Indonesia
NovelToon NovelToon
SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Bagi Aris dan ibunya, Tita adalah istri sempurna: kaya, penurut, dan sabar. Saat Tita divonis tak bisa memberi keturunan, mereka berlagak menerima dengan lapang dada. Padahal di belakangnya, Aris diam-diam menikah siri demi mendapatkan anak sambil terus menikmati kemewahan dari uang Tita.
​Mereka pikir Tita bodoh. Padahal, Tita sudah tahu segalanya.

​Tanpa air mata atau labrakan emosional, Tita tersenyum dingin. Ia mulai memutus aliran dana, merebut asetnya, dan menjebak bisnis Aris ke jurang utang.

​"Kalian pikir bisa hidup mewah di atas penderitaanku? Mari kita lihat seberapa lama kalian bertahan tanpa sepeser pun uangku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SKENARIO KEHANCURAN UNTUK SUAMIKU

​Pagi ini, aroma udara Jakarta terasa berbeda lebih ringan dan menenangkan. Setelah resmi menyandang status single dan membereskan seluruh benalu masa lalunya, Tita menghabiskan satu minggu penuh menetap di rumah Papi dan Mami. Satu minggu yang sangat berharga untuk memulihkan jiwa dan raganya, dikelilingi oleh kasih sayang keluarga yang tulus.

​Di depan teras rumah berarsitektur klasik itu, tiga buah koper berukuran paling besar berwarna rose gold milik Tita sudah berjejer rapi. Belum lagi beberapa tas jinjing dan koper sedang yang membuat bagian belakang mobil van keluarga tampak penuh sesak.

​"Tita... kamu ini mau pindahan atau cuma liburan?" goda Kak Olan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memandangi tumpukan koper adik perempuannya itu. "Ini koper sudah kayak mau buka cabang butik di Singapura!"

​"Biarin sih, Kak!" balas Tita sembari membetulkan posisi kacamata hitam di atas kepalanya. "Selama lima tahun kemarin aku mana pernah bisa belanja dan bawa baju bagus dengan bebas? Sekarang saatnya aku menikmati hidup!"

​Ko Felix, yang berdiri di samping mobil dengan kemeja casual smart berwarna biru navi dan celana bahan yang pas di badan, hanya tersenyum tipis. Tidak ada raut keberatan sama sekali di wajah tegasnya. Pria itu justru melangkah maju, dengan sigap dan santai mengangkat koper-koper berat milik Tita satu per satu ke dalam bagasi tanpa cela.

​"Tidak apa-apa, Olan," ucap Felix dengan suara beratnya yang tenang dan kaku namun penuh permakluman. "Bawaan Tita masih sangat wajar. Jika kurang, nanti di Singapura bisa beli koper baru lagi."

​"Tuh, dengerin Ko Felix!" sahut Tita riang sembari menjulurkan lidahnya ke arah Kak Olan.

​Kak Olan hanya menepok jidatnya sendiri melihat sahabat dan adiknya itu. "Duh, yang satu manja, yang satu lagi manjain. Nggak heran deh koper segunung gini di-ACC!"

​Namun, di balik sikap tenangnya, sudut mata Felix tak berhenti mencuri pandang ke arah Tita. Ada desiran hangat yang tak biasa di dalam dada Felix pagi ini.

​Istilah bahwa seorang wanita akan tampak jauh lebih cantik dan mempesona setelah terbebas dari pernikahan yang salah benar-benar nyata di depan matanya. Tita hari ini terlihat begitu bersinar. Bukan berarti sebelum-sebelumnya Tita tidak cantik atau tidak menarik bagi Felix, Tita selalu menjadi wanita paling indah sejak pertama kali ia jatuh cinta di masa SMA dulu.

​Akan tetapi, kecantikan Tita saat ini terasa sangat berbeda. Wajah yang dulunya sering diliputi bintik kelelahan dan tatapan redup akibat tekanan Aris serta ibu mertuanya, kini berganti menjadi pancaran aura yang segar, anggun, dan penuh percaya diri. Kulitnya yang bersih merona, senyumnya yang lepas tanpa beban, serta riasan tipis yang natural membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona. Tita telah kembali menemukan dirinya yang utuh.

