Indonesia
NovelToon NovelToon
Permata Tak Terduga Sang Mafia

Permata Tak Terduga Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Mafia / Penikahan Kontrak / Dark Romance / Tamat
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: franericá

Angel Martinez dibesarkan untuk satu tujuan: menjadi istri yang sempurna dan penurut bagi pria pilihan ayahnya—seorang bos mafia Spanyol yang menganggap kekuasaan adalah segalanya. Yang ia impikan hanyalah kebebasan: sebuah perpustakaan, kuas dan kertas, dan satu perjalanan ke Italia sebelum hidupnya benar-benar bukan lagi miliknya.

Namun perjalanan itu ternyata sebuah jebakan manis. Di Roma, Angel mendapati dirinya telah dijanjikan kepada Dante Moretti—Don muda paling ditakuti di seluruh Italia. Dingin, arogan, dan terbiasa memiliki apa pun yang ia mau, Dante sama sekali tak berniat mengikat hidupnya pada seorang "putri manja". Sampai gadis bermata biru dan berambut merah api itu menatapnya tanpa gentar… dan meruntuhkan setiap tembok yang ia bangun.

Di dunia penuh darah, aliansi, dan senyum palsu, cinta adalah kelemahan paling berbahaya. Karena di balik pesta megah dan janji-janji setia, ada seseorang yang sudah lama menunggu—seseorang yang tahu persis bahwa cara termudah menghancurkan seorang Don adalah dengan merebut satu-satunya hal yang benar-benar ia cintai.

Ketika pria yang tak pernah takut pada apa pun akhirnya menemukan sesuatu yang tak sanggup ia kehilangan, ia siap membakar seluruh dunia demi mempertahankannya.

"Tak ada yang boleh menyentuh hartaku dan pergi tanpa terluka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon franericá, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

POV Dante

Pintu perpustakaan sedikit terbuka, membiarkan seberkas cahaya kekuningan lolos ke koridor yang sunyi.

Kudorong perlahan, tanpa menimbulkan suara.

Dan kemudian aku melihatnya.

Angel duduk di lantai, di antara dua rak tinggi, sebuah buku terbuka di pangkuannya dan kedua kaki terlipat seolah itulah satu-satunya sudut dunia tempat ia merasa aman.

Rambut merahnya terurai di kedua bahu bagai kobaran api yang lembut, berkilau ditimpa cahaya hangat lampu di atasnya.

Ia tak menyadari kedatanganku. Dan untuk sesaat, aku pun tak sanggup bernapas.

Angel tampak… menjadi dirinya sendiri.

Tanpa rasa takut.

Tanpa harapan-harapan yang ditumpukkan di pundaknya.

Tanpa beban pertunangan yang tak pernah ia minta.

Keringanan dirinya menghantam dadaku—sebuah pukulan tak terduga, terlalu tak nyaman bagi pria sepertiku.

Aku menunjuk ke arah pintu, berusaha tampak acuh.

"Sudah larut, putri."

Ia sedikit terkejut, menegakkan postur, dan menutup buku dengan hati-hati.

Ketika ia mengangkat pandangan, kedua mata biru besar itu menatapku dengan kejengkelan, kerapuhan… dan keberanian yang tak kuduga.

"Aku cuma sedang membaca. Aku tak tahu ada jam khusus untuk bernapas di rumah ini."

Jawaban itu memancing senyum tak sengaja dariku.

Lidah tajamnya… benar-benar berbahaya.

Aku berjalan ke rak di sebelahnya, menyusuri judul-judul buku dengan jari, pura-pura tak sedang mengamatinya.

"Bernapaslah sepuasmu."

Aku terdiam sejenak.

"Kau bebas melakukan apa pun yang kau mau."

Ia mengernyitkan dahi seolah kata-kataku adalah sebuah provokasi.

"Sungguh? Aku boleh punya pilihan? Itu bagus sekali."

Ia menutup buku itu dengan keras—dan kekuatan itu lahir dari luka, bukan dari amarah.

"Seperti sebuah kesepakatan. Seperti yang diputuskan ayahku dan ayahmu untukku. Aku datang ke Italia mengira aku bisa bebas setidaknya selama seminggu… tapi aku malah berada di tempat yang tak kukenal, dengan orang-orang yang tak kukenal… dan masih pula bertunangan dengan pria yang mungkin bergonta-ganti perempuan dan pasti menyebalkan. Sudah pasti aku memilih semua ini."

Kalimat terakhir keluar dengan bergetar.

Dalam.

Dan itu… melukaiku.

Aku tahu ia terluka.

Tapi mendengar hal itu tentang diriku… lebih sakit dari yang seharusnya.

"Angel… tenang. Kau tak mengenalku, dan aku pun tak mengenalmu. Tapi… bisa saja jadi berbeda. Kalau kau membiarkannya."

Apa-apaan yang sedang kulakukan? Aku ini Don. Pria yang ditakuti semua orang, yang tak pernah goyah. Tapi dengannya… dengannya aku tak bisa mempertahankan topengku.

Saat itulah ia menundukkan wajah—dan air mata akhirnya jatuh.

Bukan air mata dramatis milik orang yang lemah.

Air mata itu diam.

Tulus.

Jenis yang mampu menembus baju zirah mana pun.

"Aku cuma ingin… sedikit kedamaian, Dante. Cuma itu. Aku tak mau jadi alat tukar, aku tak mau jadi beban tanggung jawab, aku tak mau dijanjikan pada orang yang tak kupilih. Aku cuma… aku cuma ingin hidup. Ingin merasa aman. Ingin ada… seseorang yang benar-benar melihatku."

Itu menghancurkan segala jarak yang masih tersisa di antara kami.

Aku berjongkok di hadapannya, menyentuh wajahnya dengan hati-hati—untuk pertama kalinya tanpa takut terlihat lemah.

"Aku sedang melihatmu sekarang, Angel," ucapku pelan. "Dan aku bersumpah… bersumpah demi nyawaku sendiri… tak akan ada yang menghapus nilaimu. Kau adalah harta. Dan aku melindungi apa yang berharga."

Ia mengangkat wajah, matanya masih basah, dan sesuatu di dalam diriku begitu saja… luruh.

Dialah yang mencondongkan tubuh lebih dulu.

Atau aku.

Aku tak tahu.

Yang kutahu hanyalah ketika bibir kami bersentuhan, segalanya berhenti.

Tak ada desakan.

Tak ada tergesa.

Itu ciuman yang lambat, penuh kehati-hatian… tapi sarat dengan sesuatu yang berbahaya, yang lahir bahkan sebelum kami menyadarinya.

Ketika kami berpisah, ia menyandarkan dahinya ke dahiku.

"Aku lelah…" bisiknya.

"Kalau begitu, beristirahatlah."

Ia meringkuk ke arahku seolah itu hal yang paling wajar—dan aku memeluknya seakan sedang memeluk seluruh dunia.

Aku berbaring bersamanya di sana juga, di atas karpet lembut perpustakaan, menarik selimut yang tertinggal di sofa.

Angel tertidur lebih dulu, bernapas perlahan di dadaku.

Aku terjaga sedikit lebih lama, hanya mengamati.

Aku, sang Don.

Pria yang diciptakan untuk memerintah, untuk mendominasi, untuk tak pernah menurunkan kewaspadaan.

Berbaring di sisi seorang gadis yang bahkan tak tahu betapa besar kuasa yang ia miliki…

dan yang, tanpa disadarinya, baru saja meruntuhkan seluruh duniaku.

Dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun…

Aku tidur dengan tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!