Indonesia
NovelToon NovelToon
AVATAR

AVATAR

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Durratul

Kehidupan AVATAR tidak selalu berjalan mulus, selalu ada saja perkelahian, teror, serta persaingan bisnis di dalamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Durratul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuhbelas

"Frey, pulang yuk. Mau malem nih,"

"Pasti di marahin abang," tutur Freya kesal.

"Nanti aku yang jelasin,"

Keduanya pun pulang, Freya begitu bahagia setelah melihat senja secara langsung di pantai. Dengan Alan sebagai pacarnya.

Sesampainya di rumah kediaman Freya, Alan menjelaskan kalau Freya pergi ke pantai dengannya. Yahya hanya semar-mesem.

"Ck, bukannya di marahin malah senyum. Apasih?" kepo Freya, Yahya berbisik tetangga dengan Alan.

"Frey, aku pulang ya? Ntar malem jam tujuh aku kesini lagi ngajak kamu ke pasar malam. Mau kan?"

"Freya pasti mau lah, nanti gue dandanin se-cantik princess deh. Ya kan Frey?" Yahya menggoda Freya mengedip-ngedip genit.

"Gak bisa, gue belajar," ketus Freya, pasar malam? Apakah ini termasuk kencan juga ya.

"Kenapa? Ada PR ya? Yaudah, nanti belajar bareng," ah Alan, andai saja cowok seperti dia masih tersedia.

"Gak," tegas Freya, tadi baper sekarang jutek lagi ke pacar sendiri.

"Freya kan gak pernah belajar. Kerjaannya rebahan, makan, tidur, berak, mandi, nonton TV, main hp scrol gak jelas, begadang, nangis gara-gara drakor. Kalau pun Freya belajar, gak bakalan tuh peringkatnya naik, masih stay safe di  duapuluh," jelas Yahya setengah panjang lebar. Freya menutupi wajahnya malu, apa Alan ifeel ya sama cewek pemalas?

"Kalau sekarang kan ada aku. Bisa nonton bioskop, ke pantai, pasar malam, ke mall, Timezone, sama jogging juga. Daripada rebahan, males gerak itu bikin gendut tau," jelas Alan percaya diri. Freya yang kesal di katain gendut pun cemberut.

"Jadi gue gendut gitu?" Freya bersidekap dada.

"Aku gak peduli mau kamu kurus, gendut, cantik atau jelek. Kalau aku nyamannya sama kamu gimana lagi?" aduh Alan, bikin baper Freya saja. Kedua pipi cewek itu memerah malu.

"Gombal lo," kesalnya, tapi suka kan?

"Bang, pamit. Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam," jawab keduanya kompak.

...❄❄❄...

Tibalah dimana Freya sudah siap dengan penampilan feminimnya, karena ka menyukai warna biru laut, semakin menambah cantik dan manis. Hanya butuh bedak, liptitnt dan parfum saja sudah cukup tidak menye-menye seperti cewek sekarang saat dandan.

Freya meraih slingbang yang berisi dompet serta ponselnya. Saat baru saja keluar dari kamarnya, Alan mengobrol di sofa ruang tamu dengan abangnya dengan asik.

"Freya emang dari dulu jutek lan. Maklumin aja,"

"Ya gak papa sih. Kan sayang,"

'Hm, kalau gue jutek Alan tambah sayang, berarti kalau ramah gak ya?' batin Freya bertanya-tanya.

Alan yang menyadari Freya sudah siap pun berpamitan pada Yahya.

"Princess-nya udah siap bang. Tuh," tunjuk Alan dengan dagunya. Yahya melongo dan memekik 'oh my god'.

"Cantik banget adik abang. Coba kalau pacar, udah abang nikahin sekalian," ucap Yahya ngayal. Andai Haula tau itu.

"Lan, ayo. Kayaknya abang gue udah kehabisan obat ijo," sinis Freya. Melirik Yahya sadis.

"Bang, pamit ya,"

"Jagain Freya. Kalau sampai nangis, beliin balon aja," Yahya selalu bercanda, abang yang berbeda dari lainnya. Balon dalam waktu 3-4 hari sudah kempes. Bisa tau? Ya masa kecil dulu suka beli balon.

Yahya mengantarkan Freya hingga depan gerbang. Menatapnya sampai motor Alan menjauh.

'Gue harap Alan bisa bahagiain Freya,' dan Yahya tak ingin Freya menangis lagi, seperti dulu karena Leo yang selalu mengatur hidup Freya seenaknya.

...❄❄❄...

