Bencana Tsunami menyebabkan percobaan berupa hewan dengan genetik bagaikan monster, manusia buatan, dan makhluk hidup yang terinfeksi virus jenis baru melarikan diri dari laboratorium.
Beberapa tahun setelahnya bagaikan sebuah kiamat terjadi. Tumpukan mayat manusia berada dimana-mana. Kejahatan, jutaan orang terkena penyakit misterius.
*
Matanya terbuka tentang bayangan masa depan yang akan terjadi. Kepalanya dipukul berkali-kali menggunakan kayu, oleh siswa-siswa yang membully nya di hadapan umum.
Tapi ada yang aneh pupil mata Andrew berubah warna menjadi biru. Mata yang menatap ke arah sekitar, wajahnya tiba-tiba tersenyum kembali membiarkan tubuhnya dipukuli.
Ingatan masa lalu tentang dirinya kembali. Seorang dewa waktu yang ditugaskan menghentikan kiamat, sekaligus menghancurkan kesombongan manusia-manusia ini.
Tidak ada yang menyadari, nyawa mereka kini tengah dicengkeram sang dewa waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belalang Sembah
Regan berusaha tersenyum kala banyak pemberitaan menyoroti dirinya. Menggunakan bazoka untuk menghabisi mutan? Gila! Dirinya tidak pernah membayangkan itu. Apalagi melakukannya?
"Jadi apa kamu bersedia bergabung menjadi unit pasukan khusus?" Tanya seorang petinggi militer, setelah mendengarkan spekulasi yang disampaikan Regan tentang laboratorium tersembunyi tempat para mutan diciptakan.
"Aku adalah putra ketiga keluarga kaya. Jadi aku tidak akan mempertaruhkan hidupku yang berharga." Alasan darinya.
"Deduksi, kemampuan, semuanya sempurna. Kami akan menekan keluargamu agar mendorongmu masuk ke dalam anggota militer." Senyuman dari sang petinggi militer, benar-benar ingin merekrut anak ini. Mengalahkan mutan cukup sulit, bahkan diperlukan satu tim pasukan khusus untuk menaklukkan seekor mutan. Tapi orang ini dapat mengalahkannya seorang diri.
"Kamu fikir dapat memaksaku?" Tanya Regan dengan raut wajah dingin, bagikan dapat membunuh sang petinggi militer saat ini juga.
Pria berotot dengan seragam ditempeli berbagai atribut itu, berusaha tersenyum."Kamu memang dapat membunuhku saat ini. Tapi akan ada petinggi militer lain menghancurkan keluargamu, jika kamu tidak bersedia bergabung. Dengar! Kami memerlukan banyak tenaga profesional sepertimu." Ucapnya berlalu pergi.
Dirinya tetap menapakkan raut wajah dingin bagaikan seorang psikopat. Tapi kala pintu itu tertutup.
"Mampus! Mampus! Mampus! Bagaimana jika aku dimasukkan ke dalam militer!" Teriaknya kebingungan, tidak bisa bertarung, bahkan menggunakan senjata api saja tidak pernah, apalagi dirinya takut ketinggian. Jujur saja, Regan hanya ingin menjadi orang kaya yang makmur.
Matanya sedikit melirik ke arah kotak yang berada di atas meja. Sebuah kotak yang ditinggalkan petinggi militer padanya.
Seluruh tempat di gedung perjudian batu giok digeledah. Penggeledahan yang mendapatkan hasil tiga butir telur mutan, berukuran sebesar telur burung unta.
Dua diantaranya diselidiki oleh pihak pemerintah, sedangkan satu lagi diberikan pada dirinya.
Mutan sudah tidak memiliki pikiran lagi, walaupun pada awalnya mereka manusia, tapi pada akhirnya otak mereka terpengaruh watak binatang. Terbukti dengan sekitar 8 orang di gedung itu menghilang. Mungkin telah dimakan mentah-mentah, sebelum orang terakhir di dalam bilik toilet pria.
"Apa sebaiknya aku berikan ini pada Andrew saja?" Gumamnya, kemudian tersenyum. Menemukan cara agar dirinya dapat keluar dari kekacauan ini. Mengambil handphone-nya, kemudian menghubungi seseorang."Tolong pesankan tiket pesawat untukku."
*
Sedangkan di tempat lain.
Ini adalah hari kedua, dirinya masih duduk berdampingan dengan Candy. Bersikap baik padanya, sedangkan Ara duduk seorang diri di kursi paling belakang.
Namun, kala bel istirahat berbunyi maka Ara akan menarik tangan Andrew.
"Tunggu!" Ucap Candy saat itu."Bisa aku makan siang bersama kalian?" tanyanya.
"Tidak boleh! Matamu melihat pacarku dengan cara yang berbeda! Jadi tidak boleh." Tegas Ara, memeluk leher Andrew dari samping bak anak koala yang bergelantungan.
"Tapi aku tidak memiliki teman." Candy tertunduk ragu.
"Ara kamu makan siang sendiri. Aku akan menemani Candy," ucapnya.
"Tapi---" Ara terlihat ragu.
Sedangkan Andrew tersenyum, menunjukkan cincinnya."Nanti aku beri imbalan."
"Janji?" Tanya Ara.
"Janji." Itulah jawaban dari Andrew.
*
Taukah kalian dimana tempat makan siang paling tenang? Bukan area kantin yang ramai. Pada awalnya Andrew membawanya untuk makan siang di area taman belakang sekolah.
"Kemarin aku ke hutan belakang sekolah, disana sepi dan ada hamparan bunga Krisan. Kita dapat makan siang dengan tenang disana." Ucap Candy tersenyum.
