Akan mudah memaafkan orang lain dibandingkan orang yang di cintai memberi luka.
Mungkin hanya aku yang selalu memikirkan mu entah kapan itu,dan aku selalu berharap kau juga begitu.
Rasa sakit melebihi rasa bahagia yang kau berikan ketika kepercayaan dan kesabaran pudar ku relakan kau pergi dengan kebahagiaan yang kau inginkan.
Jangan bertanya kenapa?luka tetap luka.
Saat gadis itu menangis histeris di bawah hujan yang deras mengguyurkan di sebuah kota.
Saat itulah ia terjadi kecelakaan di depan sebuah mobil mewah mercerdes benz yang di kendarai lelaki itu.Lelaki yang tampan bak dewa yunani namun alergi terhadap perempuan.
Siapakah gadis dan lelaki itu?
Kalau penasaran jangan lupa ikuti kisahnya.
karya ini berasal dari ide imaginasiku,maaf jika ada tipo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanayoung Hanayoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu
Sinar matahari mulai menampakkan diri,di balik celah-celah jendela.Mata Mulan sedikit terusik oleh sinar yang menyilau,matanya mengerjap-ngerjap beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatannya.Perlahan Mulan pun bangun duduk di pinggir ranjang untuk mengumpulkan kesadarannya,kepala masih terasa sedikit pusing dan pegal di seluruh badan.Mulan kembali menyenderkan kepalanya di punggung sisi ranjang.Sambil memijit kepalanya.
"Mulan.."
Tok...Tok..Tok...
Terdengar suara Xiaxi memanggil dan mengetuk di balik pintu kamar.
"Iya,masuk saja pintu tidak di kunci."Jawab Mulan yang masih setia menyenderkan kepalanya di punggung sisi ranjang.
Cleek....
Xiaxi melangkah memasuki kamar sambil membawa sarapan di tangannya berjalan menghampiri Mulan.
"Mulan apa kepalamu masih terasa pusing?"tanya Xiaxi nada lembut sedikit khawatir.
Mulan mengangguk."Aku merasa sedikit pusing saja,kak."lirih Mulan.
"Kata dokter kamu harus banyak istirahat.Selama tiga hari kamu di larang melakukan aktivitas apapun."Jelas Xiaxi.
Membuat Mulan terdiam,bagaimana tidak terdiam,sekarang pikirannya tidak karuan.
kalau ia tidak melakukan aktifitas apapun bagaimana bisa dia melupakan kesedihannya.
Hanya dengan kesibukan yang bisa menjernihkan pikirannya.
"Hey,kenapa diam saja,aku lagi jelasin kamu dengar atau tidak?"Kata Xiaxi membuyarkan lamunan Mulan.
"Iya,aku lagi denger nih kak."Kata Mulan sambil menarik napas panjang.
"Tapi......."
"Tidak ada tapi-tapi.Kamu harus dengarin kakak.Kata Xiaxi tidak ingin di bantah.
kakak sudah membawakan bubur untuk kamu.Ayo,cepat dimakan nanti dingin tidak enak."Kata Xiaxi sambil menyodorkan bubur kearah Mulan.
"Baiklah kak."Kata Mulan sambil mengambil bubur yang di sodorkan kakaknya.
"Di habisin,ya.Setelah itu minum obat yang aku bawa."
"Em,Baiklah.Jawab Mulan singkat.
"Kalau begitu kakak mau pamit kerja dulu,ya?kamu istirahat dulu,ingat jangan berpikiran macam2."Pinta Xiaxi sambil beranjak keluar dari ruangan.
Mulan mengangguk.mengiyakan tanpa bicara,sambil menyendok bubur ke mulutnya.Karena ia tidak ingin kakaknya mengkhawatirkan dirinya.
*********
Drrt...Drrt..Kring...Kring...
Lu Chen terbangun ketika terdengar suara ponsel dan jam alarm bunyi bersamaan.Dengan mata yang masih terpenjam ia sedikit kesulitan meraih jam digital yang ada di atas nakas untuk mematikan mode alarm.
Setelah mematikan alarm.Lu Chen langsung meraih ponselnya diatas nakas.
Dengan mata yang setengah terpenjam.Lu Chen memeriksa layar di ponsel,sambil mengusap wajahnya.