Freya bingung ingin membeli apa di pasar malam ini. Namun Alan mengajaknya ke kedai es krim.

"Kalau gue sakit gimana?" yah, dirinya memang gampang sakit panas serta pilek setelah menginsumsi es. Ada yang sama?

"Yaudah, permen kapas aja ya?"

Tapi Freya menggeleng. "Gue pingin es krim sekali-kali lah lan. Tapi, jangan bilang ke abang ya?"

Alan mengangguk. "Gak akan, tapi jangan banyak-banyak,"

"Iya bawel,"

Alan membeli es krim rasa coklat untuk dirinya dan Freya strowbery.

Alan menghampiri Freya yang duduk di kursi panjang tak jauh dari kedai es krim.

Alan memberikan es krim itu pada Freya. "Emang kalau bang Yahya tau kenapa?"

Sambil memakan es krim-nya, Freya berpikir. "Em, di omelin lah. Bang Yahya gak mau gue sakit, nanti ngerepotin. Apalagi panas biasa, di kompres lah, ke rumah sakit, beli bubur, beli pisang,"

"Pisang? Buat apa?"

"Biar kalau obatnya gak bisa di telen karena kegedean ya sambil makan pisang, jadi gak bakalan nyangkut deh di tenggorokan. Aduh, apalagi di kunyah. Nyeh, pahit banget," kedua mata Freya mengedip lucu, obat pahit cinta manis. Eh?

Seseorang yang tak jauh dari mereka tengah memantau diam-diam. Dia Bara, dengan jaket bertudung serta masker dan kacamata hitamnya agar identitasnya tak di kenali orang-orang.

Hati Bara di bakar api cemburu. "Lan, gue akan buat kebahagiaan Freya hancur!" desis Bara penuh penekanan. Cintanya bertepuk sebelah tangan, tak ada balasan yang ada di cuekin terus-terusan. Pernah kah?

Ponsel Alan berdering. Panggilan dari ayahnya.

"Bentar ya Frey," Alan beranjak mencari tempat yang pas agar suaranya jelas dan tak teredam kebisingan orang-orang.

Es krim Freya sudah habis, cewek itu hanya mengamati orang yang berlalu-lalang. Hingga...

Tuk!

Lemparan sebuah kerikil berukuran sedang namun di balut kertas itu mengenai bahunya. Freya meringis kesakitan. Ia kesal dan mencari si pelaku. Tapi nihil tak di temukan.

Freya mengambil kertas itu.

Sendirian aja? Mana Alan? Apa perlu aku temenin kamu?

Freya meremas kertas itu dan membuangnya.

"Siapa sih?!" kesal Freya, menoleh ke kanan-kiri depan-belakang. Atas bawah gak usah ya.

Alan yang melihat Freya marah pun tergesa menghampirinya. Takutnya ada yang godain Freya, kan pacarnya itu sekarang cantik.

"Kenapa? Ada yang godain kamu ya tadi?"

Freya menggeleng. Mood-nya hancur hari ini. Ia merasa di awasi. 'Awas aja ya kalau nemu pelakunya siapa,' batin Freya sok berani.

"Gak,"

"Gak apa sayang? Aku gak ngerti," gemas Alan, cewek memang begitu di tanya apa bilang gak. Mood-nya perlu di jaga ya bun.

Perut Freya berbunyi, meskipun ramai Alan bisa mendengarnya.

"Aku beliin ketoprak ya? Mau?" ya, hanya pedagang itu yang Alan temukan yang sekiranya tak pedas dan baik untuk Freya.

"Hm," Freya hanya bergumam.

Setelah Alan pergi membeli ketoprak, Freya kembali sendirian. Kenapa perutnya tidak bisa di ajak kompromi? Ketauan lapar, Alan akan membelikan makanan. Perhatian sih, tapi di situasi seperti ini membuat Freya takut sekaligus gelisah setelah membaca tulisan itu.

Bara mulai melancarkan aksinya.

"Mumpung Alan lagi ngantri beli. Gue bakalan ambil Freya," Bara berjalan mengendap-endap dari belakang dimana Freya memunggunginya.

Dan...

Bara membungkam mulut Freya yang sudah ia berikan obat bius. Agar tidak di curigai orang, Bara memasangkan kacamata hitam yang ia bawa. Berhasil. Rencana berjalan mulus dan tidak ada yang mencurigainya sama sekali.

Alan bersabar menunggu antrian yang tinggal tiga orang pembeli lagi, lalu dirinya.

