Indonesia
NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

"Wah, kamu lucu banget sih!" Kata Fara sambil mencubit pelan pipi anak perempuan itu.

"Ish, jangan dong nanti dia nangis" Kata Sarina.

"Tenang aja kak, aku pake kasih sayang kok, hehehe...."

"Halah, kamu ini. Eh, terima kasih ya Fara, udah main ke sini. Nginep aja, nggak usah pulang. Aku cuma berdua sama Maira."

"Lah, emang suami kemana kak?"

"Hmm, katanya sih lembur malam ini, besok pagi baru pulang"

Tiba - tiba handphone Sarina berdering, Fara yang melihat siapa pemilik nama di layar handphone itu pun berdehem beberapa kali untuk menggoda Sarina. Fara mendapatkan isyarat dari Sarina untuk diam sebentar dan tidak berisik.

..................

Belum, dia lagi main sama Fara.

..................

Oh, oke. Fara mau nginep di rumah kita, boleh kan?

................

Oke, aku tungguin. Terima kasih yaa

..............

Fara yang melihat itu, hanya menggeleng - gelengkan kepala. "Nggak seru banget sih, mereka" ucapnya dengan lirih. Dara ternyata mendengar apa yang di ucapkan oleh Fara. "Apa yang nggak seru, Ra" tanya Sarina penasaran. "Udah nggak usah di bahas" jawab Fara tersenyum kikuk. Lalu, Sarina memberitahukan kepada Fara bahwa ia sudah di izinkan untuk menginap. Fara sangat senang karena ia bisa menghabiskan waktu bersama Maira yang merupakan anak dari Sarina. Tapi sayangnya, Maira mulai mengantuk. Sarina pikir Maira akan tidur dengan mendengarkan dongeng atau menonton film animasi di handphone seperti biasanya. Ternyata, Maira ingin tidur tanpa itu semua, ia hanya ingin di temani saja karena takut. Kebetulan besok hari libur, Fara mengajak Sarina untuk pergi ke Bandung Cafe. Dara pun setuju, mereka berdua berbincang - bincang mengenai masa yang dulu tidak terlalu banyak drama kehidupan, hanya tahu main saja. Kini, semua itu telah berubah, banyak hal yang telah terjadi tanpa dugaan dan tanpa di harapkan.

"Rezeki, jodoh dan kematian semua sudah di atur oleh Tuhan kita, Ra. Setiap orang memiliki alur kisah yang berbeda, aku kira dulu kita akan terus bareng - bareng, termasuk kuliah, kerja, setelah itu baru nikah" Jawab Sarina sambil menatap Maira yang sedang tidur. Lalu, ia menoleh menatap foto pernikahannya, "Ternyata, seperti ini ya alurnya" ucap Sarina dengan lirih, ia pun meneteskan air mata. Fara pun ikut menangis dan memeluk sahabatnya itu. Pernikahan Sarina bukan berdasarkan cinta melainkan karena permintaan dari almarhum Ayah yang kini sudah pergi meninggalkannya. Saat itu, Ayah Sarina sedang sakit dan sudah beberapa tahun tidak kunjung sembuh. Pada suatu hari, kondisi kesehatan Ayah semakin memburuk, ia khawatir jika hidupnya tidak lama lagi dan Sarina belum menikah. Ayah ingin ketika ia sudah tidak ada lagi di dunia ini, akan ada seseorang yang selalu menjaga dan menyayangi anaknya, apalagi Ibu Sarina sudah pergi lebih dulu, sebelum Ayahnya waktu itu. Ayah pun menjodohkan Sarina dengan Luthfi Febrian yang pada saat itu sedang sibuk dengan urusan kuliahnya dan Sarina yang baru saja lulus SMA. Satu hari sebelum wisuda, Luthfi Febrian menikah dengan Sarina di rumah sakit yaitu tempat Ayahnya Sarina sedang di rawat. Semua harapan dan impian antara Luthfi dan Sarina pun hancur. Luthfi yang ingin meminang seorang perempuan dari Universitas yang sama dengannya setelah Wisuda. Sedangkan Sarina yang sedang sibuk mencari kerja dan menggapai cita - citanya sebagai Desain Grafis, harus berakhir hanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Namun, Luthfi dan Sarina tetap menjalani pernikahan itu meski terkadang ada banyak masalah dalam rumah tangga mereka.

