Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Perjalanan Hidupku

Kisah Perjalanan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delena_Schnee

Diusiaku yang menginjak 25 tahun, aku terus melajang demi memantapkan karir dan melupakan masa lalu yang kelam.
yaa.. aku sedikit trauma akan masalah percintaanku yang kualami sewaktu memasuki bangku kuliah di semester akhir
hingga akhirnya aku bertemu denganmu yang mengubah seluruh hidupku.

"Aku peduli padamu, aku tak ingin kamu terus berlarut seperti ini. jika kamu mengizinkan, izinkan aku menyayangimu. kalau dibilang jujur. Jujur aku tertarik padamu. kamu bebas memilih namun jika kamu sudah tidak tertarik padaku bilang jujur padaku, aku akan baik-baik melepaskanmu". Perkataannya dalam sebuah chat yang membuatku bertekad untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku. Memulai kehidupan baru bersamamu hingga akhir hayatku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delena_Schnee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara Suksesi

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu untuk serah terima jabatan kepengurusan jurusan dari yang pengurus lama ke pengurus yang baru. Hatiku mulai berdebar gak karuan saking terlalu gugupnya sudah berapa kali aku bolak-balik kamar mandi.

Banyak agenda yang kami lalui dari sidang Paripurna 1 dan 2, Rapat Pleno 1 dan 2, dan yang terakhir pembacaan Anggota kepengurusan baru dan program-program yang akan dijalankan selama 1 tahun kedepannya.

Seperti biasanya, aku duduk didampingin oleh teman-teman berkumpulku. Tak lupa mereka juga menyemangatiku dan menghiburku agar aku tidak terlalu tegang.

"Huh, Putri. Aku tegang sekali, aku jadi pingin ke kamar mandi." Sahutku sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku.

"Tenang Del, jangan gugup gitu. Dan kalau bisa itu ditahan sebentar. Takutnya nanti kamu dipanggil maju ke depan eh malah masih dikamar mandi." Sahut Putri mencoba menenangkanku.

Teman-teman yang lain malah menertawakan kegugupanku, namum disisi lain ada sekelompok teman kelasku yang tak suka denganku sejak awal, malah semakin gak suka dengan jabatan yang aku dapati ini. Tak sengaja kulihat saat pandangan mataku, kuedarkan ke sekeliling ruangan agar mengurangi rasa gugupku. Dari sorot matanya terlihat jelas banget seperti tak menyukai, aku ingin bertanya namun tak berani.

******************

Setelah serangkaian acara berjalan dengan lancar, Tibalah disesi terakhir pemanggilan anggota kepengurusan yang baru untuk maju kedepan. Dengan ini resmilah kami menjabat dalam kepengurusan yang baru dan akan mulai berjalan setelah Acara suksesi berakhir.

Diakhir acara seperti biasa, Kami dibagikan kudapan Nasi Kotak serta snack untuk dinikmati bersama sebelum akhirnya kami dibubarkan.

Setelah acara kudapan, ada sesi foto-foto bersama. Tak lupa akupun ikut berfoto bersama mengingat sekarang aku anggota baru dalam kepengurusan.

"Del, kami tunggu diluar ya,!" Kata Putri dan dianggukan oleh yang lainnya.

"Oke Putri" Sahutku pada Putri sebelum dia dan yang lainnya keluar dalam ruangan tersebut.

Aku masih terjebak didalam untuk acata sesi foto bersamanya. Sebenarnya aku sudah lelah sekali dan ingin cepat-cepat selesai. Namun apa dayaku, tak enak hati untuk menolaknya.

"Hah Si Del, pasti bakalan sibuk banget. Aku akan merasa kesepian!" Sahut Putri kepada yang lainnya.

"Kamu gak sendiri kok Put, Masih ada Aku, Yoga, Doni, Demi, Dewayu, dan Irdy" Sahut Rangga pada Putri.

"Iya Put, masih ada kami kok. Putri gak usah sungkan kalau mau main ke kos irdy atau ke kos Dewayu. Kami welcome kok." Sahut Irdy sambil memeluk Putri dan disusul oleh Dewayu.

"Eh kami para cowok boleh ikutan peluk gak?" Sahut Yoga sambil bersiap merentangkan tanganya.

"Eh .. eh .. gak boleh, Diagamaku gak boleh peluk-pelukan Haram" Sahut Irdy memberikan penegasan dalam ucapannya.

"Aduh Irdy sudah kayak ibu-ibu saja, Bagaimana kalau aku panggil Bunda aja. Boleh gak?" Sahut Putri sambil senyum ke Irdy.

"Tentu saja boleh, panggil diriku sesuka kalian saja." Sahut Irdy.

"Okay makasih Bun" kata Putri sambil memeluk kembali Irdy.

"Duh senangnya lihat kalian akur." Sahut Rangga dan dianggukkan semua orang.

"Aku juga mau panggil bunda, boleh ya?" Sahut Dewayu dan ikutan memeluk Putri dan Irdy.

Ketika aku akhirnya bisa keluar dari dalam ruangan, aku terheran-heran melihat tingkah laku teman-temanku dan akupun langsung menghampiri mereka.

"Ada acara apa nih kok peluk-pelukan gak ngajak-ngajak aku!" Sahutku saat sudah tiba didekat mereka.

"Kami semua sepakat panggil Irdy dengan sebutan bunda" Ujar Putri menjelaskan padaku.

"Kecuali aku tidak yaa, aku sudah terbiasa panggil Irdy dengan sebutan Adek" Ujar Rangga menimpali ucapan dari Putri.

"Oalah, kirain ada apa. Kalau begitu aku ikutan juga deh". Sahutku dan setelah semua temanku memberikan ucapan selamat padaku atas jabatan baruku dikampus ini.

Sebelum pulang seperti biasa kami foto kembali dengan beranggotakan masih 8 orang. Dan hari-hari selanjutnya kami terus lalui bersama

Oh Lelahnya Hari ini ...

1
Delena_Schnee
saya mengharapkan komentar dari kalian, agar bisa mengembangkan cerita lebih baik lagi
Delena_Schnee
Updatenya 1 minggu 3 episode ya
Delena_Schnee: Jadinya tiap hari ya updatenya. yuk dipantau terus
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!