Akhirnya tiba gilirannya, Alan memesan dua ketoprak. Selesai membayar dan membawa dua mangkok ketoprak yang hangat, Alan kembali ke kursi panjang itu. Tapi tak menemukan Freya disana.

"Freya? Kamu kemana?" Alan mulai panik, tak mungkin cewek itu pergi sendirian tanpa dirinya. Mengenai Freya penakut.

Alan bertanya pada orang yang berlalu-lalang.

"Liat cewek pakai baju biru, rambutnya di kuncir kuda, tadi duduk sendirian di sini. Mas liat gak?"

"Liat sih, tapi tadi di bawa sama cowok misterius gitu," akhirnya Alan bisa tau dimana Freya sekarang. Alan mengecek GPS Freya, tapi nihil. "Makasih ya,"

Alan sudah tidak nafsu lagi makan ketoprak. Alan mengirimkan pesan di grup Avatar, ia menjelaskan bahwa saat ini Freya sedang hilang karena orang misterius yang membawanya.

^^^Anda^^^

^^^Freya hilang! Cowok misterius itu bawa Freya pergi! 😭 gue takut kenapa-napa. GPS Freya juga gak aktif lagi 😣^^^

^^^7:12 pm^^^

Tirta

Hilang? Kok bisa sih? Lo kemana emangnya?

7:12 pm

Andri

Hot news! Freya kemana-kemana, ku harus mencari dimana 😯

7:13 pm

Reno

Emang lo tau lan gimana ciri-ciri orang misterius itu?

7:13 pm

^^^Anda^^^

^^^Gak tau. Semua ini gara-gara gue yang ngantri beli ketoprak lama banget. Bantuin 😭 lah. Ta, lo kan pinter ngelacak lokasi tanpa GPS kan?^^^

^^^7:14 pm^^^

Tirta

Gue bakalan usaha lan. Nanti gue kabarin, Vano, Andri, sama Reno bakalan nyari Freya kalau udah ketemu lokasinya. Lo tenang aja lan, Algi biar bantuin gue buat ngeretas CCTV di lokasi lo sekarang. Dimana emang?

7:14 pm

^^^Anda^^^

^^^Pasar malem ta. Kalau dari rumah gue sekitar 10 menit perjalanan.^^^

^^^7:14 pm^^^

Tirta

Ok. Gue pantau darisini sama CCTV jalanan, siapa tau yang nyulik Freya masih gak jauh dari situ.

7:15 pm

Alan menatap dua mangkok ketoprak yang masih utuh itu. Bingung ingin di apakan. Daripada terbuang, Alan memberikannya pada dua remaja berlawan jenis itu memakannya.

"Ini gratis ya?" tanya si cowok senang.

"Iya, gratis,"

"Makasih ya kak," ucap si cewek antusias.

Alan memilih pergi, tujuannya sekarang adalah menelusuri tempat terdekat dari lokasinya, pasar malam.

...❄❄❄...

Tirta berkutat dengan komputernya. Algi hanya duduk melihat sambil memakan camilannya.

"Freya kenapa?"

"Hilang. Gue yakin pasti ada tujuannya buat nyulik Freya," Tirta mengangguk faham saat ia berhasil meretas CCTV dimana lokasi Alan berada.

"Gi, coba lo liat itu siapa," Tirta yakin Algi bisa mengamatinya dengan baik. Ketajaman mata Algi tidak di ragukan lagi, makan wortel mentah-mentah sangat baik buat mata adiknya ini.

"Cowok, tinggi 175 cm. Kalau jalan lebar langkahnya 5 cm. Hati-hati pas mau bungkam mulut Freya, tapi ada seseorang yang tau. Freya di bawa ke arah utara barat daya," jelas Algi detail menjelaskan rekaman CCTV itu dengan akurat agar memudahkan Tirta menemukannya segera.

Tirta menelepon Alan. Saat tersambung, Tirta menjelaskan sesuai informasi Algi.

"Tapi lan, gue cuman bisa ngeretas CCTV yang ini doang. Selebihnya gak bisa, keamanannya ketat. Apalagi ini bank yang deket sama pasar malam ke arah utara barat daya. Maaf ya lan, gue cuman bisa bantu segini doang," ujar Tirta merasa bersalah.

"Gak papa kok ta. Makasih ya, terus Vano sama yang lain dimana sekarang?"

"Deket bank lan. Susul aja kesana,"

"Ok. Lo jaga markas aja sama Algi, hubungi juga yang lain. Biar kalian gak berdua di markas kalau ada penyerangan tiba-tiba,"

"Siap bos,"

Algi tersedak. "Ta, itu!" tunjuk Algi pada komputer Tirta yang berhasil mengambil alih CCTV di bank.

