Indonesia
NovelToon NovelToon
Jambret Hati

Jambret Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:53.4k
Nilai: 5
Nama Author: kulid

Kisah romance komedi antara bos wanita yang galak dengan asisten pribadi pria yang super lugu.
Yusuf yang bermodalkan nekad, ia pergi ke kota mencari pekerjaan.
Hingga nasib mujur mempertemukannya dengan wanita cantik bernama Lidya.

Tetapi masalah muncul ketika orangtua Lidya menjodohkan,Yusuf dan Lidya.

Bagaimana jadinya, Yusuf yang mempunyai sifat polos, menikah dengan Lidya yang super galak tetapi sangat mesum.

Banyak drama yang akan mereka lewati di awal pernikahan itu.
Perubahan yang mampu menjugkir balikan kekuasaan Lidya menjadi wanita yang sebenarnya, bukan wanita yang berdiri di atas yang seenaknya berkuasa.
Seorang wanita yang berjasa membantu ibu Yusuf menyukainya. Wanita itu adalah Sari, keponakan dari ayahnya.
Perasaan cinta yang mulai tumbuh, berubah menjadi bumerang setelah Sari menyatakan cintanya kepada Yusuf.
Lidya tidak terima, ia bersikeras tidak memperbolehkan Yusuf untuk kembali ke kampungnya.
Ia juga mengancam akan menceraikan Yusuf jika tidak menurutinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kulid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kejujuran hati

“Mbak?” Yusuf terintak merasakan pelukan Lidya yang tiba-tiba.

“Diam! Biarkan seperti ini sebentar,”kata Lidya membungkam Yusuf agar tetap diam.

Lidya merasakan hangat tubuh Yusuf. Wangi tubuh lelaki itu menguap di udara, hingga menusuk ke indra penciumannya. Aroma itu sangat kuat, mampu membuatnya melanyang.

Sedangkan Yusuf. Ia sangat terkejut dengan perubahan Lidya yang mendadak. Jantungnya jumpalitan berada dalam pelukan wanita itu, seakan napasnya juga tertahan bersamaan dengan keterkejutannya saat ini. Apakah yang terjadi, sehinga wanita itu berubah pikiran menemuinya dan memeluknya. Ia sangat kebingungan, tetapi ia juga merasakan suatu kenyamanan dari wanita itu, yang akan menjadi calon istrinya.

Wanita keras dan berwatak dominan, yang selalu mengatur hidupnya, kini berubah menjadi sosok yang lembut dan penuh perhatian. Mendadak Yusuf membalas pelukan itu, merasakan sensasi yang berbeda dari dirinya. Apakah ia menikmati sentuhan kenyamanan itu, atau itu hanya kondisi yang membawanya menuruti nalurinya.

“Omong-omong, saya tak suka melihat kau diremehkan, orang. Dan saya juga tidak suka melihat kau merendahkan diri. Berapa kali saya katakan, agar kau lebih tegas sebagai lelaki,” kata Lidya yang masih betah dalam pelukan Yusuf.

“Apakah aku ini budakmu, mbak? Mbak bisa mencari lelaki lain, yang mbak mau sesuai dengan selera, dan kemauan, mbak. Tetapi, kenapa harus memaksaku untuk menjadi lelaki yang mbak sukai?” kata Yusuf dengan ucapan serius, ia berpikir sifat Lidya telah semena-mena selama ini.

Lidya menyipitkan mata tak terima. Ia melepaskan pelukan dan mendorong tubuh Yusuf pelan, memberikan jarak di antara mereka. Matanya mengunci Yusuf dalam pandangannya.  Udara seolah berubah lebih berat tiba-tiba. Aura Lidya terasa mendominasi. Nafas Yusuf menjadi terputus-putus dan terasa sulit.

Saat Lidya berdiri tepat di hadapan Yusuf, wajahnya berubah gelap, segelap malam tanpa sedikit pun kelembutan. Pandangan matanya berubah sekelam jurang yang miliki kedalaman tanpa batas.

“Mbak,” Yusuf berbisik lirih.

Tubuhnya membeku tiba-tiba, tanpa dia bisa mengendalikannya. Ketakutan dan hasrat bersatu padu menjadi satu. Kedua mata mereka saling memancarkan nyala istimewa layaknya bara api. Reaksi ini terlalu kuat dan tidak bisa dipadamkan begitu saja. Merenggut kesadaran mereka dan menggantikannya dengan rasa haus akan kebersamaan.

Mereka bisa saling berbohong, mereka bisa saling mengolok, dan mereka juga bisa saling menyudutkan satu dengan lainnya. Tetapi, reaksi tubuh tak pernah bisa dibodohi. Keinginan dasar mereka tetap sama. Saling memiliki dan dimiliki. Saling memberi dan menerima.

Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Tak ada lagi perdebatan di antara mereka. Saat tangan mulai menyentuh, saat napas mulai beradu, dan saat bibir saling menyatu, yang ada hanya ada surga bagi mereka. Semua rasa yang selama ini terkunci dalam dasar hati telah bebas. Mereka mencapai puncak kejujuran.

“Maaf.”

Hanya satu kata itu yang meluncur dari bibir Lidya. Setelah itu, ia pergi meninggalkan Yusuf yang masih mematung, dengan wajah ketidaktahuannya. Lidya sadar selama ini ia tertalu banyak menyakiti perasaan lelaki itu. Sekarang ia tidak akan memaksakan lagi kemauannya untuk bersama Yusuf. Mungkin ini akan menjadi jalan baru untuk kedepannya, agar ia tidak bergantung terus kedapa lelaki itu. Ia memang menyukai Yusuf, tetapi ia juga tahu kalau selama ini ia telah salah dalam bersikap.

Ada rasa tidak rela dari hati Yusuf, menatap punggung wanita itu pergi meninggalkannya. Ia hanya mengutarakan perasaannya yang selama ini, karena perlakuan Lidya yang selalu kasar kepadanya. Tetapi, ia mencoba untuk mengatakan kejujuran hatinya, agar tidak ada kesalahpahaman di kemuadian hari. Di satu sisi ia ingin mencegah wanita itu pergi, tetapi di sisi lain ia juga berharap ini adalah hal baik, agar wanita itu memikirkan kembali kesalahannya.

“Hei, kenapa kau tidak bersemangat, Yusuf?” kata Raka yang tiba-tiba muncul di samping Yusuf, ketika ia keluar dari tangga darurat.

Yusuf menoleh, “ Eh, mas Raka. Saya merasa tidak enak badan, mas,” kata Yusuf dengan wajah lesu.

“Kenapa? Kalau kurang sehat, lebih baik kau istirahat dulu,” Raka mengusulkan untuk pergi keruang isrtirahat.

“Iya mas, saya juga berencana pergi ke sana.”

“Ya sudah. Saya tinggal dulu, ya.”

Yusuf pergi ke ruang istirahat, ia merasa kepalanya sedang kacau. Yang ia takutkan ialah, Lidya akan berubah benci kepadanya, dan memecatnya dari kantor. Kalau sampai itu terjadi, tidak ada lagi harapan untuk bertahan di kota ini, karena menemukan pekerjaan baru sangat sulit sekarang.

Ruangan istirahat terlihat sepi. Yusuf menutup pintu dan berjalan mendekati kursi panjang, ia mencoba membaringkan tubuhnya, berharap setelah istirahat sebentar, sakit kepalanya akan hilang.

Lidya merasa pikirannya sangat rumit. Ia butuh tempat untuk menenangkan pikirannya saat ini. Setelah duduk di ruangannya sejenak, ia memilih pergi ke salah satu kelab ternama di ibukota.

Sudah hampir nyaris tiga bulan ia tidak menghabiskan waktunya di sana akibat pekerjaannya yang begitu padat.

Saat kaki jenjangnya yang dibalut dengan high heels berwarna merah melangkah kedalam club dan tubuhnya dibungkus dengan dress hitam tanpa lengan yang cukup menonjolkan beberapa bagian tubuh, membuatnya begitu terlihat seksi, sehingga memancing mata para pria di sana menatapnya lapar dan buas.

Lidya seperti biasa, ia mengacuhkan tatapan pria-pria mesum hidung belang itu. Ia tetap berjalan menuju meja manejer, dan memilih untuk menyapa pria gemulai yang sudah lama tidak ditemuinya.

“Wow! My sexy princess  akhirnya muncul kembali setelah menghilang, beberapa bulan lamanya,” pekik pria cantik yang gemulai mendekati Lidya, dan memeluk wanita itu dengan erat.

“Ck! Kau selalu bersikap berlebihan, Marvin,” gerutu Lidya saat pelukan mereka terlepas.

“Marisa….. panggil aku Marisa, Lidya! Jangan membuatku marah padamu,” rajuk pria cantik itu.

Lidya tertawa renyah, tingkah Marvin, manejer club ini selalu membuat bebannya sedikit berkurang. Ia begitu benci dipanggil dengan nama prianya, pria itu lebih suka dipanggil Marisa. Menggelikan.

“Baiklah, Marisa!” kata Lidya yang akhirnya membuat pria cantik itu tersenyum manis.

“Kau kemana saja, wanita garangku. Kau sudah lama sekali tidak kesini. Aku sangat merindukanmu,”

“Pekerjaanku begitu banyak. Bahkan aku tidak sempat untuk menghabiskan waktu bersenang-senang di sini. Aku juga merindukanmu, Marvin.”

