Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fuck whit you

⚠️SWARNING — FICTIONAL CONTENT⚠️...

...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....

...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....

...Harap membaca dengan bijak....

...18🔞...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Alba telah siap dengan outfit mininya,Atasan ia menggunakan baju Off-Shoulder Corset Blouse warna ivory atau cream, dengan lengan panjang sheer yang mengembang.

Bawahan ia menggunakan Burgundy Mini Skirt model high-waist berwarna maroon.

Dengan Stocking White Lace Pattern Tights / stocking motif renda.Dan Sepatu Burgundy Slouchy Knee-High Boots dengan hak tinggi berwarna maroon juga.

Beserta Tas maroon Burgundy Shoulder Bag dengan rantai.

Rambut blondenya ia biarkan terusai, dengan di buatnya sedikit bergelombang.

Hari ini kembali akan mendatangi kantor Lazarus, hanya untuk menemui pria kutub itu, ia juga telah mengambil keputusan untuk tak jadi bekerja.

Memandangi dirinya dulu dari atas sampai bawah di kaca full body.

"Udah pas waktunya cus. "Ujarnya.

...****************...

Rasanya seperti di lalap api, setidaknya itu yang di rasakan Alba saat mencicipi bibir menggiurkan Lazarus.

Saat ini ia menuduki Lazarus, dengan posisi Lazarus duduk di meja kerjannya sembari memegang pinggang Alba.

Sudah ia duga perempuan ini jika datang pasti akan langsung menyosorinya.

Satu tangan Lazarus sudah menangkup tengkuk perempuan itu, menariknya lebih rapat sementara bibirnya tak henti menanamkan pangutan demi pangutan.

Mendebarkan.

Dan Alba menyukainya.

Alba membuka bibir di bawah serangan Lazarus, menyambut sukacita dengan turut menjelajahi setiap sudut mulut sang pria. Ia imbangi pria itu sama liat dan buasnya.

Lazarus menggerang rendah, menarik Alba kian dekat dengannya, menggoda kedua tangan perempuan itu untuk melingkar di lehernya.

Batas yang pria itu bangun telah runtuh tak tersisa tepat saat ujung lidah Alba membelai ujung bibir atasnya , memicu Lazarus kian rakus menyesap setiap rasa dari Alba.

Panas tubuh yang menguar di antara mereka nyaris memukul mundur sisi waras Lazarus, hingga ia harus menahan kedua tangannya saat usulan gila memenuhi kepalannya untuk lebih jauh menyentuh.

Apa yang dimiliki perempuan unik yang ada di depannya ini?, sampai-sampai Lazarus kesusahan mengendalikan diri dan sampai membuat sisi liar Lazarus kerap kali ingin mengambil kendali. Dia berhasil kebal terhadap wanita-wanita lain walau sesekali ia meniduri wanita tapi itu terjadi juga karena mereka berhasil menggoda meski ia hanya sedikit bergairah pada mereka.

Tapi kini, perempuan anomali yang tengan membalas ciumannya dengan sama liarnya berhasil meruntuhkan kewarasan Lazarus, perempuan ini berhasil membuat Lazarus hilang kendali dan sekarang—

Bibir keduanya telah terpisah tak lagi bertaut, namun nafas yang berhembus menimpa masing-masing wajah yang masih menderu

Alba meloloskan kekehan genit di sela tarikan nafasnya. Sementara Lazarus menggeram tertahan sebelum ia sambar bibir perempuan itu itu lagi.

Leguhan Alba memenuhi seisi ruang kerja Lazarus lolos di antara bibir mereka yang menyatu membuat gairah sang lawan dan empu semakin terpacu.

Lazarus beranjak dengan Alba di gendong cosplay bak koala. Ia berjalan menuju kamar yang ada di sudut sana.

Sesampainya mereka di kamar Lazarus menaruh Alba di kasur dengan begitu lembut.

Mata Lazarus—gelap bak malam mendung tanpa bintang, menatapnya begitu dingin, seolah tengah menguliti Alba untuk mencari titik paling fatal.

