Indonesia
NovelToon NovelToon
Because Of Accident

Because Of Accident

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / One Night Stand / Single Mom / Romansa / Tamat
Popularitas:112.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Fitriaa

Karena sifatnya yang terlalu mudah percaya kepada orang lain membuat Nadira terjebak di sebuah kamar dengan seorang laki-laki yang tidak ia kenali. Saat sadar ia sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.

Nadira Laura, atau yang kerap dipanggil Dira hidup sebatang kara di dunia ini. Kedua orang tuanya sudah meninggal saat dia berusia 10 tahun akibat kecelakaan. Hidupnya bertambah hancur saat ia dinyatakan positif hamil.

Keputusan yang ia ambil setelah kecelakaan itu adalah meninggalkan kota ini. Ia tidak berniat mencari lelaki yang telah merenggut kehormatannya. Nadira memutuskan mencari kebahagiaan dan membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama calon buah hatinya.

Akankah Nadira mendapatkan kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Fitriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

Setelah memikirkan banyak pertimbangan yang sepertinya akan dijalani olehnya, pada akhirnya Nadira memilih untuk mengikuti saran dari Meysa. Pindah dari kota yang menjadi saksi segala hal yang terjadi dalam hidupnya beberapa tahun ini ke kota dimana ia dulu menerima hal yang tak terduga.

Tadinya, ia akan berangkat bersama dengan Meysa saat gadis itu akan pulang. Namun, Meysa memiliki hal yang harus diurus sehingga ia harus pulang cepat. Nadira hanya membawa barang barang yang bisa ia bawa saja, yang lainnya ia akan menggunakan jasa untuk pengirimannya.

Ia berangkat cukup pagi dikarenakan bus yang menuju kota Jakarta hanya ada pada jam tertentu saja, ia tidak mungkin memilih jam malam karena hal tertentu jadi ia memutuskan berangkat pagi hari. Walaupun berakhir dengan kerepotan karena anaknya yang masih mengantuk.

"Bunda, apakah aunty Mey masih lama? Disini sangat panas ternyata," keluh Alta dengan cuaca di siang hari ini.

Anak itu selama perjalanan menuju ibu kota tertidur pulas dan baru saja bangun ketika sampai. Dan sedari tadi dia mengoceh karena kepanasan dan terlalu lama menunggu. Mereka sedang berada di halte sekarang, menunggu Meysa menjemput mereka.

"Sabar sebentar lagi ya sayang, mungkin aunty Mey terjebak macet, apa kamu ingin minum?" tanya Nadira sambil mengelus pelan punggung anaknya.

Alta menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak bunda, aku hanya ingin segera sampai rumah dan beristirahat," jawabnya dengan muka polosnya, padahal dari berangkat hingga sampai ia hanya tertidur.

"Baiklah, Alta sabar dulu ya."

Mungkin ini akibatnya jika Nadira tidak sering membawa anaknya keluar rumah. Walaupun beberapa kali membawa keluar rumah pasti anaknya pun belum terbiasa dengan panasnya kota Jakarta. Ia hanya berharap anaknya cepat terbiasa dengan lingkungan barunya.

Tak lama setelah itu sebuah mobil berwarna hitam berhenti dihadapan mereka. Kaca bagian kemudi mobil itu menurun perlahan sehingga terlihat seorang perempuan dengan rambut hitam terurai melambaikan tangan ke arah mereka.

"Bunda! Itu aunty Mey, ayo kita masuk." Alta segera menarik tangan Nadira untuk masuk ke dalam mobil.

Meysa kembali melajukan mobilnya setelah melihat sahabatnya dan juga anaknya duduk dengan nyaman. Jalanan Jakarta siang ini cukup padat, mungkin karena ini akhir pekan juga.

"Maaf ya Nad, lama jemputnya, jalanan macet banget soalnya," jelas Meysa yang tetap fokus mengemudi.

"Gapapa Mey, nunggunya juga tadi gak lama kok," jawab Nadira

Padahal tadi Nadira sudah menolak tawaran wanita itu setelah tahu ia akan ada acara. Tapi Meysa tetap keukeuh untuk menjemputnya dengan alasan khawatir Nadira tersesat. Sangat tidak masuk akal untuk Nadira yang pernah tinggal di kota besar ini.

"Tapi Alta tadi kepanasan aunty, jadi Alta mau es krim rasa vanila," sambung Alta sambil memamerkan senyum manisnya, "boleh kan bunda?" tanyanya

"Iya boleh, tapi hanya satu saja ya."

