Indonesia
NovelToon NovelToon
Baskara Lelaki Yang Memilihku

Baskara Lelaki Yang Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Beda Usia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di usianya yang menginjak 40 tahun, Alena—seorang wanita yang kerap dijuluki perawan tua—terpaksa menuruti permintaan orang tuanya untuk menghadiri sebuah acara perjodohan di rumah makan. Berdasarkan foto yang ia terima, ia dijadwalkan bertemu dengan seorang pria bernama Ferry yang berusia 45 tahun.
Setelah menunggu begitu lama hingga berniat pulang, Alena akhirnya dihampiri oleh seorang lelaki tampan. Namun, kejutan besar menanti ketika pria tersebut memperkenalkan diri bukan sebagai Ferry, melainkan Baskara, anak kandung mendiang Ferry yang baru saja berpulang.
Demi memenuhi wasiat terakhir sang ayah, Baskara dengan tegas meminta Alena untuk meneruskan pernikahan tersebut. Meski sempat ragu dan berniat menolak akibat perbedaan usia yang terpaut jauh, keteguhan hati Baskara membuat Alena dihadapkan pada pilihan tak terduga dalam hidupnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Tidak hanya di ruang rapat yang menjadi saksi jatuhnya imperium palsu Billy dan Yanuar, gelombang badai keadilan juga menerjang kediaman utama keluarga besar mereka secara serentak.

Di saat yang hampir bersamaan, beberapa mobil patroli kepolisian dan truk operasional kejaksaan berhenti dengan sorot lampu menyala di halaman rumah mewah milik Mama Baskara—tempat di mana Billy dan Yanuar selama ini merancang rencana busuk mereka.

Para petugas kepolisian berseragam lengkap turun dengan membawa surat perintah penggeledahan dan penyitaan aset.

Mama Baskara, yang duduk di ruang tamu dengan dada bergemuruh kaget dan marah, hanya bisa menyaksikan dengan mata terbelalak saat barang-barang mewah, dokumen properti ilegal, brankas pribadi, hingga mobil-mobil sitaan yang dibeli dari hasil penggelapan dana dipasangi garis polisi (police line) dan diangkut satu per satu.

"Kalian tidak berhak! Ini rumah keluarga!" teriak Mama Baskara histeris, mencoba menghadang petugas yang mulai menyita dokumen-dokumen penting dari meja kerja suaminya.

Namun, salah seorang perwira penyidik menunjukkan surat resmi dengan cap basah.

"Maaf, Nyonya. Berdasarkan bukti aliran dana tersembunyi dan hasil penyidikan atas percobaan pembunuhan serta korporasi ilegal yang dilakukan oleh Billy dan Yanuar, seluruh aset yang bersumber dari tindak pidana di rumah ini resmi disita untuk kepentingan negara dan barang bukti pengadilan."

Di tengah kekacauan itu, ponsel di genggaman Mama Baskara berdering nyaring.

Dengan tangan bergetar, ia mengangkat panggilan tersebut, berharap mendengar suara anaknya yang membantah kekacauan ini.

Namun, suara di seberang bukanlah suara Billy ataupun Yanuar. Melainkan suara tenang Kenan yang terdengar dingin di ujung sambungan.

“Permainan sudah berakhir, Nyonya. Semua kejahatan yang selama ini ditutupi telah terbongkar. Tuan Baskara dan Nyonya Alena sudah kembali.”

Ponsel dari tangan Mama Baskara terlepas begitu saja, membentur lantai marmer hingga hancur berkeping-keping.

Seketika itu juga, ia terduduk lemas di sofa, menyadari bahwa perlindungan palsu yang selama ini diagung-agungkan telah runtuh total, menyisakan reruntuhan kehancuran akibat keserakahan mereka sendiri.

Di ruang rapat utama yang kini berubah menjadi arena interogasi terbuka, Yanuar yang terduduk lemas di lantai dengan tangan terborgol tiba-tiba mendongak.

Matanya melotot tajam, dipenuhi amarah, keputusasaan, dan rasa tidak terima yang teramat sangat.

