Indonesia
NovelToon NovelToon
My Mysterious Husband

My Mysterious Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Percintaan Konglomerat / Beda Usia
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: EgaSri

Apa jadinya kalau malaikat penolong yang menyelamatkanmu, adalah orang yang memberikan warna baru dalam kehidupanmu. Di balik cintanya yang begitu besar, ada banyak sisi misterius yang mengejutkan.

Di balik wajahnya yang tampan dan juga malaikatnya, ada jiwa iblis yang bersemayam di sana.

"He's an Angel, but he's a devil"

Semakin Aletta mengenal Zello dalam hubungan yang serius, Aletta juga semakin masuk dalam pesona laki-laki yang penuh dengan sisi misterius itu.

Kejutan-kejutan yang ada dalam diri Zello, membuat Aletta ragu. Apakah dia tetap bersama dengan laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya itu, atau memilih untuk melangkah pergi.


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SM 16

Pergelutan panas itu masih berlanjut. Pengalaman pertama bagi kedua orang yang baru merasakan kenikmatan dunia itu memberikan sensasi tersendiri bagi mereka. Peluh yang berjatuhan membasahi tubuh keduanya, menjadikan bukti, bahwa malam ini begitu panas. Dinginnya salju yang turun di langit malam, tidak memberikan sensasi dingin sedikitpun. Hanya panas, gairah, dan sensasi yang memabukkan.

Rasa yang diberikan oleh Aletta, membuat Zello benar-benar melayang. Ini adalah kali pertama baginya, dan yang pertama ini begitu sempurna. Sangat-sangat sempurna. Ya, melakukannya dengan orang yang kita cintai, memang terasa lebih menggairahkan.

“Kau sangat menggairahkan, Letta. Aku jadi mau lagi, lagi dan lagi untuk melakukan ini denganmu!” Aletta yang berada di bawah kungkungan Zello, tersenyum malu-malu. Pipinya merona bagai buah persik, jantungnya bertalu-talu membentuk suara debaran indah. Bahkan, Zello pun sampai merasakannya. Tubuh mereka yang saling menempel, dengan peluh yang membasahi, menjadi bukti bahwa malam ini, adalah saksi bisu bagaimana kedua orang yang sudah saling mencintai sejak enam belas tahun yang lalu itu, menjadikan mereka pasangan suami istri seutuhnya.

“Kau yang lebih menggoda, Mio marito,” jawab Aletta dengan suara yang pelan. Zello mencium kening Aletta dengan penuh kasih sayang. Matanya terpejam, menyalurkan cinta yang ada pada dirinya untuk istrinya itu. Dan, Aletta pun merasakannya. Cinta yang diberikan oleh Zello terasa begitu besar, bahkan sepertinya tidak akan pernah sebanding dengan dirinya.

Zello mencabut pusakanya, dia ambruk di samping Aletta. Menarik selimut hingga ke leher, memeluk sang istri dengan erat. Bahkan, ayam pun sebentar lagi akan berkokok, tapi kedua orang itu baru akan memejamkan mata. Jam lima. Ya, mereka bergelut hingga tiga jam. Hemm, Zello memang terlalu perkasa.

“Tidurlah, kau sudah menghabiskan banyak tenaga untuk bermain denganku malam ini. Istirahatlah sepuasmu, karena aku tidak bisa menjamin kalau besok aku tidak akan melakukannya lagi!” Aletta terkekeh kecil. Dia membaringkan tubuhnya menghadap Zello, membalas pelukan laki-laki itu, dan mulai memejamkan matanya.

‘Benar kata orang, kalau kita sudah mencobanya satu kali, maka perasaan ingin melakukan itu lagi benar-benar sulit untuk di tahan!’ Zello bergumam sebelum tidur. Mencoba memejamkan matanya, mengabaikan senjatanya yang sudah kembali bereaksi saat Aletta mendekapnya dengan erat.

***

Salju siang ini kembali turun dengan cukup lebat. Hawa dingin serasa menusuk tulang. Tapi, orang-orang yang berlibur di sekitar kota Milan, asik mengabadikan momen itu. Sangat berbeda dengan satu orang yang masih bergelung dalam selimut, dan satunya lagi sudah selesai dengan ritual mandinya.

Para keluarga besar Zello dan Aletta, memutuskan untuk kembali ke mansion mereka. Jika menunggu kedua pengantin baru itu untuk bangun, mungkin mereka hanya akan kembali nanti sore.

Lucas duduk di balkon kamar hotelnya, dia ikut menginap di sana atas perintah Zello. Laki-laki itu mengisap rokok yang hampir habis itu dengan cepat, setelahnya dia membuang secara asal puntung rokok tersebut, lalu menginjaknya hingga hancur. Ya, dia hanya bisa merokok saat tidak ada Zello, kalau ada laki-laki itu, melihat bungkusnya saja dia akan kena marah.

Lucas melirik ponselnya, ada satu notifikasi khusus yang masuk, setelah melihat pesan itu, dia langsung meraih mantelnya dan berjalan keluar dari kamar hotel. Menuju lift, dan naik ke lantai paling tinggi, tempat kamar Zello berada.