"Yeay, terima kasih bunda." Alta memeluk Bundanya dengan erat yang dibalas langsung oleh Nadira dengan pelukan yang tak kalah erat.

"Ini kita mau ke rumah gue dulu atau langsung ke apartemen aja?" tanya Meysa yang membuat mereka mengakhiri kegiatan pelukan itu.

"Langsung ke apartemen aja ya Mey, takutnya barang barang yang di kirim udah dateng," balas Nadira diakhiri dengan senyum singkat.

Kecepatan mobil itu sedikit bertambah ketika Meysa sudah mulai merasa jalanan tak sepadat tadi. Hanya membutuhkan waktu dua puluh sampai tiga puluh menit untuk sampai di apartemen yang Nadira sewa.

Sebelum memutuskan untuk menyewa apartemen, wanita itu sudah mencari rumah yang cocok untuk menjadi tempat tinggal. Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada yang cocok. Jadi, ia memilih untuk tinggal di apartemen dulu sementara. Lagi pula apartemen ini dekat dengan taman kanak-kanak yang akan menjadi tempat belajar untuk Alta.

"Nad, gue bawa dulu Alta buat beli es krim ya, nanti gue nyusul ke atas. Sekalian mau beli cemilan buat ngobrol ngobrol nanti," ujar Meysa yang sudah lebih dulu turun dari mobil.

"Yaudah, hati hati ya," balas Nadira

"Kayak anak lo baru pertama kali sama gue aja deh lo."

Mereka berjalan berbeda arah, Meysa bersama Alta menuju supermarket yang ada di sekitaran apartemen ini dan Nadira yang membawa barangnya masuk menuju gedung apartemen.

Pintu terbuka perlahan memperlihatkan ruang tamu yang rapih dengan warna netral serta kaca besar di bagian ujung ruangan itu. Nadira menyewa apartemen yang bisa terbilang cukup sederhana. Dua kamar lengkap dengan kamar mandinya, satu ruang tamu, dapur, dan ada balkon kecil di kamar utama yang menampilkan pemandangan indahnya kota Jakarta. Lantai yang ia pilih tidak terlalu jauh, di lantai 4 nomor 187.

Selesai memasukkan separuh baju bawaannya ke dalam lemari Nadira berdiri termenung sambil memandangi banyaknya gedung tinggi melalui kaca yang menjulang cukup tinggi di ruang tamunya. Meysa dan Alta belum juga kembali, padahal mereka sudah cukup lama keluar jika hanya untuk pergi ke supermarket saja.

Dalam benaknya banyak sekali pemikiran yang sangat ia takutkan terjadi. Setelah tiga tahun lebih, ia kembali ke kota ini. Kota Jakarta yang menjadi awal dari segala kisahnya ini dimulai. Ia sama sekali tidak menyesalinya, karena kehadiran anaknya merupakan anugrah terbesar dari Tuhan untuknya. Ia masih bertahan sampai detik ini pun hanya demi anaknya.

"Tuhan, bantu aku agar mampu menjalani hari-hari selanjutnya. Aku tidak siap jika harus bertemu dengannya. Aku hanya ingin menjalani hidup yang tenang dan lebih baik bersama anakku. Ma, Pa, do'ain aku dari sana ya, sekarang aku udah gak sendiri. Nanti, kapan-kapan aku bawa Alta untuk bertemu kalian," batin Nadira yang terus berbicara hal-hal positif agar ia tidak terus terusan memikirkan hal yang negatif.

Ia jadi teringat dengan almarhum kedua orang tuanya yang telah tiada. Selama ia pindah ke kota sebelumnya, ia belum pernah mengunjungi kembali makam kedua orang tuanya. Seingatnya, makam kedua orang tuanya sudah ada yang sering mengurus. Mungkin nanti, ia akan mengunjunginya bersama dengan Alta saat ada waktu senggang karena makam kedua orang tuanya cukup jauh dari pusat kota Jakarta.

Tiba-tiba terdengar pintu yang diketuk dengan tidak sabar, sehingga perhatian Nadira langsung teralihkan. Ketika pintu terbuka muncul anaknya sambil tersenyum lebar dan segera masuk ke dalam.

"Alta, lain kali ketuk pintunya pelan pelan saja ya, tidak enak jika terdengar oleh orang lain, takutnya mereka terganggu," ujar Nadira sambil berjalan ke arah sofa menghampiri anaknya.

