Indonesia
NovelToon NovelToon
IJAB'MU TALAK'KU

IJAB'MU TALAK'KU

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Cerai / Romansa / Tamat
Popularitas:751k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Ev

Hamil setelah perceraian..?? Ditalak sehari sebelum suami menikah lagi..!

Mendapatkan kabar kehamilan untuk pertama kalinya setelah penantian 5 tahun, sangatlah menyenangkan.


Tapi, tahukah kamu bagaimana rasanya jika kabar itu datang setelah proses perceraian?


Rasanya seperti mimpi, sedih, bahagia bercampur menjadi satu. Seperti itulah yang dirasakan oleh Aluna.


Yuk ikuti kisahnya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Ev, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Lembaran Baru

Siang itu, sebelum pulang ke rumah. Aluna kembali melakukan USG di ruangan dokter Citra, dokter obgyn yang memeriksanya sejak pertama kali mengetahui berita kehamilannya.

"DUG! DUG! DUG!"

Kembali Aluna mendengarkan suara detakan yang menggema dengan irama yang lebih cepat.

Aluna memandangi layar monitor yang masih belum ia pahami bentuk seutuhnya. Hanya sebuah gambar yang berdetak sangat jelas ia lihat membuat dirinya menebak kemungkinan itu bagian jantung bayinya.

"Apa dia baik - baik saja dok?" Lirihnya mantap dokter Citra yang fokus menatap layar.

"Iya, dia sehat dan sudah berusia 12 minggu!" Balasnya mengulas senyum menatap binar Aluna.

Perlahan Aluna kembali menatap lekat bagian yang berdetak di layar monitor, membuat kelopak matanya bergetar memerah. Ia sangat tidak menyangka di dalam perutnya ada kehidupan seorang bayi yang terus berdetak dan saat ini ialah ujung tombak penentu hidupnya.

Aluna menyadari, mungkin kebahagiaannya dengan Arlan harus ia relakan tapi akan tergantikan dengan kebahagiaan lain.

Perlahan Aluna menitihkan air mata haru merasakan kehadiran bayinya yang sudah ia tunggu selama 5 tahun.

"Nak, mommy mungkin bukan ibu yang sempurna. Tapi percayalah cinta dan kasi sayang untuk mu tidak akan ada habisnya! Walau harus mempertaruhkan nyawa, mommy akan siap asal kamu tetap bertahan sampai tiba waktunya kita bertemu di dunia ini!" Batinnya mengusap air mata.

'

'

'

Setelah melakukan USG, Aluna kembali duduk di kursi berhadapan dengan dokter Citra yang terlihat sedang menuliskan sesuatu.

Kali ini Aluna tidak lagi termenung memelas seperti pertama kali ia mengetahui kehamilannya. Wajahnya lebih segar meski terlihat sedikit kurus.

"Ini resepnya, ingat yah saat ini kamu sedang hamil jadi harus menjaga kesehatan juga rutin meminum obat!" Sahut dokter Citra memberikan secarik kertas.

"Terima kasih dok!"

"Oh ya, ini untuk mu!" Dokter Citra menyodorkan sebuah buku yang berisi catatan."

Aluna mengerutkan dahi menatap buku itu. "Apa ini dok?" lirihnya sambil membuka lembaran buku itu.

Dokter Citra mengulas senyum "Itu beberapa tips dari saya. Kamu bisa membacanya untuk mengurangi ketidaknyamanan selama hamil." Jelasnya dan Aluna hanya menatap menyimak.

"Dan,, mulai besok saya di pindah tugaskan di luar kota!" Lanjutnya.

"Kok mendadak dok?" tanya Aluna sedikit terkejut.

"Pemberitahuannya sejak bulan lalu, saya harus membantu rekan sejawat di sebuah desa terpencil yang masyarakatnya masih jarang tersentuh tenaga medis! Jadi saya bertugas untuk meningkatkan kesadaran mereka terutama kepada ibu hamil agar partisipasi mereka meningkat, sehingga dapat mengurangi beberapa masalah seperti angka kematian ibu dan bayi di desa itu."

Aluna sedikit termenung, baru saja dirinya merasa nyaman dengan dokter Citra tapi, harus berpisah.

"Padahal saya sudah merasa nyaman dengan dokter Citra!" Lirihnya sedikit cemberut membuat dokter Citra tersenyum.