"You are a great seducer"Erangnya dengan mata awas menilik Alba.

Ketika mata keduannya saling bertemu. Alba tanpa sadar menahan nafas. Sepasang telaga biru milik Lazarus menatapnya intens

Alba melihat sorot menuntut penuh gairah dari netra itu.

Alba menyentuh dada Lazarus mengusap di sana dengan lembut dan bertempo. Sembari lidahnya menyapu bibir atas.

Jakun Lazarus bergerak naik turun kasar, dia memejamkan mata, menikmati setiap inci sentuhan tangan Alba di dadanya.

Lazarus membuka kancing kemejannya lalu melemparnya ke sembarang arah, terpampang kini dada bidang dengan perut sixpack Lazarus yang di isikan tattoo di beberapa kulitnya dan belas luka mengering.

Rahang pria itu mengeras sampai ototnya berkedut. Urat di leher dan pelipisnya menonjol, butir-butir keringat mengalir. Matannya terpejam sesaat nafasnya berat dan tertahan lewat hidung.

Lazarus mengambil ancang-ancang ingin merobek baju Alba.

"Eitts jangan di robek biar aku buka sendiri. " Tutur Alba.

Lazarus hanya membuang muka sesaat membiarkan.

Alba mulai bajunya, lalu mini skrit-nya selepas itu ia membuka Sepatu Burgundy Slouchy Knee-High Boots dengan hak tinggi berwarna maroon juga beserta stokingnya.

Hanya tersisa underwear-nya saja. Tapi tak lama underwearnya juga ia lepaskan sekarang dia sudah nekad tanpa selehai pun benang menutupi tubuhnya.

Tangan Lazarus bergerak, melonggarkan pengait celananya sendiri.

Klik.

Pengait celana Lazarus terbuka.Celana itu melorot turun menyisakan boxer.

"Sayang?

"You so fucking sexy bebe. "

Alba cukup terkejut, bukan karena Lazarus memuji dirinnya melaikan karena nada suara Lazarus. Itu bukan lagi suara seorang pria yang menahan diri melainkan suara seorang pria yang akhirnya mengaku lapar.

"Aku..... Cantik kan sayang?. "

Lazarus terdiam tapi seluruh atensinya ia labuhkan ke Alba.Para rona wajahnya yang memerah malu, semakin terlihat menggemaskan, pada lekuk tubuhnya, pada caranya berucap, pada carannya bernafas, dan pada bibirnya yang terbuka seolah mengundang.

Lazarus pernah melihat semuannya, perang, darah, mayat, kekejaman dan kehancuran. Tapi tidak pernah melihat sesuatu yang seindah ini sesuatu yang tak kenao leleh mencoba menerobos benteng pertahanan yang ia bangun dengan sangat kokohnya.

Lazarus menelan napas, memcoba tetap pada kewarasannya. Tapi sulit.

Rahangnya mengeras, lalu bergumam rendah, nyaris berbisik persis seperti gumaman seperti untuknya sendiri bukan untuk Alba.

"Cantik!. "

Alba tersenyum, bukan senyum biasa tapi senyum yang menyesatkan, senyum yang menggoda.

Lazarus mencium Alba sangat ganas tak membiarkan perempuannya itu untuk bernafas di sela tautan mereka.

Lazarus menghentikan ciuman mereka, lalu melepas boxer-nya.

Di sana, di antara ke dua paha kekar yang terbuka lebar itu...... Alba melihatnya dengan sangat jelas.

Glek....

Alba menelan ludah.

Monster itu bangun sepenuhnya.

Batang kejantanan Lazarus berdiri tegak, kaku, dan angkuh mengacung pada Alba.

Ukurannya masif, tebal dengan urat-urat yang menonjol bak akar di sepanjang batangnya, berdenyut pelan mengikuti detak jantung sang empu yang memburu.

Sialan Alba ragu benda itu akan muat di dalam dirinnya. Wajahnya memanas hebat tak mampu mengeluarkan kata-kata.

Lazarus menggesekan kejantanannya yang sekeras batu di bibir vagina Alba, sementara matanya yang gelap menatap Alba dengan sorot yang berbeda.

