Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fahmishodiq Abdullah

Kirana selalu dianggap istri yang "biasa saja" — tak pintar, tak berguna, hanya pantas mengurus rumah. Saat suaminya, Rangga, menceraikannya demi wanita lain di depan keluarga besar, semua orang mengira hidupnya akan hancur.
Mereka salah.
Di balik status "istri biasa" itu, Kirana menyimpan warisan yang selama ini tak pernah ia buka — dan kejeniusan bisnis yang selama ini ia pendam demi keluarga yang tak pernah menghargainya.
Kini, saat Rangga dan selingkuhannya mulai kehilangan segalanya, Kirana justru bangkit sebagai sosok yang tak seorang pun kenali. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan kembali — tapi apakah Rangga pantas mendapatkan kesempatan kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahmishodiq Abdullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

yang alya tulis sendiri

Alya menghabiskan malam itu di studio, sendirian, laptop menyala di depan meja kerjanya yang biasanya penuh mood board dan sketsa kampanye klien. Kali ini layar itu kosong, kursor berkedip di halaman putih, dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun menulis caption dan copy untuk brand orang lain, alya kesulitan menemukan kata-kata untuk dirinya sendiri.

Dimas menawarkan menemani, tapi alya menolak halus. "Ini harus keluar dari suara aku sendiri," katanya. "Kalau ada orang lain di ruangan, aku bakal mulai mikirin gimana kedengerannya di telinga orang lain. Aku butuh nulis ini kayak nggak ada yang baca dulu, baru nanti aku edit."

Ia mulai menulis jam sepuluh malam. Draf pertama penuh kalimat defensif—terlalu banyak menjelaskan, terlalu banyak "saya tidak bersalah karena", nada yang menurut instingnya sendiri terdengar seperti orang yang sedang membela diri, bukan orang yang sedang jujur.

Ia menghapus semuanya jam setengah dua belas malam, memulai ulang dari kalimat yang jauh lebih sederhana.

Delapan tahun lalu, saya kehilangan tempat kerja pertama saya dengan cara yang paling menyakitkan yang pernah saya alami.

Dari kalimat itu, sisanya mengalir lebih mudah. Ia menulis soal Werkstatt, bukan sebagai korban yang mengasihani diri sendiri, tapi sebagai fakta yang sudah lama ia coba kubur karena rasa malu yang, ia sadari sambil menulis, sebenarnya bukan miliknya untuk dipikul. Ia menulis soal tiga desain yang ia buat sendiri, soal ancaman tuntutan, soal NDA yang membungkamnya bertahun-tahun bukan untuk menyerang reza secara personal, tapi untuk menjelaskan sistem kerja yang membuat kreativitas seseorang bisa direnggut begitu saja atas nama kontrak.

Ia menulis soal Studio Ruma, klien pertamanya, dan bagaimana kepercayaan pak broto adalah fondasi yang membuatnya berani mulai lagi dari nol. Ia menulis soal alinea, soal dimas dan rani, soal setahun terakhir membangun sesuatu yang, katanya, "bukan sempurna, tapi jujur."

Paragraf terakhir ia tulis dan hapus tiga kali sebelum akhirnya menemukan kalimat yang terasa benar:

Saya tidak menulis ini untuk meminta simpati, atau untuk menyerang siapa pun secara personal. Saya menulis ini karena saya lelah membiarkan rasa malu yang bukan salah saya mengontrol bagaimana saya hidup dan bekerja. Kalau kepercayaan anda terhadap alinea berubah setelah membaca ini, saya menghormati keputusan itu. Tapi saya ingin Anda mendengarnya dari saya sendiri, bukan dari bisikan yang sengaja disebar diam-diam untuk membuat saya terlihat seperti sesuatu yang saya tidak pernah menjadi.

Ia menutup laptop jam tiga pagi, tidak membaca ulang, takut kalau membaca ulang ia akan kehilangan keberanian untuk mempublikasikannya.

Ia mempublikasikan tulisan itu jam tujuh pagi, di akun Instagram resmi Alinea, disertai foto sederhana dirinya di depan studio bukan foto yang diedit atau disiapkan, hanya foto biasa yang diambil Rani beberapa bulan lalu waktu mereka merayakan ulang tahun pertama Alinea.

Dalam satu jam pertama, komentar mulai masuk campuran dukungan dan pertanyaan skeptis, seperti yang sudah diduga Alya. Beberapa akun yang mengaku pernah bekerja di industri kreatif serupa berbagi pengalaman mirip soal kontrak kerja yang tidak adil, membuat unggahan itu mulai dibagikan lebih luas dari yang Alya bayangkan.

Jam sembilan pagi, ponsel Alya mulai bergetar tanpa henti—bukan lagi dari klien yang ragu, tapi dari jurnalis media bisnis yang meminta wawancara lanjutan, dari sesama pemilik studio kreatif yang mengirim pesan dukungan, dan satu pesan yang membuat Alya menghentikan semua yang sedang ia kerjakan.