"Kakek...."
"kenapa kakek pagi2 telepon?"gumam Lu Chen sambil mengernyit.Langsung menggesar tombol hijau,untuk menjawab panggilan kakeknya.
📞"Halo,kakek ada apa?"jawab suara seraknya.
📞"Memang kalau tidak apa-apa kakek tidak boleh telepon begitu?"tanya kakek diseberang.Terdengar sedikit tidak senang dengan pertanyaan cucunya.
📞"Bukan begitu maksudku kek."Jawab Lu chen.
📞"Ya,sudah.Kakek cuma mau beritahu kamu ibumu sudah sadar,dan ada sesuatu yang mau kakek bicarakan."Kata kakek Lu.
📞"Benaran kek?"tanya Lu Chen tersentak kantuknya pun langsung menghilang.
📞"Iya,cucuku."Jawab kakek Lu di seberang.
📞"Kalau begitu aku akan segera kesana."Kata Lu Chen sambil menutup panggilannya.
Dengan cepat kilat Lu Chen menyibak selimutnya,segera turun dari ranjang dengan langkah terburu-buru masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.Tidak butuh waktu lama kini ia telah selesai mandi dan berpakaian rapi.Dengan setelan jas hitam.
Rasa bahagia kini menyelimuti hatinya Lu Chen.Dengan cepat kilat Lu Chen bergegas melajukan mobilnya menuju mansion sang kakek.Tidak berapa lama kemudian tibalah Lu Chen diperkarangan mansion kakeknya untuk menemui sang ibu.Dengan langkah besar ia berjalan menuju aula mansion di dampingi salah kepala pelayan yaitu pak Thang.
"Permisi Tuan,Nyonya.Tuan Lu Chen sudah ada di sini."Kata pak Thang memberitahu.
"Baiklah kau sudah boleh pergi."Kata Lu Po Ming.
Pak Thang mengangguk dan melangkah keluar dari ruangan tersebut.
Kakek Lu dan Man Li pun menoleh kearah Lu Chen,yang tengah melangkah menghampiri mereka.
" Nak,kau sudah kembali?kau tahu Ibu sangat merindukanmu."lirih Man Li yang tengah berbaring di ranjang sambil menatap putranya dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar suara yang ia rindukan selama ini.Lu Chen berjalan cepat kearah ibunya langsung menghamburkan pelukan sang Ibu yang masih berbaring di atas ranjang king sizenya.
"Ibu kau sudah sadar?bagaimana perasaanmu sekarang?"tanya Lu Chen masih terasa khawatir keadaan Ibunya yang baru sadar,sambil melepaskan pelukan sang Ibu.
"Nak,Ibu tidak apa-apa kamu jangan terlalu khawatir."Kata Man Li sambil berusaha bangun dengan badannya yang masih lemah.
"Ibu,kau harus banyak istirahat,jangan banyak bergerak dulu."Pinta Lu Chen sambil memapah Ibunya yang berusaha bangun duduk disisi punggung ranjang.
"Benar kata Lu Chen,kau harus banyak istirahat menantuku."Kata kakek Lu yang berusaha menasehati menantunya.
"Aku tidak apa-apa ayah."Kata Man Li sambil menatap ayah mertuanya yang sedang duduk di sofa samping ranjang.
"Nak,bagaimana kabarmu saat di amerika?apakah kamu makan dan tidur dengan baik?"tanya Man Li pada putra semata wayangnya.
"Aku baik-baik saja bu,selama ibu juga baik saja."Kata Lu Chen sambil menatap sendu Ibunya.
"Maafkan Ibu,Nak."Lirih Man Li air matanya pun jatuh dipipinya.Karena ia merasa bersalah.Ia merasa dirinya bukan Ibu yang baik bagi putranya,yang hanya bisa merepotkan putranya.
"Kenapa Ibu harus minta maaf.Ibu tidak bersalah apa2."Kata Lu Chen sambil mengulurkan tangannya mengusap air mata yang mengalir dipipi sang Ibu.
Tiba-tiba
Tok...Tok..
Terdengar suara ketokan dari luar pintu kamar.
"Iya,masuk tidak di kunci."Jawab kakek Lu yang masih setia duduk di sofa.
