" Aku lelah menjalin hubungan dengan siapapun, jika kamu serius, langsung ke orang tuaku saja dan lamar aku " Ucapan seorang gadis yang begitu lantang saat menolak didekati oleh seoarang pria.
Annisa Larasati adalah seorang Bidan muda yang cantik, ramah dan periang. Namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik itu Laras menyimpan banyak luka didasar hatinya. Masalalu yang begitu kelam,. sebuah penghianatan dimasa silam, memaksanya untuk mengunci rapat-rapat hatinya dari siapapun.
Hingga suatu hari Laras bertemu dengan Adi Prasetyo Irawan yang sedang melakukan cek up di
Rumah Sakit. Pertemuan pertama itu rupanya membekas dihati Adi. sehingga ia berniat mendekatkan dirinya pada Bidan yang telah mencuri perhatiannya diawal bertemu.
Bagaimana perjuangan Adi dalam meluluhkan hati Laras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan Kedua
Gadis itu merebahkan tubuhnya dengan kasar keatas tempat tidur. Sesekali kakinya bergoyang seperti menendang udara, dan kepalanya ditutupi oleh bantal.
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaa " gadis itu menjerit, namun jeritannya tak terdengar sebab wajahnya dibekap oleh bantal.
rasa lelah dihatinya seakan tak mampu lagi ia bendung, terlalu berat beban perasaan yang ia harus tanggung sendirian.
Gadis itu kembali menatapa lagit kamar, saat bantal yang semula menutupi wajahnya telah ia tepikan.
Kembali ia teringat perbincangannya terhadap sang mantan kekasih sore tadi ditaman, meski gadis itu tak pernah tau, kapan sebenarnya ia putus dengan kekasihnya.
Flash Back On
Laras sudah berada di taman kota, ia melirik kesana kemari untuk mencari sosok Wahyu yang tadi memintanya untuk datang. Dan akhirnya di tepi kolam ada sosok yang ia kenal telah duduk dengan tegap menghadap kolam di kursi panjang yang terbuat dari kayu jati.
Laras melangkahkan kakinya secara perlahan kearah pria yang telah menunggunya itu, namun sebelum itu, Laras menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya ia benar-benar duduk disamping pria yang menjadi mantan kekasihnya itu.
" Laras,,,, akhirnya kamu datang" ucap Wahyu, dengan senyum merekah dibibirnya.
" Hem "
" Terimakasih karena sudah mau datang menemuiku " ucapnya lagi
"Yah,, aku pasti datang menemuimu ,sebab aku sudah berjanji untuk itu, dan pantang bagi seorang Laras untuk ingkar terhadap janjinya " Jelas Laras dengan sedikit penekanan.
Dan entah mengapa kalimat yang dilontarkan oleh Laras seakan sangat menohok dihati dan jantung Wahyu.
" Laras maafkan aku " hanya itu yang bisa pria itu ucapkan
" Maaf,,, " sekali lagi Laras menarik nafasnya dalam-dalam " Baiklah, aku memaafkanmu,, sekarang urusan kita selesai " sambung Laras, ia ingin segera beranjak dari duduknya namun dengan sigap Wahyu menahan lengannya.
" Laras,,, aku tau aku salah,, tolong maafkan aku " ucap Wahyu penuh ibah
"bukannya tadi sudah kukatakan bahwa aku telah memaafkanmu? aku rasa telingamu cukup bisa mendengar kebaikan hatiku " ucap Laras
" Ia,, aku tau, dan aku berterimakasih kerena kamu sudah berbesar hati untuk memaafkanku " ucap Wahyu " Tapi... "
"Tapi apa?" tanya Laras
" tolong berikan aku kesempatan lagi,, aku masih mencintaimu Laras " sekali lagi Wahyu mengibah
" Cih,,, setelah apa yang kamu lakukan padaku,, dan dengan mudahnya kamu minta kesempatan " Laras tersenyum licik, sungguh ia merasa bahwa pria dihadapannya ini tak punya rasa malu.