Pesan dari akun resmi Vertex Kapital Nusantara, ditandatangani "Divisi Hubungan Korporat", bukan dari Reza secara pribadi.

Kepada Sdri. Alya, sehubungan dengan unggahan yang beredar, kami ingin mengklarifikasi bahwa keputusan pendekatan bisnis ke klien-klien terkait sepenuhnya merupakan keputusan strategi bisnis Divisi Ekspansi Kreatif, dan tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak mana pun secara personal. Kami membuka ruang diskusi jika diperlukan.

Dimas membaca pesan itu di bahu alya, mendengus pelan. "Mereka nyoba jarak-jarak diri dari Reza secara pribadi. Ini bukan permintaan maaf. Ini manajemen krisis."

"Aku tau," kata alya, meski ada sesuatu yang mengendur di wajahnya bukan kemenangan penuh, tapi setidaknya pengakuan bahwa serangan mereka sudah terasa cukup untuk membuat Vertex bergerak defensif.

Rani berlari kecil masuk ke studio, ponselnya di tangan, wajahnya campuran kaget dan senang. "Kak Alya! Bu Sinta share postingan kakak, dengan caption dukungan terus" ia menggulir layar cepat, "Pak Handoko dari Baswara juga baru komentar, bilang mereka bakal lanjutin kontrak, dan dia bilang cerita ini justru bikin direksi mereka lebih yakin kerja sama Baswara sama orang-orang berintegritas."

Alya menatap layar itu, matanya mulai berkaca untuk kesekian kalinya dalam dua hari terakhir, tapi kali ini karena alasan yang jauh berbeda dari rasa takut atau lelah.

"Kanaya gimana?" tanya dimas.

Rani menggeleng pelan. "Belum ada respons. Tapi setidaknya dua dari tiga."

Alya menghela napas panjang, bersandar ke kursinya, merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sejak delapan tahun lalu keluar dari Werkstatt dengan kepala tertunduk bukan kemenangan penuh, karena Kanaya masih menggantung dan reza belum benar-benar berhenti, tapi rasa lega karena akhirnya ia berhenti bersembunyi.

"Ini belum selesai" katanya pelan, lebih ke dirinya sendiri. "Tapi setidaknya sekarang ceritanya ceritaku sendiri. Bukan cerita yang Reza tulis buat aku."

1
sunaryati jarum
Semoga segera dapat cari solusi atau pilihan
sunaryati jarum
Pinter Kirana , sesuai dengan cara kerjamu berinvestasi, pemikiran Alya
sunaryati jarum
Selamat sudah sukses Kirana
sunaryati jarum
Bagus Kirana,kamu tidak menyimpan dendam,Itu membuat.langkah kamu meniti karir lebih ringan
sunaryati jarum
Belum.bisa menguasai Rangga sudah jatuh. Tanpa melakukan apapun sudah ada yang membahas Kirana.Yang bukan Kam atau perubahan kamu yang membuatnya
sunaryati jarum
Baru bertunangan kok sudah satu rumah dan ada rekening bersama
sunaryati jarum
Cara kotor yang kamu gunakan untuk menjatuhkan Kirana yang tetap berdiri kokoh akan menghancurkan dirimu sendiri, Vania
sunaryati jarum
Semoga segera ketahuan jika Vania pelakunya
sunaryati jarum
Perkataan telak menghunjam hati Rangga jika merasa, diceraikan malah berterimakasih.Dulu di keluarga kamu meremehkan Kirana orang biasa tidak bisa apa- apa tidak selevel dengan Vania.
sunaryati jarum
Ikutilah hasil pengalaman ayahmu, semoga merupakan langkah menuju keberhasilan,Kirana
sunaryati jarum
Selalu berkembang dan merambah ke usaha lain yang butuh suntikan dana dan pengembangan pemasaran,semoga semua berhasil.Untuk Rangga siap- siap perusahaan kamu ditinggalkan investor karena mengikuti Vania yang tidak tahu apa- apa.
A-iwak
ok akan di lanjutkan
sunaryati jarum
Kamu jeli Kirana, pertahankan walau perusahaan sudah besar nanti tetep teliti
sunaryati jarum
Sukses Kirana
sunaryati jarum
Mungkin yang memiliki masalah kesuburan Rangga.Emak baru mampir Thoor /Heart//Heart//Heart/
Kumbang di taman
Kirana, sebuah nama yang indah
Kumbang di taman
semangat selalu 😍
A-iwak: terimakasih atas kunjungannya
total 1 replies
Kumbang di taman
sukses selalu Author 👍
Kumbang di taman
sangat menarik
Adinda
toko utamanya Kirana atau dimas Dan alya,kalau bisa libatkan toko pemeran utamanya Dan tokoh yang jadi pendamping hidup Kirana,jadi ceritanya makin seru.
A-iwak: ok kak masukan saya terima kak,makasih atas masukan dan sarannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!