"Babe."Panggil Alba dengan suara serak jantungnya berdebar-debar dengan gila-gilaan.

Tiba-tiba Lazarus mencekik Alba membuat perempuan itu terkejut. "Kehadiranmu membuat saya terganggu. "

Kejantanan Lazarus semakin keras sudah di pintu masuk vagina Alba dengan tangannya masih mencekik Alba, mata biru gelapnya mengembun penuh gairah.

"Apa kali ini aku berhasil membuatmu bergairah?. "Ujar Alba tersenyum sensual dengan matannya yang menyayu.

tepat setelah Alba berucap seperti itu kedua tangannya mencengkram pinggang Alba lalu menghentak bokongnya kasar sehingga kejantanannya masuk dalam satu hentakan ke vagina Alba, yang membuat Alba sampai menjerit sangat kencang.

"Akhhhh."

"Sakit." Ujar Alba.

Lazarus melihat ke kejantanannya yang tertimbun masuk ke vagina Alba, milik wanitanya itu berdarah melumuri kejantanannya.

Sudut bibir Lazarus terangkat sediki, tersenyum miring.

Kaki Alba bergetar-getar menerima kejantanan itu, vaginanya yang tadinya terasa kosong langsung terasa penuh dan sesak dengan kejantanan Lazarus. Mata Alba naik hanya menyisakan putihnya saja ketika merasakan kejantanan Lazarus membuka lebar vagina Alba secara paksa.

'Sialan itu sakit sekali, perih, dan enak bercampur besamaan'. Batin Alba.

Lalu ia teringat Lazarus belum memakai pengaman, Alba mencoba mendorong tubuh tegap dan besar Lazarus walau ia tahu usahanya itu akan sia-sia.

"Sayang, pengaman. " Ujar Alba memcoba memperingati.

Kali ini ia menarik kejantanannya dan menghentakannya dengan sangat kasar ke vag*na Alba yang membuat Alba merasa seperti dikoyak.Kepalannya mendongak dan Alba mendesah.

"Arghhh—babe pela—..... Pelan. "Erang Alba.

"Persetan dengan pengaman, saya tidak mau ada karet sialan itu menghalangi penyatun kita. "Jawab Lazarus dengan erangan tertahan

"Nanti aku hami Lazu."Ucap Alba karena ia memang belum siap menjadi seorang ibu.

Lazarus menindih Alba sehingga wajah mereka begitu dekat. netra biru gelap nya menatap Alba dengan tegas dan dominasi.

"Tidak apa-apa. " Ucapnya yang membuat Alba bingung sekaligus kaget.

"Tapi—"

Lazarus tak mengidahkan ucapan Alba, ia menghentakan kejantanannya dengan sangat cepat di dalam vagina Alba membungkam wanita itu.

Lazarus menatap Alba yang sangat sexy di bawahnya, terkadang jika tempo kejantanannya cepat matanya akan memutih dan lidahnya akan keluar dan itu sangat membuat Lazarus bergairah.

Lazarus menarik kejantanannya hampir keluar dari milik Alba, lalu menghentakan kejantanannya sangat kasar dan dalam dengan satu hentakan membuat Alba melengkung dan menjerit.

"Ougggg." Erang Alba sembari berpegangan pada pundak Lazarus.

Kaki Alba bergetar-getar.

"So big Daddy. "

Setelah mendengar itu Lazarus kembali menghentakan kejantanannya kasar dan membuat Alba menjerit lagi.

Suara kulit yang saling beradu itu memenuhi ruangan.

"I want you faster daddy!. " Ujar Alba sembari menggigit bibir bawahnya menggoda.

"Kau memang ahlinya menggoda!. "Akunya dengan suara rendah sembari menghentakan kejantanannya sangat kasar ke vagina Alba yang sempit seperti meremas kejantanannya.

" Oughhh Daddy. "

"Fuck." Erangnya semakin bergerak liar.

Lalu erangnya mulai berbeda Alba bis merasakan kejantanannya yang semakin membengkak di dalam lubang Alba, Lazarus memeluk Alba erat smpai—.