"Apa?" Tirta menoleh pada komputernya. "Astaga," Tirta terkejut, Freya di bawa ke mobil lalu pergi entah kemana. "Arah utara lagi? Ada apasih sama utara? Itu kan," Tirta berpikir sejenak. Arah itu mengingatkannya pada sebuah hutan belantara besar yang aksesnya di tutup karena berbahaya.

"Arah apa ta?" tanya Algi mendesak. Pasti arah itu sudah di kenal baik oleh Tirta.

"Hutan larangan yang gak boleh di masuki itu gi," jawab Tirta dengan kekhawatiran.

"Semoga Freya baik-baik aja,"

"Semoga,"

...❄❄❄...

"Jadi sekarang Freya udah pacaran sama Alan ya?" tanya Leo terkejut setelah Bara menjelaskannya mengapa Freya bisa keluar malam kalau bukan Alan.

Bara mengangguk. "Iya, apa lo gak nyia-nyiain Freya? Ngasih mantan lo itu ke Alan yang baru di kenal Freya?" tanya Bara mendesak, Leo termasuk teman masa SD-nya dulu.

"Gue sempet gak peduli sih karena ngurusin bisnis papa yang di LA itu, tapi pas lo ngasih infromasi gitu. Jujur gue masih sayang sama Freya,"

"Sekarang Freya ada di hadapan lo. Apa yang bakalan lo lakuin sama nih cewek?" dan Bara juga tergoda dengan pesona cantik Freya malam ini.

"Bersenang-senang," Leo terkekeh setelahnya. "Mau juga kan lo? Cantik banget ya mantan gue sekarang, bener kata orang kalau udah putus dari mantan yang bikin susah move on itu pesona-nya," Leo membelai pipi mulus Freya, cewek itu sedang di ikat dan duduk di kursi dengan mulut yang tersumpal kain. Lampu yang menyorot Freya membiaskan kecantikannya sehingga baik Bara maupun Leo dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama.

Leo mengendus aroma leher Freya. "Hm, wangi. Jadi tambah kangen gue,"

Mendengar suara itu, Freya membuka matanya. Ia syok saat ada Bara di hadapannya dan Leo yang berada di sampingnya dengan wajah yang begitu dekat dan hampir mencium pipinya.

'Kenapa ada Leo disini? Alan! Gue takut. Hiks,' batin Freya berteriak pilu. Air matanya mengalir.

Leo mengusap air mata Freya dengan ibu jarinya. "Kamu jangan nangis sayang. Ada aku disini, nanti hilang loh cantiknya," ucap Leo penuh menggoda. Freya dibuat merinding karena nafas Leo menerpa wajahnya.

'Leo bener-bener gila!' Freya berusaha meraih simpul tali yang begitu kuat, namun selalu gagal ingin melepasnya. 'Gimana caranya gue bisa bebas darisini? Gue gak mau mati berdiri sama dua cowok gila ini,'

Leo melirik arlojinya. "Udah jam sembilan nih. Pasti orang tua lo nyariin kan?"

"Udahlah Freya sayang, mending disini aja. Sama kita," Bara mengedip genit. Siapa tau Freya kepincut kan?

'Ya Tuhan, kirimkan penolong saat ini juga. Mereka berdua benar-benar gila,' doa Freya dalam hatinya. Berbagai pikiran negatif melintasi pikirannya, jika ia pulang pasti sudah di sentuh oleh Leo, karena dari dulu mantannya itu suka memainkan wanita manapun dengan perlakuan bejatnya.

...❄❄❄...

...Mas Alan 😯 tolongin Freya dong. Khawatir nih author 😣...

1
Drias Vincent
kok tamat Thor ??
Ayrach: Udah end gak tau harus nambah ide apa gak 😅
total 1 replies
adalahdarling
lanjut up trus thorr
Ayrach: Sudah end
total 1 replies
Mrextinct Hashtag
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong
Ayrach: Besok
total 1 replies
fleurlovin
Thor aku masih menunggumu loh! Lanjutannya bikin gak bisa tidur dan galau nih Thor!
Ayrach: Ok bsok aku up
total 1 replies
ShySnicker
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Penghargaan Pink
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Ayrach: sudah up
total 1 replies
Harlina Azizah
tampan bangett andrii nya tapi sayang cewek yang disukain galak wkwk
Mpitryu99
lanjut thoorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!