Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Pengganti

Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Pengantin Pengganti / Duda
Popularitas:643.9k
Nilai: 5
Nama Author: sripujiayu620

Semua persiapan telah disusun sedemikian rupa. Namun sang calon suami tidak datang ke acara pernikahan. Untuk menjaga kehormatan, suami pengganti pun di cari.

Kehidupan mereka setelah menikah dibumbui dengan adu argumen dan kekonyolan. Saat cinta itu mulai tumbuh, masa lalu datang.

Akankah mereka bisa bertahan?
Kuy baca aja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17

Suasana pagi yang dingin disertai hujan yang deras dihari minggu.

"Mbok! sarapannya belum siap ya?" tanya Dinda membuka tudung saji.

"Mbok?" panggil Dinda lagi karena tidak mendapatkan respon dari asisten rumah tangga itu.

"Mbok Ijah gak ada!" jawab Deniel sambil menuruni anak tangga.

"Kemana?" tanya Dinda.

"Mbok pulang kampung, suaminya sakit di kampung." Jelas Deniel sudah duduk di sofa panjang dan membuka siaran televisi.

"Ya udah kita pesan makanan online aja buat sarapan pagi ini." Dinda kemudian mengambil ponselnya.

"Untuk apa harus pesan? kau saja yang bikin sarapan pagi!" baru saja Dinda menyalakan ponselnya, tiba-tiba ia langsung mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Deniel.

"A aku." Dinda gugup mengatakan jika dirinya tidak bisa memasak.

"Kenapa? apa kau tidak bisa memasak?" tanya Deniel penuh selidik.

"Ya bisalah." Jawab Dinda berbohong. Jika Dinda jujur, bisa dibayangkan bagaimana mulut titisan netizen itu akan mengejek dirinya.

"Kalau bisa, sana ke dapur masak ya enak!" perintah Deniel.

"Oke!" jawab Dinda berjalan menuju dapur.

‌Di dapur, Dinda sangat bingung."Haduh,apaan yang aku mau masak coba? nyalain kompor aja gak bisa!" batin Dinda mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Inilah akibatnya Dinda, jika malas membantu emak di dapur!" gerutu Dinda menyesali ketidak bisanya dalam hal memasak.

Jika disuruh Mama Ratna membantu di dapur, Dinda pasti beralasan tugas kuliah yang menumpuk. Dan sekarang, inilah imbasnya pada dirinya. Jika waktu bisa diputar kembali, Dinda pasti akan belajar memasak. Namun itu hanya angan-angannya saja.

Dinda mengobrak-abrik lemari dapur. Entah apalah yang dicarinya. Wajahnya sudah tersenyum licik, entah apakah yang terlintas di otak wanita yang belum disentuh sama sekali oleh Deniel.

Dinda menaruhkan sedikit nasi pada piring. Untuk mempercantik si nasi putih, Dinda menaburi kecap manis. Tidak lupa juga garam juga menjadi pelengkap agar ada rasa.

"Enak gak ya?" tanya Dinda cekikikan melihat hasil karyanya.

"Ah bodo amatlah." Tak ingin ambil pusing, Dinda langsung membawa hasil karyanya dan meletakkan pada meja makan.

Telah tersusun rapi tiga piring hasil karya abal-abal Dinda. "Woi semuanya, sarapan sudah siap!!" teriak Dinda dengan nyaring.

Gio, Deniel, dan Yuli pun langsung berjalan menuju meja makan. Mata mereka terbelalak dengan makanan yang dibuat oleh Dinda.

"Kak Deniel bangkrut ya? sampai kita harus makan nasi pakai kecap?" tanya Yuli menatap Deniel dengan tatapan sendu.

"Ya gak lah, sembarangan aja kamu kalau ngomong!" kesal Deniel.

Deniel mengernyitkan dahinya menatap makanan yang tersaji di meja makan.

"Ayo dicoba, enak tau." Ajak Dinda.

Mereka semua saling pandang. Ada keraguan untuk mencicipi makanan aneh tersebut.

"Asin!" pekik Gio sudah melahap satu suapan.

"Untung aja aku gak sempat makan." Ucap Yuli tersenyum lega.

Deniel pun mencicipi sedikit makanan buatan Dinda. Benar saja apa kata Gio, makanannya sangat asin melebihi ikan asin.

"Kamu ini bisa masak gak sih?" kesal Deniel.

"Hehehe enggak." Mau tidak mau Dinda tidak bisa mengelak lagi dan diharuskan untuk berkata yang sebenarnya.

"Sudah ku duga!" dengus Deniel kesal.

Deniel langsung memesan makanan siap saji dari ponselnya. Perutnya juga sudah lapar minta diisi.

Tidak berselang lama, pesanan Deniel pun datang. Mereka langsung menyantap makanan tersebut. Terlebih lagi Dinda, yang makan dengan rakusnya.

"Yuli, kamu nantinya harus bisa masak. Jangan kayak si Congek ini!" singgung Deniel.