Ia menolak kalah di hadapan pria yang seharusnya sudah mati terbakar.

"Panggil Baskara sekarang!!" teriak Yanuar histeris, suaranya melengking memecah keheningan ruangan.

Ia mendelik ke arah Kenan yang berdiri tegak di dekat pintu masuk, menuntut agar sepupunya itu dipaksa datang menghadap dan menatap langsung kehancurannya.

Kenan hanya menatap Yanuar dengan sorot mata datar, dingin, tanpa secercah pun rasa iba.

Alih-alih menuruti perintah atau gentar dengan amukan tersebut, Kenan perlahan menggelengkan kepalanya.

"Tuan Baskara tidak punya waktu untuk meladeni pecundang," jawab Kenan tenang namun menusuk telinga.

"Dan, kalian tidak berhak lagi memanggil namanya setelah apa yang kalian perbuat."

Petugas kepolisian segera menarik lengan Yanuar dan membantunya berdiri secara paksa, sementara Billy hanya bisa tertunduk lesu, pasrah digiring keluar ruangan bersama sepupunya

dengan borgol melingkar di pergelangan tangan.

Di bawah pengawalan ketat, tirai penutup babak kelam itu akhirnya resmi tertutup, menyisakan keadilan bagi mereka yang hampir direnggut segalanya.

Langkah kaki Baskara dan Alena terdengar ringan namun pasti saat mereka memasuki unit apartemen pribadi mereka di Jakarta.

Setelah melalui perjalanan panjang dari Seoul dan hari yang melelahkan di kantor, suasana tempat tinggal mereka terasa jauh lebih menenangkan—sebuah tempat perlindungan yang aman dari segala intrik dan kekejaman keluarga besar mereka.

Begitu pintu tertutup rapat, Alena langsung berbalik menghadap suaminya.

Tatapannya penuh perhatian, paham betul bahwa di balik ketegangan yang berhasil ditaklukkan Baskara di ruang rapat tadi, tubuh suaminya itu masih menyimpan rasa sakit yang luar biasa akibat operasi rekonstruksi punggung beberapa hari lalu.

"Duduklah di sini, Bas," ujar Alena lembut sambil menuntun suaminya ke arah tempat tidur di kamar utama.

Baskara menuruti perkataan istrinya, duduk perlahan dengan posisi miring untuk menghindari tekanan pada area punggungnya.

Alena berdiri tepat di belakang suaminya. Dengan gerakan yang sangat hati-hati dan penuh kelembutan, ia mulai melepaskan kemeja dan jaket yang dikenakan Baskara, membuka lapisan demi lapisan kain hingga punggung suaminya terekspos.

Perban tebal dan pelindung medis khusus yang menutupi luka bakar serta bekas jahitan di punggung Baskara tampak jelas di bawah temaram lampu kamar.

Ada rona merah dan bengkak tipis di sekitar area operasi—tanda bahwa tubuh Baskara masih berjuang keras untuk menyembuhkan diri.

Alena menelan ludah, menahan rasa sesak di dadanya setiap kali melihat bukti luka dari kebakaran yang hampir merenggut nyawa pria yang sangat dicintainya itu.

Namun, ia tidak membiarkan air matanya jatuh. Ia ingin Baskara tahu bahwa dirinya adalah tempat paling aman bagi pria itu untuk melepas seluruh perisai pelindungnya.

"Sakit, ya?" bisik Alena lirih, jemarinya bergerak sangat pelan mengusap kulit di sekitar perban dengan penuh kehati-hatian.

Baskara menolehkan sedikit kepalanya ke belakang, tersenyum tipis untuk menenangkan istrinya.

Ia meraih tangan Alena yang sedang merawatnya, lalu menggenggamnya erat-erat.

"Nyeri sedikit," jawab Baskara dengan suara beratnya yang menenangkan.

"Tapi melihat kamu dan anak kita ada di sini, di sampingku, rasa sakit itu langsung hilang, Sayang."

