"Ra tunggu dong kamu belum jelasin sama aku," ucap Aldian menarik tangan gadis itu.
"Apa sih Al?" tanya gadis itu menoleh.
"Maksud nya apa tadi bilang kita cuma tetanggaan?" tanya Aldian karna selama ini Ia merasa sudah sangat dekat dengan gadis itu.
Gadis itu nampak diam namun setelah itu Ia tersenyum hambar.
"Ya aku harus bilang apa dia bilang pacar kamu," jawab gadis itu melangkah pergi.
Mereka memang cuma berteman tapi Aldian tidak terima kalo Tiara berkata seperti itu.
Persahabatan mereka berujung saling jatuh cinta, namun karna banyak masalah yang di hadapi mereka pun tidak bisa bersama
Bagaimana kelanjutan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dito
Gunawan pun akhirnya pulang karna Alya yang menyuruh nya namun Gunawan tidak akan menyerah Ia akan terus mengejar Tiara sampai gadis itu mau kembali padanya.
Sedangkan Tiara pulang jam 10 malam di jemput oleh Mas Andi di depan halte dekat tempat kerja nya, Tiara memang berbohong pada mereka kalo Ia pulang kerja malam itu padahal Ia baru saja di keluar dari apartemant nya Aldian.
Tiara pun naik ke dalam mobil dan segera memakai sabuk pengaman nya.
"Apa kamu baik baik saja?" tanya Mas Andi tiba tiba dan Tiara pun mengangguk.
"Mas cuma mau mastiin aja keadaan kamu, soal nya kakak kamu sangat mengkhawatirkan kamu," ujar nya.
Tiara pun terharu mendengar nya Ia mengira kalo Alya akan memihak pada Windy karna selama ini kakak tertuanya itu tidak terlalu dekat dengan nya.
"Ra, sebaiknya kamu selesaikan masalah kamu dengan Gunawan," ucap Mas Andi.
"Aku udah gak ada hubungan apa apa sama dia Mas, untuk apa aku bicara lagi dengan nya," ucap Tiara.
Tiara bingung tidak seperti biasa nya Mas Andi ikut campur masalah pribadi nya, apa mungkin Mas Andi sudah mengenal baik Gunawan pikirnya.
"Bukannya Mas ikut campur tentang masalah kalian namun sebaik nya kamu bicara empat mata dengan nya. Jangan menghindar seperti tadi walau bagaimana pun Ia datang ke rumah untuk menemui kamu," ucap Mas Andi.
"Iya nanti aku akan bicara baik baik padanya," jawab Tiara Ia tidak mau membuat masalah dan terpaksa menuruti kemauan kakak ipar nya itu.
Sesampai nya di rumah Alya langsung memeluk nya erat sambil terisak.
"Kenapa kamu gak cerita kalo Gunawan selingkuh dengan Windy," ucap Alya sedangkan Tiara nampak diam saja bingung harus mulai dari mana.
"Dari mana kakak tahu?" Tiara pura pura tidak tahu kalo kakak nya mengetahui hal itu dari Alvian.
"Ada yang mengirimkan vidio pada kakak dan Ia berkata kalo dia anak buah nya Gunawan," ujar nya.
"Kenapa dia mengirim itu ke kakak bukan ke aku dan dari mana Ia tahu nomor ponsel kakak?"
"Entah kakak juga tidak tahu yang jelas Ia tahu tentang hubungan mereka berdua. Tapi kakak berterima kasih padanya karna sudah memberi tahu yang sebenarnya, awal nya kakak marah karna kamu udah membuat nya menunggu di rumah selama berjam jam tapi setelah tahu semua nya kakak akan dukung apapun yang kamu lakukan," jelas nya.
Tiara pun tersenyum mendengar nya akhirnya Ia bisa bernafas lega karna kakak nya sudah mau memahami nya.
"Makasih kakak aku benar benar terharu mendengar nya," ujar nya.
"Sudah ayo mandi lalu makan kakak tadi masak kesukaan kamu," ucap nya dan Tiara pun mengangguk.
Kakak nya pun masuk ke dalam kamar nya bersama suami nya sedangkan Tiara segera membersihkan diri dan sekalian mengganti baju nya di sana yakni satu setel baju tidur lengan panjang.
Setelah itu Ia makan Ia tersenyum melihat cumi saur tiram kesukaan nya tersedia di sana.
Tiara pun hanya mencicipi nya sedikit karna perut nya masih kenyang karna tadi sudah makan bersama Aldian.
Dengan gontai Ia pun masuk ke dalam kamar nya lalu mengunci pintu nya, terlihat keponakan nya sudah tertidur di sana.
