak berbayang tiga, namun hal itu justru membuatnya terkekeh pelan.

"Yeah... take me higher, baby!" jerit Adrian parau.

Ia membesarkan volume musik melalui tombol di roda kemudi, lalu ikut bernyanyi dengan suara sumbang yang terbata-bata.

Tangan kanannya mencengkeram lingkar kemudi secara acak, sementara tangan kirinya terangkat ke udara, menepuk-nepuk atap mobil mengikuti irama lagu.

Rasa pusing yang menghantam kepalanya disambut dengan senyum teler yang makin lebar.

Mobil yang dikendarainya melaju kencang membelah aspal jalanan dini hari yang lengang. Adrian menginjak pedal gas lebih dalam tanpa memedulikan jarum spedometer yang terus merayap naik.

Dalam otak yang sudah terbius alkohol, ia merasa menang.

"Cuma mimpi... cuma mimpi goblok..." gumamnya di sela-sela lagu, tertawa meremehkan ketakutannya sendiri.

Ia bergoyang lebih kuat, melambaikan tangannya seolah sedang berada di tengah lantai dansa. Pemandangan luar yang gelap gulita berganti dengan cepat di balik jendela.

Adrian menginjak gas lagi, membiarkan mesin mobilnya mengerang nyaring di tengah keheningan kota yang terlelap.

Kepala Adrian terangguk-angguk berat, matanya setengah terpejam menikmati alunan bass yang menggelegar di kabin sedan mewahnya.

Bibirnya masih merapalkan lirik lagu dengan suara sumbang, sementara tangan kanannya memukul-mukul setir mobil dengan penuh rasa percaya diri semu.

Jalanan di hadapannya tampak kosong, membentang panjang di bawah pendar temaram lampu jalanan dini hari.

Namun, di tengah kesadarannya yang telah lumpuh oleh alkohol, seseorang mendadak muncul dari sisi jalan, berdiri tegak tepat di jalur yang sedang ia lalui.

Seketika, mata Adrian membelalak lebar. Jantungnya seakan copot dari tempatnya.

Di bawah sorot lampu utama mobilnya yang menyilaukan, terlihat seorang wanita berdiri mematung di tengah aspal, menatap lurus ke arah mobil Adrian yang melaju kencang.

"Argh?!" teriak Adrian histeris, suara musik yang tadinya memekakkan telinga mendadak terasa berdengung samar di kepalanya.

Rasa teler yang menderanya seketika lenyap dalam sepersekian detik, digantikan oleh gelombang panik yang membakar sekujur tubuhnya.

Otaknya yang lamban memerintahkan kaki kanannya untuk berpindah menginjak rem sekuat tenaga. Namun, semua sudah terlambat. Waktu berjalan terlalu lambat, sementara laju mobil terlalu kencang.

BUMMM!

Suara benturan keras menghantam bagian depan sedan itu. Tubuh orang tersebut terpelanting ke atas kap mesin, membentur kaca utama dengan bunyi gedebuk yang mengerikan, sebelum akhirnya terpental jauh ke depan dan jatuh menghantam aspal dengan keras.

SKRRRRTTT!

Suara decitan ban mobil yang bergesekan kasar dengan aspal menggema nyaring memecah keheningan malam.

Adrian terdorong ke depan, dadanya membentur setir dengan keras sementara napasnya tersengat habis. Sedan mewah itu akhirnya berhenti setelah meluncur beberapa meter, meninggalkan jejak hitam bekas rem di atas jalanan.

Kabin mobil mendadak hening, hanya menyisakan deru napas Adrian yang memburu cepat dan tersenggal-senggal.

Tangan Adrian gemetar hebat di atas lingkar kemudi. Keringat dingin bercucuran deras membasahi pelipis dan lehernya, membuang habis seluruh sisa racun alkohol dalam darahnya.

Tenggorokannya tercekat, kaku, tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.

Dengan pandangan ngeri dan napas yang tertahan, Adrian perlahan mendongak menatap kaca depan mobilnya.

Napas Adrian memburu liar, memecah kesunyian di dalam kabin mobil yang mendadak terasa begitu menyesakkan.

Jantungnya berdegup kencang seolah hendak merangsek keluar dari rongga dadanya. Pelipisnya basah oleh keringat dingin yang mengalir deras, menyatu dengan rasa pening yang kembali menghantam kepalanya.

Dengan tangan yang bergetar hebat dan rasa takut yang teramat sangat, Adrian perlahan melirik ke arah kaca spion tengah.

Matanya yang membelalak menangkap bayangan buram di belakang sana, sesosok tubuh manusia terbujur kaku di atas aspal yang gelap, dikelilingi genangan gelap yang perlahan merayap di bawah sorot lampu jalanan.

Rasa panik yang teramat pekat langsung melumpuhkan akal sehatnya.

Nggak... nggak boleh. Kalau ketahuan, hancur semuanya, batin Adrian berteriak histeris.

Alih-alih menepi, membuka pintu, dan memberikan pertolongan pertama, naluri pengecutnya mengambil alih.

Ketakutan akan kehancuran hidupnya sendiri membuatnya mengabaikan nyawa orang yang baru saja ia tabrak.

Tanpa berpikir panjang lagi, Adrian langsung memasukkan persneling, menginjak pedal gas dalam-dalam hingga ban mobilnya berdecit nyaring.

Sedan mewah itu melesat pergi dengan kecepatan tinggi, meninggalkan lokasi kejadian.

1
Siti Yatmi
jauh dilubuk hati nya julian mah ketar ketir ..wk2....tunggu aja nt tiba saat lu ngerasain...
thor semangat yah up nya
Riska Salahudin
sudah lama tidak jumpa thor
Siti Yatmi
tunggu giliran kamu julian...sabar yah..nunggu antrian....pasti kamu kebagian, dan kamu yg spesial hukuman nya....
Nurr Tika
lanjut
Siti Yatmi
thorrrr lanjuttt
Siti Yatmi
tumben ga up....bolak balik buka??
Siti Yatmi
jgn bunuh dulu sab...trus teror..biar ilang tuh kewarasan nya
Siti Yatmi
syukurin luh...biarin..siapa suruh jahat
Siti Yatmi
setannya pengen nonton tv kali ....kan dikuburan ga ada tv
Siti Yatmi
sama ortu nya mah pada takut..taoi kelakuan kaya setan...
Siti Yatmi
sebentar lagi lo game over ..bye2 juliannnnnn
Siti Yatmi
mampus lu adrian...
Siti Yatmi
jiahhhh..katanya berkuasa...ayo dong lawan tuh setan,,,laporin ke polisi tuh setan
Siti Yatmi
nah..kan..adrian..nikmatilah...rasakanlah....
Siti Yatmi
lu pada sinting
Siti Yatmi
jadi menitikan air mata....
Siti Yatmi
hidup itu 2 pilihan, bodoh atau pintar,,sayang sabrina pilih bodoh....akhir nya, udh pasti tdk berdaya...
Siti Yatmi
pasti..itu video yg sabrina diperkosa sm 2 preman ..hadehhh
Siti Yatmi
owlah...pantes temen2 nya di teror and dimatiin....wajar sih...mending dihukum setan ketibang polisi ..💪sabrina
Siti Yatmi
ya Allah sabbb...melas banget sm nasib mu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!