"Mungkin akan indah..." Itulah yang dikatakan oleh Andrew membalas senyumannya.
Sedangkan tiga orang pria, bak preman di sekolah ini mengintip. Mereka adalah Dino, Sour, dan Sagitarius, disingkat jadi Dinosaurus.
Tiga sahabat yang menelan ludahnya. Gosip sudah tersebar jika Andrew sejatinya adalah kekasih Ara, sang anak taipan. Sedangkan Candy? Pria ini benar-benar serakah ingin memiliki Harem.
Tidak! Mereka tidak akan membiarkannya. Dimana ada tindakan asusila, maka disanalah Dinosaurus akan mengintip.
"Apa kurangnya Ara?" Ucap Sour.
"Candy juga cantik! Satunya lembut, satunya lagi wanita karier tegas." Jawab Dino membayangkan dirinya berada di posisi Andrew.
Sedangkan Sagitarius hanya melirik aneh pada kedua temannya yang hampir meneteskan air liur mereka.
Pada akhirnya mereka yang mengendus perbuatan asusila bersembunyi di bawah pohon. Kembali berpencar, bersembunyi lagi, mengikuti Andrew yang melangkah bersama Candy. Masuk ke area hutan lebih dalam.
Dapat mereka bayangkan, pria dan wanita berhubungan badan memakai seragam sekolah, dengan tema alam bebas. Ini perbuatan salah, tapi sayangnya jika dicegah, mereka tidak akan memiliki tontonan. Jika hanya mengintip sedikit, tentu tidak akan apa-apa. Ini hanya rasa penasaran saja. Bagaimana Andrew dan Candy akan melakukannya.
Hingga tiba di tempat yang dipenuhi hamparan bunga Krisan, tubuh Andrew didorong oleh Candy.
Ini gila! Benar-benar panas, Candy melepaskan beberapa kancing seragamnya sendiri, kemudian melemparkan kemejanya asal. Memperlihatkan pemandangan indah, gila! Benar-benar ukuran idaman pria.
Dinosaurus masih mengintip apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Andrew yang telah berbaring di atas tanaman bunga Krisan, dibukakan kancing seragamnya satu persatu, oleh sang gadis yang menduduki tubuhnya.
Candy tersenyum padanya, dengan rambut hitam lurus yang menjuntai, hendak menciummu bibir Andrew. Sedangkan satu tangannya hendak melepaskan ikat pinggang remaja itu.
Tangan Andrew terangkat, apa akan meraba area sensitif bagian atas Candy?
Geng Dinosaurus menelan ludahnya. Mereka semakin tegang saja menyaksikan adegan panas dua remaja berusia 16 tahun dengan wajah rupawan.
Namun, kala bibir itu hampir bersentuhan.
Srak!
Entah dari mana, mereka juga tidak mengetahuinya. Tiba-tiba saja bagian dada hingga punggung Candy tertusuk pedang yang ditancapkan Andrew. Tangan kosong yang sebelumnya terangkat malah digunakan untuk menikam Candy.
"I...ini pembunuhan!" Teriak Dino.
"Ki...kita lapor---" Kata-kata Sagitarius terhenti kala menyadari Candy yang melompat mundur bagaikan iblis, menatap ke arah mereka.
"Bodoh! Lari!" Ucap Andrew bangkit. Dengan bagaian kancing seragam masih terbuka. Tubuhnya dipenuhi dengan cipratan darah mutan, berwarna merah hati.
Tidak mengerti situasi, mereka juga terlalu sulit bergerak, menatap adegan mengerikan tadi. Ditambah dengan Candy yang tiba-tiba mengeluarkan sayap dari punggungnya dan tangan tambahan, bagaikan tangan belalang.
Andrew menghela napas, pada akhirnya berlari ke arah geng Dinosaurus, melindungi mereka yang tidak dapat kabur.
"A...apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Sagitarius.
"Aku tidak yakin, dari awal dia sengaja mendekatiku tanpa alasan. Terkadang samar tercium bau belalang, tapi bau yang tersamar dengan baik." Ucap Andrew, memutar cincin, kemudian memilih tiga opsi senjata yang berbeda untuk tiga orang di belakangnya.
"Lalu kenapa kamu dekat dengannya! Seharusnya lapor polisi!" Ucap Dino yang mendapatkan senjata aneh, berbentuk bagaikan senter tapi memiliki sinar kecil.
"Aku? Tugasku melindungi sekaligus menyelidiki tentang Ara. Jadi daripada membunuh tanpa bukti, maka aku harus membuatnya mengaku." Jawaban dari Andrew melempar busur tanpa panah untuk Sagitarius. Dan sebuah pistol untuk Sour.
"Ba... bagaimana?" Tanya Sour.
"Belalang sembah akan membunuh pasangannya setelah bercinta. Napsu makan sekaligus bercinta akan terlihat dalam dirinya." Kata-kata dari mulut Andrew, menatap ke arah Candy. Wanita yang sudah dicurigainya dari awal.
"Pejantan sialan!" Suara memekik dari Candy, bersamaan dengan kelopak bunga Krisan beterbangan, kelopak bunga, yang entah kenapa bagaikan senjata tajam terbang, dapat melukai dan menggores apapun.
*
*
*
🍀Karya ini merupakan karya jalur kreatif.
semoga hari-harimu menyenangkan
sukses ya
buat author, semangat ya kak
sukses buat karir n kehidupanmu
semangat kakkkk aku menunggu lho 🤗