Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skill Baru

Beberapa jam sebelumnya, saat itu Akira sedang berada di ruangan kantor milik Kato, mereka berdua sedang duduk, terpisah oleh meja.

“Seandainya tidak ada kau, pasti kami tidak akan selamat,” ucap Kato sambil menunjukan senyum tipis.

“Langsung ke intinya saja, kau memintaku bertemu, pasti ada alasannya kan?” ucap Akira dengan muka datar sambil kedua tangannya bersidekap di dada.

“Ah maaf, alasanku ingin berbicara empat mata denganmu karena aku ingin mengajukan dirimu ke Leaderboard.”

“Leaderboard?” tanya Akira.

mendengar perkataan Akira, Kato menjawab bahwa leaderboard mirip seperti sebuah Rank Pahlawan namun sedikit berbeda, karena Leaderboard bisa berubah tidak seperti Rank pahlawan.

Setelah mendengar jawaban dari Kato, Akira masih sedikit kurang yakin jadi ia pun menanyakan tentang keuntungan yang akan didapatkannya.

Namun yang keluar dari mulut kato membuatnya sedikit terkejut walau tidak menunjukannya, karena keuntungan yang didapatkannya jika mencapai Rank tinggi dalam Leaderboard, ia bisa masuk Dungeon manapun dengan bebas, karena sekarang orang orang berebutan Dungeon, jadi keuntungan ini sangat besar.

Setelah berpikir sebentar Akira menjawab dengan datar.

“Kalau begitu, aku akan menerima dukungan pemerintah dan memasukan ku dalam Leaderboard,” ucap Akira tanpa pikir panjang, merasa ini kesempatan yang bagus karena bagaimanapun juga kedepannya dia akan terus bergantung pada pemerintah.

“Ah baik—” ucapan Kato tiba tiba berhenti dan baru sadar apa yang diucapkan Akira, membuatnya tak percaya dan mencoba memastikannya sekali lagi.

“Ma-maaf apa saya salah dengar ya, kau ingin sekalian menerima dukungan pemerintah?” ucap Kato dengan gagap masih tak percaya Akira menerima dukungan pemerintah.

“Ya, kenapa?” ucap Akira dengan nada datar.

“Eh tidak apa-apa, kami akan mengurusnya sendiri anda bisa pulang atau santai dulu, kau tidak perlu repot-repot.” Mendengar hal itu membuat Kato tersenyum menyambut ramah Akira, walau mencoba menyembunyikan dia tetap terlihat menunjukannya.

Akira yang merasa urusannya sudah selesai pun keluar dari ruangan.

......................

Kembali ke waktu kini, yaitu setelah Akira menjenguk Lumina, yang dimana Lumina Harus dirawat dahulu karena lukanya sangat parah, sehingga Akira hanya sendirian di rumah.

Akira duduk bersandar di sofa ruang tamu dengan satu kaki di atas kaki lainnya sambil melihat Sistem yang menampilkan beberapa panel sekaligus di depannya.

[Nama:Akira Yoshikawa

Umur:20

Level:40

Class:Tidak Ada

Rank Pahlawan:Tidak Ada

Otoritas:Raja Pahlawan LV(8)

Pahlawan Dibawah Otoritas:

Lumina Rank(F)

STR:15

DEF:15

DEX:12

INT:117

Skill:

[Mental Stability]

[Bifurcation (5%)]

[Synthesis]

Spell:

[Fire Ball (Cooldown 1 Hari)]

[Heal (Cooldown 1 Hari)]

[Wind Blade (Cooldown 3 Hari)]

[Fire Blade (Cooldown 5 Hari)]]

Akira menatap statusnya sambil mengingat kejadian yang menimpanya, waktu itu dia sadar tubuhnya sedang dikendalikan, namun ia hanya bisa melihat apa yang dilakukannya, membuatnya penasaran sebenarnya skill apa Bifurcation ini.

Selain itu, skill Synthesis yang didapatkannya sangat bagus, karena bisa menggabungkan skill yang dimilikinya, walau skill yang digabungkan sedang Cooldown dan tidak menghilangkan skill yang digabung, berkat hal itu Akira jadi punya berbagai kemungkinan untuk membuat skill baru.

Setelah itu Akira berganti fokus menatap Sistem yang menampilkan Efek dari Kalung yang dipakainya.

[Kalung Samudera]

[Efek:Jika Pengguna kehabisan mana, maka otomatis akan memulihkan mana Pengguna sebesar 50% (efek ini berlaku satu hari sekali)]

“Tidak kusangka kalung ini memiliki efek yang bagus, waktu tubuhku dikendalikan pun seolah-olah aku sudah tau efek kalung ini.”