Alena balas tersenyum, lalu membungkuk untuk mengecup puncak kepala suaminya dengan penuh rasa cinta.

Di malam yang tenang itu, badai di luar sana telah usai.

Yang tersisa hanyalah dua jiwa yang saling menguatkan, merajut kembali masa depan mereka yang sempat hampir direnggut kegelapan.

Baskara menarik pelan tangan Alena hingga istrinya duduk di sisi ranjang, tepat di hadapannya.

Jemarinya yang hangat menggenggam erat jemari Alena, sementara matanya menatap lekat-lekat ke dalam manik mata wanita yang telah berdiri sebagai benteng terkuatnya selama masa-masa paling gelap dalam hidup mereka.

"Besok, kita ke makam Papa Ferry, ya, Sayang," ucap Baskara dengan suara rendah dan penuh kelembutan.

Ada getar halus di sana, menyiratkan kerinduan yang amat sangat mendalam kepada sosok ayah kandung yang telah tiada.

"Ajak Baskara kecil yang rindu dengan papa kandungnya." imbuhnya sambil tersenyum tipis, merujuk pada calon buah hati mereka yang sedang tumbuh di dalam rahim Alena.

Mendengar ajakan itu, sudut mata Alena terasa hangat.

Tanpa ragu, Alena menganggukkan kepalanya dengan penuh pengertian, lalu membawa tangan suaminya yang satu lagi untuk ia usap lembut di pipinya.

"Pasti, Bas," balas Alena dengan suara bergetar lembut, menyalurkan seluruh kekuatan dan ketulusan hatinya.

"Papa Ferry pasti sangat bangga melihat bagaimana kamu berhasil melindungi keluarga ini, menyelesaikan semuanya dengan kepala tegak, dan kembali kepada kami dengan selamat. Besok, kita berdua—bertiga, bersama si kecil—akan datang menemuinya."

Baskara menarik napas panjang, meresapi kehangatan yang diberikan oleh istrinya.

Badai di luar sana telah sepenuhnya reda. Dendam telah dibayar tuntas, keadilan telah ditegakkan, dan kini, di hadapan kenangan orang-orang terkasih yang telah pergi, mereka siap melangkah membuka lembaran baru kehidupan yang utuh dan tenang.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Alena and baskara, semoga Alena bisa melewati masa kritisnya dan bangun dari koma
Aghitsna Agis
semoga selamat alena dan debaynya
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,,
Muft Smoker
aaa sweet banget kn ,, jrang2 punya suami yg lebih muda bisa sesayang Dan sesetia ini ,,
kalo pun ad di real life yx perbandingan ny 1 : 10000
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Alena dan baskara untuk toko roti yang baru, tetap jadi berkat
Aghitsna Agis
udah bilang aja baskara dan iztrinya meninggal.jad ngungsi dulu sambil selidiki siapa yg telah membakar toko rotinya
sri hastuti
habis kan keluargamu baskara yg spt iblis itu, keterlaluan membahayakan nyawa orang, sikat semua ,bila perlu masukkan ke penjara semua 😡😡😡😡
sri hastuti
kok double???
Manis
kok di ulang?
Bunga Andthea
up lgi kak
lilik indah
ttp semangat walau sdikit yg komen kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ghiffari Zaka
ih kok kejam banget ya baskara??? apa setelah menikah nnt Alena akan seperti di kisah novel2 yg lain,tersiksa,di acuhkan ,di sia-siakan bahkan di anggap tidak ada,kok AQ jadi ke sn ya mikirnya Thor....
kayaknya sih gt,apa lagi usia mereka yg beda jauh dan pernikahan yg hanya di kalangan keluarga aja,duh Alena kasihan km,bagus kamu mati aja lah😭😭😭😭😭,tp lok iya gt ceritanya AQ ud baca yg mirip2 sih Thor...jadi bsk2 lagi AQ gak mau lah bacanya,soalnya buat asam lambung q bs naik Thor...gak rela lok perempuan tu di buat seperti itu😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
semoga ceritanya asyik ya Thor...dan semoga sukses di karya barunya🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!