"Kamu tenang saja! Saya sudah memberitahukan kepada keponakan saya. Namanya dokter Leo, dokter obgyn muda berstatus lajang yang baru saja kembali dari luar negeri setelah menyelesaikan gelar masternya." Lanjut dokter Citra sontak membuat Aluna membulatkan mata.

"Dokter Leo?" Batinnya.

"Apa ada masalah?" tanya dokter Citra melihat keterkejutan Aluna.

"Mhh,,, apa dokter tidak memiliki keponakan perempuan?" Tanyanya sedikit ragu, ia merasa canggung jika dokter konsultan kehamilannya seorang laki - laki!

"Ada, tapi dia berkerja di bidang perbankan. Kamu yakin mau berkonsultasi kehamilan dengannya?" Balas dokter Citra menggoda.

"ha,, tidak dok!" Aluna mengernyit.

"Hehehe!" kompak terkekeh kecil.

Akhirnya setelah beberapa hari, siang itu ada tawa dari Aluna. Dokter Citra berharap dengan adanya Leo Aluna bisa lebih nyaman dan banyak tertawa.

"Aluna,, Saya harap setelah saya pergi kamu bisa akur dengan Leo dan menjalani hidup yang lebih baik!" Ucapnya dan Aluna hanya mengulas senyum.

Sejak hari itu Aluna memilih fokus untuk memperhatikan janin dalam perutnya. Perlahan dia mencoba untuk menjalani hidup, meski rasa sakitnya belum hilang. Tapi, ada calon anak yang harus ia bahagiakan.

Dia tidak boleh egois dengan terlalu larut dalam kesedihannya. Aluna perlahan memahami arti sikap dewasa itu seperti apa. Dan, mungkin itulah kenapa ada yang bilang terkadang ada luka yang mendewasakan.

'

'

'

Sehari setelah mendapat perawatan, Aluna akan kembali menjalankan rutinitasnya.

Sinar sang mentari terlihat cerah menerangi seluruh sudut kota. Di sebuah kamar yang berada di lantai 2 yang bernuansa pic.

Terlihat Aluna sedang memilih pakaian yang akan ia kenakan di hari pertamanya masuk kerja setelah beberapa hari absen.

"Hem,,, tidak ada yang menarik!" Gumamnya saat membuka lemari melihat dress yang tergantung dengan berbagai warna. Ia baru ingat kalau sejak 2 bulan ini dirinya tidak pernah berbelanja pakaian.

"Tok,, Tok,,"

Suara ketukan dari balik pintu sontak membuatnya berbalik "Masuk Bi!" Sahutnya.

"Ceklek!"

Bi Inem nampak membawa sesuatu, tapi kali ini sedikit berbeda. Biasanya setiap kali ia membuka pintu selalu saja membawa nampan berisi makanan yang membuatnya mual.

"Ini untuk non Aluna!" Sahut bi Inem menyodorkan bingkisan berwarna putih.

"Apa ini bi?" Tanyanya sedikit mengerutkan dahi merasa bingung dan bi Inem hanya menggeleng kepala.

Aluna perlahan membuka bingkisan itu dan terkejut membulatkan mata. Sebuah mini dress berbahan bludru berwarna merah maron lengan panjang. Bagian kera berbentuk v sedikit terbuka dan berlipit. Sedangkan bagian pinggang lebih nge-pres sehingga memperlihatkan lekukan.

"Cantik, tapi siapa yang ngirim bi?" Tanyanya melirik bi Inem yang kembali menggeleng dan Aluna langsung mengecek di bingkisan yang tidak ada tertulis nama pengirimnya.

Aluna yang tidak berpikir panjang memang sedang membutuhkannya, langsung memakannya dan sangat pas di badannya. Kemudian Aluna memasang sepasang anting berlian yang berkilau juga wedges berwarna hitam.

Terlihat sederhana dan manis, tanpa menghilangkan kesan elegan. Aluna memutar badannya di depan cermin melihat penampilannya.

"Cantik nggak bi?" Tanyanya mengulas senyum.

"Cantik non, sangat cantik malah!" Balas bi Inem mengulas senyum haru melihat keceriaan Aluna yang perlahan kembali.

Pagi itu, Aluna menuju sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari kantornya. Sesuai dengan kesepakatan hari itu ia akan memberikan gambar desain cincin yang terakhir kali ia buat sebelum di opname selama seminggu.

'

'

'

"Selamat pagi Bu?" Sapa Aluna kepada klien wanita yang berpenampilan glamor sambil menarik kursi di sampingnya.