"Arghhh..... ughhhhh. "Erang Lazarus di telinga Alba menumpahkan semua spermanya ke dalam rahim Alba.

" Oughh shittt. "Erang Alba merdu di telinga Lazarus.

Alba bisa merasakan kejantanan Lazarus yang kembali menegak di dalamnya, keras.

Lazarus lantas membalik posisi Alba yang tadinya terlentang kini menungging.

Bisa Lazarus rasa kejantanannya yang diremas kuat oleh urat-urat vagina Alba.

Lazarus mulai menggerakan kejantanannya menghentak dengan sangat dalam, sembari bibirnya sibuk mencium pundak hingga pinggang Alba.

Tangannya memegang kedua payudara Alba, meremasnya.

Tubuh keduanya sudah sangat berkeringat, licin dan kedua kulut mereka memenuhi ruangan.

Lazarus tidak tahu ada apa dengan dirinya, biasanya ia akan cukup menyetubuhi wanita sekali, tapi dengan Alba tidak ia semakin ingin, Alba terasa seperti nikotin yang merampas kewarasannya yang membuat ia kecanduan ingin merasa lagi, dan lagi.

Lazarus menghentak dengan laju dan kasar.Alba menjerit keras di setiap hentakan Lazarus.

"Ahhhh.... Ohhhh"

Lazarus bisa merasakan milik Alba berdenyut sangat kuat meremas miliknya.

Lazarus melajukan hentakannya membuat suara kulit mereka memenuhi ruangan itu.

Lazarus menarik rambut Alba keras membuat kepala Alba menengadah, membuat lehernya terekspon sepenuhnya. Tanpa jeda Lazarus langsung mengisap lehernya, keras, bahkan menggigit bersamaan dengan itu tangan lainnya meremas payudara Alba sama kerasnya.

'Sakit, sakit tapi nagih, tapi sakit'. Batin Alba.

Miliknya sangat-sangat sempit dan Lazarus melajukan tempo gerakan pinggulnya. Dan menekan dalam milik Alba.

"Arghhh.... Arghhhh.... uhhhh"

Alba berpegangan pada bantal saat hentakan Lazarus terasa semakin cepat, dalam dan liar.

Erangan Alba terasa berbeda dan akhirnya ia pun klimaks, seluruh tubuhnya bergetar,dinding vaginanya mencengkram kejantanan Lazarus kuat membuat Lazarus menggeram rendah.

"Arggghhhh..... ouchhh..... umhhh. "Jerit Alba.

Tubuhnya terkulai dengan kedua kakinya yang gemetar,napas Alba terengah-engah, mulutnya terbuka mengambil nafas meraup oksigen sekuat yang ia bisa.

Lazarus menggeram, sambil menghentak kasar kejantanannya. Kaki Alba bergetar-getar sangat manis.

Lazarus tak bisa lagi menahan klimaksnya,dia menghentak kejantanannya sangat dalam sehingga membuat Alba menjerit-jerit.

"Arghhhh."Erang Lazarus dia klimaks di dalam vagina Alba, bisa ia rasakan spermanya tertembak ke dalam, rasanya sangat nikmat. Pelepasan yang luar biasa nikmat.

Sperma Lazarus terasa memenuhi rahim Alba.

Di tambah dinding vagina Alba yang mencengkram sangat kuat seolah ingin menguras habis spermanya.

Lazarus melepas kejantanannya dari dalam vagina Alba, yang di susuli sebagian sperma yang menetes sedikit dari vaginanya karena terlalu banyak.

Alba merasa seperti melayang , kepalannya terasa kosong, nafasnya terengah-engah, tubuhnya melemah, kakinya terasa las dengan vagina yang terasa kebas dan sakit. Matanya menyayu,Lazarus masih menggaulinya tapi matanya sudah berat akan kantuk tak lama mata itu terpejam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita, konflik, dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini....

...THANK YOU FOR READING 🌸...

...For u, a dahlia. 🌺...

...— Author...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!