​Sesi pamitan di depan pintu rumah berlangsung penuh haru. Mami memeluk Tita erat-erat, mengusap punggung putri tunggalnya itu dengan mata yang berkaca-kaca.

​"Hati-hati di sana ya, Sayang," bisik Mami lembut. "Manfaatkan waktu ini buat istirahat total. Jangan pikirkan urusan pekerjaan dulu. Mami sama Papi cuma ingin Tita bahagia."

​"Iya, Mi," jawab Tita pelan, membalas pelukan Mami dengan hangat.

​Papi melangkah mendekat, mengusap puncak kepala Tita sebelum beralih menatap dua pria dewasa di sebelahnya. Papi menepuk bahu Kak Olan dan Ko Felix bergantian.

​"Olan, Felix... titip Tita ya," pesan Papi tegas namun tulus. "Olan, jaga adikmu baik-baik. Felix, terima kasih sudah mengurus segalanya. Kalau Mama dan Papamu butuh bantuan apa-apa untuk acara pernikahan Valerie, langsung beri tahu Om."

​"Pasti, Pi! Olan kawal Tita sampai aman," jawab Kak Olan sembari memberi gestur hormat yang kocak.

​"Pasti, Om," jawab Felix sembari membungkuk sopan penuh rasa hormat. "Saya akan menjaga Tita dan Olan dengan baik selama di Singapura."

​Setelah berpamitan dan mencium tangan kedua orang tua mereka, ketiganya melangkah masuk ke dalam mobil. Dari balik kaca jendela, Tita melambaikan tangan ke arah Papi dan Mami hingga rumah masa kecilnya perlahan menghilang dari pandangan.

​Suasana di Bandara Soekarno-Hatta pagi itu cukup ramai, namun proses check-in berjalan sangat lancar karena Felix telah menyiapkan segalanya dengan sempurna melalui jalur Business Class.

​Petugas maskapai dengan ramah menyambut mereka dan mengurus seluruh tumpukan koper besar milik Tita tanpa kendala. Setelah melewati area lounge eksklusif untuk menikmati secangkir kopi dan camilan pagi di mana Kak Olan tak berhenti menggoda Felix yang selalu sigap mengambilkan Tita kue dan minuman mereka akhirnya mendapat panggilan boarding.

​Langkah kaki Tita terasa ringan saat menyusuri garbarata menuju pintu pesawat bersama Kak Olan dan Ko Felix. Di dalam kabin Business Class, interior yang luas dan mewah dengan kursi-kursi besar yang privat menyambut mereka.

​Felix dengan penuh perhatian memastikan Tita duduk di kursi dekat jendela yang paling nyaman, sementara ia sendiri duduk di kursi sebelah Tita yang dipisahkan oleh sekat pembatas rendah. Kak Olan duduk tepat di baris seberang mereka.

​"Duh, enaknya duduk deket jendela ya, Ta," celoteh Kak Olan sembari menata bantal di kursinya sendiri. "Lix, lu tenang aja, gua kagak bakal ganggu momen pemandangan lu kok."

​"Olan, diamlah," tegur Felix pendek dengan wajah kaku, walau telinganya mulai sedikit merona akibat godaan Olan. Tita hanya tertawa kecil melihat tingkah dua pria dewasa itu.

​Dengung mesin pesawat mulai terdengar makin kencang. Perlahan, burung besi itu bergerak menyusuri landasan pacu sebelum akhirnya melesat naik menembus awan putih Jakarta.

​Dari balik jendela bulat pesawat, Tita memandangi pemandangan Kota Jakarta yang perlahan mengecil di bawah sana. Kota yang menyimpan sejuta kenangan pahit, rasa sakit, pengkhianatan, dan perjuangan kerasnya selama lima tahun terakhir.

​Selamat tinggal masa lalu, batin Tita pelan. Selamat tinggal Aris, Jesika, dan semua kepahitan yang pernah ada.