"Selamat pagi bu Aluna, bagaimana kabarnya?"

"Baik Bu!" Balas Aluna mengulas senyum.

Aluna mulai menyodorkan sebuah map yang berisi beberapa gambar yang sudah ia buat sesuai dengan keinginan kliennya.

"Silahkan ibu lihat, disini ada dua desain yang saya buat . Ibu bisa memilih atau mungkin ada yang mau ditambahkan!"

"Wah, bu Aluna ini memang sangat berbakat. Saya suka gambarnya dan pas, tidak terlalu berlebihan."

"Terima kasih. Ibu terlalu memuji!"

"Hehehe!" kompak terkekeh kecil.

"Mm,,, kalau begitu saya pilih yang ini aja bu, permatanya lebih menonjol!" Menunjuk gambar di sisi kanan.

"Baik bu. Secepatnya saya akan menyelesaikan pesanan ibu!" Balas Aluna.

"Kalau begitu saya permisi dulu!" klien itu menjabat tangan Aluna sebelum meninggalkan tempat itu.

"Hhhfftt!" Aluna sedikit mengangkat alisnya bernapas lega karena kliennya cukup baik dan dia tidak perlu merevisi lagi.

"Kruyuk,, Kruyuk,,,"

"Kamu lapar ya?" Gumamnya memegang perutnya yang keroncongan.

Aluna mulai membuka album menu memilih pesanan. Tapi ia bingung harus makan apa takutnya dia kembali muntah. Sejak keluar dari rumah sakit muntahnya sudah berkurang, jika salah makan bisa saja dia kembali muntah lagi.

Aluna melihat menu nasi goreng yang terlihat menggiurkan. "Nasi gor,,,"

"Jangan makan berminyak, bisa menambah gejala morning sickness!" Sahut laki - laki yang tidak dikenal tiba - tiba menutup album menu ditangan Aluna.

Aluna mendongak menatap laki - laki dalam balutan kemeja berwarna biru dipadukan celana putih yang bertubuh tinggi, berkulit putih, bermata bulat dengan hidung mancung wajahnya bisa tergolong cute.

Laki - laki itu tersenyum menatapnya, sementara Aluna hanya terdiam masih belum mengerti kenapa ia ada di depannya lalu bersikap sok akrab.

"Hey nyonya!" Sahut laki - laki itu mengangkat tangannya membuyarkan pandang Aluna.

"Akh!" Terkejut. "Kamu siapa?" Lirihnya.

"Leo! Dokter obgyn tertampan di RS. Harapan Ibu!" Balasnya sedikit sombong mengulurkan tangan, sontak Aluna membulatkan mata.

"Jadi ini dokter Leo?" Batin Aluna menelan saliva sedikit canggung.

"A- Aluna!" Lirihnya menyalami tangan Leo.

Leo melambungkan senyuman dan terlihat sangat tampan. Aluna bisa merasakan energi positif dari Leo.

Tak lama kemudian seorang pelayan membawa makanan berupa olahan sayur dan sup ikan juga minuman hangat.

Aluna mengerutkan dahi melihat makanan yang ada di hadapannya, semuanya terlihat lebih sehat.

"Ibu hamil harus makan bergizi. Dan jika mual mntah berlebihan, kamu bisa mengimbangi makan sedikit - sedikit tapi dengan frekuensi yang lebih sering!" Jelasnya sambil mendekatkan makanan itu kepada Aluna.

Aluna menatap dokter Leo yang sedikit lebih cerewet dari bayangannya. Awalnya ia mengira dia laki - laki yang membosankan atau mungkin terlalu formal dalam berbicara.

"Terima kasih!" Balasnya sambil mencicipi sup ikan yang hangat di depannya.

Untungnya di percobaan pertama dia tidak merasakan mual, tapi setelah mencoba beberapa kali tenggorokannya sedikit terasa tidak enak dengan cepat meletakkan sendoknya.

"Mual?" Tanya Leo menatap serius dan Aluna hanya menggeleng.

"Coba kamu minum yang ini!" Lanjutnya.

"Apa ini?" Tanyanya mencium gelas yang berisi minuman yang belum perna ia coba sebelumnya.

"Jahe hangat! Itu bisa membantu mengurangi rasa mual!" balasnya.

Aluna pun mulai meneguknya, wajahnya sedikit masam merasakan air jahe hangat itu menusuk lidah dan tenggorokannya. Tapi untungnya masih aman.