"Sekarang ini wanita gak papa gak bisa masak. Yang penting itu lihai main kuda-kudaan." Omongan mesum Yuli pun keluar.

"Kuda gepang ya Tante?"tanya Gio sambil melahap makanannya.

"Hahaha iya Gio," ucap Yuli menatap keponakan yang aktif-aktifnya bertanya.

"Yuli, kamu sekali lagi ngomong macam-macam apalagi didepan Gio, awas aja ku coret namamu di kartu keluarga!" gertak Deniel sudah kesal dengan adiknya itu.

"Iya Kak, iya." Jawab Yuli merapatkan giginya.

"Kak hari ini aku ijin pergi liburan yah sama teman-teman ku. Boleh gak?" tanya Yuli.

"Berapa hari?" tanya Deniel.

"Sekitar satu mingguan. Boleh ya?" pinta Yuli memelas.

"Hhmm ya sudah aku ijinkan." Jawab Deniel.

"Makasih Kakak." Seru Yuli bahagia.

"Ya elah Yul, aku gak ada teman ghibah dong?" ucap Dinda.

"Ghibah aja terus yang dipikirin. Noh buat dedek untuk Gio!" sindir Yuli.

"Yuli! " bentak Deniel sudah jengah dengan ucapan adiknya itu.

Dengan cepat Yuli langsung berlari menuju kamar.

Hari sudah mulai siang, namun hujan masih saja turun dengan lebatnya. Hawa dingin yang diciptakan si hujan itu pun membuat orang malas beraktivitas di luar rumah.

Suasana rumah sangat sepi. Yuli sudah pergi berlibur bersama teman-temannya. Dinda ingin mengajak bermain anak tirinya, namun Gio ternyata dengan bobo cantik di kamarnya.

"Dasar si mama, masa kasi aku destar transparan kayak gini sih!" ucap Dinda jijik melihat penampilannya didepan cermin.

Ceklek

Tiba-tiba saja pintu kamar dibuka. Deniel diam mematung sambil mata yang tak henti-hentinya menatap wanita yang sudah berlebel halal. Bagaimana tidak? destar yang transparan membuat pakaian dalam Dinda nampak sangat terlihat.

"Heh ngapain kamu kesini! sana-sana!" kaget Dinda sambil mengibaskan tangannya menyuruh Denien untuk keluar.

Dinda sangat malu kala auratnya dilihat oleh lelaki. Meskipun lelaki itu sudah halal tapi tetap saja Dinda sangat malu. Dinda langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.

Deniel berusaha meluruskan otaknya yang sudah mulai oleng. Ia menarik nafasnya panjang dan membuangnya.

"Kau tidak ingat dengan perjanjian kemarin heh?" tanya Deniel.

"Iya aku ingat." Jawab Dinda.

"Lalu kenapa kamu memancingku kayak gini heh?" kesal Deniel karena perjanjian yang dibuatnya sudah dilanggar.

"Aku cuman... "

"Sudah! pijit aku!" potong Deniel langsung tengkurap di atas kasur. Sesuai perjanjian, jika Dinda melanggar maka hukumannya ada memijit Deniel.

"Enggak mau ah," tolak Dinda.

"Ini perjanjian! kau sudah menanda tangani surat perjanjian itu! jadi laksanakan saja jangan banyak protes!" bentak Deniel.

Dengan terpaksa, Dinda langsung memijit Deniel.

Koreksi jika ada kesalahan penulisan. Maklum si author masih amatir hehehe. Mari tinggalkan jejak dengan selalu like, komen, dan vote.

1
sya-sha
Alhamdulillah masih lanjut.sekian lama dari mana thor.
Putri Chaniago
maunya Dinda tinggalkan aja Daniel yg g bisa move on dari Sonya
Lisa Icha
ngakak bacanya.Kayak Tom n jerry😂
Lisa Icha
baru mampir thor 👋
Nuralam
bicarax kasar amat yahh
Sri Varida Lestari Varida
kok lama upnya
Roni Roni
😂😂😂😂😂 lucu banget tor kelakuan si amang sama Reyhan sakit perut aku baca nya.
sya-sha
y ampun niel.istri mana yg ga sakit hati suami pegang pegang tangan mantan suapin mantan .ish
kenzie
lanjuttt
dementor
kakaknya dinda namanya Titan.. nama panjangnya bintitan pasti..
Culun: saya ngakak kak jam segini
total 1 replies
Saya
Lanjut kk
kenzie
lanjutttt
Saya
Cerai kan aja tu si dinda nga hargai laki laki
skuyyy: jangan asal tuduh secara sepihak ka lebih baik lihat dulu inti masalahnya.
mengapa Dinda bisa semarah itu pada Daniel.
total 1 replies
Saya
Lanjut kk
sya-sha
loh kok marah a n
Anggi Esteria
next cerita na
kenzie
laniut dong
skuyyy
ditunggu ka uploadtan'nya
kenzie
lanjut up gtu dong sering up nya slalu ditunggu
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!