Indonesia
NovelToon NovelToon
Putih Abu-Abu

Putih Abu-Abu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Noona ribka

Update Senin-Sabtu
Hai teman-teman ini novel keduaku, semoga suka ya teman-teman jangan lupa mampir ke novel pertamaku "Teror 45 hari di PKL".

Akhirnya tiba masa putih abu-abu bagi Olivia, masa yang sangat menyenangkan, menegangkan. Di mana terjadi banyak drama-drama kehidupan mulai dari persahabatan, percintaan, dan perpecahan. Semoga masa putih abu-abu akan menjadi kenangan manis yang tidak akan pernah di lupakan oleh Olivia.

Kisahnya di mulai dari sebuah sekolah yang megah di suatu daerah, yaitu "Pelita Bangsa".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona ribka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekesalan Olivia

Chris, Nathan, aku, Nala dan Becca berjalan bersama menuju kantin. Kini kami sudah di kenal dengan julukan geng sultan, kami tidak memberi nama itu kepada perkumpulan kami tapi teman-teman sekolah memberikan julukan itu kepada kami.

Kami yang memang cuek tidak terlalu peduli dengan julukan itu. Sepanjang perjalanan menuju kantin aku hanya diam karena masih kesal dengan Chris.

"Becca, gimana luka kamu??" tanya Nala.

"Sudah membaik kok La" jawab Becca tersenyum.

"Liv, kamu kenapa sih. Dari tadi pagi loh wajah kamu itu di tekuk terus" tanya Nala padaku.

"Aku kesal banget La, sama cowo freezer itu" jawabku dan menunjuk ke arah Chris.

"Woi Chris, kamu apain ni besti aku" tanya Nala memukul punggung Christian.

"Aduh, sakit woii" ucap Christian.

"Gak ada juga aku apa-apain, temanmu itu aja yang aneh" jawab Christian.

"Apaan sih, kamu tuh yang aneh. Kemaren aku minta temeni les kamu gak mau. Sekarang aku gak butuh kamu temani les, kamu mau les bareng sama aku. Ngeselin tau gak" ucapku kesal.

"Kan bagus Liv kamu ada teman les" ucap Becca.

"Tapi aku gamau Becca ditemani Chris, aku mau berdua aja sama guru lesku" jawabku.

"Kenapa gitu??" tanya Nala heran.

"Iya, aku mau deketin guru lesku. Dia ganteng banget, tipe aku banget. Jadi kalau ada Chris aku gak bisa pdkt sama guru lesku" jawabku dengan wajah yang menunjukkan kekesalan.

"Dasar genit, aku aduin mama Lita kapok kamu" ucap Chris.

"Bodo amat, kamu aja yang aneh berubah pikiran kok tiba-tiba" jawabku.

Nala dan Nathan tertawa.

" oh gitu, sekarang aku paham" ucap Nathan melirik Chris dan tersenyum.

"Paham apaan??" tanya Chris.

"Gak ada kok bro, santai bro, santai" jawab Nathan dan merangkul pundak Chris.

"Liv, gimana kalau aku ikut les bareng kalian. Biar kamu bisa dekatin guru les kamu, aku dan Chris belajar bersama" usul Becca.

Aneh, tapi aku seperti tidak ingin Becca masuk ikut les privat bersamaku, padahal dulu aku yang berusaha mencarinya tapi kenapa sekarang aku enggan jika dia terlalu dekat dengan Chris ya.

"Aku tanya papaku dulu ya Becca, nanti kamu aku kabarin" ucapku dan tersenyum.

"Baiklah, aku tunggu kabar baiknya ya bestiku" jawab Becca.

"Sepertinya aku aja yang terlalu sensitif, Becca masih sama kok seperti dulu. Sepertinya perasaanku saja yang aneh" batinku sambil menghempaskan perasaan itu.

Kami pun makan bersama di kantin, lagi-lagi Becca menyerobotku dan duduk di samping Christian.

Aku menghela nafas.

Nathan yang sepertinya peka langsung menarik tanganku agar aku duduk di sampingnya. Nala yang sepertinya juga sadar akan sikap aneh Becca malah menanyakan langsung pada Becca.

"Kamu kenapa Becca, belakangan ini kamu terus mau di dekat Christian??" tanya Nala.

Christian yang memang tidak peka sama sekali, malah kaget mendengar pertanyaan Nala, dan kemudian memandang Becca.

"Gak kok La, aku suka aja duduk disini tuh kipasnya kan pas disini" jawab Becca.

Dan benar saja kipasnya tepat di atas kepala Becca.

"Oh begitu" ucap Nala.

Pesanan kami datang, kami pun makan bersama dalam diam. Tiba-tiba notif handphoneku muncul, handphone yang ku letakkan di atas meja dapat di lihat semua teman-temanku. Mereka juga ikut membaca isi pesanku yang ternyata dari guru les tampan.