"Heheheh!" Leo terkekeh melihat wajahnya Aluna yang sedikit mengkerut sementara Aluna sendiri sedikit memanyunkan bibirnya.

Bersambung...

1
Rika
bagus
Lady Ev: terima kasih kk, jngn lupa bca karya yg lainnya 🙏
total 1 replies
Rina Arie
good book
Lady Ev
Assalamualaikum, pra reader yang sempat baca karya ini.. Author mengajak kalian mampir di karya baru berjudul "Romansa Pasangan Halalku!" 🤗🥰
Thewie
eleehhh pertama2 sok nolak ..lama2 ketagihan
Heriyani Lawi
katanya mengawasi Aluna dr jauh tp kok ga tau kaloaluna lg hamil, aneh
fatwaaulia
Hai Kak aku mampir, smgtt terus dan jika berkenan mampir juga yuk ke karya novelku yang berjudul ''Perasa''/Hey/
Ma Em
semoga Arlan cepat ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat wal, afiat
Ma Em
bagus kebohongan Nindia sudah terbongkar dan kejahatan dan kelicikan Rama juga sudah ketahuan oleh Arlan semoga Arlan dan Aluna bisa kembali bersama demi baby twinnya.
Ma Em
semoga Aluna dan baby twin dilindungi dan diselamatkan dari segala marabahaya.
Ma Em
lawan Aluna orang orang yang menghina kamu jangan mau ditindas apalagi sama si Nindia dan semoga si Nindia akan dapat karmanya kelicikan dan kejahatannya segera diketahui Arlan
Ma Em
semoga Aluna dan anak yang ada dalam kandungannya tidak apa apa diselamatkan dari perbuatan jahat ibu tirinya dan Nindia
Ma Em
Luar biasa
Ma Em
jangan jangan Nindia hamil bukan Anaknya Arland.
Lady Ev: trima ksih kk sdh mmpir, mhon dukungannya jga dkarya "KUKIRAIN BENCI TERNYATA CINTA"
total 1 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
terimakasih kak othor utk cerita bagus nya ... 😍😍🌹🌹
aslik surprise bingit ending nya spt itu .. 😁😁
tp bener ... kenyataannya emang ada yg ambil keputusan spt Aluna itu ... gak balik sama pasangan sebelumnya, tapi juga gak menikah dgn orang lain ...
kesannya emang kek egois yaaa ... cuma pertimbangan dari diri sendiri ...
mngkn terlalu sakit dgn sebelumnya dan trll takut utk memulai yg baru .. jadi lebih memilih utk sendiri ... sementara anak2 juga toh gak kekurangan kasih sayang ...
tapi apa anak2 pernah ditanya ? 🤔
yaaaah ... pada akhirnya, di setiap keputusan pasti ada konsekuensi nya .. tp itu sudah menjadi pilihan ...

tetep semangat bikin cerita yg keren2 ya kaaaakkk ... 👍👍👍💙💙💙💙⚘️⚘️⚘️⚘️
Lady Ev: Terima kasih kk sdh mengikuti smpai akhir, klau brknn bisa mmpir dkarya Percikan Asmara 🙏
total 1 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
walaaaaahh ... seriusan tamat nih kak othor ? 🤭🤭
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
udah 3 thn Al ...mau nunggu brp taun lagiiiii ????
toh kamu juga masih cinta Arlan ...
mama Wijaya juga udah berubah ..
ayolah jangan egois ... kasian juga anak2 ... biar mereka bener2 punya keluarga yg utuh .. dlm artian yg sebenarnya ....
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
biarin aja Nindia spt itu, Al ...
ntar kalo dia normal lagi, hidup kamu bakalan diganggu terus ...
* Neng Gemoy jahad gak siiiii .... 🤔🤭
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
trnyata ... sejahat-jahatnya Rama ... dia tetap sayang sama mama Meryam ... gak jadi anak durhaka yaa ...
mudah2an Rama beneran tobat ...
ikutan sedih dgn pertemuan Rama dan mama Meryam ... 😢
Lady Ev: Sdh tobat kk
total 1 replies
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
koq hoek .. hoek ... ???
kirain Nala muntah ... 🤭🤭😅😅
Lady Ev: hihih😂
total 1 replies
Lheia Manizzz
gag rela endingx
Lady Ev: Trima ksih kk sdh mmpir. jika brknan mmpir jga di karya "Percikan Asmara"🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!