Alta menatap ke arah Nadira sebentar lalu kembali fokus pada es krim yang sedang dimakannya. "Iya maaf bunda, tadi Alta takut es nya mencair jadi Alta buru-buru mengetuk pintu. Kata aunty Mey, Alta harus makan es krim nya di rumah tidak boleh sambil berjalan," jelas anak itu, membuat kedua wanita dewasa yang berada di dalam ruangan itu menahan gemas.

"Makannya pelan-pelan saja ya," kata Nadira lagi yang dibalas anggukkan kepala saja oleh anaknya.

Selagi Alta masih menikmati memakan es krimnya, Meysa mengajak Nadira untuk berbincang sebentar sebelum ia pulang karena ia ada acara kampus sore nanti.

"Nad, lo udah siapin berkas buat ngelamar nanti kan? Jangan bilang belum karena gue udah bilang sama temen gue! Gue yakin lo bakal langsung di terima kok, jadi lo harus semangat oke," ucap Meysa memberi semangat kepada sahabatnya

"Iya, tenang aja gue udah cek juga kok tadi, semuanya udah lengkap. Oh iya Mey, masalah suster buat Alta sama tempat buat cabang baru gimana? Sorry, ya gue nyusahin lo banget," mimik wajah Nadira terlihat sedikit murung dibandingkan tadi.

Melihat itu Meysa segera merangkul wanita itu. "Apasih Nad, lo selalu aja kayak gitu! Jangan kayak gitu lah. Masalah suster buat Alta mulai besok dia bakal kerja dateng kesini supaya lo juga tau dia kayak gimana, terus buat tempat cabang baru udah ada beberapa yang menurut gue cocok nanti tinggal lo liat aja deh mau yang mana," jelas wanita itu secara panjang lebar

"Jadi makin sayang deh sama lo. Mey, makasih ya."

"Udah, gak usah makasih terus, bosen tau gak! Gue mau pulang sekarang deh, gue perlu siap siap buat acara nanti, lo istirahat ya."

Meysa beranjak dari duduknya lalu menghampiri Alta yang masih fokus terhadap es krim. "Alta, aunty Mey pulang dulu ya. Alta baik baik disini, istirahat ya, besok aunty Mey kalau gak sibuk kesini lagi."

"Bye, bye aunty Mey."

Alta melambaikan tangannya sampai Meysa tak lagi terlihat dari pandangannya. Nadira mengajak Alta untuk tidur karena kebetulan sudah waktunya untuk tidur siang juga. Sementara ia akan menunggu barang yang di kirim sampai kesini.

1
Endang Sulistia
kerwn
Endang Sulistia
ceo bego
Endang Sulistia
🤦🤦
Ryan Jacob
semangat Thor
Layla Darmawan
dr afnan gak lihat kemiripn alta sm raihan yaaa
Adinda
coba Nadira sama Gabriel dulu buat raihan cemburu thor
͟͞͞➳❥ ꨄ︎ Rouxi Wang ꨄ︎˚₊·: jngan lah sis, nanti mlah jatuh cinta beneran diranya 😣
total 1 replies
Adinda
anak saja diterlantarin bertahun tahun demi pelihara jalang dengan kemewahan, nyesal kan lo Raihan
Durin Lily
nda sabar cerita selanjutnya ....kasih peluang sama annk Raihan menikmati kasih seorg ayah seutuhnya begitu juga dan Nad kasih seorg cowok sejati
Durin Lily
nda sabar cerita selanjutnya ....kasih peluang sama annk Raihan menikmati kasih seorg ayah seutuhnya begitu juga dan Nad kasih seorg cowok sejati
Yati Yati
di gantung thor
Tsalis Fuadah
nah lelaki begokan,,,,,
Riskiya ahmad
lanjur
Tsalis Fuadah
buat apa nanya nanya,,,,toh tdk ada tindakan yg menunjukkan itikat baik baik terhadap wanita itu maupun darah dagingnya,,,
Rita Tanti
Luar biasa
Rasni
ceritanya bagus lanjut dong author...
Yati Yati
kasian bgt alta sabar bunda
Intan Arios
semamgat thor
Amilia Indriyanti
logikane banyak yg kontradiktif
Amilia Indriyanti
jare hidup sederhana, nongkronge dok cafe, camilane croissant 🫣
Rafa Fitria: halo kak, maaf sebelumnya atas ketidaknyamanannya, tapi bisa dibaca kembali ya kalau tokoh utama wanita nya tidak sendiri tapi bareng tokoh lain, terima kasih
total 1 replies
Amilia Indriyanti
jare entuk pesenan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!