Akira menghembuskan nafas panjang merasa kelelahan karena banyak yang berbeda dari yang ia ketahui.

Ding...

[Pengumuman Pada Seluruh Pahlawan Bumi]

[Selamat! kalian telah menahan Invasi para monster]

[Sebagai Hadiah, 3 Pahlawan teratas dari negara masing masing yang berkontribusi banyak akan diberi Hadiah]

[Karena anda berada di Jepang]

[Berikut adalah 3 Pahlawan teratas Jepang yang berhak menerima Hadiah]

[1.Hana Yoshikawa]

[2.Kyouma Agata]

[3.Kagero Tsukishiro]

“Hana?”

Akira tak percaya dengan apa yang ia lihat, bahkan mencoba melihatnya berkali kali untuk memastikannya, dan akhirnya ia menerima kenyataan bahwa nama adiknya memang di tunjukan sistem.

“Ternyata dia juga Pahlawan ya… melihat dia peringkat satu, sepertinya aku tidak perlu khawatir.” gumam Akira terdengar lemas dengan jantung yang berdetak kencang di banding biasanya disusul perasaan aneh yang bercampur aduk.

Ding...

Disaat itu muncul suara sistem yang membuatnya sadar kembali dan melupakan hal yang mengganggunya untuk sementara.

[Selamat Anda telah menyelesaikan Quest Ketiga Kebangkitan Sang Raja Pahlawan]

[Sebagai Hadiah anda mendapatkan Skill Summon dan Spell Water Ball]

“Summon…” gumam Akira dahinya berkerut sambil memegang dagunya ia mencoba mengingat sesuatu.

“Summon ini memang bagus sih, tapi masalahnya Cooldown di gamenya sangat lama, kalau begitu, pasti di sini akan lebih lama."

Akira menghembuskan nafas panjang mencoba melepaskan beban yang terasa berat walau tidak terlihat, ia merasa setiap skill yang digunakannya selalu berakhir dengan Cooldown yang lama.

"Yah tidak masalah sih, sepertinya ini bisa membantu untuk penaklukan Dungeon, lalu, karena waktuku senggang—”

Akira berdiri dari Sofanya lalu pergi ke belakang halaman rumahnya yang luas, dan melakukan sedikit gerakan pemanasan.

“Dari pada hanya menganggur, lebih baik aku coba skill summon ini di sini, tapi... bagaimana cara menggunakan summon ya.” gumamnya.

Ding...

[Saran:Lakukan pencarian lebih dalam ke dimensi lain]

“Hmm? sepertinya saran ini akan membantu, tapi apa maksudnya?” gumam Akira sambil memegang dagunya terlihat sedang berpikir keras.

Setelah beberapa menit berlalu, Akira menemukan satu kesimpulan.

“Aku tidak tau ini benar apa tidak, tapi tidak ada salahnya mencoba kan."

Akira berdiri diam fokus secara mendalam sambil memejamkan matanya dan merasakan angin bertiup halus menyentuh kulit-kulitnya.

“Aku cukup bayangkan kalau aku masuk ke dimensi yang berbeda…”

Akira yang sedang memejamkan mata hanya melihat kegelapan, namun semakin ia fokus seperti ada retakan dalam kegelapan itu, tak lama setelah itu—

PRANNGG!!!

Kegelapan itu seketika Retak dan tiba-tiba saja Akira sudah berada di sebuah hutan, hutan itu terlihat berbeda dari hutan biasanya, rasanya hutan itu terlihat sangat bercahaya seperti ada cahaya Aurora yang sangat indah.

Ia pun menyelusuri hutan itu sambil mengamati sekitarnya, setelah berjalan cukup lama, ia melihat sebuah cahaya yang sangat terang, seolah cahaya itu menyuruhnya untuk mendekat, tanpa ragu sedikitpun ia mendekati cahaya itu dan meraihnya dengan tangan.

[Skill Summon:Aktif]

Saat tangannya meraih cahaya itu, seketika ia kembali sadar ke kenyataan dan melihat di hadapannya ada sebuah retakan kecil di udara dan perlahan retakan itu mulai membesar.

PRANG!

Retakan itu pecah seperti pecahan kaca dan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan hingga membuat Akira menutup matanya.

Cahaya dan retakan itu perlahan mulai hilang secara bersamaan, Akira yang sedang menutup matanya membukanya perlahan dan melihat sesuatu di hadapannya.

“Ti-tidak Mungkin i-ini kan… Burung?!” Matanya membulat tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Dihadapannya burung kecil berwarna merah mencolok menatap ke arahnya.

“Cip... cip..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!