​Tita menghela napas panjang napas paling lega yang pernah ia hembuskan seumur hidupnya. Saat ia memalingkan wajah kembali ke dalam kabin, ia mendapati Ko Felix sedang menatapnya dari balik sekat kursi, sementara Kak Olan di seberang sudah mulai memejamkan mata dengan eyemask terpasang di jidatnya.

​Tatapan mata Felix begitu dalam, hangat, dan penuh perlindungan. Pria itu menyodorkan sebuah selimut lembut yang baru disiapkan oleh pramugari.

​"Istirahatlah, Tita," ucap Felix dengan suara beratnya yang lembut. "Perjalanan kita masih sekitar dua jam. Kamu bisa tidur sebentar."

​Tita menerima selimut itu, merasakannya mengusap kulit tangannya yang agak dingin akibat pendingin udara pesawat.

​"Ko Felix sama Kak Olan tidak tidur?" tanya Tita pelan.

​"Olan mungkin sebentar lagi ngorok," jawab Felix tipis, membuat Tita terkekeh pelan. "Kalau aku, aku tidak tidur. Aku akan menjagamu."

​Kata-kata sederhana itu sanggup membuat dada Tita bergetar hangat. Ada rasa aman yang luar biasa besar saat berada di dekat pria kaku namun sangat tulus ini, ditambah kehadiran Kak Olan yang selalu jadi pelindung dan penyejuk suasana. Tita menyandarkan tubuhnya ke kursi empuk, membetulkan letak selimutnya, lalu perlahan memejamkan mata.

​Di ketinggian puluhan ribu kaki di atas udara, Tita tahu bahwa lembaran baru dalam hidupnya telah resmi dimulai. Dan kali ini, ia tidak lagi berjalan sendirian.

1
Evi Goenharto
loh bukannya Jessica udh pny suami ya thor
Evi Goenharto
laki2 pengecut dan licik hrs dibalas licik
A.R
rasakan tuh udh di kasi menantu cantik baik plus kaya malah pilih ondel2🤣🤣
Heny
Terus lah bermain biar aris semakin pusing
Heny
Mantap
Heny
I ya thor
Heny
Hadir thor
Muft Smoker
ceritany seruuu
Muft Smoker
tp ttap makasih yx kak buat ceritany ,, meski singkat ,, tp aq suka ma ceritany ,,
Muft Smoker
loooo looo kak ,, belum juga wedding ,, udh tamat aj ,,
boleh laa bonchap ny kak ,,
Muft Smoker
kapan lgii kan punya tour guide seorang CEO ,,
susi ana
lah kok tiba2 tamat Thor?
aku sll merasa dapat kejutan tamat 😥
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍🙏
total 1 replies
Noey Aprilia
Waduuhhh....
ko udh tmat aja....krain msh puanjanggg crtanya....tp msih ada bonchap kn kk???
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍
total 1 replies
Wega Luna
lah cepat tamat nya tambah 2 episode lagi saat menikah dan punya anak dong Thor
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍
total 1 replies
putri 💕
udh tamat aja thor
blcak areng: maaf ya kak karena memang harus tamat 😍
total 1 replies
Noey Aprilia
Mnfaatkn ksmptan sbaik mngkn y tita...kpn lg ceo sbuk ky felix,jd pmndu wsta untukmu....mksa pula biar slalu dkt....😁😁😁
Muft Smoker
waaaah otw jdi penggantin juga niih🤭🤭🤭
Noey Aprilia
Fto d smping pngantin dlu y....tar klian nysul jd pngantinnya.....😁😁😁
Noey Aprilia
Felix yg d goda,aku yg mesem2....
untng d sbelah ga ada orang....🤭🤭🤭
Muft Smoker: duuuh Felix ,, anda bisa merona juga yx ,, 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 1 replies
Noey Aprilia
Ksetiaan dn cntanya felix,ga d rgukn lg....skian thn mnunggu pun dia snggup,apa lg skrng tita udh single....
pepet trs ko,jgn smp d tkung cwok lain lg....😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!