" aku tau Laras,, dan aku sadar,, aku sangat menyesal,, dan kumohon berikan kesempatan sekali lagi untuk hubungan kita... apa kamu tidak mencintaiku lagi " jelas Wahyu, sejenak Laras berpikir tentang perasaannya. tentu tidak semudah itu Laras menghentikan rasa cintanya pada Wahyu yang sudah begitu besar. Tapi bagaimanapun hatinya juga telah terlanjur sakit.
" Laras,, tolonglah, berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku padamu " sambungnya lagi
"Tidak Wahyu,, aku rasa sudah cukup.. aku tidak mau terhianati lagi " tolak Laras
" Ijinkan aku sekali lagi untuk menunjukkan kesungguhanku padamu Laras, aku berjanji akan mencintai dan setia sepenuh hati " ucap Wahyu, yang entah itu sungguh atau tidak. Yang pasti Laras sendiri sulit mengartikan tatapan mata pria dihadapannya itu.
" Aku...."
" Laras,, kamu mau bukti apa? aku akan lakukan agar kamu kembali percaya padaku " ucap Wahyu
Laras menaikkan satu alisnya, mendapat bahwa Wahyu akan melakukan apapun untuknya. Dan entah ide darimana hingga Laras menemukan cara untuk membuktikan ucapan Wahyu benar atau sekedat bualan saja.
" Baiklah,, jika kau bersungguh-sungguh, makan datanglah ke rumahku dan bertemu dengan orang tua.. " ucap Laras, gadis itu menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya " Lamarlah aku " sambungnya lagi.
" Baiklah,, aku akan keorang tuamu untuk melamarmu,, agar kamu percaya bahwa cintaku padamu tidak main-main " tegas Wahyu. Dan sungguh Laras tidak menyangka bahwa Wahyu akan memenuhi permintaannya.
" Okee,, aku tunggu... Dan jangan temui aku dulu sebelum kamu memenuhi tugas yang kuberikan " ucap Laras
" Baik... dengan senang hati aku akan menjalankan tugas yang kau berikan,, tunggu saja " ucap Wahyu. senyum pria itu kembali mereka. ia pasti bahagia sebab Laras telah memberinya kesempatan kedua meski dengan syarat. Tapi bukankah itu hal yang gampang menurutnya. Toh dia juga sangat mencintai Laras.
Flash Back Off
Gadis itu duduk termenung ditepi ranjang. Kembali ia menarik nafasnya yang terasa amat berat. Hingga Zahra muncul dari balik pintu.
Gadis yang sekamar dengan Laras diawal itu telah menduga bahwa saat ini sahabatnya pasti sedang dilanda gundah.
" Ada apa Ras,, kamu baik-baik aja kan?" tanya Zahra
" Yah aku baik-baik aja kok " jawab Laras
" Kamu nggak di bawa kemana-kemana kan sama Wahyu? " tanyanya lagi
" nggak kok,, aku cuma menemuinya ditaman kota " jawab Laras
" Lalu?" tanya Zahra penasaran
" Dia ingin kembali Za " ucap Laras
" Dan kamu kasi kesempatan?" tanya Zahra
Laras mengangguk lesu, kemudian ia menceritakan tentang syarat yang ia ajukan untuk Wahyu tadi sore .
Awalnya Zahra ingin marah aras tindakan sahabatnya yang dengan gampangnya memberi kesempatan pada pria ******** itu. Tapi setelah mendengar penjelasan Laras barusan hati Zahra menjadi legah. Yah setidaknya sahabatnya tidak akan terhiananti lagi.
" Semoga kali ini Wahyu benar-benar serius Ras " ucap Zahra
" Yah,,, aku harap juga begitu Za "
-
Besambungggg......
Maaf Yah, untuk beberapa hari kemarin nggak Up,, Othor sakit gengs, dan nggak bisa paksain diri untuk nulis... Dan baru hari ini bisa nulis lagi...
Dan ternyata disaat Othor nggak up, readers punya inisiatip buat komen yak 😂😂 Kok Lama? gitu katanya.. giliran tiap hari Up eh bacanya diem-diem bae...
aku kasi tau yah... komen dan like kalian merupakan suplemen penambah semangat buat Othor... Jadi pliss jika habis baca tolong tinggalkan jejak... Jangan kayak Jailani yah...😂😂😂