Tiara pun mengelus kepalanya lalu mengecup kening nya, memang keponakannya itu sangat dekat dengan nya sehingga tidur pun harus dengan nya.
"Lucu banget sih kamu," gumannya.
Setelah itu Ia pun membuka ponsel nya terlihat beberapa pesan dari Alvian yang menanyakan tentang nya.
(Bagaimana apa kak Alya marah?)
(Ra, balas dong apa kamu baik baik saja?)
(Ra ayolah aku cemas sekali)
(Ra)
(Tiara)
(Kamu lagi apa sih?)
Masih banyak lagi dan puluhan panggilan tak terjawab dari pemuda itu.
Tiara pun memutuskan menghubungi balik pemuda itu dan tidak menunggu lama Alvian pun langsung menghubungi nya.
(Gimana?) tanya Aldian di sebrang sana.
(Gimana apanya?) jawab Tiara.
(Kakak kamu, apa dia tidak curiga kalo kamu tidak masuk kerja?)
(Oh itu, sepertinnya tidak) jawabnya.
Terdengan suara helaan nafas Aldian pertanda kalo pemuda itu lega karna Tiara baik baik saja.
(Syukurlah, istirahat lah aku tahu kamu sudah lelah)
(Iya kamu juga)
(Miss you)
Tiara hanya diam saat Al mengucapkan kata sayang itu, Ia pun langsung mematikan sambungan telpon nya.
'Apa aku gak salah dengar ya?' batinnya.
Tiara pun memutuskan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bersama keponakan nya, namun saat memejamkan matanya Ia teringat kejadian tadi Ia pun menyentuh bibir nya.
'Sebenarnya apa hubungan kami?' batinnya.
.
Di tempat lain Aldian juga sedang merentangkan tubuhnya di atas tempat tidur mewahnya sambil tersenyum Ia mengingat kejadian demi kejadian bersama Tiara.
'Apa aku benar benar suka ya sama dia?' batinnya.
🍀🍀
Keesokan harinya Tiara hanya berdiam diri di rumah karna hari libur, sedangkan kakak dan keluarga nya sedang berlibur ke puncak bersama para guru yang lain karna memang sedang ada acara dari sekolah tempat Mas Andi mengajar.
"Bosen banget di rumah gak ada teman," ujar nya lantas Tiara pun pergi ke rumah Yuna namun ternyata Yuna pun mau keluar bersama pacarnya.
"Ayo ikut," ajak Yuna namun Tiara menggelengkan kepalanya mana mau dia jadi obat nyamuk.
Tiara pun memutuskan berjalan jalan sekitaran komplek sambil mencari sarapan, saat sedang berjalan sendirian tiba tiba Dito berjalan di belangkang nya.
"Ra mau kemana?" tanya Dito.
Sudah lama sekali rasanya Ia tidak bertemu dengan pemuda itu.
"Dito kamu disini?" tanya Tiara karna yang Ia tahu pemuda itu kuliah diluar kota.
"Iya baru pulang kemarin kebetulan lagi libur," jawabnya sambil tersenyum.
"Oh."
"Kamu kok sendirian? mau kemana?" tanya Dito.
"Jalan jalan aja mau cari sarapan," jawabnya.
Mereka pun jalan bersama mencari pedagang bubur ayam, untung saja tukang bubur langganan nya jualan hari ini.
"Bang bubur satu ya seperti biasa," ucap Tiara.
"Siap cantik," jawab penjual itu yang memang sudah mengenal gadis itu.
"Aku juga sama bang samaain aja," ucap Dito.
"Beneran Dit mau di samain?" tanya penjual itu.
"Emang kenapa?"
"Punya Ara cuma bubur nya aja pake kecap, gak pake apa apa lagi," ucap penjual itu.
Dito pun melebarkan matanya tidak percaya sambil menatap Tiara.
"Kenapa?" Tiara bingung melihat sahabat nya itu.
"Lu yakin makan bubur gak pake toping?" tanya Dito yang memang baru tahu kesukaan Tiara.
"Aku emang lebih suka kaya gini aja tinggal tambah kerupuk," jawab Tiara mengaduk buburnya.
Sedangkan Dito memesan bubur dengan paket komplit dengan sambal yang banyak.
"Kenapa lu gak suka paket komplit ini lebih enak tahu," ucap Dito menyuap makanan nya.
"Gak tahu gak suka aja, apalagi ada bawang sama seledri aku gak suka," jawab Tiara dan Dito pun mengangguk.
aQ tunggu up selanjutnya 😊
penasaran banget akunya,,, 🤔
up lagi donk semakin seru nich ceritanya
aku penasaran gimana yach perasa,an tiara ke Al nantinya,,,