Alina sedang sarapan bersama keluarganya, hari ini semua orang tersenyum bahagia penuh keceriaan karena kesalahpahaman antara Alina dan Bayu sudah selesai. Sedangkan Ayah Alina baru saja pulang jam 3 pagi, karena terjebak hujan yang cukup deras di kebun. Untung saja ada saung untuk berteduh di sana. Ayah mengetahui kejadian di rumah karena Ibu yang menceritakannya. Ayah sengaja tidak pulang sore itu, karena ia pikir tidak akan terjadi keributan, di tambah sudah ada bukti pendukung Alina. Ayah meminta Alina untuk lebih berhati - hati dalam hal bersikap dan bertindak, jangan biarkan ada celah kesalahpahaman ataupun keributan kembali. Ibu juga meminta Alina untuk memaafkan dan tidak membenci Bibinya sendiri. Alina mendengarkan nasehat orang tuanya dengan baik. Ibu dan Ayah Alina juga meminta Alina sebaiknya tidak terlalu sering bolak balik antara Bogor dan Jakarta. Karena jarak yang terlalu jauh di tambah sedang musim hujan, Ibu dan Ayah setuju Alina untuk mengontrak dengan syarat bahwa Alina harus senantiasa menjaga komunikasi dengan orang tuanya walaupun tidak tinggal satu rumah. Setelah selesai sarapan, Ayah pergi ke kebun sedangkan Ibu mencuci piring. Alina yang berniat untuk membantu Ibu, justru di kejutkan oleh notifikasi schedule di kalender yang ia buat. Akhirnya, Alina pergi ke kamarnya untuk menghubungi Bayu. Baru saja Alina akan menelepon Bayu, ternyata Bayu sudah lebih dulu mengirim pesan kepada Alina.

Ting

Kita berangkat ke Bandung Cafe jam 8 malam. Lagi musim hujan, nanti aku yang jemput kamu aja, nggak usah berangkat pake motor ya. Nanti kehujanan malah sakit lagi. Ingat, ada Vin Books yang harus kamu urus.

Alina hanya membalasnya dengan pesan singkat. "Oke, jemput aku di kontrakan, ini alamatnya" ucap Alina dalam sebuah voice note. Lalu mengirimkan share lokasi yang menunjukkan posisi lokasi keberadaan kontrakan Alina. "No debat, no debat, Alina. Kamu harus sabar menghadapi sikapnya, lagian apa yang dia bilang itu juga benar" ucap Alina dengan lirih. Setelah itu, Alina mulai mengemas semua pakaian yang akan di bawa ke kontrakan.

...----------------...

Ting Tong!

Suara bel rumah berbunyi, Sarina yang sedang masak bergegas pergi untuk membuka pintu. Ia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 pagi, "Sepertinya, itu mas Bian" ucap Sarina sambil berlari pelan. Sarina tampak bahagia karena ternyata benar yang datang adalah suaminya. Lalu, ia mencium punggung tangan suaminya itu. "Di mana Maira?" tanya Luthfi. "Ada di kamarnya, sedang bermain bersama Fara" kata Sarina dengan tersenyum, ia membawakan tas suaminya lalu pergi ke kamar anaknya. Sedangkan Luthfi ia di minta oleh Sarina untuk menunggu di meja makan, karena akan sarapan bersama. Bian merupakan panggilan spesial dari Sarina untuk Luthfi suaminya.

Sebelum ke kamarnya, Sarina menghampiri Fara terlebih dahulu untuk segera sarapan bersama dan membawa anaknya ke meja makan. Fara sempat menolak ajakan Sarina karena ia merasa tidak enak hati jika harus bergabung tetapi Maira justru memaksa Fara. Terpaksa, ia pun menuruti Maira si mungil itu.

"Papa!"

"Hallo, sayang!"

"Papa kemana aja sih, kok pulangnya sering malam terus?"

"Papa kan ada kerjaan"

"Ih, kasihan Bunda tahu pah. Kadang setiap malam Bunda memandang foto Papa terus" Bisik Maira kepada Luthfi, yang masih bisa di dengar oleh Sarina.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!