Lucas mengetuk pintu dua kali, tampaklah Zello membuka pintu dengan tampilan yang sudah segar dan juga rambut basahnya. Laki-laki itu langsung menyambar mantel yang ada di atas sofa lalu keluar dan menutup pintu kamar.

“Kau yakin dia ada disana?” tanya Zello berjalan terlebih dahulu di depan Lucas. Lucas mengangguk cepat. “Aku sudah memastikannya, Fredick yang ke sana langsung!” Zello dan Lucas masuk kedalam lift.

“Kita harus cepat, sebelum istriku bangun!” Lucas mengangguk. Dia menekan tombol lantai paling dasar. Cukup lama mereka di dalam lift, hingga akhirnya lift itu berhenti dan terbuka. Zello memimpin. Di lobi sudah ada laki-laki berpakaian serba hitam di depan mobil, membukakan pintu Zello untuk laki-laki itu masuk. Untung saja saat ini Hotel masih belum di buka, jadi tidak ada orang yang melihat hal itu.

***

Aletta menggeliat, tubuhnya terasa kaku, dan juga remuk. Semuanya terasa sangat pegal, kakinya, pinggang, bahkan tangannya pun pegal. Sedikit meringis, Aletta mencoba untuk duduk. Tidak ada Zello di sampingnya. Kemana laki-laki itu? Kenapa tidak ada di saat Aletta membuka mata, di hari pertama mereka tidur bersama.

Aletta melirik ke segala arah, benar-benar tidak ada orang.

“Apa aku ditinggalkan setelah digunakan?” pikir wanita itu dengan nada kesal. Aletta menggerakkan kakinya yang serasa mau tanggal. Uuhh, tubuh bagian bawahnya benar-benar perih. Apakah seperti ini yang dirasakan oleh setiap perempuan yang baru saja melepaskan keperawanannya? Ini menyakitkan sekali, sungguh!

Dengan langkah kecil, Aletta turun dan berjalan menuju walking closed yang memang terhubung dengan kamar mandi. Wanita itu melihat pada bathtub yang sudah terisi dengan air yang hangat. Dan ada bunga-bunga mawar juga di sana.

“Apa dia menyiapkan semua ini? Tapi airnya masih panas, dia tidak menyuruhku untuk masuk ke dalam ini sekarang, kan?” Aletta mendengus. Dia menambahkan air dingin dalam bathtub itu, dan merasainya lagi.

“Sudah cukup!” Aletta kemudian masuk kedalam bathtub itu. Menggosok tubuhnya yang terasa lain. Bahkan baunya pun lain. Ternyata, bau sper*a itu tidak seperti yang sering di baca di novel-novel romansa. Karena baunya itu sungguh tidak enak. Aletta sudah membuktikannya.

Cukup lama Aletta membersihkan semua bau yang menempel di tubuhnya, wanita itu akhirnya memutuskan untuk keluar dari bathub, dan membilas tubuhnya dengan air shower yang hangat. Dia mengambil handuk yang tergulung di lemari kecil yang ada di dalam kamar mandi itu, bahkan dia baru menyadari hal itu sekarang.

Dengan melilitkan handuk ke tubuhnya, Aletta kemudian mengeringkan rambut dengan hairdryer yang ada di samping wastafel dengan kaca besar. Bahkan wanita itu mendengus beberapa kali saat melihat tubuhnya yang penuh dengan tanda merah keunguan.

“Cih, dia ganas sekali!” dengus Aletta lagi. Rupanya wanita itu sedikit kesal karena sudah di tinggalkan saat baru bangun. Aletta keluar dari kamar mandi, dan langsung masuk ke walking closed, banyaknya gaun sebatas lutut membuat wanita itu susah untuk memilihnya. Itu adalah keluaran brand Louis Fashion.

Aletta memakai dress sebatas lutut yang berwarna merah maroon, sungguh kontras sekali dengan kulit putihnya. Dia lalu keluar dari dalam walking closed, dan terkejut saat Zello sudah duduk kembali di atas ranjang dengan ponsel yang ada di tangannya.

“Kau sudah selesai mandi?” tanya laki-laki itu seperti biasanya. Ponsel dia letakkan di atas nakas.

“Menurutmu?” tanya Aletta ketus. Dia berjalan menuju meja rias, dan melirik wajahnya sekali lagi. Dress ini sungguh cocok untuk menyembunyikan tanda-tanda merah di bagian atas dadanya.

“Kau sudah selesai!” ujar Zello terkekeh kecil. “Jadi, apa bisa kita mengulang yang semalam? Aku sudah mengganti sprei nya!” sambung Zello tersenyum jahil, Aletta benar-benar mendengus melihat hal itu. Kapan laki-laki ini mengganti sprei nya? Apa saat dia di kamar mandi tadi?

***

1
Nurdiana Hadiwinoto
semangat thoor ceritanya bagus ..aq suka.smg lancar nulisnya
Author_Ay
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!