“Marisa! Ingat….. Marisa, oke?” sanggah pria cantik itu kesal.

“Oke! Marisa cantik.”

“Bagus,” kata Marvin senang.

Lidya dan Marisa terlibat percakapan yang cukup seru, sampai wanita itu tidak menyadari jika ada sepasang mata tajam nan dingin tengah mengamatinya dari kejauhan.

“Menarik!” gumam seseorang tersenyum simpul sambil menyesapi wine yang berada di genggamannya.

Lidya pamit meninggalkan Marisa. Mata tajamnya berkeliling, menatapi satu per satu pasangan yang tengah bercumbu, dengan tidak tahu malu di sekitarnya. Ia tidak ingin berlama-lama berada di dekat orang-orang itu, dan memilih melangkah ke meja bartender. Sang bartender sudah sangat mengenal dirinya. Tanpa ia memesan terlebih dahulu, minuman bercairan merah telah tersedia tepat di hadapannya.

“Kau selalu tahu kesukaanku, Jef,” puji Lidya dengan senyum smirknya.

Sang bartender tersenyum manis mendengar pujian yang terlontar dari bibir cantik Lidya.

“Pastinya. Dan, omong-omong kau selalu sendirian. Kasihan sekali,” ejek Jef.

“Ck! Kau tidak pernah berubah, selalu menyebalkan seperti biasanya,” kata Lidya dengan menatap malas wajah, Jef.

 

Jef tertawa renyah. Ia senang sekali menggoda Lidya dan membuat wanita itu kesal. Sudah menjadi hal umum, jika mereka bertemu pasti akan berdebat. Itu lah ciri khas dari kedekatan mereka berdua, jika Lidya mampir ke tempat itu.

“Oh iya, di mana, Sarah. Biasanya kau akan mengajak sahabat seksimu itu ke sini,”  kata Jef.

“Dia sibuk bekerja. Mungkin lain kali aku akan mengajaknya ke sini.”

“Baiklah. Aku harus melayani yang lain. Nikmati minumanmu, jangan sampai mabuk, ingat itu!” kata Jef memperingati wanita cantik itu sebelum pergi.

“Sip!” kata Lidya mengangkat jempolnya.

Jef akan selalu mengingatkannya, supaya ia tidak mabuk. karena kalau sudah minum segelas, ia akan kecanduan untuk menambah sampai ia mabuk, dan itu akan menyusahkan orang-orang di sana. Tetapi, saat ini ia masih waras untuk tidak menyusahkan orang lain. Tujuan ke sana hanya untuk mengalihkan pikirannya yang sedang kacau, dan berharap setelah minum segelas ia akan normal kembali.

1
Nana_Ratna
hadeeuuh dr janin udh diajarin durhaka ma bapak.. ga baik
Nana_Ratna
inget prioritas wooiiii... suami lbh prioritas dr sepupu aplg mantan crush
Nana_Ratna
keputusan yg salah
Nana_Ratna
oowwwhh tak semudah itu Marisol😂😂
Anonymous
twilight saga ✨
KULID: edward culen sama bela
total 1 replies
Yulia Susanti
hahaha kocak bgt
kh!@#g fu sh3=g
41jempol+fav+rate telah hadir memberi dukungan. semangat up thor. salken dari author"Stttc(satu hati tiga cinta)"
Luji
WOI AHAHAHA NYARI DIMANA YANG BEGINI
bunda rena
bagus thor.episodenya ga panjang"
KULID: iya terima kasih 😊
total 1 replies
bunda rena
yusuf yg tegas yaaa..masa iya jadi kesetnya lidya
KULID: dari awal yusuf memang begitu
total 1 replies
bunda rena
semangaat thor
bunda rena
kocak thor..nggak vulgar
KULID: minim vulgar
total 1 replies
#Radella_3to3
Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang, Terus semangat kak!!, Jangan lupa feedback ya kak, Di tunggu kehadiran nya.
KULID: oke sip
total 1 replies
KULID
awokwkwkwk 😉
KULID
😅 sepatunya gak mau lepas, pengen diajak bobok
Mala Mala Sdj
emm...masuk kamar pke sepatu kan bs utk shalat. biasa rumah muslim atw org indonesia buka sepatu paling ggak depan kamar ud buka piss y thor 🙏🏻😉
Mala Mala Sdj
so far so good 😅
Ena Yuliana
nyimak
Dia amanah
semangat kak
jangan lupa mampir di novel aku judulnya
"Thanks"
Aku harap kita bisa saling dukung
makasih kak
KULID: sip 👍
total 1 replies
Putri Senja
pagi" dah ketawa aja aku bacanya... 🤣😂😂
KULID: wkwk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!