Cleek
Mereka bertiga refleks mengalih pandangan menatap kearah pintu kamar yang terbuka.
Mata elang Lu Chen menangkap dua sosok yang ia benci melangkah memasuki kamar ibunya.
"Sayang,apa yang kamu rasakan sekarang?dimana ada rasa yang tidak enak?tanya Lu Fan yang tengah berjalan menghampiri pada istrinya dengan wajah cemas.
Man Li tidak menjawab pertanyaan suaminya,ia membuang wajahnya kesamping.
"Bibi,bagaimana keadaanmu?"tanya Lu Yuan mengikuti langkah Ayahnya berdiri di samping ranjang Man Li.
"Tenang saja aku belum mati."Jawab Man Li dengan nada dingin.
"Bibi,aku tidak bermaksud seperti itu."Kata Lu yuan sambil menunjukan wajah khawatirnya.
"Dasar wanita tua!hidup tak segan mati tak enggan."Batin Lu yuan sambil menyeringai.
"Sayang kenapa kau bicara seperti itu,Lu yuan hanya khawatir padamu.Kalau kau mau salah salahkan saja aku."Pinta Lu Fan sambil menatap sendu istrinya.
"Sayang,aku gagal menjaga suami yang baik,aku juga gagal menjadi ayah yang baik buat anakku.Maafkan aku."Katanya dengan nada memohon.
"Memang!ini semua adalah kesalahmu!kalau bukan karena kalian Ibuku tidak akan seperti sekarang!"sela Lu Chen dingin sambil menatap sengit kearah Ayah dan anak yang sedang berdiri disamping ranjang Ibunya.
"Iya,nak ini salah Ayah.Ayah benar-benar minta maaf.Tolong kasih Ayah sempatan sekali lagi."Mohon Lu Fan sambil menatap istri dan putranya.
"Adik,tolong berilah Ayah satu kesempatan lagi.Itu kesalahan kami bukan Ayah."Kata Lu yuan membela sang Ayah.
"Siapa adikmu hah..?!apa kau tidak salah..?!"tanya Lu Chen kembali menghardik dengan suara keras.
"Sudah!Lu Fan sebaiknya kau membawa anak kesayanganmu pergi dari sini!"
"AKU BILANG PERGI DARI SINI!!"teriak Man Li dengan tangis.
Memang saking menyakitkan bila mengetahui suami yang ia cintainya selama bertahun2 ternyata mengkhianatinya.Tiba2 kebahagiaan selama ini yang ia rasakan runtuh.Dan suaminya bahkan mengatakan wanita itu adalah cinta pertamanya.Jika bukan karena ayahnya Lu Po Ming memaksanya menikah dengan Man Li,mungkin dirinya sudah menikah dengan perempuan itu.Kata2 itu masih terngiang di indra pendengarnya.Hatinya terasa teriris.
Terasa sesak sangat sesak dan shock.Saat Man Li melihat Lu yuan ia seperti melihat wanita itu.
Sementara Lu Po Ming masih tidak bergeming di sofa,sambil menarik nafas panjangnya.
"Ini adalah kegagalanku,menyebabkan semua orang terluka."Batin Kakek Lu.
"Semua diam!!kalau kalian masih ingin meneruskan keributan disini,angkat kaki kalian dari mansion ini."Kata Lu Po Ming tegas dengan nada mengancam.
Hening sesaat
Lu Fan pun berjalan dengan wajah kekecewaan melangkah di ikuti Lu yuan keluar dari ruangan tersebut.
"Lu Chen,kau ikut kakek ada mau kakek bicarakan"Ucapnya terlihat serius.
.
.
.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
📢HAI......
READERS BAGI YANG UDAH BACA BABNYA JGN LUPA LIKE,KOMEN MASUKAN AND VOTE YA,BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT UP LAGI.
Bagi udah komentar and Like aku sangat menghargainya.THANKS YOU ALL💋
Maaf jika stypo bertebaran kemana-mana.
blm begitu paham sm alurnya.
krn ada sebagian kata2 yg hrs ku baca2 ulng2 ,
coba meski kamu dingin tapi pengertian yaa pastinya mulan lama lama akan luluh...