"Jangan lupa hari ini kita les ya, pulang tepat waktu oke" isi pesan tersebut.

Aku yang kaget membaca pesannya, langsung batuk tiba-tiba.

"Uhukkk, uhukkk"

"Dari mana dia tau nomor ponselku ya" gumamku.

"Siapa liv??" tanya Chris.

"Bryan" jawabku ketus.

"Siapa dia??" tanya Chris yang mulai bertanya dengan nada dingin.

"Guru les" jawabku singkat.

"Oh" ucap Chris dingin.

Aku merasa ada yang aneh dengan freezer gak biasanya dia bicara seperti itu padaku.

"Kamu kenapa??" tanyaku sambil menyenggol jari Chris yang terletak di atas meja.

"Gakpapa" jawabnya.

"Kok ngomongnya gitu ke aku" ucapku kembali.

"Emangnya gimana??" tanya Chris.

"Kamu dingin" jawabku.

"Oliv, Chris biasa aja kok. Kamu aja yang terlalu sensitif" ucap Becca.

Aku langsung menatap Becca dan mengerutkan keningku. Chris sangat tau tidak ada yang bisa bicara seperti itu padaku, aku akan marah seperti kerasukan. Chris langsung menatapku untuk melihat gerak-geriku.

"Aku sangat mengenal Chris, aku bersamanya sejak kami bayi. Aku tau jika dia bersikap dingin padaku" ucapku.

"Benar kata Becca kamu aja yang terlalu sensitif, aku biasa aja kok" ucap Chris menambahi.

Aku mengeluarkan uangku ku letakkan di atas meja, tanpa bicara apapun aku langsung mengambil handphoneku dan pergi meninggalkan mereka.

"Liv, Oliv, mau ngapain?? mau kemana??" tanya Nathan dan Nala secara bergantian yang mulai panik.

Saat aku pergi Chris berteriak padaku.

"Oliviaaa" panggil Chris.

Nathan langsung berdiri menyusulku. Nala yang melihat kejadian seperti itu langsung membayar uang makan kami semua. Chris pun mengikuti Nathan mengikutiku.

Sampailah di depan taman kelas, Nathan menarik tanganku.

"Olivia, tunggu" ucap Nathan dengan lembut.

Aku hanya diam menundukkan kepalaku. Chris yang juga sudah sampai di depan kelas di taman, langsung mengambil alih tanganku dari tangan Nathan. Aku dengar dengan lirih Chris mengatakan.

"Terimakasih Nat" ucap Chris.

"Olivia, kok cepat begitu jalannya. Kalau kamu pingsan kayak kemarin gimana hah" ucap Chris dengan lembut.

"Oke, aku minta maaf ya. Maafin aku udah dingin sama kamu, maafin aku ya Liv" ucap Chris dengan lembut.

Chris yang tau aku mulai menangis, langsung dengan cepat menarik tanganku dan memelukku.

"Aku minta maaf ya" ucapnya kembali.

"Aku gak suka Chris bela orang lain di depanku" ucapku sambil terisak tangis.

"Iya, aku minta maaf. Oke" ucap Chris memelukku, mengelus rambut sampai ke punggungku.

Dari balik pelukan Chris aku melihat Nala dan Becca sudah berdiri di dekat pintu kelas, lagi-lagi ku dapati tatapan Becca yang sulit untuk ku artikan.

Tanpa ku sadari aku memeluk Chris dengan erat setelah melihat tatapan Becca pada Chris yang seperti itu.

Aku tidak menyukainya.

Bersambung..

1
Rita
selamat yach buat Olivia ma Chris
Rita
suka alurnya menarik g btele2 semangat yach semoga ceritamu dibaca sm yg lain
Rita
mau kasih surprise kah????
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
sdh biasa bersama emang susah sich
Rita
malah debat🤣🤣🤣🤣
Rita
cweettt banget Chris ternyata Kia usil jg
Rita
😂😂😂😂😂😂😅
Rita
maksudnya chris ada yach yg kyk gtu😂
Rita
jd penasaran ada sebanyak apa filling
Rita
tergantung msg2 orangy tergoda ngga ma godaan yg dtg baik dr luar maupun dalam
Rita
😂😂😂😂😂emosi nat lg emosi untung2 inget bayar
Rita
gpp wajar asal jgn cemburu buta klo bs dengerin penjelasan nya dulu
Rita
😂😂😂😂😂aduh Nala
Rita
ya deh calon istri
Rita
jawaban nya pinter
Rita
selamat ya chris Olivia
Rita
Olivia gitu lho chris
Rita
ayo Olivia mulai peka donk ma hatimu ke chris
Rita
Chris sdh plong Olivia galau plus bingung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!